Nusa Tenggara Timur – Permasalahan stunting masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencatat prevalensi cukup tinggi. Di tengah keterbatasan ekonomi dan akses kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Fakultas Ilmu Kesehatan menghadirkan terobosan nyata lewat program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat.

Selama dua hari, 1–2 Oktober 2025, Desa Nusa, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, menjadi pusat kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dikemas dalam Gerakan Ibu Tangguh dan Parenting Komprehensif. Program ini melibatkan ibu, ayah, hingga kader kesehatan desa sebagai kelompok sasaran, dengan tujuan memperkuat kapasitas keluarga dalam pengasuhan anak sekaligus menekan angka stunting di NTT.

Empat Program, Satu Visi

Program ini digerakkan melalui empat kegiatan inti yang dipimpin dosen dan profesor UMM.

  1. Pertama, riset Psychometric Properties of Parenting Self-Efficacy for Reducing Stunting yang dipimpin Ns. Henny Dwi Susanti, MKep., Sp.Kep., Mat., Ph.D., menekankan pentingnya mengukur keyakinan diri orang tua dalam mengasuh sebagai modal pencegahan stunting.
  2. Kedua, Program Gerakan Ibu Tangguh: Meningkatkan Keyakinan Diri dan Manfaat Pengasuhan dalam Pencegahan Stunting yang digagas Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, MKep., Sp.Kom, menempatkan ibu sebagai motor pengasuhan sekaligus agen perubahan dalam keluarga.
  3. Ketiga, Implementasi Program Parenting Komprehensif dalam Meningkatkan Kapasitas Pengasuhan dan Gizi Anak Balita oleh Nur Melizza, S.Kep., Ns., M.Kep., yang menyasar penguatan praktik gizi dan kesehatan anak di tingkat rumah tangga.
  4. Keempat, Pengaruh Gerakan Ibu Tangguh terhadap Self-Efficacy dan Perceived Benefit Pengasuhan Anak dalam Pencegahan Stunting oleh Muhammad Muslih, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., yang menekankan bukti ilmiah tentang efektivitas gerakan ini dalam membangun kepercayaan diri orang tua.

Dengan kombinasi riset dan aksi nyata, UMM menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat menghasilkan teori, tetapi juga menghadirkan solusi langsung bagi masyarakat.

Kolaborasi dan Edukasi

Kegiatan ini juga menggandeng BKKBN Provinsi NTT yang menghadirkan film pendek berjudul Peran Ayah dalam Pengasuhan Komprehensif. Lewat media sederhana ini, pesan penting ditegaskan: keberhasilan pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu, melainkan kerja sama seluruh keluarga.

Dukungan dari Kampus dan Pemerintah

Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif ini adalah strategi kunci. “Gerakan Ibu Tangguh dan Parenting Komprehensif memperkuat peran ibu, ayah, dan kader kesehatan secara bersamaan sehingga dampaknya lebih menyeluruh. Harapannya, generasi mendatang tumbuh lebih sehat dan cerdas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Diktisaintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menekankan pentingnya integrasi. “Mengatasi stunting di NTT butuh sinergi kampus dan pemerintah. Program penelitian dan pengabdian harus menyatu dengan program pemerintah pusat maupun daerah,” katanya.

Komitmen SDGs dan Harapan dari Desa Nusa

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazarudin Malik, M.Si., menambahkan bahwa program ini adalah wujud nyata kontribusi kampus terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). “Sebagai salah satu center of SDGs, kami ingin memastikan riset dan pengabdian tidak berhenti di jurnal, tapi hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Antusiasme warga Desa Nusa pun menjadi bukti nyata. Kader kesehatan mendapat pelatihan praktis, para ayah aktif berdiskusi, sementara para ibu semakin percaya diri dalam mengasuh anak. Desa Nusa menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana jika dilakukan bersama.

Kegiatan ini hanyalah awal dari gerakan panjang UMM untuk menghadirkan dampak nyata. Dengan mengusung semangat Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat, kampus bertekad memperluas jangkauan program, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dan terus mengawal lahirnya generasi sehat bebas stunting di NTT.