Mahasiswa FIKES UMM Raih Silver Medal di Ajang Internasional di Malaysia
Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah global. Salah satu mahasiswa terbaiknya berhasil meraih Silver Medal kategori Health dalam ajang 2nd International Student Competition yang diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh ratusan tim finalis dari berbagai negara, menjadikannya sebagai ajang yang kompetitif sekaligus prestisius bagi mahasiswa internasional. Mahasiswa yang mengharumkan nama UMM tersebut adalah Wildan Hidayatullah, mahasiswa Program Studi Farmasi FIKES UMM. Dalam kompetisi tersebut, Wildan mampu menunjukkan inovasi dan kapasitas akademik yang unggul di bidang kesehatan, sehingga berhasil menempatkan dirinya sebagai peraih medali perak di tengah persaingan ketat dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dunia. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Program Studi Farmasi, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika FIKES UMM. Capaian tersebut sekaligus menegaskan komitmen FIKES UMM dalam mendorong mahasiswa untuk berprestasi di level internasional serta memperkuat atmosfer akademik yang berorientasi pada inovasi, riset, dan kolaborasi global. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih. Ia menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam ajang internasional merupakan indikator nyata dari kualitas pembinaan akademik dan penguatan kompetensi yang terus dikembangkan di lingkungan FIKES. Menurutnya, partisipasi mahasiswa dalam kompetisi internasional merupakan bagian dari strategi fakultas untuk mencapai rekognisi global serta mendukung milestone UMM sebagai perguruan tinggi berdaya saing internasional. Ia juga menambahkan bahwa prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi, berani tampil di forum internasional, serta membawa nama baik institusi di tingkat dunia. Sementara itu, Wildan Hidayatullah mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih. Ia menyampaikan bahwa proses persiapan menuju kompetisi tidaklah singkat, mulai dari penguatan konsep, penyusunan inovasi di bidang kesehatan, hingga latihan presentasi berbahasa Inggris untuk menghadapi dewan juri internasional. Tantangan terbesar, menurutnya, adalah menjaga kualitas ide agar tetap relevan secara ilmiah sekaligus aplikatif dalam konteks kesehatan global. Wildan juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dosen pembimbing, pimpinan fakultas, serta seluruh pihak yang telah memberikan fasilitas dan motivasi selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba di Malaysia. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi langkah awal untuk terus berkontribusi dalam pengembangan inovasi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Ajang 2nd International Student Competition sendiri merupakan kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dan negara untuk mempresentasikan inovasi berbasis riset. Kategori Health menjadi salah satu kategori dengan tingkat persaingan tinggi karena menuntut integrasi antara sains, teknologi, dan solusi aplikatif bagi permasalahan kesehatan global. Prestasi ini semakin memperkuat posisi FIKES UMM sebagai fakultas yang konsisten mendorong lahirnya mahasiswa berprestasi di tingkat internasional. Dengan capaian tersebut, FIKES UMM optimistis dapat terus melahirkan inovator muda di bidang kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat global.
Penguatan AIK dan SDM Jadi Pilar Ketangguhan FIKES UMM di Raker 2026
BATU – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama menuju fakultas yang tangguh dan berdampak. Hal ini mengemuka dalam Rapat Kerja FIKES UMM 2026 yang diselenggarakan di Amarta Hill, Kota Batu, dengan menghadirkan narasumber Dr. Faridi, M.Si., Kepala Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia dan AIK UMM yang mewakili Bidang V UMM. Dalam paparannya, Dr. Faridi menekankan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga profesional, tetapi juga sebagai lembaga dakwah sekaligus cagar budaya. “FIKES UMM harus mampu memadukan keunggulan akademik, kekuatan nilai AIK, dan pengembangan SDM yang berkelanjutan. Ketiganya bukan berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi satu ekosistem yang saling menguatkan,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa penguatan AIK tidak cukup dilakukan secara simbolik atau administratif, melainkan harus menyentuh aspek struktural dan kultural. Secara struktural, nilai AIK harus terintegrasi dalam kebijakan, tata kelola, dan sistem kerja fakultas. Sementara secara kultural, AIK perlu hidup dalam perilaku sehari-hari sivitas akademika, mulai dari etos kerja, integritas, hingga pola interaksi profesional. Landasan penguatan tersebut merujuk pada QS. Ali Imran ayat 110, visi-misi UMM, Catur Dharma PTMA, serta Risalah Islam Berkemajuan. Nilai-nilai tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam core values UMM yang dikenal dengan akronim IIIMAN: Ihsan, Itqan, Amanah, Maiyah, Nazahah, yang menjadi standar moral sekaligus etos kerja bagi seluruh warga kampus. “Ihsan mendorong kualitas kerja terbaik, Itqan menuntut profesionalitas dan ketuntasan, Amanah menguatkan kejujuran dan tanggung jawab, Maiyah menumbuhkan kebersamaan, dan Nazahah menjaga integritas dari hal-hal yang tidak diridhai Allah. Ini bukan konsep normatif, tetapi harus menjadi budaya kerja,” tegasnya. Dr. Faridi juga menyoroti pentingnya pola kerja berbasis nilai dalam membangun ketangguhan institusi. Menurutnya, pengembangan SDM tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualifikasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan loyalitas kelembagaan. Dengan demikian, dosen dan tenaga kependidikan tidak sekadar kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki komitmen ideologis terhadap Muhammadiyah. Raker FIKES UMM 2026 ini menjadi momentum reflektif sekaligus strategis bagi fakultas dalam merumuskan program kerja ke depan. Dekan FIKES UMM dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa penguatan AIK dan SDM akan menjadi arus utama dalam setiap kebijakan fakultas, termasuk dalam pengembangan kurikulum, penelitian berdampak, pengabdian masyarakat, serta tata kelola organisasi. “FIKES Berdampak tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata bagi masyarakat yang dilandasi nilai-nilai Islam berkemajuan. SDM yang unggul dan berkarakter menjadi kunci,” ungkapnya. Suasana Raker yang berlangsung di Amarta Hill, Batu, juga menghadirkan ruang dialog dan refleksi kolektif antar pimpinan program studi, dosen, dan tenaga kependidikan. Diskusi tidak hanya membahas target kinerja, tetapi juga strategi internalisasi nilai AIK dalam budaya kerja sehari-hari, termasuk melalui pembinaan, mentoring, dan penguatan komunitas akademik berbasis nilai. Dengan arah kebijakan tersebut, FIKES UMM optimistis mampu menjadi fakultas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara ideologis dan berdaya saing global. Penguatan AIK dan pengembangan SDM diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kampus berdampak yang memberikan manfaat luas bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Rapat Kerja 2026 FIKES UMM Perkuat Ekosistem Internasionalisasi Lintas Program Studi
Malang — Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 pada Selasa (10/2/2026), setelah sebelumnya menggelar Pra-Rapat Kerja pada 4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyusun arah kebijakan dan program kerja fakultas yang berorientasi global. Mengusung tema “Transformasi, Kolaborasi, Integrasi Keilmuan Menuju FIKES yang Berdampak,” Raker 2026 menegaskan komitmen FIKES UMM untuk membangun fakultas yang adaptif dan berdaya saing internasional melalui sinergi lintas program studi. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor II UMM, Juanda, menyampaikan materi terkait arah kebijakan pengelolaan SDM, keuangan, dan sarana prasarana yang selaras dengan peningkatan World University Ranking (WUR). Ia menegaskan bahwa periode 2026–2028 merupakan fase penting bagi UMM dalam mencapai target internasionalisasi institusi. “Internasionalisasi perlu dimaknai secara lebih luas. Tidak hanya sebatas akreditasi internasional program studi, tetapi dimulai dari penguatan recognisi internasional dan pembentukan ekosistem internasional di lingkungan fakultas,” ujar Juanda. Menurutnya, pembentukan ekosistem internasional menjadi prasyarat utama sebelum perguruan tinggi dan program studi melangkah menuju akreditasi internasional. Ekosistem tersebut mencakup budaya akademik, jejaring global, serta aktivitas tridarma yang berorientasi internasional. Atmosfer internasionalisasi di lingkungan FIKES UMM saat ini terus dikembangkan secara inklusif dan lintas program studi. Selain Program Studi Fisioterapi yang telah aktif menjalin berbagai kerja sama internasional, upaya internasionalisasi juga mulai diperkuat melalui kolaborasi akademik, peningkatan kapasitas dosen, serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan bertaraf internasional di berbagai program studi di bawah naungan FIKES. Berbagai inisiatif seperti pelibatan dosen tamu internasional (guest lecturer), visiting professor, pengembangan jejaring riset bersama mitra luar negeri, serta penguatan publikasi internasional menjadi bagian dari strategi FIKES UMM dalam membangun atmosfer internasional yang berkelanjutan. Melalui Rapat Kerja 2026 ini, FIKES UMM menegaskan komitmennya untuk memperkuat internasionalisasi sebagai gerak bersama fakultas, selaras dengan arah kebijakan universitas, serta berkontribusi pada peningkatan reputasi UMM di tingkat global.
FIKES UMM Gelar Rapat Kerja 2026, Perkuat Transformasi dan Branding Fakultas
Malang — Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hari ini melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang dimulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor UMM, Juanda, serta diikuti oleh pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan FIKES UMM. Rapat Kerja dibuka dengan sambutan Dekan FIKES UMM, Hidajah Rachmawati, yang menyampaikan bahwa Raker 2026 mengusung tema “Transformasi, Kolaborasi, Integrasi Keilmuan Menuju FIKES yang Berdampak.” Tema tersebut menjadi pijakan utama dalam menyusun arah kebijakan dan program kerja fakultas ke depan. “Tema ini mencerminkan komitmen FIKES UMM untuk terus bertransformasi, memperkuat kolaborasi, dan mengintegrasikan keilmuan kesehatan agar mampu memberikan dampak nyata bagi universitas dan masyarakat,” ujar Hidajah Rachmawati. Ia juga menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan Raker, FIKES UMM telah menyelenggarakan Pra-Rapat Kerja. Pada kesempatan tersebut, Rektor UMM menyampaikan analisis SWOT terhadap FIKES UMM yang menjadi bahan refleksi penting bagi pengembangan fakultas. “Salah satu catatan penting dari Bapak Rektor adalah penguatan branding FIKES, optimalisasi tracer study, serta bagaimana kita membangun alumni FIKES agar dapat terus berkolaborasi dengan fakultas, baik dalam bidang pendidikan maupun hingga publikasi ilmiah,” jelasnya. Lebih lanjut, Dekan FIKES UMM menegaskan jargon fakultas, “Healthy Mind, Healthy Life, Healthy Spiritual.” Menurutnya, jargon tersebut bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus diimplementasikan dalam setiap aktivitas FIKES. “Apa yang kita lakukan dan kita gerakkan harus berkaitan dengan tujuan terbaik, selaras antara kesehatan pikiran, kehidupan, dan spiritual, sehingga benar-benar mampu mewujudkan FIKES yang berdampak,” tegasnya. Dalam sambutannya, Hidajah Rachmawati juga menyampaikan bahwa Program Studi Keperawatan dan Farmasi telah memasuki usia 20 tahun dan terbukti memberikan sumbangsih yang signifikan bagi Universitas Muhammadiyah Malang. Sambutan selanjutnya sekaligus pembukaan Rapat Kerja 2026 secara simbolis disampaikan oleh Wakil Rektor UMM, Juanda. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjadikan hasil Raker sebagai pedoman nyata dalam pelaksanaan program kerja. “Materi Rapat Kerja ini harus benar-benar dijadikan acuan. Raker tidak boleh hanya menjadi agenda tahunan, tetapi harus memiliki timeline yang jelas untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan oleh FIKES,” tegas Juanda. Ia berharap seluruh program yang dirumuskan dalam Raker 2026 mampu berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan, serta mendukung penguatan posisi FIKES UMM sebagai fakultas yang unggul dan berdampak. Melalui Rapat Kerja 2026 ini, FIKES UMM diharapkan mampu menghasilkan perencanaan strategis yang solid, adaptif, dan berorientasi pada dampak nyata dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
FIKES UMM Gelar Rapat Kerja 2026, Dorong Transformasi Menuju Fakultas yang Berdampak
Batu — Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 pada Senin–Selasa, 10–11 Februari 2026, bertempat di Amartha Hills Hotel & Resort, Kota Batu. Kegiatan ini diikuti oleh 95 peserta yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan FIKES UMM. Rapat Kerja 2026 dilaksanakan setelah sebelumnya FIKES UMM menggelar Pra-Rapat Kerja pada 4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyusun arah kebijakan, program kerja, serta penguatan tata kelola fakultas untuk menghadapi tantangan dan peluang di tahun mendatang. Mengusung tema “Transformasi, Kolaborasi, Integrasi Keilmuan Menuju FIKES yang Berdampak”, Raker 2026 menegaskan komitmen FIKES UMM untuk terus melakukan perubahan berkelanjutan, memperkuat sinergi lintas bidang, serta mengintegrasikan keilmuan kesehatan guna menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Ketua Panitia Raker FIKES UMM 2026, Muhammad Muslih, S.Kep., Ns., M.Sc., PhD, dalam sambutannya menyampaikan bahwa total peserta Raker tahun ini berjumlah 95 orang yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan. Ia menjelaskan bahwa tujuan Raker diimplementasikan melalui filosofi Lebah (BEE) sebagai nilai utama kegiatan. “BEE dimaknai sebagai Building, yaitu membangun FIKES yang berdampak sebagaimana cita-cita bersama; Empowerment, yaitu memberdayakan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki FIKES; serta Extend Goodness, yakni memperluas efek dan dampak kebaikan bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas,” jelasnya. Selama dua hari pelaksanaan, Raker diisi dengan evaluasi program kerja tahun sebelumnya, diskusi dan perumusan program strategis, serta sinkronisasi rencana kerja antarprogram studi dan unit kerja. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat peran FIKES UMM sebagai fakultas yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada dampak. Melalui Rapat Kerja 2026 ini, FIKES UMM berharap mampu melahirkan langkah-langkah strategis yang inovatif dan kolaboratif, sekaligus memperkokoh kontribusi fakultas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
GG di Arena Digital! Tim E-Sport FIKES UMM Sabet Juara 3 Pornikes 2026 di Tengah Duel 1.938 Atlet
Prestasi membanggakan kembali diraih Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Kesehatan (Pornikes) 2026 yang diselenggarakan pada 7–8 Februari 2026 di STIKes Husada. Tidak hanya sukses di cabang bulu tangkis, FIKES UMM juga berhasil meraih Juara 3 pada cabang E-Sport, mempertegas dominasi mahasiswa kesehatan UMM dalam kompetisi multidisiplin. Tim E-Sport Farmasi Tampil Solid Tim E-Sport FIKES UMM diperkuat oleh mahasiswa Program Studi Farmasi yang menunjukkan kerja sama tim, strategi permainan, serta kemampuan komunikasi yang sangat baik. Mereka adalah: Reiki Akmal Wirasatria (202210410311079) Ricky Maheswara Harianto (202210410311090) Diky Aditya (202210410311086) Mochamad Fahdol T. P. (202210410311110) Mikael Oliver E.H.C (202210410311073) Muhammad Angga F. (202310410311093) Muhammad Farhan Hafizh (202210410311056) Dalam kompetisi yang diikuti oleh puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi kesehatan, tim FIKES UMM mampu menunjukkan performa konsisten sejak babak awal. Strategi permainan yang terstruktur, pembagian peran yang jelas, serta kemampuan membaca pola lawan menjadi kunci keberhasilan mereka menembus babak semifinal dan akhirnya mengamankan posisi ketiga. E-Sport sebagai Wadah Pengembangan Soft Skills Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc, menilai bahwa capaian ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia digital. Menurutnya, E-Sport bukan sekadar permainan, tetapi juga melatih kemampuan berpikir cepat, pengambilan keputusan, kolaborasi tim, serta manajemen emosi di bawah tekanan. Ia menegaskan bahwa fakultas mendukung kegiatan mahasiswa yang mampu mengembangkan soft skills dan literasi digital. “Mahasiswa kesehatan harus adaptif terhadap era transformasi digital. Prestasi di bidang E-Sport menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan strategi, komunikasi, dan kerja tim yang sangat relevan dengan dunia kerja,” ungkapnya. Pembinaan dan Keseimbangan Akademik Pembina mahasiswa FIKES UMM, MUHAMMAD ROSYIDUL ’IBAD, M.Kep, menjelaskan bahwa keberhasilan tim E-Sport tidak lepas dari proses latihan yang terarah serta kedisiplinan mahasiswa dalam membagi waktu antara akademik dan kegiatan kompetisi. Ia menekankan bahwa mahasiswa Farmasi yang tergabung dalam tim tetap mampu menjaga performa akademik di tengah persiapan lomba. Menurutnya, pola pembinaan yang menekankan tanggung jawab, komunikasi efektif, dan evaluasi rutin menjadi faktor penting dalam membangun tim yang solid. “E-Sport menuntut koordinasi yang sangat tinggi. Mahasiswa belajar bagaimana mengambil keputusan secara cepat dan tepat, sekaligus menjaga kekompakan tim. Ini menjadi bekal penting bagi mereka sebagai calon tenaga kesehatan yang harus bekerja dalam tim multidisiplin,” jelasnya. Ajang Kompetisi Bergengsi Mahasiswa Kesehatan Pornikes 2026 mempertemukan 1.938 atlet dari 43 perguruan tinggi dengan mempertandingkan 7 cabang olahraga dan 4 bidang seni, termasuk E-Sport sebagai cabang yang semakin diminati mahasiswa. Tingginya jumlah peserta menjadikan persaingan berlangsung ketat, sehingga capaian Juara 3 yang diraih FIKES UMM menjadi prestasi yang patut diapresiasi. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa FIKES UMM mampu bersaing tidak hanya dalam bidang akademik dan olahraga konvensional, tetapi juga dalam kompetisi berbasis teknologi dan strategi digital. Komitmen FIKES UMM dalam Pengembangan Prestasi Mahasiswa Dengan raihan Juara 3 di cabang bulu tangkis ganda putri dan E-Sport, FIKES UMM menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa secara menyeluruh. Fakultas terus mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung prestasi, baik akademik maupun nonakademik, sebagai bagian dari pembentukan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama baik FIKES UMM di berbagai ajang kompetisi, baik tingkat regional maupun nasional.
Smash Prestasi di Pornikes 2026: Ganda Putri Farmasi FIKES UMM Rebut Juara 3 di Arena STIKes Husada Jombang
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Kesehatan (Pornikes) 2026 yang digelar pada 7–8 Februari 2026 di STIKes Husada, tim bulu tangkis ganda putri FIKES UMM berhasil meraih Juara 3 setelah melalui pertandingan yang kompetitif dan penuh semangat. Kegiatan yang berlangsung di Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang tersebut diikuti oleh 1.938 atlet dari 43 perguruan tinggi bidang kesehatan. Pornikes tahun ini mempertandingkan 7 cabang olahraga—voli, tenis meja, bulu tangkis, catur, pencak silat, futsal, dan e-sport—serta 4 bidang seni, menjadikannya salah satu ajang paling bergengsi bagi mahasiswa kesehatan di Jawa Timur. Perjuangan Ganda Putri FIKES UMM Prestasi Juara 3 diraih oleh pasangan mahasiswa Program Studi Farmasi, Esa Yulienty (NIM 202410410110031) dan Galuh (NIM 202210410311223). Keduanya tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga semifinal. Menghadapi lawan-lawan dari berbagai perguruan tinggi besar, pasangan ini menunjukkan kekompakan, strategi permainan yang matang, serta mental bertanding yang kuat. Pertandingan ganda putri menjadi salah satu nomor yang paling kompetitif karena diikuti oleh atlet-atlet unggulan yang telah berpengalaman dalam berbagai kejuaraan kampus. Meski demikian, Esa dan Galuh mampu menjaga fokus, memaksimalkan komunikasi di lapangan, serta menampilkan permainan netting dan smash yang efektif. Hasilnya, mereka berhasil mengamankan posisi ketiga dan membawa pulang medali perunggu untuk FIKES UMM. Dukungan Fakultas dan Pembinaan Berkelanjutan Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc, menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa tersebut. Menurutnya, prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi olahraga, tetapi juga bukti bahwa mahasiswa FIKES UMM mampu berkembang secara holistik—baik akademik maupun nonakademik. Ia menegaskan bahwa fakultas terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan pengembangan minat dan bakat sebagai bagian dari pembentukan soft skills, seperti sportivitas, kerja sama tim, disiplin, dan daya juang. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kesehatan tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berkompetisi secara sehat di bidang olahraga. Ini sejalan dengan komitmen FIKES UMM dalam mencetak lulusan yang seimbang antara intelektual, profesional, dan karakter,” ujarnya. Sementara itu, pembina mahasiswa FIKES UMM, Muhammad Rosyidul ’Ibad, M.Kep, menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses latihan yang terstruktur dan konsisten. Ia menjelaskan bahwa tim bulu tangkis telah menjalani program latihan rutin, termasuk peningkatan teknik dasar, strategi permainan ganda, serta penguatan kondisi fisik dan mental. Menurutnya, tantangan terbesar justru bukan pada kemampuan teknis, melainkan pada menjaga konsistensi performa di tengah jadwal akademik yang padat. “Mahasiswa kesehatan memiliki beban studi yang tinggi, sehingga kemampuan manajemen waktu menjadi kunci. Esa dan Galuh mampu membuktikan bahwa dengan komitmen dan disiplin, prestasi tetap bisa diraih tanpa mengorbankan akademik,” jelasnya. Ajang Silaturahmi dan Penguatan Karakter Mahasiswa Kesehatan Pornikes tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi antarperguruan tinggi kesehatan. Pertemuan hampir dua ribu mahasiswa dari berbagai kampus menciptakan ruang kolaborasi, pertukaran pengalaman, serta penguatan jejaring antarmahasiswa kesehatan di Jawa Timur. Bagi FIKES UMM, partisipasi dalam ajang ini merupakan bagian dari strategi pembinaan mahasiswa berbasis prestasi dan karakter. Keterlibatan aktif dalam kompetisi eksternal dinilai mampu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa sekaligus memperkuat citra institusi di tingkat regional. Komitmen Melahirkan Mahasiswa Berprestasi Keberhasilan meraih Juara 3 pada cabang bulu tangkis ganda putri menjadi motivasi bagi FIKES UMM untuk terus meningkatkan pembinaan olahraga dan seni. Fakultas berkomitmen memberikan dukungan fasilitas, pendampingan, serta ruang pengembangan bagi mahasiswa yang memiliki potensi di bidang nonakademik. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa FIKES UMM tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik dan riset, tetapi juga pada pembentukan mahasiswa yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. Melalui keseimbangan antara akademik, olahraga, dan seni, FIKES UMM terus berupaya mencetak generasi tenaga kesehatan yang unggul, berkarakter, dan mampu berprestasi di berbagai bidang. Dengan capaian ini, FIKES UMM optimistis dapat meraih prestasi yang lebih tinggi pada ajang Pornikes berikutnya serta kompetisi tingkat regional maupun nasional lainnya. Dukungan fakultas, pembina, serta semangat mahasiswa menjadi modal utama dalam mewujudkan target tersebut.
Dekan FIKES UMM Bekali Delegasi Pornikes 2026 dengan Soliditas, Sportivitas, dan Healthy Mindset
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) secara resmi melepas delegasi mahasiswa yang akan berlaga pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Kesehatan (Pornikes) 2026. Kegiatan pelepasan dilaksanakan pada 6 Februari 2026 di Kampus 2 FIKES UMM dan berlangsung dengan penuh semangat serta optimisme. Acara tersebut dihadiri dan diwakili langsung oleh Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, serta Wakil Dekan I, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. Pelepasan ini menjadi momentum penting untuk memberikan motivasi, arahan, serta penguatan mental bagi para mahasiswa yang akan bertanding membawa nama baik fakultas. Peneguhan Nilai Sportivitas dan Etika Dalam sambutannya, Dekan FIKES UMM menekankan bahwa kompetisi bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga tentang menjaga nilai sportivitas, etika, dan daya juang. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa FIKES UMM membawa identitas sebagai calon tenaga kesehatan yang harus menjunjung tinggi sikap profesional, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan. Ia juga menegaskan bahwa kekompakan tim menjadi faktor utama dalam meraih prestasi. Menurutnya, keberhasilan tidak dapat dicapai secara individual, melainkan melalui kerja sama, saling mendukung, dan komunikasi yang baik antaranggota tim. “Tetap solid, junjung sportivitas, miliki daya juang tinggi, dan jaga etika. Kalian bukan hanya atlet, tetapi juga representasi nilai-nilai FIKES UMM,” pesannya. Healthy Mind, Healthy Life, Healthy Spirit Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama mengikuti kompetisi. Ia mengingatkan bahwa performa optimal hanya dapat dicapai apabila mahasiswa mampu menerapkan prinsip healthy mind, healthy life, and healthy spirit. Menurutnya, keseimbangan antara kondisi fisik yang prima, mental yang kuat, serta semangat yang positif akan menjadi modal utama delegasi dalam menghadapi pertandingan yang kompetitif. Ia juga mendorong mahasiswa untuk saling memberikan dukungan, menjaga pola istirahat, serta mengatur strategi dengan baik agar dapat tampil maksimal. Optimisme Menuju Prestasi Pelepasan delegasi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Para mahasiswa yang tergabung dalam berbagai cabang lomba menunjukkan antusiasme dan kesiapan untuk bertanding. Dukungan dari pimpinan fakultas, dosen pembina, serta rekan mahasiswa lainnya menjadi energi tambahan bagi delegasi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga bentuk komitmen FIKES UMM dalam membina mahasiswa agar berprestasi secara holistik. Melalui pembekalan nilai sportivitas, kekompakan, serta penerapan gaya hidup sehat, fakultas berharap delegasi mampu meraih prestasi sekaligus menjaga nama baik institusi. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari pimpinan fakultas, delegasi FIKES UMM berangkat menuju Pornikes 2026 dengan optimisme tinggi. Pelepasan ini menjadi langkah awal yang memperkuat mental, karakter, serta kesiapan mereka untuk berkompetisi secara sehat dan berprestasi di tingkat regional.
Penguatan Strategi Mempertahankan Akreditasi Unggul, FIKES UMM Hadirkan Pakar Akreditasi Nasional dan Internasional dalam Pra Raker 2026
Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan diri menghadapi akreditasi berbasis 8 Kriteria dengan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) FIKES UMM 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 4 Februari 2026, dengan menghadirkan pemateri eksternal nasional, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, M.Kes, Sp.Rad (K). Prof. Yuyun merupakan figur strategis dalam dunia akreditasi pendidikan kesehatan. Selain menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, ia juga merupakan dosen tetap Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, serta dikenal luas sebagai Asesor Nasional LAM-PTKes dan Asesor Internasional IAAHEH. Kehadirannya memberikan perspektif komprehensif mengenai transformasi kebijakan mutu dan refleksi strategis VMTS dalam kerangka akreditasi unggul. Dalam paparannya yang berjudul “Refleksi Strategis VMTS dan Penguatan Kebijakan Mutu Lintas Program Studi sebagai Upaya Mencapai Akreditasi Unggul 8 Kriteria”, Prof. Yuyun menegaskan bahwa akreditasi unggul bukanlah hasil kerja instan menjelang visitasi, melainkan buah dari konsistensi sistem mutu yang berjalan dalam jangka panjang. “Akreditasi unggul adalah hasil konsistensi sistem, bukan kerja mendadak menjelang penilaian,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa dalam instrumen akreditasi nasional 8 kriteria yang bersifat kualitatif, asesor tidak lagi sekadar menilai kelengkapan dokumen, tetapi menelusuri keselarasan antara visi, kebijakan, implementasi, dan luaran nyata. Dalam konteks ini, Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) diposisikan sebagai ruh seluruh kriteria, yang alirannya harus terbaca secara konsisten dari kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola dan penjaminan mutu. “Visi tidak diuji dari redaksi kalimat, tetapi dari jejak kebijakan dan luaran yang dihasilkan,” ungkap Prof. Yuyun, menekankan pentingnya bukti praktik nyata lintas peran—mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga tim borang. Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan umum yang sering dihadapi fakultas multidisiplin seperti FIKES, yakni variasi praktik antar program studi. Menurutnya, variasi adalah hal yang wajar, namun menjadi persoalan ketika tidak terikat dalam standar mutu fakultas yang sama. Solusinya bukan menyeragamkan inovasi, melainkan menyelaraskan sistem dan kebijakan mutu lintas prodi, sehingga setiap program studi bergerak dalam arah yang sejalan. Sementara itu, Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan Pra Raker ini merupakan bagian dari strategi besar fakultas untuk membangun budaya mutu kolektif, bukan sekadar memenuhi tuntutan administratif akreditasi. “FIKES UMM memandang akreditasi unggul sebagai cerminan kualitas institusi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, penguatan VMTS, penyamaan persepsi 8 kriteria, serta integrasi kebijakan mutu lintas program studi menjadi prioritas utama kami,” ujar Dr. Hidajah. Ia menambahkan bahwa arahan dari Prof. Yuyun menjadi cermin evaluatif bagi seluruh sivitas akademika FIKES UMM, khususnya dalam memastikan bahwa implementasi Outcome-Based Education (OBE) benar-benar tercermin dalam asesmen dan tindak lanjut pembelajaran, bukan hanya tertulis dalam dokumen. Melalui Pra Raker ini, FIKES UMM juga menegaskan komitmennya untuk mengembangkan kepemimpinan mutu, klinik akreditasi lintas prodi, serta standar dan template fakultas yang mendukung konsistensi data dan narasi. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam menghadapi instrumen akreditasi nasional maupun internasional yang semakin menuntut kualitas berkelanjutan. Menutup kegiatan, Prof. Yuyun kembali mengingatkan bahwa unggul bukanlah tujuan akhir, melainkan hasil dari sistem mutu yang hidup dan dijalankan bersama. Pesan tersebut sejalan dengan semangat FIKES UMM untuk terus bergerak maju sebagai fakultas kesehatan yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. Dengan penguatan strategis yang terencana dan reflektif ini, FIKES UMM optimistis mampu melangkah mantap menuju akreditasi unggul berbasis 8 kriteria, sebagai wujud nyata komitmen terhadap mutu pendidikan kesehatan yang berkelanjutan.
Pra-Raker FIKES UMM 2026: Rektor Dorong Akselerasi Internasionalisasi, FIKES UMM Komitmen Berdampak untuk Masyarakat
Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meneguhkan arah transformasi strategisnya dalam kegiatan Pra Rapat Kerja (Pra-Raker) FIKES UMM 2026. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi penting untuk menyelaraskan kebijakan universitas dengan agenda pengembangan fakultas dalam menjawab tantangan kesehatan global dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Dalam forum tersebut, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si., menyampaikan arahan strategis yang menekankan pentingnya akselerasi kualitas, penguatan reputasi internasional, serta optimalisasi peran fakultas dalam menciptakan dampak nyata melalui tridarma perguruan tinggi. Arahan ini didasarkan pada posisi kompetitif FIKES UMM yang dinilai telah memiliki fondasi akademik, sumber daya manusia, dan jejaring yang kuat untuk melakukan lompatan kualitas pada periode 2026–2028 Rektor UMM: FIKES Siap Melakukan Lompatan Kualitas Prof. Nazaruddin Malik menegaskan bahwa FIKES UMM merupakan salah satu fakultas strategis yang menopang reputasi Universitas Muhammadiyah Malang di tingkat nasional dan global. Dengan Akreditasi Institusi UNGGUL, peringkat 18 universitas terbaik nasional, serta pengakuan UMM sebagai universitas Islam terbaik dunia, FIKES dinilai memiliki modal institusional yang sangat kuat untuk memperluas pengaruh akademik dan profesional di bidang kesehatan “FIKES UMM telah memiliki basis akademik yang kokoh, program studi terakreditasi unggul, serta capaian prestasi dosen dan mahasiswa yang membanggakan. Ke depan, tantangannya adalah bagaimana keunggulan tersebut dikonsolidasikan menjadi reputasi global yang diakui dan berdampak luas,” ujar Rektor. Ia juga menekankan bahwa internasionalisasi tidak semata dimaknai sebagai kerja sama luar negeri, tetapi harus diwujudkan melalui riset berkualitas, lulusan berdaya saing global, serta kontribusi keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menanggapi arahan Rektor UMM, Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, menegaskan bahwa seluruh strategi pengembangan fakultas diarahkan pada satu semangat utama, yakni “FIKES Berdampak”. Konsep ini menempatkan FIKES tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga sebagai agen perubahan yang kehadirannya dirasakan langsung oleh masyarakat. “Bagi kami, keunggulan akademik harus berbanding lurus dengan manfaat nyata. FIKES Berdampak berarti riset dosen, inovasi mahasiswa, dan pengabdian masyarakat kami benar-benar menjawab persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat,” tegas Dr. Hidajah. Ia menjelaskan bahwa berbagai riset dosen FIKES UMM telah dikembangkan secara aplikatif, mulai dari penguatan kesehatan komunitas, peningkatan kualitas hidup kelompok rentan, inovasi pelayanan kesehatan, hingga pengembangan intervensi promotif dan preventif berbasis bukti ilmiah. Hasil-hasil riset tersebut tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi ditransformasikan menjadi program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan mudah diimplementasikan di lapangan Lebih lanjut, Dekan FIKES UMM menekankan bahwa penguatan riset di lingkungan FIKES diarahkan untuk menghasilkan solusi kesehatan yang kontekstual dan berkelanjutan. Fokus riset dikembangkan pada isu-isu prioritas seperti kesehatan masyarakat, penyakit kronis, kesehatan lansia, kesehatan mental, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan berbasis komunitas. “Riset FIKES UMM kami dorong untuk menjadi solusi. Ketika dosen meneliti, dampaknya harus bisa dirasakan oleh masyarakat, baik melalui model intervensi kesehatan, peningkatan kapasitas kader, maupun rekomendasi kebijakan berbasis bukti,” tambahnya. Pendekatan ini sejalan dengan visi FIKES UMM sebagai fakultas kesehatan yang unggul tidak hanya dalam capaian akreditasi dan reputasi internasional, tetapi juga dalam kontribusi nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pra-Raker FIKES UMM 2026 menjadi bukti kuat sinergi antara kepemimpinan universitas dan fakultas dalam mengarahkan transformasi kelembagaan yang berorientasi pada kualitas dan dampak. Dengan arahan strategis dari Rektor UMM dan komitmen Dekan FIKES dalam mewujudkan FIKES Berdampak, fakultas ini optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan dan riset kesehatan unggulan yang relevan secara global dan bermakna secara sosial