
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan acara Safari Ramadhan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, dan memperdalam penghayatan umat dalam menjalankan ibadah puasa. Acara yang diadakan pada hari Selasa, 4 Maret 2025 (bertepatan dengan 4 Ramadhan 1446 H), berlangsung di Aula Kampus 2 UMM, dan dihadiri oleh seluruh sivitas akademika Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) dan Fakultas Kedokteran (FK).
Acara dimulai dengan pembukaan yang khidmat oleh MC yang membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kehadiran seluruh civitas akademika UMM dalam acara tersebut semakin memperkuat komitmen universitas dalam menghidupkan nilai-nilai spiritual dan keagamaan di lingkungan akademik. Tak hanya sebagai ajang untuk berkumpul, Safari Ramadhan kali ini juga menjadi wadah bagi seluruh civitas akademika untuk saling berbagi dan berintrospeksi selama bulan suci ini.
Wakil Rektor UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., CA., yang memberikan sambutan dalam acara ini, mengungkapkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang sangat spesial karena di dalamnya terdapat banyak nilai pendidikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Ramadhan adalah bulan pendidikan yang mendidik kita di segala aspek kehidupan—fisik, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sebagai pendidik, kita tentu sudah tidak asing lagi dengan upaya untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam keempat aspek tersebut,” kata Dr. Ahmad Juanda.
Menurut beliau, dalam menghadapi bulan Ramadhan ini, seluruh civitas akademika UMM diharapkan dapat memanfaatkan waktu untuk melakukan refleksi diri dan meningkatkan ketaqwaan. “Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mengatur ulang tujuan hidup, bukan hanya dalam hal akademik, tetapi juga dalam pencapaian spiritual. Kita sebagai pendidik diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan intelektual, tetapi juga ketakwaan kita kepada Allah SWT,” lanjutnya.

Setelah sambutan dari Wakil Rektor, acara dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Prof. Abdul Haris, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Malang dan juga dosen Fakultas Agama Islam (FAI) UMM. Dalam ceramahnya yang mengusung tema “Ibadah Puasa sebagai Sarana Meningkatkan Ketakwaan”, Prof. Abdul Haris menyampaikan pesan penting mengenai makna puasa di bulan Ramadhan.
Beliau menekankan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi lebih dari itu, puasa adalah latihan spiritual yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ketakwaan seorang Muslim. “Puasa adalah akselerasi menuju muttaqin—orang yang benar-benar bertaqwa. Mengapa puasa? Karena puasa adalah latihan yang membutuhkan kesabaran dan keteguhan hati dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan peluang untuk memperbaiki diri,” ujar Prof. Abdul Haris.
Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa ada beberapa ciri khas yang harus dimiliki oleh orang yang bertaqwa, di antaranya adalah:
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an, sebagai petunjuk hidup yang paling utama bagi umat Islam.
- Mudah memberikan shodaqoh, baik dalam bentuk materi, tenaga, maupun waktu untuk kepentingan umat dan orang lain.
- Kesabaran—terutama dalam menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, serta kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk lebih mudah mengingat dosa kita dan berusaha memperbaikinya. Oleh karena itu, bulan suci ini bukan hanya waktu untuk beribadah, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi diri dan mendekatkan diri kepada Allah,” lanjut Prof. Abdul Haris dengan penuh semangat.
Safari Ramadhan ini juga bertujuan untuk mendorong seluruh civitas akademika UMM dalam membangun kualitas diri secara terintegrasi—baik dari segi akademik, moral, sosial, dan spiritual. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad Juanda kembali mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi intelektual, tetapi juga memperkuat kualitas spiritual dan sosial kita. “Kurikulum kehidupan yang kita jalani dalam bulan Ramadhan ini harus mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk upaya untuk meningkatkan ketakwaan, kepedulian terhadap sesama, dan berbagi keberkahan dengan orang lain,” tandasnya.
Acara Safari Ramadhan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Prof. Abdul Haris, agar seluruh civitas akademika UMM diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesabaran dan ketakwaan. “Semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi kita semua untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan sebaik-baiknya dan menjadikannya sebagai titik awal untuk perubahan yang lebih baik,” doa Prof. Abdul Haris.
Tak hanya pimpinan universitas, acara Safari Ramadhan ini juga mendapat perhatian dari Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM, Prof. Yoyok Bekti Prasetyo. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yoyok memberikan pernyataan mengenai pentingnya acara Safari Ramadhan yang digagas oleh pimpinan UMM. “Safari Ramadhan kali ini sangat berarti bagi kita semua. Selain sebagai ajang untuk memperdalam spiritualitas, acara ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan kebersamaan di kalangan civitas akademika. Dalam bulan yang penuh berkah ini, kita diajak untuk lebih peka terhadap sesama dan lebih dekat kepada Allah,” ungkap Prof. Yoyok.
Dekan FIKES ini juga menambahkan bahwa sebagai institusi pendidikan, UMM memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai ketakwaan kepada seluruh mahasiswanya, terutama di bulan Ramadhan. “Ramadhan mengajarkan kita untuk memprioritaskan kualitas pribadi. Sebagai pendidik, kita harus terus berusaha untuk tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi umat. Safari Ramadhan ini adalah salah satu bentuk upaya UMM dalam mewujudkan hal tersebut,” lanjut Prof. Yoyok.