Kegiatan Ramdhan Mahasiswa
Kegiatan Ramadhan Mahasiswa FIKES UMM

Bulan suci Ramadhan bukan hanya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga ajang menempa kedisiplinan dan daya saing mahasiswa. Dalam suasana penuh berkah ini, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kajian Ramadhan Inspiratif 1446 H bertajuk “Ramadhan dan Produktivitas Mahasiswa: Menempa Kedisiplinan, Membangun Daya Saing Global”. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa fungsionaris dari berbagai organisasi intra kampus dan menghadirkan Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom., Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, sebagai narasumber utama.

Dalam kajiannya, Prof. Yoyok menekankan bahwa bulan Ramadhan tidak hanya membawa keberkahan dalam aspek spiritual, tetapi juga menjadi momen strategis dalam pembentukan karakter mahasiswa. Ia menyoroti pentingnya membangun kedisiplinan dan jiwa kompetitif, terutama bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam dunia global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Disiplin dalam menjalankan ibadah puasa sejatinya selaras dengan kedisiplinan dalam kehidupan akademik maupun berorganisasi. Jika mahasiswa mampu mengelola waktu dengan baik selama Ramadhan, maka mereka juga akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujar Prof. Yoyok.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mahasiswa yang tergabung dalam BEM, SEFA, HMJ, dan LSO memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan. Organisasi mahasiswa menjadi wadah untuk mengasah kepemimpinan, berpikir kritis, serta menciptakan inovasi. Ramadhan, menurutnya, adalah waktu yang tepat bagi mahasiswa untuk merefleksikan kontribusi mereka agar lebih bermakna.

Dalam sambutannya, Prof. Yoyok mengutip QS. Al-Baqarah ayat 183, yang berbunyi:

“Wahai orang-orang yang beriman, Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Prof. Yoyok mengaitkan hal ini dengan peran mahasiswa dalam lembaga intra kampus. Menurutnya, setiap organisasi mahasiswa harus memiliki arah gerak yang jelas melalui program kerja yang telah disusun. Namun, agar program tersebut berjalan dengan baik dan membawa manfaat, ketakwaan harus menjadi landasan utama.

“Bulan Ramadhan ini dapat menjadi momen refleksi bagi mahasiswa fungsionaris untuk menanamkan nilai ketakwaan dalam kepemimpinan mereka. Dengan begitu, mereka mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi organisasi dan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Selain menanamkan nilai kedisiplinan dan ketakwaan, Prof. Yoyok juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan prestasi dalam organisasi mahasiswa.

“Kesuksesan yang telah diraih di masa lalu harus terus ditingkatkan dan diulang kembali. Organisasi mahasiswa bukan sekadar wadah berkegiatan, tetapi juga tempat untuk membangun tradisi keunggulan yang berkesinambungan,” ujarnya.

Dari tahun ke tahun, lembaga intra di Fakultas Ilmu Kesehatan telah menunjukkan konsistensi dalam mencetak prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan ini harus diteruskan oleh generasi berikutnya agar roda prestasi maupun organisasi tetap berjalan dan semakin berkembang.

Kajian ini mendapat sambutan hangat dari mahasiswa yang hadir. Mereka tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya kedisiplinan dan daya saing internasional, tetapi juga merasa termotivasi untuk menjadikan bulan suci ini sebagai titik awal perubahan diri.

Dengan semangat Ramadhan, mahasiswa diharapkan mampu menyeimbangkan antara spiritualitas, akademik, dan peran strategis mereka di dalam organisasi kampus. Harapannya, mereka dapat menjadi generasi yang siap bersaing di kancah global, tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur keislaman, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia.

MRI