FIKES UMM memiliki punya dua “kekuatan utama” yang tidak dimiliki banyak fakultas kesehatan lain di Jawa Timur: Center of Excellence (CoE) Non-Communicable Diseases (NCD) dan Center of Excellence (CoE) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kedua CoE ini bukan sekadar label, tetapi benar-benar menjadi laboratorium inovasi, pusat pelatihan, dan ruang kolaborasi lintas sektor yang menghasilkan program serta riset dengan dampak nyata.

Berikut penjelasannya secara lebih hidup dan komprehensif:

1. CoE NCD FIKES UMM – Unggulan Prodi Keperawatan yang Didukung Kementerian Kesehatan RI

CoE NCD di Prodi Keperawatan FIKES UMM berkembang menjadi pusat unggul yang berfokus pada pencegahan, deteksi dini, dan manajemen penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, obesitas, kanker, dan penyakit kardiovaskular.

Yang membuat CoE ini berbeda dari pusat-pusat serupa adalah kemitraannya yang strategis dengan Kementerian Kesehatan RI. Kolaborasi ini memberikan beberapa dampak besar:

a. Laboratorium NCD yang Terstandar Nasional

Mahasiswa belajar menggunakan perangkat skrining yang digunakan di jejaring layanan primer nasional—mulai dari pengukuran risiko jantung, pemeriksaan antropometri canggih, hingga asesmen gaya hidup.
Kolaborasi dengan Kemenkes memastikan prosedur dan standar yang digunakan selalu up-to-date dengan kebijakan nasional.

b. Pusat Pelatihan Skrining dan Manajemen NCD

CoE ini menjadi tempat pelatihan bagi:

Mahasiswa tidak hanya “belajar”, tetapi juga turun melakukan implementasi secara langsung di lapangan.

c. Riset dan Inovasi NCD yang Aplikatif

Dosen dan mahasiswa mengembangkan:

Karena kerja sama dengan Kemenkes, hasil riset kerap berkesempatan diuji coba di kanal layanan kesehatan formal.

d. Jejaring Nasional

Setiap tahun CoE NCD FIKES UMM terlibat dalam:

Dengan kata lain, CoE NCD bukan hanya fasilitas internal kampus—tetapi bagian dari jaringan nasional penanganan penyakit tidak menular.

2. CoE K3 FIKES UMM – Keunggulan Prodi Fisioterapi yang Fokus pada Ergonomi dan Preventive Care di Lingkungan Kerja

Jika CoE NCD berfokus pada penyakit kronis, maka CoE K3 milik Prodi Fisioterapi menjadi pusat unggulan di bidang kesehatan kerja dan ergonomi.
Keunggulannya terletak pada sinergi antara fisioterapi muskuloskeletal, ergonomi industri, dan keselamatan kerja.

a. Laboratorium Ergonomi Terapan

Mahasiswa fisioterapi bisa melakukan asesmen postur, analisis risiko cedera kerja, perhitungan beban kerja, hingga biomekanika gerak.
Peralatan seperti:

b. Klinik Fisioterapi K3

CoE ini menyediakan layanan:

Dengan pendekatan ini, mahasiswa belajar langsung menangani kasus-kasus nyata dari pekerja pabrik, perkantoran, hingga UMKM.

c. Kolaborasi Industri

CoE K3 aktif bermitra dengan:

Fokusnya adalah audit ergonomi, pelatihan K3 berbasis fisioterapi, dan pemetaan keluhan musculoskeletal pekerja.
Model ini membuat lulusan memiliki portofolio nyata yang jarang dimiliki lulusan fisioterapi dari kampus lain.

d. Riset Bidang K3 Fisioterapi

Topik riset yang dikembangkan antara lain:

Ini menjadikan CoE K3 bukan sekadar tempat praktik, tetapi pusat pengembangan ilmu ergonomi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri masa kini.

Mengapa Keberadaan Dua CoE Ini Penting?

Kedua CoE ini menjadikan FIKES UMM memiliki “dua wajah unggulan” yang saling melengkapi:

Sinergi keduanya menciptakan profil lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan masyarakat dan dunia profesional—baik dalam pelayanan kesehatan, komunitas, maupun sektor industri.

Jika FIKES UMM ingin menunjukkan keunggulan dibanding fakultas lain, dua CoE ini seharusnya menjadi “bintang utama” dalam branding fakultas karena: