FIKES UMM Benchmarking ke 3 Universitas Top Thailand, dan Pengma di 3 Lokasi Strategis

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) terus memperluas jejaring akademik dan pengabdian masyarakat (Pengma) di kancah internasional. Dalam kunjungan ke Thailand, FIKES UMM melakukan benchmarking ke tiga universitas ternama, yaitu Chulalongkorn University, Mahidol University, dan Royal Thai Airforce Nursing College, guna meningkatkan mutu pendidikan dan riset di bidang kesehatan. Selain itu, tim FIKES UMM juga melaksanakan pengabdian masyarakat di tiga lokasi strategis, yakni Paguyuban Pengajian Thailand, komunitas lansia di Chulalongkorn University, dan Sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam bidang kesehatan serta memperkenalkan budaya Indonesia di komunitas internasional. Benchmarking bertujuan untuk meningkatkan kualitas akademik melalui kolaborasi internasional. Rombongan FIKES UMM dipimpin langsung oleh Dekan FIKES UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom. Ia beserta jajaran dosen dan mahasiswa, mengunjungi tiga institusi pendidikan kesehatan terkemuka di Thailand. Pertama ke Chulalongkorn University yang merupakan universitas terbaik di Thailand. Kampus ini menjadi destinasi pertama benchmarking. Tim FIKES UMM bertemu dengan akademisi dari Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat untuk membahas inovasi riset kesehatan berbasis komunitas, sistem layanan kesehatan masyarakat, serta metode pembelajaran berbasis teknologi. Benchmarking kedua ke Mahidol University, yang merupakan kampus pusat keunggulan pendidikan kedokteran dan kesehatan di Asia. Delegasi FIKES UMM mendapatkan wawasan tentang metode pembelajaran interdisipliner, strategi pengelolaan rumah sakit pendidikan, serta potensi kerja sama dalam riset dan pertukaran akademik. Kunjungan perbandingan ketiganya ke Royal Thai Airforce Nursing College. Perguruan Tinggi ini memberikan pengalaman unik dalam memahami pendidikan keperawatan dalam lingkungan militer, terutama dalam pelatihan perawat untuk situasi darurat dan kebencanaan. Dekan FIKES UMM, Prof Yoyok menyampaikan bahwa benchmarking ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan standar akademik dan membangun kolaborasi dengan institusi kesehatan dunia. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan FIKES UMM memiliki kompetensi global. Kunjungan ini membuka peluang kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan riset yang lebih inovatif. Kami melihat banyak potensi untuk diadaptasi dalam sistem pendidikan kesehatan di Indonesia,” ujarnya. Sedangkan program pengabdian masyarakat ke Thailand mengemban misi untuk tanggung jawab sosial universitas, dengan saling berbagi ilmu dan budaya ke Thailand. Pengma pertama menyasar ke Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), dimana tim FIKES UMM memberikan penyuluhan tentang postur belajar yang benar kepada para siswa. Materi ini sangat penting untuk mencegah keluhan muskuloskeletal akibat postur duduk yang salah saat belajar. Sesi ini juga dilengkapi dengan praktik langsung mengenai cara duduk yang ergonomis dan peregangan ringan yang dapat dilakukan saat belajar agar tetap nyaman dan sehat. Pengma kedua menyasar paguyuban pengajian Thailand, tim FIKES UMM memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi pada masa menopause. Para peserta diberikan pemahaman mengenai perubahan hormon yang terjadi, cara menjaga kesehatan fisik dan mental selama masa menopause, serta pencegahan penyakit yang sering terjadi di usia tersebut. Pengma ketiga membidik Komunitas Lansia di Chulalongkorn University. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga melatih keterampilan motorik halus serta memberikan pengalaman baru bagi para lansia di Thailand dalam mengenal seni batik sebagai warisan budaya Indonesia. Lawatan FIKES UMM ini sendiri sebagai upaya untuk mewujudkan pendidikan kesehatan bertaraf global. Seperti yang ditegaskan Dekan FIKES UMM, bahwa kegiatan ini bukan hanya memperkuat jaringan akademik, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen FIKES UMM dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat internasional. “Kami tidak hanya ingin belajar dari universitas terbaik di dunia, tetapi juga berbagi ilmu dan manfaat kepada masyarakat. Melalui benchmarking dan pengabdian ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” jelasnya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi internasionalisasi FIKES UMM, yang menargetkan peningkatan kualitas akademik serta peran aktif dalam pengembangan kesehatan global. Ke depan, FIKES UMM berencana untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai institusi kesehatan internasional guna memperluas jangkauan inovasi dan kontribusi di dunia kesehatan. Dengan semangat “Dari Muhammadiyah untuk Dunia,” FIKES UMM terus berkomitmen untuk membangun generasi tenaga kesehatan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Benchmarking 3 Universitas dan Pengabdian Masyarakat di Thailand, FIKES UMM Perluas Jejaring Akademik

Bangkok-Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) terus memperluas jejaring akademik dan pengabdian masyarakat di kancah internasional. Kali ini berkunjung ke Thailand, fakultas ini melakukan benchmarking ke tiga universitas ternama. Sekalian Departemen ini juga menggelar pengabdian masyarakat di tiga lokasi strategis, salah satunya di Sekolah Indonesia di Bangkok. Dijelaskan oleh Dekan FIKES UMM, Prof Dr Yoyok Bekti Prasetyo, bahwa benchmarking ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan standar akademik dan membangun kolaborasi dengan institusi kesehatan dunia. Pihaknya memang ingin memastikan lulusan fakultas yang ia pimpin memiliki kompetensi global. Kunjungan ini membuka peluang kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta pengembangan riset yang lebih inovatif. ”Kami melihat banyak potensi untuk diadaptasi dalam sistem pendidikan kesehatan di Indonesia,” ujar Prof Yoyok, Selasa (18/2/2025). Lebih lanjut Dekan FIKES UMM juga menyampaikan jika lawatan ke luar negeri ini sebagai ikhtiar untuk mewujudkan pendidikan kesehatan yang bertaraf global. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya memperkuat jaringan akademik, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Fakultasnya dalam membawa perubahan positif bagi masyarakat internasional. “Kami tidak hanya ingin belajar dari universitas terbaik di dunia, juga berbagi ilmu dan manfaat kepada masyarakat. Melalui benchmarking dan pengabdian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” jelasnya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi internasionalisasi FIKES UMM, yang menargetkan peningkatan kualitas akademik serta peran aktif dalam pengembangan kesehatan global. Nantinya, FIKES UMM berencana untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai institusi kesehatan internasional guna memperluas jangkauan inovasi dan kontribusi di dunia kesehatan. Dengan semangat “Dari Muhammadiyah untuk Dunia,” FIKES UMM terus berkomitmen untuk membangun generasi tenaga kesehatan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global. Delegasi FIKES UMM terdiri dari jajaran dosen dan mahasiswa, mengunjungi tiga institusi pendidikan kesehatan terkemuka di Thailand. Di antaranya Chulalongkorn University yang merupakan Perguruan Tinggi terbaik di Thailand, yang kemudian berlanjut ke Mahidol University yang menjadi pusat keunggulan pendidikan kedokteran dan kesehatan di Asia. Berlanjut ke Royal Thai Airforce Nursing College yang berkesempatan mendapat pengalaman unik dalam memahami pendidikan keperawatan dalam lingkungan militer, terutama dalam pelatihan perawat untuk situasi darurat dan kebencanaan. Diakui oleh Dekan FIKES UMM ini bahwa benchmarking ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan standar akademik dan membangun kolaborasi dengan institusi kesehatan dunia. Selain itu fakultas ini juga ingin memastikan lulusannya memiliki kompetensi global. Kunjungan ini membuka peluang kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa dan dosen. ”Kami juga mengembangan riset yang lebih inovatif. Dengan melihat banyak potensi untuk diadaptasi dalam sistem pendidikan kesehatan di Indonesia,” ujarnya. Dalam kesempatan ke Thailand tersebut, tim FIKES UMM juga menggelar pengabdian masyarakat di tiga lokasi berbeda sebagai bagian dari tanggung jawab sosial universitas. Seperti di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) yang memberikan edukasi mengenai postur belajar yang benar. Kemudian ke Paguyuban Pengajian Thailand yang memberikan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi pada masa menopause. Lantas program pengabdian masyarakat ini berlanjut ke komunitas lansia di Chulalongkorn University. Yakni dengan mengenalkan batik, sebagai upaya memperkenalkan budaya Indonesia. FIKES UMM dalam kesempatan tersebut mengajak komunitas lansia belajar menggambar batik. Tidak hanya menjadi sarana hiburan, namun juga melatih keterampilan motorik halus para orang tua
Program Studi Keperawatan FIKES UMM Gelar Pengabdian Masyarakat di Thailand, Beri Penyuluhan Menopause

Program Studi (Prodi) Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat di tingkat internasional. Kali ini, tim dosen Keperawatan UMM menggelar penyuluhan kesehatan bagi para lansia yang berada di paguyuban pengajian Bangkok, Thailand. Penyuluhan ini menghadirkan Dr Tri Lestari, MKep Sp Mat, yang merupakan pakar keperawatan maternitas, sebagai narasumber utama. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang menopause serta memberikan strategi dalam menghadapi perubahan fisik dan psikologis yang menyertai. Dalam paparannya, Tri Lestari menjelaskan bahwa menopause merupakan fase alami dalam kehidupan seorang wanita. Perubahan yang ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi akibat menurunnya produksi hormon estrogen dan progesteron. Menopause bukanlah penyakit, melainkan proses alamiah setiap wanita. Namun, perubahan hormonal yang terjadi dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis seseorang. “Oleh karena itu, penting bagi para lansia untuk memahami gejalanya serta menerapkan pola hidup sehat agar tetap bugar dan bahagia,” ujar Tri. Dalam sesi edukasi ini, peserta diberikan wawasan mengenai berbagai perubahan yang terjadi selama menopause. Diantaranya dengan perubahan fisik seperti kulit menjadi lebih kering dan elastisitasnya menurun. Juga penurunan kepadatan tulang yang meningkatkan risiko osteoporosis. Disertai gangguan tidur akibat hot flashes atau rasa panas berlebihan di malam hari Selain itu, ada pula perubahan psikologis, yang berupa meningkatnya kecemasan dan stres akibat perubahan hormonal. Hal ini beresiko meningkatnya depresi jika tidak dikelola dengan baik. Sebagai upaya mengelola dampak menopause, akademisi kesehatan ini menyampaikan beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh para lansia. Yakni dengan rajin berolahraga, yang dapat berupa aktivitas fisik seperti senam, yoga, atau jalan kaki secara rutin. Tri juga menghimbau para ibu-ibu lansia untuk mengurangi makanan berlemak. Kemudian diikuti pikir positif untuk menghindari stres berlebihan. Dapat pula dengan meningkatkan spiritualitas ibadah, atau kegiatan sosial. Disambut Hangat Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari paguyuban pengajian Bangkok, Thailand, termasuk dari Mila, salah satu anggota aktif di pengajian yang turut hadir. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian UMM terhadap kesehatan para lansia Indonesia yang berada di Thailand. “Kami sangat berterima kasih kepada UMM, khususnya tim Keperawatan, yang telah berbagi ilmu dan memberikan perhatian kepada para lansia di sini,” tukas Mila.
Perkuat Kolaborasi Internasional, Prodi Keperawatan FIKES UMM Benchmarking ke Universitas Chulalongkorn Thailand

Prodi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui benchmarking ke Fakultas Keperawatan Universitas Chulalongkorn, Thailand. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik, membuka peluang student exchange, serta memperluas akses beasiswa studi lanjut bagi dosen keperawatan. Dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Bangkok, delegasi dipimpin langsung oleh Dekan FIKES UMM, Prof. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, serta didampingi oleh Ketua Program Studi S1 Keperawatan, Edi Purwanto, MNg. Diskusi hangat dengan Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Chulalongkorn, Prof. Dr. Ratsiri Thato, menghasilkan kesepakatan penting yang akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen Prodi Keperawatan FIKES UMM. Salah satu poin utama hasil benchmarking ini adalah kemudahan dalam program student exchange bagi mahasiswa program sarjana dan pascasarjana keperawatan. Dengan adanya kerja sama ini, mahasiswa Prodi Keperawatan FIKES UMM akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pengalaman belajar di salah satu universitas terbaik di Asia Tenggara. Selain itu, Prof. Dr. Ratsiri Thato, selaku dekan Fakultas Keperawatan, Universitas Chulalongkorn juga menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan bagi para dosen keperawatan FIKES UMM yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S3 melalui jalur beasiswa. Hal ini menjadi peluang besar bagi peningkatan kompetensi tenaga pendidik di UMM, sejalan dengan visi Prodi Keperawatan FIKES UMM untuk menjadi pusat pendidikan keperawatan yang unggul dan berdaya saing global. Dekan FIKES UMM, Prof. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, mengapresiasi hasil positif dari benchmarking ini. Ia sangat bersyukur atas sambutan hangat dari Universitas Chulalongkorn. Kesepakatan ini menjadi langkah besar bagi Prodi Keperawatan FIKES UMM dalam memperluas jaringan akademik internasional. Dengan adanya kemudahan student exchange dan peluang beasiswa S3 bagi dosen, Prof Yoyok optimis kualitas pendidikan dan penelitian di Prodi Keperawatan FIKES UMM akan semakin meningkat dan berdaya saing global. “Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada mobilitas mahasiswa dan dosen, tetapi juga membuka peluang untuk riset kolaboratif antara kedua institusi,” ungkapnya. Ketua Program Studi S1 Keperawatan FIKES UMM, Edi Purwanto, MNg, juga menyambut baik kerja sama ini dan mendorong mahasiswa untuk aktif mengambil peluang yang telah terbuka. Menurutnya, kesempatan untuk belajar di Universitas Chulalongkorn merupakan pengalaman berharga yang dapat memperkaya wawasan mahasiswa kami, baik dalam aspek akademik maupun budaya. “Saya harap mahasiswa Prodi Keperawatan FIKES UMM dapat memanfaatkan program student exchange dan menjadikannya sebagai ajang untuk mengasah kompetensi serta membangun jaringan internasional,” ujarnya. Setelah kesepakatan ini terjalin, langkah selanjutnya menyusun skema teknis student exchange dan seleksi mahasiswa yang akan mengikuti program tersebut. Selain itu, dosen-dosen yang berminat untuk melanjutkan studi S3 di Universitas Chulalongkorn akan segera mendapatkan informasi mengenai skema beasiswa dan proses pendaftarannya. Dengan adanya peluang kerja sama ini, Prodi Keperawatan FIKES UMM semakin memantapkan posisinya sebagai Prodi Keperawatan yang unggul dan siap melahirkan tenaga keperawatan berkualitas dengan wawasan global. “Kami akan terus berkomitmen membuka peluang luas bagi mahasiswa dan dosen agar dapat berkembang secara akademik dan profesional. Ini adalah awal dari kolaborasi jangka panjang yang akan membawa manfaat besar bagi kedua institusi,” tutup Prof Yoyok.
Prodi Fisioterapi FIKES UMM Lakukan Pengabdian Internasional di SIB Thailand, Edukasi Postur Belajar yang Benar

Bangkok – Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah menjalankan program Pengabdian Internasional di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Thailand. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi terkait postur belajar yang benar serta etika dalam bercanda, dengan pendekatan berbasis keilmuan fisioterapi. Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), Cyti Daniela Aruan menyampaikan, rasa terima kasih atas materi yang disajikan. Ia menilai, topik yang diangkat sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dosen fisioterapi UMM. Materi yang diberikan sangat penting dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga postur tubuh. Serta memahami batasan dalam bercanda,” seru Daniela, sapaan akrabnya, dalam keterangan resminya kepada SERU.co.id, Selasa (11/2/2024). Daniela menambahkan, siswa cenderung memilih posisi duduk yang nyaman, namun kurang memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan tubuh. Sebanyak 17 siswa kelas 1 dan 2 SIB menjadi partisipan dalam kegiatan ini. Salah satu fokus utama adalah postur belajar, yang memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. “Kebiasaan duduk yang kurang tepat dapat berpengaruh dalam jangka panjang terhadap kesehatan tulang belakang dan postur tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, mendapatkan edukasi langsung dari fisioterapis menjadi nilai tambah bagi mereka,” imbuh Daniela. Selain itu, materi tentang etika dalam bercanda juga menjadi perhatian utama. Salah satu contoh yang diangkat adalah bahaya prank menarik kursi saat seseorang hendak duduk. “Tindakan tersebut dapat menyebabkan jatuh dalam posisi duduk dan berisiko menimbulkan cedera serius. Termasuk kerusakan pada saraf tulang belakang,” tegasnya. Ketua Prodi Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan mengatakan, bagian dari program edukasi, setiap siswa diberikan beberapa bekal. Yakni dapat mengukur postur tubuhnya sendiri, serta melakukan peregangan secara mandiri. Diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dalam menjaga kesehatan postur mereka sepanjang hidup. Dikemas dengan metode interaktif melibatkan permainan edukatif, sehingga siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Pendekatan ini, lanjut Dimas, tidak hanya membuat mereka lebih memahami materi yang disampaikan, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar menyenangkan. “Adanya program ini, diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya postur tubuh dan etika dalam bercanda semakin meningkat. Sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian internasional ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat internasional,” tandas Dimas
Prodi Farmasi FIKES UMM Melakukan Ekspansi Internasional di Universitas Mahidol, Thailand

Pada tanggal 11 Februari 2025, pukul 13.00 hingga 15.30 WIB, anggota eksekutif Fakultas Farmasi, Mahidol University (MUPY), yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Sitaporn Youngkong, Wakil Dekan untuk Kemitraan Global dan Komunikasi Korporat, bersama dengan Assoc. Prof. Nantana Nuchtavorn, Asisten Dekan untuk Penelitian dan Inovasi, dan Dr. Thongtham Suksawat, Instruktur Mahidol International Pharmacy School (MIPY) secara resmi menyambut delegasi dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Republik Indonesia, bertempat di Ruang 606, Gedung Rajaratana. Delegasi UMM yang beranggotakan 18 orang, dipimpin oleh Dr. Nailis Syifa, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, mengunjungi MUPY dengan tiga tujuan utama: (1) untuk menjajaki potensi kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, dan manajemen kurikulum farmasi (program Thailand dan program internasional); (2) untuk belajar dan berbagi tentang wawasan tentang praktik-praktik terbaik MUPY dalam pendidikan farmasi dan pelatihan profesional; dan (3) untuk memperkuat dan memperluas kemitraan internasional di antara kedua institusi. Selama diskusi, kedua belah pihak menyatakan ketertarikannya terhadap kolaborasi potensial, termasuk pertukaran pelajar dan program pelatihan, peluang program pascasarjana, publikasi bersama, dan penyelenggaraan konferensi bersama. Setelah pertemuan tersebut, delegasi UMM menjelajahi fasilitas pembelajaran dan penelitian MUPY, termasuk Unit Fasilitas Penelitian Pusat, Pusat Ilmu Biofarmasi untuk Penuaan Sehat (BSHA), Pusat Penargetan Molekuler & Pengembangan Obat Terpadu (CMT-IDD), dan berbagai laboratorium pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga menanggapi Tujuan 4 SDG’s: Memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup untuk semua, Tujuan 10: Mengurangi ketidaksetaraan di dalam dan di antara negara-negara, dan Tujuan 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan untuk memperkuat sarana implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.
Benchmarking ke Thailand, Prodi Fisioterapi FIKES UMM Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Riset

Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Benchmarking di Departemen Fisioterapi Mahidol University, Thailand, pada Selasa (11/02/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik dan pengembangan keilmuan di tingkat internasional. International Benchmarking ini merupakan proses perbandingan standar akademik, metode pembelajaran, serta klinis dengan institusi pendidikan tinggi di Thailand. Tentunya ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi akademik di Program Studi Fisioterapi UMM. Kedatangan delegasi UMM disambut hangat oleh Dekan Faculty of Physical Therapy Mahidol University, Assoc. Prof. Dr. Jarugool Tretriluxana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan UMM kepada Mahidol University sebagai mitra akademik. Ia juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk berbagi informasi dan wawasan yang dapat mendukung pengembangan fisioterapi di UMM. Sementara itu, Wakil Dekan III UMM, Rakhmad Rosadi, memanfaatkan kesempatan ini untuk mengundang para pakar fisioterapi dari Mahidol University agar dapat berkunjung dan berbagi keahlian di Program Studi Fisioterapi UMM. Kegiatan benchmarking ini menghasilkan sejumlah kerja sama strategis, terutama dalam penguatan Tridharma Perguruan Tinggi di tingkat internasional. Kesepakatan yang dicapai mencakup program pertukaran dosen untuk meningkatkan kolaborasi akademik dan riset. Penyelenggaraan kelas internasional bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan internasional. Dan kolaborasi penelitian berbasis klinis guna meningkatkan kualitas inovasi di bidang fisioterapi. Dengan adanya kerja sama ini, Program Studi Fisioterapi UMM semakin memperkuat eksistensinya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi secara internasional.
FIKES UMM Bersama SMA Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi Jalin Kerja Sama Strategis

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas jaringan kerja sama. Terutama dalam dunia pendidikan dan pengembangan keilmuan. Kali ini, FIKES UMM secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan SMA Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi. Penandatanganan MoU ini dihadiri jajaran pimpinan kedua institusi serta tamu undangan lainnya. Ditandatangangi langsung oleh Dekan FIKES UMM, Prof Dr Yoyok Bekti Prasetyo M Kep Sp Kom dan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Genteng, Drs. Suharyono. MoU ini mencakup berbagai aspek kerja sama strategis, di antaranya penerimaan mahasiswa baru melalui jalur kemitraan, penyelenggaraan pelatihan bagi guru dan siswa, serta kolaborasi dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam sambutannya, Prof Yoyok menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret FIKES UMM dalam mendukung penguatan pendidikan di tingkat sekolah menengah. Termasuk juga meningkatkan keterampilan dan wawasan siswa dalam bidang kesehatan. “Kami sangat antusias untuk bekerja sama dengan SMA Muhammadiyah 2 Genteng. Harapannya, MoU ini dapat membuka peluang untuk mengenal dunia pendidikan tinggi,” ucapnya. Senada, Suharyono menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan bahwa kolaborasi dengan FIKES UMM akan memberikan nilai tambah bagi siswa dan tenaga pendidik di SMA Muhammadiyah 2 Genteng. Ia sangat bersyukur atas terjalinnya kerja sama ini. Dengan adanya program pelatihan dan penelitian bersama, kami yakin siswa kami akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja, khususnya di bidang kesehatan,” ungkapnya. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama ini dan karena keduanya berada dalam naungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), FIKES UMM memberikan beasiswa khusus bagi siswa SMA Muhammadiyah 2 Genteng yang ingin melanjutkan studi di FIKES UMM. Beasiswanya berupa potongan biaya pendaftaran sebesar 50%, pembebasan SPP selama satu semester, serta potongan biaya daftar ulang (DPP) sebesar 50%. MoU ini juga membuka kesempatan bagi siswa SMA Muhammadiyah 2 Genteng untuk mengikuti berbagai program pengenalan kampus, seminar kesehatan, serta pelatihan keterampilan dasar keperawatan dan kesehatan masyarakat yang akan diberikan langsung oleh dosen dan mahasiswa FIKES UMM. Selain itu, kerja sama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat akan difokuskan pada peningkatan kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah serta program edukasi kesehatan bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya kerja sama ini, FIKES UMM dan SMA Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi berharap dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Penandatanganan MoU ini menjadi bukti nyata komitmen kedua institusi dalam mencetak generasi unggul yang memiliki wawasan luas serta keterampilan yang kompetitif di dunia kesehatan. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbolisasi resmi dimulainya kerja sama ini, serta diskusi singkat mengenai implementasi program-program yang telah disepakati. Penandatangan MOU antara FIKES UMM dan SMA Muhammadiyah 2 GentengDengan semangat kolaborasi, FIKES UMM dan SMA Muhammadiyah 2 Genteng siap melangkah bersama menuju masa depan pendidikan yang lebih baik.
Prof Yoyok Bekti Kunjungi Almamaternya, SMA Negeri 1 Genteng Banyuwangi

Momen inspiratif di SMA Negeri 1 Genteng, Banyuwangi, saat Prof Dr Yoyok Bekti Prasetyo MKep SpKom, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengunjungi sekolah tempatnya menimba ilmu dulu. Kunjungan ini menjadi ajang motivasi bagi 87 siswa jurusan kesehatan yang hadir dalam acara tersebut. Dalam kesempatan tersebut Prof Yoyok menyampaikan kisah inspiratif akademiknya. Dimana ia lulusan 1993 dari SMA Negeri 1 Genteng, dari keluarga biasa, hanya seorang anak buruh perkebunan. Namun ia selalu memiliki cita-cita yang tinggi. “Dulu saya hanya siswa biasa saja, tapi sekarang saya telah mencapai posisi sebagai profesor,” ujarnya dengan penuh semangat. Kata-kata tersebut menjadi penyemangat bagi para siswa yang bercita-cita menekuni bidang kesehatan dan berkarier di dunia akademik maupun profesional. Selain berbagi kisah hidupnya, Prof Yoyok juga memberikan pengarahan mengenai berbagai program studi yang ada di FIKES UMM. Ia menekankan bahwa berbagai jurusan di Fakultas Kesehatan ini tidak hanya mampu bersaing secara nasional tetapi juga memiliki daya saing internasional. “Mahasiswa FIKES UMM tidak hanya belajar di dalam negeri. Tetapi juga berkesempatan ke luar negeri di masa studi maupun setelah lulus bekerja di berbagai negara,” jelasnya. Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Wijayanti, SPd. Ia menyambut Prof Yoyok dengan salam khas Muhammadiyah, ‘Salam Sang Surya’, yang mencerminkan semangat keislaman dan kebangsaan. Ia mengaku sangat bangga menyambut Dekan FIKES UMM ke sekolah ini. “Prof Yoyok merupakan alumni terbaik, kehadirannya hari ini menjadi bukti bahwa lulusan SMA Negeri 1 Genteng mampu berprestasi hingga ke jenjang tertinggi,” ujar Wijayanti. Apresiasi Kunjungan Prof Yoyok Selain itu, Koordinator Guru Bimbingan Konseling (BK), Marwiyah, SPd., turut menyampaikan apresiasinya terhadap kunjungan ini. Ia menilai kehadiran Prof Yoyok memberikan motivasi besar bagi siswa sekolah ini. Khususnya mereka yang tertarik dengan dunia kesehatan. Dengan mendengar langsung pengalaman alumnus terbaik, para siswa semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para siswa untuk terus berjuang menggapai cita-cita. Dengan tekad, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, setiap siswa memiliki kesempatan untuk mencapai kesuksesan. Sebagaimana yang dibuktikan Prof Dr Yoyok Bekti Prasetyo.
FIKES UMM jadi Tuan Rumah Acara Smart Nursing Competition Se-Jatim, Bali, NTT, dan NTB

FIKES UMM menjadi tuan rumah kompetisi keperawatan dengan cakupan wilayah Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB. Acara tersebut diselenggarakan secara daring dalam pekan pertama Februari sampai pekan ke empat Februari. Peserta yang ikut berasal dari universitas negeri dan swasta, diantaranya 1. Stiker Wira Medika Bali, 2. Universitas Tribuana Tunggal Dewi, 3. IIK Strada Indonesia, 4. Universitas Airlangga Surabaya, 5. Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun, 6. Universitas Muhammadiyah Malang, 7. Stikes Kepanjen, 8. Universitas Udayana, 9. Universitas Jember, 10. Universitas Brawijaya Malang, 11. Stikes Widyagama Husada Malang. Menurut Ketum pelaksana, Irvan mengatakan SNC atau Smart Nursing Competition adalah salah satu program kerja turunan ILMIKI (ikatan lembaga mahasiswa ilmu keperawatan Indonesia) Wilayah 5. Cakupan wilayahnya meliputi institusi kesehatan diwilayah Jawa Timur, Bali, NTT, dan juga NTB. “Pada saat Rapat kerja wilayah tahun 2019 lalu, alhamdulillahh delegas dari Himika fikes UMM berhasil memperebutkan dan memenangkan tender SNC ini bersaing dengan perguruan tinggi yang lain sehingga UMM dapat menjadi tuan rumah sekaligus panitia penyelenggara dari SNC tersebut” tambahnya Mahasiswa Semester 7 itu, menjelaskan bahwa SNC sendiri merupakan kegiatan perlombaan, ada 4 cabang lomba. Diantaranya Essay, Video Edukasi, Video Skill, dan Poster. Setidaknya ada puluhan peserta dari beberapa institusi kesehatan diwilayah 5 ilmiki yang akan bersaing secara kompetitif memperebutkan juara. Kaprodi S1 Keperawatan, Nur Lailatul Masruroh, menjelaskan bahwa UMM menjadi tuan rumah merupakan suatu kebanggaan tersendiri, karena ajang ini merupakan salah satu kompetisi yang patut dibanggakan. Selain itu, ajang ini mendorong mahasiswa dalam menulis dan berkarya. (Editor: ZQ)