Pra-Raker FIKES UMM 2026: Rektor Dorong Akselerasi Internasionalisasi dan Penguatan Reputasi Global Fakultas Ilmu Kesehatan
Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meneguhkan langkah strategis menuju fakultas kesehatan berkelas dunia dalam kegiatan Pra Rapat Kerja (Pra-Raker) FIKES UMM 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah pengembangan fakultas dengan visi besar universitas dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi kesehatan yang semakin kompetitif dan global. Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si., menyampaikan arahan strategis berbasis penguatan daya saing institusi, internasionalisasi, serta akselerasi kualitas tridarma perguruan tinggi. Arahan ini merujuk pada posisi kompetitif FIKES UMM yang dinilai telah memiliki fondasi sangat kuat untuk melakukan lompatan kualitas pada periode 2026 dan seterusnya Rektor UMM: FIKES Memiliki Modal Kuat untuk Melompat Lebih Tinggi Dalam paparannya, Prof. Nazaruddin Malik menekankan bahwa FIKES UMM berada pada posisi strategis dalam ekosistem universitas yang unggul secara nasional dan diakui secara global. Dengan Akreditasi Institusi UNGGUL, peringkat 18 universitas terbaik nasional, serta reputasi UMM sebagai universitas Islam terbaik dunia, FIKES dinilai memiliki modal institusional yang sangat solid untuk memperluas pengaruh akademik dan profesional di tingkat internasional “FIKES UMM tidak memulai dari nol. Fakultas ini sudah memiliki kekuatan akademik, sumber daya manusia berkualitas, dan rekam jejak prestasi yang membanggakan. Tantangannya bukan lagi membangun fondasi, tetapi bagaimana melakukan akselerasi dan diferensiasi agar FIKES dikenal sebagai rujukan kesehatan, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di level global,” tegas Rektor UMM. Rektor juga menyoroti pentingnya konsistensi pada visi jangka panjang, yakni menjadikan FIKES sebagai pusat unggulan pendidikan kesehatan yang menghasilkan lulusan profesional, inovatif, dan berdaya saing internasional. Menurutnya, arah pengembangan fakultas harus berani, progresif, dan terukur, dengan fokus pada kualitas lulusan, penguatan riset berdampak, serta jejaring global yang produktif. FIKES UMM juga mencatatkan berbagai prestasi strategis, mulai dari penguatan kapasitas dosen bergelar doktor dan guru besar, peningkatan kualitas jurnal ilmiah hingga SINTA 2, serta prestasi mahasiswa di berbagai ajang nasional. Rektor menilai capaian tersebut sebagai “aset reputasi” yang harus dikelola secara cerdas untuk memperkuat branding fakultas di mata publik dan mitra internasional. Dekan FIKES UMM: Arahan Rektor Jadi Kompas Transformasi Fakultas Menanggapi arahan Rektor UMM, Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, menegaskan kesiapan FIKES untuk mengakselerasi transformasi fakultas secara terstruktur dan berkelanjutan. Menurutnya, visi dan strategi yang disampaikan Rektor selaras dengan roadmap pengembangan FIKES UMM menuju 2028. “Arahan Bapak Rektor menjadi kompas yang sangat jelas bagi kami. FIKES UMM berkomitmen untuk memperkuat keunggulan akademik, riset inovatif, serta jejaring nasional dan internasional secara simultan. Kami ingin memastikan setiap langkah pengembangan memiliki dampak nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat,” ujar Dr. Hidajah. Dekan FIKES juga menekankan bahwa pengembangan fakultas tidak hanya berorientasi pada capaian angka, tetapi juga pada kualitas proses dan budaya akademik. Penguatan riset kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta modernisasi tata kelola fakultas menjadi fokus utama dalam menyambut tahun kerja 2026. Menuju FIKES UMM Unggul dan Mendunia Pra-Raker FIKES UMM 2026 menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi seluruh elemen fakultas untuk bergerak dalam satu irama menuju visi besar: menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan terkemuka di Jawa Timur dengan reputasi internasional. Sinergi antara kebijakan universitas dan strategi fakultas diyakini akan mempercepat pencapaian target tersebut. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, kepemimpinan fakultas yang visioner, serta partisipasi aktif sivitas akademika, FIKES UMM optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan kesehatan unggulan yang berkontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan daya saing bangsa di kancah global
Mubes BEM FIKES UMM: Meneguhkan Arah Gerak, Merawat Prestasi, dan Menguatkan Pengabdian
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya organisasi mahasiswa yang sehat, visioner, dan berkelanjutan melalui pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIKES UMM. Kegiatan ini menjadi forum strategis yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga substantif dalam merumuskan arah gerak organisasi mahasiswa ke depan. Mubes BEM FIKES UMM dihadiri oleh jajaran pengurus BEM, perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan FIKES, serta pembina kemahasiswaan. Forum ini menjadi ruang refleksi, evaluasi, sekaligus konsolidasi gagasan untuk menjawab tantangan akademik, organisasi, dan sosial yang dihadapi mahasiswa kesehatan di era yang semakin dinamis. AD/ART sebagai Nafas dan Arah Gerak Organisasi Salah satu agenda utama dalam Mubes ini adalah pembahasan dan penyepakatan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) BEM FIKES UMM. AD/ART disepakati sebagai nafas organisasi yang menjadi landasan normatif sekaligus kompas moral dalam menjalankan roda kepemimpinan dan program kerja. Ketua BEM FIKES UMM, Azzam Blitariensis Kamardin, menegaskan bahwa AD/ART bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pijakan ideologis dan operasional yang harus dipahami serta diimplementasikan oleh seluruh pengurus. “AD dan ART adalah ruh organisasi. Dari sanalah arah gerak, etika kepemimpinan, serta pola kerja BEM FIKES UMM ditentukan. Kesepakatan ini menjadi bentuk kedewasaan organisasi dalam menjaga keberlanjutan dan konsistensi nilai,” ungkap Azzam. Dengan disepakatinya AD/ART, diharapkan setiap program dan kebijakan BEM ke depan memiliki legitimasi yang kuat, terarah, dan selaras dengan visi FIKES UMM. Mendorong Prestasi Penalaran dan Minat Bakat Mahasiswa Mubes BEM FIKES UMM juga menempatkan peningkatan prestasi mahasiswa sebagai agenda prioritas. Fokus tidak hanya pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan penalaran ilmiah serta pengembangan minat dan bakat mahasiswa di berbagai bidang. Dalam forum ini, disepakati perlunya strategi yang lebih sistematis dalam mendorong mahasiswa FIKES UMM untuk aktif dalam kegiatan ilmiah, kompetisi penalaran, serta ajang prestasi non-akademik di tingkat regional, nasional, hingga internasional. BEM diharapkan menjadi fasilitator yang mampu menjembatani potensi mahasiswa dengan berbagai peluang pengembangan diri. Inovasi Mahasiswa sebagai Jawaban Tantangan Zaman Di tengah perubahan dunia kesehatan yang cepat, inovasi menjadi kata kunci. Mubes BEM FIKES UMM menegaskan pentingnya menciptakan iklim organisasi yang mendorong lahirnya ide-ide kreatif dan inovatif dari mahasiswa. Inovasi mahasiswa tidak hanya dipahami dalam konteks teknologi atau produk, tetapi juga dalam bentuk gagasan program, model pengabdian, serta pendekatan baru dalam edukasi kesehatan. Melalui inovasi, mahasiswa FIKES UMM diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menjawab permasalahan kesehatan masyarakat. Menguatkan Pengabdian kepada Masyarakat Sebagai mahasiswa kesehatan, pengabdian kepada masyarakat menjadi identitas yang tidak terpisahkan. Dalam Mubes ini, pengabdian disepakati sebagai salah satu pilar utama gerak BEM FIKES UMM. Program pengabdian diarahkan agar lebih berbasis kebutuhan masyarakat, berkelanjutan, serta selaras dengan keilmuan kesehatan. Tidak hanya bersifat kegiatan insidental, pengabdian diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat sasaran. Pembina mahasiswa FIKES UMM, Muhammad Rosyidul ‘Ibad, M.Kep, menekankan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran strategis dalam membentuk kepekaan sosial dan profesionalisme calon tenaga kesehatan. “BEM bukan hanya ruang belajar berorganisasi, tetapi juga wahana pembentukan karakter. Melalui pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa belajar empati, tanggung jawab sosial, dan penerapan ilmu secara kontekstual,” jelasnya. Musyawarah Besar BEM FIKES UMM menjadi momentum penting dalam meneguhkan arah gerak organisasi mahasiswa. Dengan AD/ART sebagai nafas dan pedoman, komitmen pada peningkatan prestasi penalaran serta minat bakat, dorongan terhadap inovasi mahasiswa, dan penguatan pengabdian kepada masyarakat, BEM FIKES UMM menegaskan perannya sebagai motor penggerak mahasiswa yang progresif dan berdampak. Melalui Mubes ini, diharapkan lahir kepemimpinan mahasiswa yang tidak hanya kritis dan visioner, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi kampus dan masyarakat. FIKES UMM pun semakin optimistis melangkah ke depan dengan mahasiswa yang berprestasi, inovatif, dan berjiwa pengabdian.
Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan, FIKES UMM Gelar Sosialisasi AMI untuk Seluruh Program Studi

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang kuat dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Audit Mutu Internal (AMI) yang dilaksanakan oleh Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan ini diikuti oleh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) serta seluruh program studi di lingkungan FIKES UMM, sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan fakultas dalam menjalankan sistem penjaminan mutu secara menyeluruh dan terintegrasi. Sosialisasi AMI ini dipimpin langsung oleh Ketua Gugus Penjaminan Mutu Internal FIKES UMM, Atika Yulianti, SST.Ft., Ftr., M.Fis., yang menegaskan bahwa Audit Mutu Internal bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan instrumen penting untuk memotret secara objektif kinerja dan capaian mutu setiap unit akademik. Melalui AMI, fakultas dan program studi diharapkan mampu mengenali kekuatan, kelemahan, serta peluang perbaikan yang dapat dijadikan dasar pengembangan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Kegiatan ini memiliki urgensi yang sangat tinggi, mengingat AMI menjadi bagian tak terpisahkan dari siklus penjaminan mutu internal perguruan tinggi. Selain memperkuat pemahaman teknis UPPS dan program studi terkait pelaksanaan audit, sosialisasi ini juga menjadi langkah awal yang strategis dalam mempersiapkan penyusunan Rencana Operasional (RENOP), Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2026 FIKES UMM. Dengan demikian, seluruh perencanaan fakultas di masa mendatang diharapkan benar-benar berbasis pada hasil evaluasi mutu yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Audit Mutu Internal memiliki peran yang sangat krusial dalam mengukur kinerja dan capaian mutu seluruh program studi di bawah naungan FIKES UMM. Menurutnya, AMI bukan hanya berfungsi sebagai alat kontrol, tetapi juga sebagai sarana refleksi bersama untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa melalui pelaksanaan AMI yang konsisten dan berkualitas, FIKES UMM optimistis seluruh program studi mampu meraih dan mempertahankan akreditasi nasional dengan predikat unggul. Lebih lanjut, Dekan FIKES UMM menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan Audit Mutu Internal. Ia mengingatkan bahwa AMI harus dilakukan secara jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab, karena hasil audit tersebut akan menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat fakultas. Dengan data mutu yang valid dan akurat, pimpinan fakultas dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas institusi. Pada sesi pemaparan materi, perwakilan BPMI UMM memberikan penjelasan komprehensif terkait pelaksanaan AMI serta pengenalan platform IQASS, yaitu sistem penilaian dan evaluasi Audit Mutu Internal berbasis digital yang dikembangkan oleh UMM. Platform ini dirancang untuk memudahkan proses pengumpulan data, penilaian, serta pelaporan hasil audit secara lebih sistematis, transparan, dan efisien. Pak Fendy Hardian Permana memaparkan secara mendalam siklus Audit Mutu Internal yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan audit, evaluasi hasil audit, hingga tindak lanjut perbaikan mutu. Penjelasan ini memberikan gambaran utuh kepada peserta bahwa AMI merupakan sebuah siklus berkelanjutan, bukan kegiatan yang berhenti pada penilaian semata. Setiap temuan audit harus ditindaklanjuti secara serius agar mampu menghasilkan perbaikan mutu yang nyata dan berkelanjutan. Sementara itu, Bu Mayang Diantarini menyampaikan secara teknis mekanisme dan tata cara pengisian instrumen IQASS. Ia menjelaskan langkah demi langkah pengisian data, standar yang harus dipenuhi, serta kesalahan-kesalahan umum yang perlu dihindari oleh UPPS dan program studi. Melalui pemaparan ini, diharapkan seluruh unit mampu mengisi instrumen AMI secara tepat, akurat, dan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan oleh UMM. Melalui sosialisasi ini, FIKES UMM berharap seluruh UPPS dan program studi memiliki pemahaman yang seragam terkait Audit Mutu Internal dan pemanfaatan platform IQASS. Lebih dari itu, hasil AMI diharapkan tidak hanya menjadi laporan administratif, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dan perencanaan strategis fakultas. Dengan menjadikan hasil audit sebagai pijakan dalam penyusunan RENOP, RAB, dan RTM Tahun 2026, FIKES UMM menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pendidikan tinggi yang berbasis data, evaluasi mutu, dan perbaikan berkelanjutan demi terwujudnya pendidikan kesehatan yang unggul dan berdaya saing. Sosialisasi AMI di FIKES UMM
Civitas Akademika FKIK Unismuh Makassar Lakukan Kunjungan Studi Banding ke FIKES UMM
Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) menerima kunjungan civitas akademika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam agenda studi banding yang berlangsung di Ruang Rapat Kampus 2 FIKES UMM (02/12). Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pertukaran praktik baik antar institusi Muhammadiyah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan, penguatan manajemen laboratorium, dan implementasi keselamatan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Dalam sambutannya, Dekan FKIK Unismuh Makassar, Rosdiana Sahabuddin, M.Kes., Sp.OG, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mempelajari lebih dalam bagaimana FIKES UMM merintis dan mengembangkan Center of Excellence (COE). Menurutnya, keberhasilan FIKES UMM dalam membangun pusat unggulan di berbagai bidang kesehatan menjadi inspirasi bagi FKIK Unismuh Makassar untuk mengembangkan konsep serupa. Rosdiana menjelaskan bahwa pihaknya ingin melihat langsung bagaimana proses perencanaan, pengelolaan, serta dampak keberadaan COE terhadap mutu akademik dan pengalaman belajar mahasiswa. Rosdiana juga menyoroti keinginan FKIK Unismuh Makassar untuk memahami cara FIKES UMM mengelola laboratorium terpadu antar program studi. Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang sering dihadapi perguruan tinggi kesehatan adalah pengaturan jadwal praktikum yang sering bertabrakan antar prodi. Melalui kunjungan ini, pihaknya berharap dapat mempelajari pola manajemen yang diterapkan FIKES UMM dalam mengatur pemanfaatan laboratorium agar lebih efektif, sistematis, dan mampu menunjang proses pembelajaran seluruh program studi secara optimal. Selain itu, aspek keselamatan mahasiswa, khususnya terkait patient safety dan penerapan sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), juga menjadi fokus pembahasan. Rosdiana menegaskan bahwa FKIK Unismuh Makassar ingin mengetahui bagaimana FIKES UMM menyusun dokumen keselamatan, SOP, serta mekanisme implementasi K3 dalam kegiatan praktikum dan praktik klinik. Menurutnya, jaminan keselamatan mahasiswa merupakan bagian penting dari mutu pembelajaran dan harus dikelola dengan standar yang tinggi. Menanggapi kunjungan tersebut, Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menyampaikan apresiasi yang besar atas kedatangan FKIK Unismuh Makassar. Ia menegaskan bahwa FIKES UMM sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik yang telah dijalankan, baik dalam pengembangan COE, peningkatan kualitas pembelajaran, maupun penguatan standar keselamatan mahasiswa. Dalam sambutannya, Hidajah menjelaskan bahwa keberhasilan FIKES UMM dalam membangun COE merupakan hasil proses panjang yang melibatkan perencanaan strategis, dukungan institusi, serta komitmen seluruh dosen dan tenaga kependidikan. Ia berharap pengalaman tersebut dapat memberikan gambaran yang relevan dan inspiratif bagi FKIK Unismuh Makassar. Terkait manajemen laboratorium, Hidajah menekankan bahwa FIKES UMM selalu berupaya untuk memastikan kolaborasi lintas prodi berjalan optimal melalui sistem penjadwalan yang terintegrasi dan mekanisme koordinasi yang rapi. Ia juga menambahkan bahwa FIKES UMM menempatkan keselamatan mahasiswa sebagai prioritas utama. Setiap kegiatan praktik selalu didukung dengan SOP yang jelas, audit keselamatan yang dilakukan secara berkala, serta pelatihan K3 yang wajib diikuti oleh mahasiswa dan dosen pengampu. Kunjungan ini ditutup dengan sesi diskusi mendalam antara kedua fakultas yang membahas peluang kolaborasi lanjutan di bidang pengembangan kurikulum, penelitian, implementasi COE, hingga potensi pertukaran akademik. Rombongan FKIK Unismuh Makassar juga berkesempatan meninjau langsung fasilitas laboratorium dan pusat-pusat unggulan yang dimiliki FIKES UMM. Baik FIKES UMM maupun FKIK Unismuh Makassar menyampaikan harapan agar jalinan kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan kesehatan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah secara nasional.
Pengukuhan Profesor Pertama Keperawatan FIKES UMM: Membangun Kesehatan Melalui Empati
Pada tanggal 26 November 2025, Theater DOME Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi saksi bersejarah, yaitu pengukuhan Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom sebagai Profesor pertama di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM dan juga profesor pertama dalam bidang keperawatan komunitas di lingkungan universitas tersebut. Acara yang digelar di theater dome ini dihadiri oleh sejumlah undangan, rekan sejawat, serta mahasiswa yang antusias menyaksikan momen bersejarah ini. Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Yoyok menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang ilmu keperawatan komunitas. Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia tidak pernah berada dalam kesendirian; ia selalu terhubung dengan keluarga, budaya, dan sistem nilai yang lebih besar. Di sinilah peran sosok seorang ibu menjadi sangat krusial dalam menanamkan dasar-dasar kesehatan pada anak-anak. Beliau mengungkapkan bahwa permasalahan gizi dan tumbuh kembang anak sering kali tidak hanya muncul dari faktor ekonomi, tetapi juga dari disfungsi interaksi antara ibu dan anak. Prof. Yoyok merujuk pada penemuan risetnya tentang Avoidant Restrictive Food Intake Disorder (ARFID) yang menyoroti bahwa masalah makan pada anak dapat disebabkan oleh gangguan komunikasi emosional dan stres dalam pengasuhan. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa perilaku pengasuhan yang disfungsional, seperti memaksa anak untuk makan atau memberikan makanan manis sebagai hadiah, dapat mencapai lebih dari 70% pada keluarga dengan anak usia balita. Prof. Yoyok menjelaskan bahwa meskipun perilaku ini tampak sederhana, ada ketegangan psikologis yang mendalam di baliknya, antara kasih sayang dan kecemasan yang dirasakan oleh para ibu. Dalam disertasinya, beliau mengembangkan model perilaku pengasuhan berbasis keyakinan (belief-based parenting behavior model) yang menggabungkan beberapa teori terkait. Model ini tidak hanya berfokus pada faktor makan anak, tetapi juga melibatkan kedekatan ayah dan kerjasama orang tua sebagai aspek penting dalam pengasuhan yang berkesinambungan. Selanjutnya, Prof. Yoyok menegaskan bahwa kunci untuk meningkatkan status gizi anak terletak pada kepercayaan diri pengasuh. Melalui penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa peningkatan keyakinan pengasuh, terutama dalam hal efikasi diri, berpengaruh positif pada kemampuan mereka dalam merawat anak dan dalam mengelola gangguan makan. Pidato beliau juga menyentuh tema kesehatan masyarakat yang lebih luas. Prof. Yoyok menggarisbawahi bahwa kesehatan yang sebenarnya tidak hanya bebas dari penyakit fisik, tetapi juga meliputi kesejahteraan mental dan sosial. Ini sesuai dengan prinsip yang diusung oleh World Health Organization (WHO) sejak Deklarasi Alma Ata tahun 1978, yaitu pentingnya paduan antara ilmu medis dan empati sosial. Acara ini diakhiri dengan harapan dari Prof. Yoyok bahwa mari kita bangun kesadaran akan pentingnya pengasuhan yang baik dan budaya kesehatan di masyarakat. Masyarakat tidak hanya harus diberdayakan secara medis, tetapi juga secara sosial, agar kesehatan yang hakiki dapat tercapai. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, juga memberikan pernyataan terkait capaian ini. Dalam pernyataannya, beliau menekankan bahwa pengukuhan Prof. Yoyok adalah pencapaian yang sangat membanggakan bagi fakultas. “Kami berharap dengan pengukuhan ini, lebih banyak penelitian dan inovasi dalam keperawatan komunitas yang akan lahir dari UMM. Prof. Yoyok adalah sosok yang inspiratif, dan ilmunya akan menjadi rujukan bagi generasi mendatang,” tuturnya. Beliau juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan komunitas. Sebagai penutup, pengukuhan ini tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi Prof. Yoyok, tetapi juga untuk seluruh komunitas FIKES UMM dan masyarakat luas. Dengan semangat baru dalam keperawatan komunitas, diharapkan akan lahir generasi pengasuh yang lebih peka dan peduli terhadap kesehatan anak dan masyarakat.
Alumni Sukses FIKES UMM Kembali untuk Menginspirasi Mahasiswa Baru di Student Day 2025
Malang – Suasana hangat dan penuh semangat memenuhi Aula Kampus 2 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saat menggelar kegiatan Student Day bagi mahasiswa baru FIKES tahun 2025 (25/10). Dalam kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap awal tahun akademik ini, FIKES UMM menghadirkan para alumni suksesnya untuk berbagi kisah inspiratif dan memotivasi para mahasiswa baru agar semakin mantap menapaki perjalanan akademik dan profesional di dunia kesehatan. Tiga alumni terbaik FIKES UMM yang hadir dalam kesempatan tersebut ialah Arif Rahman Hakim, S.Kep., M.S., alumni Keperawatan angkatan 2013 yang kini berkarier sebagai dosen di Politeknik Negeri Madura; Apt. Wendy Nora Martian, M.Farm., alumni Farmasi 2013 yang menempati posisi Business Development di PT Mash Moshem Indonesia; serta Resti Nurpratiwi, S.Ft., M.Fi., alumni Fisioterapi 2013 yang kini mengabdikan diri sebagai dosen di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Ketiganya berbagi perjalanan karier mereka sejak menempuh pendidikan di FIKES UMM hingga akhirnya berhasil menembus dunia profesional. Arif Rahman, misalnya, menuturkan bahwa pengalaman belajar di FIKES UMM memberinya dasar kuat untuk berkembang sebagai tenaga pendidik dan peneliti. “FIKES bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga tempat membentuk karakter. Dulu kami diajarkan untuk tangguh, kritis, dan berjiwa melayani. Nilai-nilai itu yang saya bawa hingga kini dalam profesi saya sebagai dosen,” ungkap Arif dengan bangga. Sementara itu, Apt. Wendy Nora Martian berbagi kisah perjuangannya beralih dari dunia akademik ke dunia industri. Menurutnya, lulusan FIKES memiliki peluang luas, tidak hanya di rumah sakit atau apotek, tetapi juga di bidang bisnis, riset, dan pengembangan produk kesehatan. “Farmasi membuka banyak pintu. Jangan batasi diri hanya pada satu jalur karier. Yang penting adalah memiliki semangat belajar dan adaptasi yang tinggi. Dunia kerja menuntut kita untuk inovatif,” tutur Wendy yang kini menangani strategi pengembangan bisnis di salah satu perusahaan kosmetik nasional. Adapun Resti Nurpratiwi, S.Ft., M.Fi. mengajak mahasiswa baru untuk bangga menjadi bagian dari keluarga FIKES UMM. “Menjadi mahasiswa fisioterapi UMM mengajarkan saya arti profesionalisme dan empati. Dua hal itu adalah bekal utama seorang tenaga kesehatan. Saya berharap adik-adik mahasiswa bisa terus menumbuhkan rasa peduli kepada sesama sejak dini,” pesannya dengan penuh semangat. Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa baru dari berbagai program studi di lingkungan FIKES UMM. Mereka tampak aktif bertanya dan berdiskusi dengan para alumni, terutama terkait tips kuliah, peluang karier, dan pengalaman menghadapi tantangan dunia kerja. Wakil Dekan III FIKES UMM, Rakhmad Rosadi, SST.Ft., M.Sc.PT., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen fakultas dalam menjalin kedekatan antara alumni dan mahasiswa baru. “Kami ingin mahasiswa baru tahu bahwa banyak alumni FIKES UMM yang sukses di berbagai bidang, baik akademik, industri, maupun pelayanan. Semoga kisah-kisah inspiratif ini menjadi bahan bakar semangat untuk mereka agar tidak mudah menyerah dan terus berprestasi,” ujarnya. Sementara itu, Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan para alumni merupakan cerminan dari kualitas pendidikan yang dijalankan oleh fakultas. “Kami bangga melihat para alumni FIKES UMM berkiprah di berbagai sektor kesehatan dan pendidikan. Ini menjadi bukti bahwa semangat ‘Health for Humanity’ benar-benar tumbuh dan diwujudkan oleh mereka. Kepada mahasiswa baru, kami harap kegiatan ini bisa menumbuhkan keyakinan bahwa mereka berada di tempat yang tepat untuk berkembang menjadi tenaga kesehatan yang unggul dan berakhlak mulia,” tutur Dekan Hidajah dengan penuh haru dan kebanggaan. Kegiatan Student Day FIKES UMM 2025 ini tidak hanya menjadi ajang penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga momen untuk mempererat ikatan antara sivitas akademika, alumni, dan mahasiswa. Melalui semangat kebersamaan dan inspirasi dari para alumni, FIKES UMM berharap dapat terus melahirkan tenaga kesehatan profesional yang berdaya saing global dan berjiwa kemanusiaan.
Estafet Kepemimpinan FIKES UMM: Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo Serahkan Tongkat Estafet Dekanat kepada Dr. Apt. Hidayah Rahmawati
Malang, 04 Oktober 2025 – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) resmi melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) Dekan periode 2021–2025 kepada periode 2025–2029, pada Sabtu (04/10) bertempat di Aula Kampus 2 UMM. Acara ini menjadi momentum penting dalam perjalanan FIKES UMM sebagai salah satu fakultas unggulan yang terus berinovasi di bidang pendidikan kesehatan. Dalam acara yang berlangsung khidmat dan hangat tersebut, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom. secara resmi menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS. yang akan melanjutkan visi dan misi FIKES UMM untuk empat tahun ke depan. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Dekan, Kaprodi, Dosen, Tendik, serta perwakilan mahasiswa, yang memberikan apresiasi atas dedikasi luar biasa Prof. Yoyok selama masa kepemimpinannya. Dalam sambutannya, Prof. Yoyok menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas kerja sama yang solid dalam mewujudkan kemajuan fakultas. “FIKES UMM hari ini tidak lepas dari kerja keras kolektif. Saya bersyukur bisa berjuang bersama rekan-rekan yang hebat. Estafet kepemimpinan ini bukan akhir, tetapi bentuk keberlanjutan semangat untuk terus memajukan fakultas,” ujar Prof. Yoyok. Di bawah kepemimpinannya, FIKES UMM berhasil meraih berbagai prestasi nasional, mulai dari peningkatan kelulusan uji kompetensi ners terbaik nasional, pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi, hingga penguatan jejaring internasional. Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai islami dan humanis dalam praktik keperawatan dan kesehatan masyarakat. Sementara itu, Dekan baru, Dr. apt. Hidayah Rahmawati, S.Si., Sp.FRS., dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk melanjutkan dan memperkuat capaian yang telah dirintis oleh Prof. Yoyok, sekaligus membawa FIKES UMM menuju era baru yang lebih adaptif dan kolaboratif. “Kepemimpinan di FIKES UMM adalah amanah dan tanggung jawab besar. Kami akan melanjutkan spirit inovasi dan kolaborasi lintas disiplin untuk menjadikan FIKES sebagai rumah ilmu yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman,” tutur Dr. Hidayah. Acara juga diwarnai dengan penyerahan simbolis dokumen dan kenang-kenangan, serta doa bersama sebagai penutup, menandai transisi kepemimpinan yang harmonis dan penuh makna. Dengan semangat baru ini, seluruh sivitas akademika FIKES UMM berkomitmen untuk terus mendukung kepemimpinan baru dan bersama-sama melangkah menuju FIKES yang unggul, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat serta dunia kesehatan global.
Dosen Keperawatan FIKES UMM Raih Penghargaan “Best Poster Presentation Award” di Konferensi Internasional
Malang, 21 Agustus 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh akademisi Indonesia di kancah internasional. Sunardi, M. Kep dosen keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil meraih penghargaan Best Poster Presentation Award dalam ajang bergengsi 1st International Conference, Exhibition, & Innovation on Public Health & International Community Services (ICEPH-CS) yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, pada 19–20 Agustus 2025. Poster yang dipresentasikan Sunardi mengangkat judul “Using Storyboard to Enhance Students’ Writing Skills About Healthiness”. Inovasi ini memanfaatkan metode storyboard sebagai media kreatif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan fokus pada topik kesehatan. Melalui pendekatan ini, Sunardi menekankan pentingnya literasi kesehatan sejak dini, agar generasi muda tidak hanya terampil menulis tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap gaya hidup sehat. “Penggunaan storyboard terbukti mampu memudahkan siswa dalam menuangkan ide secara runtut, kreatif, dan menarik. Dengan visualisasi cerita, siswa lebih terdorong untuk mengaitkan pengalaman pribadi dengan konsep kesehatan yang dipelajari,” jelas Sunardi dalam paparannya di hadapan para akademisi dari berbagai negara. Konferensi internasional ini menjadi wadah penting bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk berbagi inovasi, penelitian, dan solusi dalam bidang kesehatan masyarakat serta pengabdian internasional. Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadikan forum ini semakin kaya dengan perspektif global. Keberhasilan Sunardi memperoleh penghargaan internasional ini tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Universitas Muhammadiyah Malang dan Indonesia. Dekan Fakultas Kesehatan UMM, Dr. Apt. Hidajah Rachmawati, S.Si, Sp, FRS, turut memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. “Prestasi ini menunjukkan bahwa dosen FIKES UMM mampu bersaing secara internasional dengan karya inovatif yang memberi dampak nyata bagi dunia pendidikan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya. Selain UMM, acara ini juga didukung oleh berbagai universitas dan lembaga strategis, di antaranya Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universiti Malaysia Sabah, serta beberapa mitra dari sektor kesehatan dan pemerintahan di Malaysia. Penghargaan “Best Poster Presentation Award” ini diharapkan menjadi motivasi bagi para akademisi dan mahasiswa di Indonesia untuk terus berinovasi dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Sunardi sendiri berkomitmen untuk mengembangkan riset lebih lanjut terkait efektivitas metode storyboard dalam berbagai konteks pembelajaran, khususnya untuk meningkatkan health literacy di kalangan remaja. “Ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus mengembangkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegas Sunardi menutup wawancaranya. Dengan diraihnya penghargaan ini, Universitas Muhammadiyah Malang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam inovasi pendidikan dan kesehatan di level internasional.
FIKES UMM Hadirkan Harapan Baru untuk Cegah Stunting di NTT

Nusa Tenggara Timur – Permasalahan stunting masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencatat prevalensi cukup tinggi. Di tengah keterbatasan ekonomi dan akses kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Fakultas Ilmu Kesehatan menghadirkan terobosan nyata lewat program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat. Selama dua hari, 1–2 Oktober 2025, Desa Nusa, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, menjadi pusat kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dikemas dalam Gerakan Ibu Tangguh dan Parenting Komprehensif. Program ini melibatkan ibu, ayah, hingga kader kesehatan desa sebagai kelompok sasaran, dengan tujuan memperkuat kapasitas keluarga dalam pengasuhan anak sekaligus menekan angka stunting di NTT. Empat Program, Satu Visi Program ini digerakkan melalui empat kegiatan inti yang dipimpin dosen dan profesor UMM. Pertama, riset Psychometric Properties of Parenting Self-Efficacy for Reducing Stunting yang dipimpin Ns. Henny Dwi Susanti, MKep., Sp.Kep., Mat., Ph.D., menekankan pentingnya mengukur keyakinan diri orang tua dalam mengasuh sebagai modal pencegahan stunting. Kedua, Program Gerakan Ibu Tangguh: Meningkatkan Keyakinan Diri dan Manfaat Pengasuhan dalam Pencegahan Stunting yang digagas Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, MKep., Sp.Kom, menempatkan ibu sebagai motor pengasuhan sekaligus agen perubahan dalam keluarga. Ketiga, Implementasi Program Parenting Komprehensif dalam Meningkatkan Kapasitas Pengasuhan dan Gizi Anak Balita oleh Nur Melizza, S.Kep., Ns., M.Kep., yang menyasar penguatan praktik gizi dan kesehatan anak di tingkat rumah tangga. Keempat, Pengaruh Gerakan Ibu Tangguh terhadap Self-Efficacy dan Perceived Benefit Pengasuhan Anak dalam Pencegahan Stunting oleh Muhammad Muslih, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., yang menekankan bukti ilmiah tentang efektivitas gerakan ini dalam membangun kepercayaan diri orang tua. Dengan kombinasi riset dan aksi nyata, UMM menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat menghasilkan teori, tetapi juga menghadirkan solusi langsung bagi masyarakat. Kolaborasi dan Edukasi Kegiatan ini juga menggandeng BKKBN Provinsi NTT yang menghadirkan film pendek berjudul Peran Ayah dalam Pengasuhan Komprehensif. Lewat media sederhana ini, pesan penting ditegaskan: keberhasilan pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu, melainkan kerja sama seluruh keluarga. Dukungan dari Kampus dan Pemerintah Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif ini adalah strategi kunci. “Gerakan Ibu Tangguh dan Parenting Komprehensif memperkuat peran ibu, ayah, dan kader kesehatan secara bersamaan sehingga dampaknya lebih menyeluruh. Harapannya, generasi mendatang tumbuh lebih sehat dan cerdas,” ujarnya. Senada dengan itu, Wakil Menteri Diktisaintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menekankan pentingnya integrasi. “Mengatasi stunting di NTT butuh sinergi kampus dan pemerintah. Program penelitian dan pengabdian harus menyatu dengan program pemerintah pusat maupun daerah,” katanya. Komitmen SDGs dan Harapan dari Desa Nusa Rektor UMM, Prof. Dr. Nazarudin Malik, M.Si., menambahkan bahwa program ini adalah wujud nyata kontribusi kampus terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). “Sebagai salah satu center of SDGs, kami ingin memastikan riset dan pengabdian tidak berhenti di jurnal, tapi hadir di tengah masyarakat,” tegasnya. Antusiasme warga Desa Nusa pun menjadi bukti nyata. Kader kesehatan mendapat pelatihan praktis, para ayah aktif berdiskusi, sementara para ibu semakin percaya diri dalam mengasuh anak. Desa Nusa menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana jika dilakukan bersama. Kegiatan ini hanyalah awal dari gerakan panjang UMM untuk menghadirkan dampak nyata. Dengan mengusung semangat Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat, kampus bertekad memperluas jangkauan program, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dan terus mengawal lahirnya generasi sehat bebas stunting di NTT.
Purna Tugas Satpam FIKES UMM, H. M. Isman: Silaturahmi Tak Boleh Putus
Suasana haru menyelimuti Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) pada hari ini saat melepas purna tugas salah satu sosok yang sudah lama menjadi bagian keluarga besar kampus, H. M. Isman. Beliau merupakan satpam yang selama ini setia menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus kehangatan di lingkungan Kampus 2 UMM. Acara pelepasan berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan. Dalam sambutannya, Dekan FIKES UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom menegaskan bahwa tradisi melepas purna tugas merupakan salah satu bentuk penghargaan yang harus terus dijaga di lingkungan fakultas. “Silaturahim dan rasa kekeluargaan inilah yang menjadi ciri khas FIKES. Pelepasan purna tugas bukan hanya seremonial, melainkan wujud nyata apresiasi atas pengabdian, dukungan, dan dedikasi yang telah diberikan untuk fakultas dan keluarga besar Kampus 2,” ujarnya. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga hubungan baik di manapun berada, mengutip firman Allah dalam QS. Ar-Rahman ayat 60: “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan yang dilakukan akan selalu berbuah kebaikan, begitu pula pengabdian tulus yang telah diberikan Pak H. M. Isman selama ini. Sementara itu, dalam kesempatan yang penuh rasa syukur tersebut, H. M. Isman turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pimpinan dan civitas akademika FIKES UMM. Ia merasa bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang fakultas dan berharap tali silaturahim tetap terjalin meski masa tugasnya telah usai. “Semoga kita semua tetap saling memberikan perhatian dan menjaga interaksi, baik sebagai lembaga maupun secara pribadi. Bagi saya, keluarga besar FIKES akan selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” ungkapnya. Acara pelepasan ini menjadi momen yang sarat makna. Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan bagi pengabdian Pak H. M. Isman, tetapi juga sebagai pengingat bagi seluruh civitas akademika tentang pentingnya menjaga persaudaraan dan kebersamaan. Dedikasi dan ketulusan beliau akan menjadi teladan, bahwa peran sekecil apapun jika dilakukan dengan hati yang ikhlas akan meninggalkan jejak kebaikan yang abadi.