Dosen Farmasi UMM Lolos Pendanaan Kemdikbudristek untuk Pengabdian Masyarakat: Ajarkan Pembuatan Sabun Herbal dan Desain Kemasan ke Siswa MI di Kediri

Malang – Salah satu dosen berprestasi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. apt. Engrid Juni Astuti, S.Farm., M.Farm., kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM yang juga lulusan doktoral Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) ini berhasil lolos pendanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) tahun 2025. Dalam proposal pengabdiannya, Dr. Engrid mengusung kegiatan pelatihan pembuatan sabun herbal dan pembuatan media promosi berbasis digital untuk siswa di MI Assalafiyah, Kediri. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan siswa melalui praktik langsung yang menyenangkan dan bermanfaat. “Kami ingin mengenalkan keterampilan dasar berbasis sains sejak dini kepada anak-anak. Salah satunya dengan membuat sabun dari bahan alami yang aman, terutama untuk kulit sensitif anak-anak. Selain itu, kami juga ingin membekali mereka dengan kemampuan mendesain kemasan dan memasarkan produk secara online,” jelas Dr. Engrid. Arahkan pada Tujuan SDGs: Pendidikan Berkualitas dan Kurangi Kesenjangan Kegiatan ini mengacu pada dua poin penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG nomor 10 tentang Mengurangi Kesenjangan. Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar keterampilan praktis, tetapi juga mendapatkan akses pada teknologi seperti aplikasi Canva dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mencari inspirasi desain. “Kami ingin anak-anak di daerah pedesaan juga memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses teknologi dan keterampilan abad 21. Mereka kami ajarkan bagaimana mendesain label, memilih warna, bahkan memasarkan produknya melalui media sosial. Ini adalah bentuk konkret untuk mengurangi kesenjangan digital antara desa dan kota,” terang Dr. Engrid. Bahan-bahan yang digunakan dalam pelatihan sabun adalah herbal alami seperti lidah buaya, minyak sereh, dan bahan lokal lainnya yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan siswa. Sambil belajar membuat sabun, mereka juga diarahkan untuk berpikir kreatif dalam menciptakan merek dan tampilan kemasan yang menarik. Antusiasme Siswa dan Harapan Besar untuk Masa Depan Program ini mendapat sambutan positif dari para guru dan siswa di MI Assalafiyah. Mereka merasa senang dan bersemangat karena bisa mempelajari sesuatu yang baru, bermanfaat, dan menyenangkan. “Senang sekali bisa belajar bikin sabun sendiri. Seru waktu mendesain bungkusnya di HP, seperti orang jualan di toko beneran,” ungkap seorang siswa dengan gembira. Dengan keberhasilan lolos pendanaan ini, Dr. Engrid berharap semakin banyak akademisi yang turut serta dalam kegiatan pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam konteks pendidikan dan teknologi. “Kami percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, anak-anak di pedesaan pun bisa memiliki kompetensi yang setara dengan anak-anak di kota. Semangat belajar mereka luar biasa. Tinggal bagaimana kita sebagai pendidik membuka akses dan memberi ruang untuk tumbuh,” tutupnya.

FIKES UMM dan Rumah Zakat Malang Perkuat Kolaborasi Pelayanan Lansia: Mahasiswa Belajar, Masyarakat Terlayani

Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) terus memperkuat komitmen dalam pengabdian masyarakat berbasis kesehatan. Salah satu bentuk konkretnya adalah kerja sama antara Program Studi S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners FIKES UMM dengan Rumah Zakat Malang dalam penyelenggaraan program pelayanan lansia berbasis komunitas. Program kolaboratif ini mencakup tiga kegiatan unggulan, yaitu: Kelas Lansia, Sekolah Kader Lansia, dan Layanan Home Care, yang dirancang untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan pada kelompok usia lanjut yang sering kali terpinggirkan. Kelas Lansia: Pelayanan dengan Edukasi dan Empati Melalui program Kelas Lansia, mahasiswa dan dosen dari FIKES UMM memberikan edukasi kesehatan langsung kepada para lansia di berbagai titik binaan Rumah Zakat. Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, penyuluhan gizi dan gaya hidup sehat, serta olahraga ringan. Elwien Roodhiana Mufida, SAb, selaku Branch Manager Rumah Zakat Malang, menyambut baik kolaborasi ini. “Mahasiswa FIKES UMM hadir dengan semangat pelayanan dan empati yang tinggi. Kehadiran mereka bukan hanya bermanfaat secara medis, tetapi juga memberikan semangat dan perhatian emosional bagi para lansia,” ungkapnya. Sekolah Kader Lansia dan Home Care: Memberdayakan dan Menjangkau Melalui Sekolah Kader Lansia, masyarakat dilatih menjadi kader kesehatan yang mandiri dan terampil dalam mendampingi lansia di lingkungannya. Sedangkan program Home Care dirancang sebagai bentuk pelayanan langsung ke rumah lansia yang tidak dapat datang ke fasilitas umum, dengan melibatkan mahasiswa dalam praktik nyata keperawatan komunitas. Menurut Sunardi, M.Kep, selaku Kaprodi Pendidikan Profesi Ners FIKES UMM, kegiatan ini adalah contoh nyata integrasi pendidikan dan pengabdian. “Kami ingin mahasiswa memahami bahwa perawat tidak hanya bekerja di rumah sakit, tetapi juga hadir di tengah masyarakat. Inilah esensi profesi keperawatan yang sejati,” tegasnya. Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom., selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi besar FIKES UMM untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berjiwa sosial tinggi. “Kami tidak ingin pendidikan kesehatan hanya berhenti di laboratorium atau ruang kuliah. Lewat kolaborasi ini, mahasiswa kami belajar di masyarakat yang sesungguhnya, dan masyarakat pun menerima manfaat nyata dari kehadiran akademisi,” ujar Prof. Yoyok. Beliau juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Kampus Merdeka Belajar yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinovasi dan berempati dalam konteks dunia nyata. Program kerja sama ini telah menjangkau berbagai komunitas di wilayah Malang, dan rencananya akan diperluas dengan pembentukan desa binaan baru serta sistem monitoring dampak jangka panjang. FIKES UMM dan Rumah Zakat sepakat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai model kolaborasi berkelanjutan yang dapat direplikasi secara nasional. Kolaborasi FIKES UMM dan Rumah Zakat Malang membuktikan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi motor perubahan sosial. Mahasiswa tak hanya menyerap ilmu, tetapi juga berkontribusi langsung kepada masyarakat. Melalui pelayanan lansia berbasis komunitas ini, FIKES UMM terus melangkah untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai jalan pengabdian dan pemberdayaan.

Perkuat Kolaborasi Internasional, FIKES UMM Terima Kunjungan Delegasi Faculty of Nursing International Islamic University Malaysia

Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring internasional melalui penyambutan kunjungan resmi dari delegasi Faculty of Nursing, International Islamic University Malaysia (IIUM), pada hari Kamis, 23 Mei 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang joint research, publikasi ilmiah bersama, serta skema credit transfer antar institusi pendidikan tinggi keperawatan. Delegasi dari IIUM terdiri atas dua dosen senior, yaitu Dr. Siti Mariam dan Dr. Haliza, yang juga merupakan tokoh penting dalam pengembangan kolaborasi akademik lintas negara di bidang keperawatan. Kedatangan mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan FIKES UMM, di antaranya Wakil Dekan I, Henny Dwi Susanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat., Ph.D., Wakil Dekan III, Rakhmad Rosadi, SST.Ft., M.Sc.PT., Ph.D., serta Kepala Bagian Kerja Sama, Chairul Huda Al Husna, M.Kep. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif tersebut, berbagai agenda strategis dibahas secara mendalam, mulai dari potensi kolaborasi penelitian dalam isu-isu kesehatan global, penguatan kapasitas publikasi internasional dosen dan mahasiswa, hingga peluang pertukaran mahasiswa melalui sistem kredit transfer. Dr. Haliza, salah satu perwakilan dari IIUM yang hadir dalam kunjungan tersebut, menyampaikan antusiasmenya terhadap peluang kolaborasi ini. “Kami melihat FIKES UMM sebagai mitra strategis dengan potensi besar, baik dari sisi akademik, infrastruktur, maupun komitmen terhadap kualitas pendidikan. Kami sangat optimis kerja sama ini akan membuka banyak pintu bagi pengembangan riset kolaboratif dan mobilitas mahasiswa di masa mendatang,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III FIKES UMM, Rakhmad Rosadi, SST.Ft., M.Sc.PT., Ph.D., menegaskan pentingnya internasionalisasi dalam lingkungan akademik. “Kami percaya bahwa internasionalisasi bukan hanya sebatas pertukaran dosen atau mahasiswa, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem akademik yang kolaboratif, inovatif, dan berdampak luas. Kehadiran IIUM hari ini menjadi titik awal yang sangat menjanjikan untuk mewujudkan hal tersebut,” tuturnya. Sementara itu, Chairul Huda Al Husna, M.Kep., selaku Kepala Bagian Kerja Sama FIKES UMM menambahkan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kunjungan ini dengan penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) serta rencana kerja konkret. “Kami telah mengidentifikasi beberapa topik penelitian bersama yang relevan, termasuk dalam bidang keperawatan komunitas, kesehatan mental, dan rehabilitasi. Semoga dalam waktu dekat kita bisa segera melaksanakan program-program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ungkapnya. Kunjungan ini tidak hanya mempererat hubungan bilateral antara FIKES UMM dan IIUM, namun juga menjadi wujud nyata dari semangat globalisasi pendidikan tinggi yang inklusif dan transformatif. FIKES UMM menargetkan peningkatan kolaborasi internasional sebagai bagian dari visinya menjadi fakultas yang unggul di tingkat global dalam bidang ilmu kesehatan berbasis nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Dengan semangat kolaborasi dan semangat kemajuan, FIKES UMM terus melangkah pasti menuju masa depan pendidikan kesehatan yang unggul, adaptif, dan berdampak luas—baik di tingkat nasional maupun internasional.

Prodi Fisioterapi FIKES UMM-Chulalongkorn University Kolaborasi Internasional, Angkat Isu Kesehatan Lansia dalam Seminar Fisioterapi

Departemen Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang terdiri dari Program Sarjana Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis di bawah naungan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), menjalin kolaborasi strategis dengan Department of Physical Therapy, Faculty of Allied Health Sciences, Chulalongkorn University, Thailand, Malang (20/05/2025). Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk International Seminar on Community-Based Physiotherapy, yang diselenggarakan di kampus UMM dan dihadiri oleh 275 peserta dari berbagai kalangan. Mereka terdiri atas mahasiswa fisioterapi, praktisi klinis, serta tenaga kesehatan dari berbagai Puskesmas di wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Mengangkat tema ” Enhancing Balance and Independence in the Elderly: The Role of Physiotherapy in Communities”, seminar ini menghadirkan pembicara internasional dan nasional yang kompeten di bidangnya. Associate Professor Akkradate Siriphorn, PT., Ph.D., D.PT dari Chulalongkorn University menjadi pembicara utama. Dalam sesinya, ia memaparkan pendekatan fisioterapi dalam meningkatkan keseimbangan dan kemandirian para lansia, berdasarkan studi dan praktik yang diterapkan di Thailand. Pemaparan tersebut diperkaya dengan perspektif nasional melalui kehadiran Alwan Bashori, SST.Ft., Ftr., AIFO, seorang praktisi klinis yang telah membawa profesi fisioterapi meraih penghargaan tingkat nasional. Ia menginspirasi peserta dengan praktik-praktik inovatif yang berdampak langsung pada komunitas. Selain itu, Nungki Marlian Yuliadarwati, SST.Ft., Ftr., M.Kes menyampaikan pentingnya aktivitas fisik rutin bagi lansia guna mempertahankan kebugaran dan kualitas hidup secara menyeluruh. Seminar ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor IV Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM, Dr. Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kolaborasi internasional ini sebagai bagian dari strategi globalisasi pendidikan di UMM. “Kami mengapresiasi komitmen seluruh pihak dalam mewujudkan kerja sama lintas negara ini. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat meningkatkan jumlah dan kualitas publikasi internasional, mendukung proses akreditasi internasional program studi, serta membuka peluang terbentuknya kelas internasional kedepannya,” ujar Dr. Salis. Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom turut menegaskan pentingnya akselerasi internasionalisasi program studi yang masih tergolong muda ini. “Kita tahu bahwa Program Studi Fisioterapi merupakan salah satu yang termuda di UMM. Namun dari sisi akselerasi di level internasional, sudah menunjukkan capaian yang patut dibanggakan. Dengan dukungan fasilitas baru di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5, kami optimistis kegiatan internasional seperti ini akan terus berkembang,” ungkapnya. Seminar ini tidak hanya menjadi ajang diskusi akademik, tetapi juga jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan, layanan kesehatan primer, dan komunitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi transfer pengetahuan dan praktik dalam menangani permasalahan kesehatan lansia di Indonesia dan Asia Tenggara.

Keshalehan di Era Digital: Kajian Ramadhan FIKES UMM

Kajian Ramdhan FIKES UMM kedua

Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) kembali menggelar Kajian Ramadhan yang kedua. Acara ini diselenggarakan di Ruang Rapat ICMI Kampus 2 UMM dan dihadiri oleh seluruh staf dan karyawan FIKES UMM (6/03/2025). Pada kajian kali ini, FIKES UMM menghadirkan Ustadz Dr. M. Nurul Humaidi, M.Ag sebagai pembicara utama. Sementara itu, Dekan FIKES UMM, Prof. Yoyok Bekti Prasetyo, bertindak sebagai moderator, memastikan diskusi berjalan dengan lancar dan mendalam. Dengan tema Keshalehan di Era Digital, kajian ini mengupas pentingnya ibadah dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ranah individu maupun sosial. Ustadz Dr. M. Nurul Humaidi menekankan bahwa ibadah memiliki makna yang luas, karena manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah. Ibadah terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu ibadah khusus dan ibadah umum. Makna Ibadah dalam Kehidupan Ibadah khusus adalah ibadah yang telah diatur oleh syariat, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Dalam menjalankan ibadah ini, umat Muslim tidak diperbolehkan menambah atau mengurangi aturan yang telah ditetapkan, melainkan cukup menjalankan sebagaimana yang telah diajarkan dalam Islam. Namun, ibadah khusus juga harus diimbangi dengan ibadah umum, yaitu segala bentuk kebaikan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh dari ibadah umum adalah berbuat baik kepada tetangga, baik dalam kehidupan nyata maupun di media sosial, serta tidak menyakiti orang lain baik secara fisik maupun verbal. Keshalehan Individu dan Sosial Lebih lanjut, kajian ini juga membahas konsep keshalehan individu dan keshalehan sosial. Keshalehan individu mencerminkan hubungan setiap manusia dengan Allah, seperti semangat dalam beribadah, berlomba-lomba untuk berada di shaf pertama saat shalat berjamaah, serta menjaga keistiqamahan dalam menjalankan ibadah wajib dan sunnah. Sementara itu, keshalehan sosial mencerminkan bagaimana seorang Muslim berinteraksi dengan sesama manusia. Contohnya adalah sikap mendahulukan teman untuk makan dibandingkan dirinya sendiri. Konsep ini sejalan dengan esensi puasa yang bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari keserakahan serta meningkatkan rasa empati terhadap sesama. Kajian ini memberikan wawasan bahwa keshalehan di era digital tidak hanya tentang meningkatkan kualitas ibadah pribadi, tetapi juga bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain di dunia nyata maupun di dunia maya. Dengan menjaga etika dalam berkomunikasi, menyebarkan kebaikan, serta menghindari perbuatan yang dapat menyakiti orang lain, kita dapat mewujudkan keseimbangan antara keshalehan individu dan sosial. Kajian Ramadhan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, baik dalam bentuk ibadah khusus maupun ibadah umum, serta menerapkan nilai-nilai keshalehan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam interaksi digital di era modern ini.

Ramadhan dan Produktivitas Mahasiswa: Menempa Kedisiplinan, Membangun Daya Saing Global

Kegiatan Ramdhan Mahasiswa

Bulan suci Ramadhan bukan hanya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga ajang menempa kedisiplinan dan daya saing mahasiswa. Dalam suasana penuh berkah ini, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kajian Ramadhan Inspiratif 1446 H bertajuk “Ramadhan dan Produktivitas Mahasiswa: Menempa Kedisiplinan, Membangun Daya Saing Global”. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa fungsionaris dari berbagai organisasi intra kampus dan menghadirkan Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom., Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, sebagai narasumber utama. Dalam kajiannya, Prof. Yoyok menekankan bahwa bulan Ramadhan tidak hanya membawa keberkahan dalam aspek spiritual, tetapi juga menjadi momen strategis dalam pembentukan karakter mahasiswa. Ia menyoroti pentingnya membangun kedisiplinan dan jiwa kompetitif, terutama bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam dunia global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. “Disiplin dalam menjalankan ibadah puasa sejatinya selaras dengan kedisiplinan dalam kehidupan akademik maupun berorganisasi. Jika mahasiswa mampu mengelola waktu dengan baik selama Ramadhan, maka mereka juga akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Prof. Yoyok. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mahasiswa yang tergabung dalam BEM, SEFA, HMJ, dan LSO memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan. Organisasi mahasiswa menjadi wadah untuk mengasah kepemimpinan, berpikir kritis, serta menciptakan inovasi. Ramadhan, menurutnya, adalah waktu yang tepat bagi mahasiswa untuk merefleksikan kontribusi mereka agar lebih bermakna. Dalam sambutannya, Prof. Yoyok mengutip QS. Al-Baqarah ayat 183, yang berbunyi: “Wahai orang-orang yang beriman, Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Prof. Yoyok mengaitkan hal ini dengan peran mahasiswa dalam lembaga intra kampus. Menurutnya, setiap organisasi mahasiswa harus memiliki arah gerak yang jelas melalui program kerja yang telah disusun. Namun, agar program tersebut berjalan dengan baik dan membawa manfaat, ketakwaan harus menjadi landasan utama. “Bulan Ramadhan ini dapat menjadi momen refleksi bagi mahasiswa fungsionaris untuk menanamkan nilai ketakwaan dalam kepemimpinan mereka. Dengan begitu, mereka mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi organisasi dan lingkungan sekitar,” tuturnya. Selain menanamkan nilai kedisiplinan dan ketakwaan, Prof. Yoyok juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan prestasi dalam organisasi mahasiswa. “Kesuksesan yang telah diraih di masa lalu harus terus ditingkatkan dan diulang kembali. Organisasi mahasiswa bukan sekadar wadah berkegiatan, tetapi juga tempat untuk membangun tradisi keunggulan yang berkesinambungan,” ujarnya. Dari tahun ke tahun, lembaga intra di Fakultas Ilmu Kesehatan telah menunjukkan konsistensi dalam mencetak prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan ini harus diteruskan oleh generasi berikutnya agar roda prestasi maupun organisasi tetap berjalan dan semakin berkembang. Kajian ini mendapat sambutan hangat dari mahasiswa yang hadir. Mereka tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya kedisiplinan dan daya saing internasional, tetapi juga merasa termotivasi untuk menjadikan bulan suci ini sebagai titik awal perubahan diri. Dengan semangat Ramadhan, mahasiswa diharapkan mampu menyeimbangkan antara spiritualitas, akademik, dan peran strategis mereka di dalam organisasi kampus. Harapannya, mereka dapat menjadi generasi yang siap bersaing di kancah global, tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur keislaman, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia. MRI

Safari Ramadhan Pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang: Meningkatkan Ketakwaan dan Kualitas Diri di Bulan Suci

Safari Ramadhan Pimpinan UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan acara Safari Ramadhan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, dan memperdalam penghayatan umat dalam menjalankan ibadah puasa. Acara yang diadakan pada hari Selasa, 4 Maret 2025 (bertepatan dengan 4 Ramadhan 1446 H), berlangsung di Aula Kampus 2 UMM, dan dihadiri oleh seluruh sivitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dan Fakultas Kedokteran (FK). Acara dimulai dengan pembukaan yang khidmat oleh MC yang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kehadiran seluruh civitas akademika UMM dalam acara tersebut semakin memperkuat komitmen universitas dalam menghidupkan nilai-nilai spiritual dan keagamaan di lingkungan akademik. Tak hanya sebagai ajang untuk berkumpul, Safari Ramadhan kali ini juga menjadi wadah bagi seluruh civitas akademika untuk saling berbagi dan berintrospeksi selama bulan suci ini. Wakil Rektor UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., CA., yang memberikan sambutan dalam acara ini, mengungkapkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang sangat spesial karena di dalamnya terdapat banyak nilai pendidikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Ramadhan adalah bulan pendidikan yang mendidik kita di segala aspek kehidupan—fisik, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sebagai pendidik, kita tentu sudah tidak asing lagi dengan upaya untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam keempat aspek tersebut,” kata Dr. Ahmad Juanda. Menurut beliau, dalam menghadapi bulan Ramadhan ini, seluruh civitas akademika UMM diharapkan dapat memanfaatkan waktu untuk melakukan refleksi diri dan meningkatkan ketaqwaan. “Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mengatur ulang tujuan hidup, bukan hanya dalam hal akademik, tetapi juga dalam pencapaian spiritual. Kita sebagai pendidik diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga ketakwaan kita kepada Allah SWT,” lanjutnya. Setelah sambutan dari Wakil Rektor, acara dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Prof. Abdul Haris, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Malang dan juga dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMM. Dalam ceramahnya yang mengusung tema “Ibadah Puasa sebagai Sarana Meningkatkan Ketakwaan”, Prof. Abdul Haris menyampaikan pesan penting mengenai makna puasa di bulan Ramadhan. Beliau menekankan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi lebih dari itu, puasa adalah latihan spiritual yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ketakwaan seorang Muslim. “Puasa adalah akselerasi menuju muttaqin—orang yang benar-benar bertaqwa. Mengapa puasa? Karena puasa adalah latihan yang membutuhkan kesabaran dan keteguhan hati dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan peluang untuk memperbaiki diri,” ujar Prof. Abdul Haris. Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa ada beberapa ciri khas yang harus dimiliki oleh orang yang bertaqwa, di antaranya adalah: Memperbanyak membaca Al-Qur’an, sebagai petunjuk hidup yang paling utama bagi umat Islam. Mudah memberikan shodaqoh, baik dalam bentuk materi, tenaga, maupun waktu untuk kepentingan umat dan orang lain. Kesabaran—terutama dalam menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, serta kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup. “Ramadhan mengajarkan kita untuk lebih mudah mengingat dosa kita dan berusaha memperbaikinya. Oleh karena itu, bulan suci ini bukan hanya waktu untuk beribadah, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi diri dan mendekatkan diri kepada Allah,” lanjut Prof. Abdul Haris dengan penuh semangat. Safari Ramadhan ini juga bertujuan untuk mendorong seluruh civitas akademika UMM dalam membangun kualitas diri secara terintegrasi—baik dari segi akademik, moral, sosial, dan spiritual. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad Juanda kembali mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi intelektual, tetapi juga memperkuat kualitas spiritual dan sosial kita. “Kurikulum kehidupan yang kita jalani dalam bulan Ramadhan ini harus mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk upaya untuk meningkatkan ketakwaan, kepedulian terhadap sesama, dan berbagi keberkahan dengan orang lain,” tandasnya. Acara Safari Ramadhan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Prof. Abdul Haris, agar seluruh civitas akademika UMM diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesabaran dan ketakwaan. “Semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi kita semua untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya dan menjadikannya sebagai titik awal untuk perubahan yang lebih baik,” doa Prof. Abdul Haris. Tak hanya pimpinan universitas, acara Safari Ramadhan ini juga mendapat perhatian dari Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM, Prof. Yoyok Bekti Prasetyo. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yoyok memberikan pernyataan mengenai pentingnya acara Safari Ramadhan yang digagas oleh pimpinan UMM. “Safari Ramadhan kali ini sangat berarti bagi kita semua. Selain sebagai ajang untuk memperdalam spiritualitas, acara ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan kebersamaan di kalangan civitas akademika. Dalam bulan yang penuh berkah ini, kita diajak untuk lebih peka terhadap sesama dan lebih dekat kepada Allah,” ungkap Prof. Yoyok. Dekan FIKES ini juga menambahkan bahwa sebagai institusi pendidikan, UMM memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai ketakwaan kepada seluruh mahasiswanya, terutama di bulan Ramadhan. “Ramadhan mengajarkan kita untuk memprioritaskan kualitas pribadi. Sebagai pendidik, kita harus terus berusaha untuk tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi umat. Safari Ramadhan ini adalah salah satu bentuk upaya UMM dalam mewujudkan hal tersebut,” lanjut Prof. Yoyok.    

Jajaran Pimpinan FIKES UMM Tinjau Gedung Kuliah Bersama V

Peninjauan GKB V FIKES UMM

Malang, 24 Februari 2025 – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) tengah mempersiapkan diri untuk pindah ke gedung kuliah baru yang bertempat di Gedung Kuliah Bersama V (GKB V). Rencana pemindahan ini dijadwalkan berlangsung sebelum Lebaran tahun ini, memberikan suasana baru yang lebih modern dan nyaman bagi mahasiswa dan dosen. Gedung GKB V yang baru ini didesain dengan konsep Echo Green, yaitu pendekatan ramah lingkungan yang tidak hanya mengutamakan kenyamanan, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan efisiensi energi. Dengan konsep tersebut, gedung ini diharapkan dapat menjadi fasilitas yang mendukung visi FIKES UMM dalam mencetak lulusan-lulusan yang berwawasan lingkungan dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan planet. Gedung yang terdiri dari 10 lantai ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, mulai dari ruang kuliah yang nyaman, area rekreasi untuk mahasiswa, hingga fasilitas lab yang sangat canggih. Salah satu daya tarik utama GKB V adalah laboratorium-laboratorium yang dirancang dengan teknologi terkini. Laboratorium ini tidak hanya mendukung proses belajar mengajar di bidang ilmu kesehatan, tetapi juga memberikan peluang bagi penelitian-penelitian terdepan. Laboratorium-laboratorium tersebut meliputi ruang simulasi medis, ruang praktik keperawatan, hingga laboratorium bioteknologi dan farmasi. Setiap ruang dilengkapi dengan peralatan terbaru yang mendukung proses pendidikan berbasis teknologi dan praktikum yang relevan dengan kebutuhan industri kesehatan. Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, selaku Dekan FIKES UMM, menjelaskan bahwa pemindahan ini merupakan langkah besar dalam memajukan pendidikan di FIKES UMM. Menurutnya, pembangunan gedung baru ini menunjukkan komitmen fakultas untuk terus memberikan kualitas pendidikan terbaik bagi mahasiswa dan mendukung penelitian yang inovatif dalam bidang ilmu kesehatan. “Gedung GKB V bukan hanya sebuah tempat belajar, tetapi juga simbol kemajuan bagi FIKES UMM. Dengan fasilitas yang lebih modern dan konsep yang ramah lingkungan, kami berharap bisa lebih meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi mahasiswa kami. Apalagi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap, ini juga akan menjadi wahana penelitian yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan,” ungkap Prof. Yoyok. Lebih lanjut, Prof. Yoyok menambahkan bahwa pemindahan ke gedung baru ini juga bertujuan untuk memfasilitasi berbagai kegiatan akademik, seperti seminar, workshop, dan simposium yang akan mendatangkan pakar-pakar nasional maupun internasional dalam dunia kesehatan. Selain upaya keras dari pihak FIKES UMM, pemindahan ke GKB V juga mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang, terutama dari Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. “Dukungan yang diberikan oleh pimpinan universitas sangatlah luar biasa. Prof. Nazaruddin Malik dan seluruh jajaran universitas telah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan fasilitas di FIKES UMM. Kami sangat berterima kasih atas segala dukungan yang diberikan untuk kelancaran proses pembangunan dan pemindahan ini,” ungkap Prof. Yoyok. Menurutnya, dukungan dari Rektor UMM dan pimpinan universitas lainnya tidak hanya terlihat dalam bentuk fasilitas saja, tetapi juga dalam hal koordinasi yang sangat baik antar fakultas dan unit yang terkait. Hal ini, menurut Prof. Yoyok, memberikan dorongan besar bagi FIKES UMM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa. Menurut informasi yang diterima, proses pemindahan ke GKB V akan dilaksanakan dalam beberapa tahap dan diharapkan selesai sebelum Lebaran tahun ini. Meskipun ada beberapa hal yang masih perlu diselesaikan, seluruh tim FIKES UMM optimistis bahwa gedung baru ini akan siap digunakan dalam waktu yang telah ditentukan. “Memang ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik itu dari segi teknis, administratif, maupun logistik. Namun, kami bekerja keras agar pemindahan ini dapat berjalan lancar dan mahasiswa serta staf dapat segera menikmati fasilitas yang ada,” ujar Prof. Yoyok. Rencana pemindahan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pihak universitas dan pemerintah. FIKES UMM berharap GKB V dapat menjadi tempat yang tidak hanya bermanfaat bagi pendidikan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan riset di bidang kesehatan. Dengan pindahnya FIKES UMM ke gedung yang lebih modern dan dilengkapi fasilitas yang lebih lengkap, diharapkan dapat mendukung perkembangan sektor kesehatan di Indonesia, sekaligus menjawab tantangan dalam dunia pendidikan yang semakin maju dan berorientasi pada teknologi. Semoga FIKES UMM dapat terus berkontribusi dalam mengembangkan dunia pendidikan kesehatan di Indonesia dan menghasilkan lulusan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Tingkatkan Kinerja Tendik Administrasi, Fakultas Ilmu Kesehatan Gelar Rapat Koordinasi dengan Pimpinan

Malang, Senin, 24 Februari 2025 – Sebagai langkah untuk memperkuat kualitas pelayanan administrasi di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tenaga Kependidikan (Tendik) Administrasi mengadakan rapat koordinasi di awal semester genap Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan ini berlangsung dengan tujuan untuk memperkuat pengembangan kapasitas SDM tendik dalam memberikan layanan yang optimal kepada mahasiswa dan menunjang kelancaran operasional fakultas. Rapat koordinasi yang berlangsung di ruang rapat Fakultas Ilmu Kesehatan ini dibuka secara resmi oleh apt. Nailis Syifa’, S.Farm., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Kesehatan. Dalam sambutannya, Nailis menekankan pentingnya peran tendik administrasi dalam menjalankan fungsi mereka secara profesional dan amanah. Menurutnya, ada tiga aspek utama yang harus dimiliki oleh setiap tendik, yaitu amanah, tanggung jawab, dan komunikasi yang baik. “Amanah itu merupakan dasar dalam bekerja, karena kepercayaan yang diberikan harus dijaga dengan baik. Tanggung jawab adalah hal yang harus kita pegang dalam setiap tugas yang kita lakukan, dan komunikasi yang baik harus selalu kita jaga agar setiap informasi dapat disampaikan dengan jelas dan efisien,” ujar Nailis. Rapat koordinasi ini juga mencakup agenda penting terkait dengan penerimaan tenaga administrasi baru di Program Studi Farmasi. Hal ini menunjukkan upaya fakultas dalam terus mengembangkan tim administrasi untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam menghadapi kebutuhan administrasi yang lebih digital dan terintegrasi. Nailis menambahkan bahwa perlu ada upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas SDM tendik agar dapat beradaptasi dengan perubahan zaman yang serba digital. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, juga memberikan arahan yang sangat penting dalam rapat tersebut. Yoyok mengutip ayat dalam Al-Qur’an, Surat Al-Muddassir Ayat 38, yang menegaskan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Dalam konteks tendik administrasi, Prof. Yoyok berharap setiap orang tidak hanya bertanggung jawab atas pekerjaannya, tetapi juga mampu memahami makna tanggung jawab tersebut secara lebih mendalam, baik kepada sesama maupun kepada Allah SWT. “Setiap individu dalam menjalankan tugasnya harus memegang prinsip tanggung jawab yang tinggi. Dalam pekerjaan kita, terutama di bidang pelayanan, kita harus bisa memastikan bahwa semua hal yang kita lakukan bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Prof Yoyok dengan penuh harapan. Selain itu, Prof Yoyok juga mengingatkan agar para tendik dapat terus membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak di fakultas, termasuk pimpinan program studi dan fakultas. Komunikasi yang lancar akan mempercepat penyelesaian setiap permasalahan administrasi dan meningkatkan efisiensi kerja. Salah satu hal yang ditekankan dalam rapat koordinasi ini adalah pentingnya inovasi dan pengembangan diri bagi setiap tendik. Mengingat semakin berkembangnya teknologi dan digitalisasi di berbagai sektor, tendik administrasi diharapkan dapat terus beradaptasi dengan tren dan kemajuan teknologi. Dengan demikian, mereka dapat memberikan layanan administrasi yang lebih efisien, cepat, dan tepat guna. “Dalam era digital seperti sekarang, kita harus terus berinovasi. Teknologi dapat membantu kita dalam menyelesaikan tugas-tugas administrasi dengan lebih efisien, dan kita sebagai tendik harus siap untuk terus berkembang dan memanfaatkan kemajuan tersebut,” tambah Ibu Nailis. Rapat ini juga menjadi wadah untuk mendiskusikan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi oleh tendik administrasi dalam menjalankan tugas sehari-hari, serta mencari solusi bersama agar proses administrasi di Fakultas Ilmu Kesehatan dapat berjalan dengan lebih baik. Di penghujung acara, dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) mutasi tendik administrasi Tata Usaha yang baru. Soffian Aminin, S.AP, yang sebelumnya bertugas di bagian lain, kini resmi ditempatkan sebagai tendik administrasi di Program Studi Farmasi. Sementara itu, Wahyu Choirul Latief Eko Ananto juga resmi dipindahkan ke posisi tendik administrasi di Fakultas Ilmu Kesehatan. Proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya fakultas untuk memastikan bahwa setiap bagian administrasi memiliki tenaga yang tepat dan siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Acara rapat koordinasi ini ditutup dengan harapan besar dari pimpinan fakultas bahwa seluruh tendik administrasi dapat terus berkolaborasi dengan baik, menjalankan tugas dengan amanah, dan berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa. Melalui pertemuan ini, diharapkan tim administrasi dapat terus meningkatkan kinerja mereka, tidak hanya dalam menjalankan tugas administratif, tetapi juga dalam memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM secara keseluruhan. Dengan adanya rapat koordinasi yang penuh dengan pembahasan konstruktif ini, Fakultas Ilmu Kesehatan semakin memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkualitas, serta memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa dan civitas akademika UMM.

FIKES UMM Gelar Konsolidasi Akademik Bersama Wakil Rektor 1 dan Kabiro BPP untuk Penataan Beban Kinerja Dosen

Rapat Konsolidasi Pimpinan FIKES dan Wakil Rektor I UMM

Malang, 24 Februari 2025 – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) menggelar acara konsolidasi akademik yang berlangsung pada 24 Februari 2025. Acara ini melibatkan Wakil Rektor 1 UMM, Prof. Ahsanul In’am, PhD, serta Kepala Biro BPP, Dr. Zulfatman. Konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran transisi kebijakan terkait penataan beban kinerja dosen dalam rangka mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pimpinan fakultas, program studi, serta laboratorium yang ada di lingkungan FIKES UMM. Diskusi berjalan dinamis dengan tujuan utama untuk menyelaraskan kebijakan akademik yang akan diberlakukan, serta memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam pengambilan keputusan yang strategis dan sesuai dengan visi misi universitas. Wakil Rektor 1 UMM: Tata Kelola yang Baik untuk Kemaslahatan Umat Dalam sambutannya, Prof. Ahsanul In’am, PhD, menegaskan pentingnya tata kelola yang baik dalam mengelola perguruan tinggi. “Tata kelola dalam persyarikatan Muhammadiyah adalah keharusan. Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga tentang bagaimana kita mengemban amanah dan tanggung jawab dakwah untuk kemaslahatan umat,” ujarnya. Menurut Prof. Ahsanul, amanah dan tanggung jawab menjadi kata kunci dalam menciptakan tata kelola yang efektif dan efisien, sehingga menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat. Sebagai bagian dari konsolidasi, beliau juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan akademik di UMM, termasuk dalam hal penataan beban kinerja dosen yang sesuai dengan tuntutan Tridharma. Prof. Ahsanul menekankan bahwa kualitas pendidikan yang baik harus didukung dengan beban kerja yang jelas dan adil bagi setiap dosen. Deklarasi Tanggung Jawab: Sikap yang Menghadirkan Solusi Sementara itu, tanggapan dari Dekan FIKES UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, turut memberi warna dalam konsolidasi tersebut. Dalam pernyataannya, Prof. Yoyok mengungkapkan bahwa konsolidasi semacam ini merupakan tradisi yang sangat penting untuk menjaga komunikasi yang baik di antara semua pihak. “Konsolidasi menyikapi perubahan adalah tradisi yang baik untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas pendidikan dan pengelolaan akademik di FIKES UMM,” ujarnya dengan tegas. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa tanggung jawab dalam konteks akademik tidak hanya melibatkan individu saja, tetapi juga masyarakat, pimpinan, bahkan yang lebih utama adalah pada Allah SWT. “Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku yang harus kita tunjukkan dalam mengemban amanah kita. Bukan hanya terhadap rekan kerja dan masyarakat, tetapi lebih dari itu, terhadap Allah SWT sebagai pemilik segala amanah,” tambahnya. Pentingnya Kolaborasi dalam Menyikapi Tantangan Konsolidasi ini juga menjadi ruang untuk mempererat kolaborasi antar berbagai elemen dalam FIKES UMM. Para pimpinan fakultas, program studi, dan laboratorium berkesempatan untuk berbagi pandangan dan menyampaikan aspirasi terkait permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan akademik dan pengajaran. Hal ini bertujuan agar setiap kebijakan yang ditetapkan bisa diterima dengan baik dan diimplementasikan secara optimal. Kebijakan Penataan Beban Kinerja Dosen: Langkah Menuju Pengelolaan yang Lebih Efektif Salah satu pokok bahasan dalam konsolidasi ini adalah kebijakan baru terkait penataan beban kinerja dosen yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran mendatang. Dalam kebijakan ini, beban kerja dosen tidak hanya diukur dari jam mengajar, tetapi juga dari kontribusi dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Prof. Ahsanul berharap kebijakan ini akan membawa dampak positif terhadap kualitas akademik di UMM, sekaligus mendorong dosen untuk semakin aktif dalam berinovasi di bidang penelitian dan pengabdian. Konsolidasi ini diakhiri dengan diskusi mendalam mengenai langkah-langkah konkrit yang dapat diambil untuk mendukung keberhasilan implementasi kebijakan baru tersebut, serta upaya untuk memastikan bahwa setiap dosen mendapatkan dukungan yang memadai dalam menjalankan tugasnya. FIKES UMM terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat melalui kebijakan-kebijakan yang mendukung kinerja dosen dan staf, serta berperan aktif dalam memajukan dakwah dan kemaslahatan umat melalui dunia pendidikan tinggi.