FIKES UMM Dorong Mahasiswa Menembus Dunia Internasional Melalui Program Student Exchange di Thailand
Malang – Komitmen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global terus diwujudkan melalui berbagai program internasional. Salah satu langkah nyata tersebut terlihat dari partisipasi mahasiswa dalam program student exchange ke berbagai perguruan tinggi luar negeri, termasuk ke institusi pendidikan kesehatan terkemuka di Thailand. Bagi FIKES UMM, pengalaman belajar di luar negeri bukan sekadar kesempatan berkunjung ke negara lain. Program ini dirancang sebagai bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan yang bertujuan memperluas wawasan akademik mahasiswa, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta memperkenalkan sistem pelayanan kesehatan internasional yang dapat menjadi bekal saat memasuki dunia kerja profesional. Keterlibatan mahasiswa FIKES UMM dalam program pertukaran pelajar internasional menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan yang diberikan mampu menghasilkan mahasiswa yang siap beradaptasi dengan lingkungan akademik global. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori dan praktik kesehatan dari perspektif yang berbeda, tetapi juga membangun jejaring internasional yang akan bermanfaat bagi pengembangan karier mereka di masa depan. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa internasionalisasi telah menjadi salah satu agenda strategis fakultas dalam beberapa tahun terakhir. “FIKES UMM ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa. Dunia kesehatan saat ini berkembang sangat cepat dan bersifat global. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan berkembang di negara lain,” ujarnya. Menurutnya, pengalaman internasional akan membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai situasi yang berbeda. Kompetensi tersebut menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin dinamis. Selama mengikuti program pertukaran pelajar di Thailand, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan akademik bersama mahasiswa internasional lainnya. Mereka terlibat dalam diskusi ilmiah, observasi fasilitas kesehatan, pembelajaran berbasis praktik, hingga kegiatan budaya yang memperkenalkan keberagaman masyarakat Asia Tenggara. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat membandingkan berbagai pendekatan pelayanan kesehatan yang diterapkan di Indonesia dan Thailand. Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Selain memperoleh pengalaman akademik, mahasiswa juga belajar mengenai pentingnya kompetensi lintas budaya dalam profesi kesehatan. Di era globalisasi, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis yang baik, tetapi juga harus mampu berinteraksi dengan individu dari berbagai latar belakang budaya dan sosial. Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa program pertukaran pelajar merupakan bagian dari strategi penguatan mutu pendidikan yang berorientasi internasional. “Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang tidak terbatas di ruang kelas. Ketika mereka berinteraksi dengan mahasiswa dan dosen dari berbagai negara, mereka belajar memahami perbedaan perspektif, budaya, dan sistem pelayanan kesehatan. Pengalaman seperti ini sangat berharga dalam membentuk tenaga kesehatan yang profesional dan berwawasan global,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa program internasional juga mendorong mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam berkompetisi di tingkat global. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa asing, kemampuan bekerja dalam tim multikultural, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara kolaboratif menjadi kompetensi yang terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan internasional. Keberhasilan mahasiswa mengikuti program pertukaran pelajar di Thailand juga mencerminkan kualitas pembinaan yang dilakukan oleh program-program studi di lingkungan FIKES UMM. Selama beberapa tahun terakhir, fakultas terus memperkuat kurikulum berbasis luaran (outcome-based education), meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas kerja sama internasional dengan berbagai institusi pendidikan dan kesehatan di luar negeri. Langkah tersebut sejalan dengan visi UMM sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. FIKES UMM memandang bahwa internasionalisasi bukan hanya tentang meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga tentang mempersiapkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat global. Pengalaman mahasiswa selama mengikuti program pertukaran pelajar juga memberikan dampak positif bagi lingkungan akademik fakultas. Setelah kembali ke Indonesia, mahasiswa didorong untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama berada di luar negeri. Transfer pengetahuan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkaya proses pembelajaran di lingkungan kampus. Berbagai inovasi yang ditemukan selama program internasional dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh seluruh civitas akademika FIKES UMM. Di sisi lain, keberhasilan internasionalisasi juga didukung oleh kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas pendidikan yang terus dikembangkan oleh fakultas. Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menekankan pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang mendukung aktivitas internasional. “Mahasiswa yang berpartisipasi dalam program internasional harus didukung oleh ekosistem pendidikan yang berkualitas. Karena itu, fakultas terus berupaya meningkatkan kualitas laboratorium, sarana pembelajaran, dan pengembangan kompetensi dosen agar mampu mendukung standar pendidikan global,” ujarnya. Menurutnya, penguatan fasilitas dan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang akan memperkuat daya saing FIKES UMM di tingkat nasional maupun internasional. Program pertukaran pelajar juga menjadi bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi akademik sekaligus memperluas wawasan sosial dan budaya. Ke depan, FIKES UMM menargetkan semakin banyak mahasiswa yang dapat mengikuti program internasional, baik dalam bentuk pertukaran pelajar, short course, penelitian bersama, magang internasional, maupun kegiatan pengabdian masyarakat lintas negara. Berbagai kerja sama baru dengan institusi pendidikan kesehatan di Asia, Australia, Eropa, dan Timur Tengah juga terus dijajaki untuk membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa. Dekan FIKES UMM menegaskan bahwa internasionalisasi harus menjadi budaya akademik yang tumbuh di seluruh lingkungan fakultas. “Kami ingin setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang secara maksimal. Internasionalisasi bukan hanya milik segelintir mahasiswa, tetapi menjadi bagian dari pengalaman belajar yang dapat diakses oleh semakin banyak mahasiswa FIKES UMM. Dengan cara itu, kami berharap dapat melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan kesehatan global,” tuturnya. Melalui berbagai program internasional yang terus dikembangkan, FIKES UMM semakin memperkuat posisinya sebagai fakultas kesehatan yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif membangun jejaring global. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghasilkan tenaga kesehatan profesional yang siap menghadapi tantangan masa depan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
FIKES UMM Perkuat Jejaring Global, Satukan Pakar Dunia untuk Pengembangan Kesehatan Berbasis Komunitas
Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan kesehatan yang berdaya saing global. Melalui berbagai kegiatan akademik internasional yang diselenggarakan oleh program-program studi di bawah naungannya, FIKES UMM semakin mengukuhkan posisi sebagai salah satu fakultas kesehatan yang aktif membangun kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat modern. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar internasional yang menghadirkan akademisi dan praktisi kesehatan dari berbagai negara untuk membahas pengembangan kesehatan berbasis komunitas melalui pendekatan fisioterapi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Fisioterapi UMM tersebut menjadi bagian dari agenda besar FIKES UMM dalam memperluas jejaring akademik global sekaligus menghadirkan perspektif internasional dalam proses pembelajaran mahasiswa. Bagi FIKES UMM, internasionalisasi bukan sekadar menghadirkan pembicara luar negeri dalam sebuah forum ilmiah. Lebih dari itu, internasionalisasi dipandang sebagai upaya membangun budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia, memperkuat kualitas lulusan, serta menghasilkan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, menegaskan bahwa transformasi pendidikan kesehatan saat ini menuntut perguruan tinggi untuk mampu membangun kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara. “Permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, solusi yang dibangun juga harus melibatkan berbagai perspektif global. FIKES UMM berkomitmen menghadirkan lingkungan akademik yang memungkinkan mahasiswa dan dosen belajar dari pengalaman terbaik dunia sekaligus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujarnya. Menurutnya, kesehatan berbasis komunitas menjadi salah satu fokus penting yang terus dikembangkan oleh FIKES UMM. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tantangan kesehatan masa kini, mulai dari meningkatnya angka penyakit kronis, perubahan demografi penduduk, hingga kebutuhan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Forum internasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Fisioterapi UMM menghadirkan pakar dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Australia, Inggris, dan Uni Emirat Arab. Berbagai perspektif mengenai penguatan kesehatan masyarakat dibahas secara komprehensif, mulai dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit, rehabilitasi berbasis komunitas, hingga penguatan kualitas hidup kelompok rentan. Keikutsertaan para akademisi dari berbagai negara tersebut menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa FIKES UMM untuk memperoleh wawasan global secara langsung. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai perkembangan keilmuan terkini, tetapi juga memahami bagaimana sistem kesehatan di berbagai negara mengembangkan model pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Wakil Dekan I FIKES UMM Bidang Akademik, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kemahasiswaan, apt. Sendi Lia Yunita, menjelaskan bahwa kegiatan internasional semacam ini memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. “Mahasiswa perlu dikenalkan sejak dini pada standar global. Ketika mereka berdiskusi dengan akademisi internasional, mereka belajar berpikir lebih luas, memahami perkembangan ilmu yang lebih mutakhir, serta membangun kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat global,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa internasionalisasi yang dilakukan FIKES UMM tidak hanya terbatas pada seminar dan kuliah tamu. Berbagai program lain seperti student exchange, kolaborasi penelitian, publikasi internasional, hingga praktik lapangan internasional juga terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan. Komitmen tersebut terlihat dari semakin banyaknya kegiatan internasional yang diselenggarakan oleh program studi di lingkungan FIKES UMM sepanjang tahun 2026. Berbagai kerja sama dengan institusi pendidikan kesehatan dan rumah sakit luar negeri menjadi fondasi penting dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa. Selain memberikan manfaat akademik, forum internasional juga menjadi wadah bagi dosen untuk memperluas jejaring riset. Kolaborasi penelitian internasional dinilai sangat penting dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus menghasilkan solusi kesehatan yang lebih komprehensif. Dalam konteks pengembangan fisioterapi komunitas, para pakar yang hadir menyoroti pentingnya transformasi pelayanan kesehatan dari pendekatan individual menuju pendekatan berbasis komunitas. Perubahan ini dinilai sangat relevan mengingat meningkatnya prevalensi penyakit kronis dan kebutuhan rehabilitasi jangka panjang pada berbagai kelompok masyarakat. Bagi FIKES UMM, isu tersebut sejalan dengan visi fakultas untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga memiliki kemampuan memahami dinamika sosial masyarakat. Pendekatan kesehatan berbasis komunitas sendiri telah menjadi bagian dari berbagai aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa FIKES UMM. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk lebih memahami kebutuhan masyarakat secara langsung serta mengembangkan intervensi kesehatan yang kontekstual dan berkelanjutan. Sementara itu, Wakil Dekan II FIKES UMM Bidang SDM dan Sarana Prasarana, Henik Tri Rahayu, menegaskan bahwa penguatan jejaring internasional juga harus didukung oleh pengembangan fasilitas pembelajaran yang modern. “Kami terus melakukan penguatan laboratorium, fasilitas pembelajaran, dan ekosistem akademik agar mampu mendukung proses pendidikan berstandar internasional. Internasionalisasi tidak hanya berbicara mengenai kerja sama, tetapi juga kesiapan institusi dalam menyediakan lingkungan belajar terbaik,” ungkapnya. Menurutnya, investasi pada sumber daya manusia dan fasilitas pendidikan menjadi fondasi penting dalam mendukung pencapaian visi FIKES UMM sebagai fakultas kesehatan yang unggul dan berdaya saing global. Melalui berbagai langkah strategis tersebut, FIKES UMM optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran forum-forum internasional bukan hanya menjadi simbol kerja sama global, tetapi juga bagian dari upaya nyata membangun generasi tenaga kesehatan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan kesehatan masa depan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, FIKES UMM terus bergerak memperluas kontribusinya dalam pembangunan kesehatan, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di panggung internasional. Upaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa institusi pendidikan kesehatan di Indonesia mampu berperan aktif dalam menghasilkan gagasan dan solusi yang berdampak bagi masyarakat dunia.
FIKES UMM Dorong Budaya Publikasi Internasional Mahasiswa Sejak Dini
Budaya akademik berbasis riset terus diperkuat oleh Program Studi Farmasi UMM sebagai bagian dari strategi besar FIKES UMM dalam meningkatkan reputasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. FIKES UMM kini aktif mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian ilmiah sejak awal perkuliahan, termasuk menghasilkan karya yang mampu dipublikasikan pada jurnal bereputasi internasional. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menilai bahwa penguatan budaya riset merupakan investasi penting dalam menciptakan lulusan tenaga kesehatan yang kritis, inovatif, dan berbasis evidence. Menurutnya, mahasiswa kesehatan saat ini tidak cukup hanya memahami teori dan praktik klinik, tetapi juga harus memiliki kemampuan menghasilkan solusi ilmiah terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Sebagai bagian dari implementasi strategi tersebut, FIKES UMM secara aktif memberikan pendampingan publikasi, pelatihan metodologi penelitian, hingga penguatan kemampuan academic writing berbahasa Inggris bagi mahasiswa. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa penguatan riset mahasiswa dilakukan melalui berbagai skema seperti hibah penelitian internal, kolaborasi dosen-mahasiswa, hingga integrasi hasil penelitian dalam tugas akhir berbasis publikasi. Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk budaya ilmiah yang berkelanjutan di lingkungan fakultas. Selain penguatan publikasi, FIKES UMM juga terus memperluas kolaborasi riset dengan berbagai institusi nasional dan internasional untuk membuka peluang joint research dan collaborative publication. Melalui strategi tersebut, FIKES UMM berharap dapat memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu kesehatan sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di era globalisasi pendidikan kesehatan.
Smart Nursing Jadi Identitas Baru Pengembangan Pendidikan Keperawatan di FIKES UMM
Perkembangan teknologi kesehatan mendorong transformasi besar dalam dunia keperawatan modern. Menjawab tantangan tersebut, FIKES UMM mulai mengembangkan konsep Smart Nursing sebagai bagian dari inovasi pendidikan keperawatan berbasis teknologi dan patient-centered care. Konsep tersebut diwujudkan melalui integrasi teknologi digital dalam pembelajaran klinik, simulasi keperawatan modern, hingga penguatan kompetensi mahasiswa dalam penggunaan sistem informasi kesehatan. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menilai bahwa perkembangan layanan kesehatan berbasis teknologi akan menjadi tantangan besar bagi profesi keperawatan di masa depan. Karena itu, mahasiswa keperawatan perlu dipersiapkan tidak hanya memiliki kemampuan klinis yang baik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan memahami teknologi kesehatan. “Keperawatan masa depan harus mampu memadukan kompetensi klinis dengan teknologi tanpa kehilangan sisi humanis pelayanan,” jelasnya. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menambahkan bahwa FIKES UMM saat ini mulai memperkuat pembelajaran berbasis digital simulation dan evidence-based nursing practice untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja modern. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai inovasi seperti electronic nursing documentation, telehealth nursing, hingga penggunaan teknologi monitoring pasien. Sementara itu, Wakil Dekan II Henik Tri Rahayu, S.Kep.Ns.MS.Ph.D. menjelaskan bahwa pengembangan laboratorium simulasi keperawatan terus dilakukan untuk mendukung kualitas pembelajaran praktik mahasiswa. Berbagai fasilitas modern seperti high fidelity mannequin, ruang simulasi ICU, hingga laboratorium home care menjadi bagian dari penguatan sistem pendidikan praktik di FIKES UMM. Melalui pengembangan Smart Nursing, FIKES UMM berharap mampu mencetak perawat profesional yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi transformasi pelayanan kesehatan global.
FIKES UMM Siapkan Generasi Tenaga Kesehatan Global melalui Program Internasional
Internasionalisasi pendidikan kesehatan menjadi salah satu fokus utama pengembangan FIKES UMM dalam beberapa tahun terakhir. Melalui berbagai program internasional, fakultas terus membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan profesional lintas negara. Salah satu program yang saat ini mendapat perhatian besar adalah praktik lapangan kerja internasional mahasiswa farmasi di Malaysia serta kegiatan lecture exchange mahasiswa keperawatan bersama universitas mitra luar negeri. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menyampaikan bahwa dunia kesehatan modern membutuhkan tenaga profesional yang mampu bekerja dalam lingkungan multikultural dan memahami standar pelayanan global. Karena itu, FIKES UMM terus memperluas kerja sama internasional sebagai bagian dari strategi menciptakan lulusan yang siap bersaing secara global. Pada bidang farmasi, mahasiswa memperoleh kesempatan mengikuti praktik lapangan di industri farmasi internasional yang memberikan pengalaman terkait quality control, quality assurance, hingga manajemen operasional industri farmasi modern. Sementara itu, mahasiswa keperawatan juga aktif mengikuti lecture exchange dan kuliah tamu internasional yang membahas perkembangan evidence-based nursing serta digital health solutions. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa internasionalisasi bukan sekadar program mobilitas mahasiswa, tetapi bagian dari transformasi akademik secara menyeluruh. Mulai dari pengembangan kurikulum, pembelajaran bilingual, peningkatan kemampuan bahasa asing, hingga penguatan jejaring akademik internasional menjadi bagian dari strategi besar fakultas. Melalui langkah tersebut, FIKES UMM berharap mampu memperluas kontribusi pendidikan kesehatan Indonesia di tingkat internasional sekaligus memperkuat kualitas lulusan yang adaptif terhadap tantangan global.
FIKES UMM Perluas Jejaring Rumah Sakit dan Industri untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa
Penguatan jejaring institusi menjadi salah satu strategi utama FIKES UMM dalam meningkatkan kualitas lulusan tenaga kesehatan. Melalui kolaborasi dengan rumah sakit, industri farmasi, institusi kesehatan, hingga mitra internasional, fakultas terus membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi mahasiswa. Kerja sama tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan praktik klinik dan praktik lapangan, tetapi juga memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja profesional yang semakin kompetitif. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menjelaskan bahwa pendidikan kesehatan modern tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan jejaring praktik yang kuat. Menurutnya, mahasiswa perlu memperoleh pengalaman langsung di lingkungan pelayanan kesehatan nyata agar mampu memahami tantangan profesi secara komprehensif. “Kolaborasi dengan rumah sakit dan industri menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan kebutuhan nyata pelayanan kesehatan,” ungkapnya. Salah satu kekuatan FIKES UMM adalah keberadaan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang sebagai teaching hospital yang menjadi pusat pembelajaran klinik mahasiswa berbagai program studi kesehatan. Selain RS UMM, fakultas juga menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, apotek pendidikan, industri farmasi, serta institusi kesehatan internasional. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk program magang, penelitian kolaboratif, dan pengabdian masyarakat. Sementara itu, Wakil Dekan II Henik Tri Rahayu, S.Kep.Ns.MS.Ph.D. menambahkan bahwa penguatan fasilitas pembelajaran berbasis praktik terus dilakukan untuk mendukung kualitas pengalaman klinik mahasiswa. Melalui jejaring yang semakin luas, FIKES UMM berharap dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap beradaptasi dalam dunia pelayanan kesehatan profesional.
Pengabdian Masyarakat FIKES UMM Fokus pada Pemberdayaan Kesehatan Berbasis Komunitas
Sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, FIKES UMM terus memperkuat program pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan komunitas. Berbagai program kesehatan dilaksanakan secara kolaboratif oleh dosen dan mahasiswa guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberdayaan kader kesehatan, pengembangan tanaman herbal, hingga pendampingan kelompok rentan di masyarakat. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari identitas pendidikan kesehatan di lingkungan FIKES UMM. Menurutnya, mahasiswa perlu dibiasakan memahami kondisi riil masyarakat agar memiliki empati sosial dan kemampuan komunikasi yang baik dalam pelayanan kesehatan. “Kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar mampu menjaga kesehatannya secara mandiri,” jelasnya. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa program pengabdian masyarakat saat ini diarahkan pada pendekatan interprofessional collaboration yang melibatkan berbagai disiplin ilmu kesehatan secara bersama-sama. Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan solusi kesehatan yang lebih komprehensif bagi masyarakat. Selain itu, berbagai tema pengabdian juga mulai diarahkan pada isu prioritas seperti pencegahan stunting, pengendalian penyakit tidak menular, kesehatan lansia, kesehatan mental, hingga pemanfaatan bahan alam sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan. Dalam mendukung keberlanjutan program, FIKES UMM turut memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, puskesmas, sekolah, dan komunitas lokal. Melalui pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi, FIKES UMM berharap dapat terus menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
FIKES UMM Dorong Mahasiswa Menjadi Healthpreneur Muda Berdaya Saing Global
Dunia kesehatan saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga profesional yang kompeten, tetapi juga inovator muda yang mampu menciptakan solusi kesehatan kreatif dan berkelanjutan. Menjawab kebutuhan tersebut, FIKES UMM terus mendorong pengembangan jiwa entrepreneurship mahasiswa melalui berbagai program healthpreneurship. Program tersebut menjadi bagian dari strategi fakultas dalam mencetak lulusan yang mandiri, inovatif, dan mampu menciptakan peluang kerja di bidang kesehatan. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menjelaskan bahwa perkembangan industri kesehatan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menghadirkan inovasi produk maupun layanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa kesehatan perlu dibekali kemampuan kewirausahaan agar mampu menjadi problem solver di tengah tantangan kesehatan modern. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta solusi dan peluang di bidang kesehatan,” ujarnya. FIKES UMM saat ini aktif mengembangkan berbagai program kewirausahaan mahasiswa, mulai dari pengembangan produk herbal, kosmetik kesehatan, edukasi digital kesehatan, hingga inovasi layanan kesehatan berbasis teknologi. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa penguatan entrepreneurship dilakukan melalui integrasi kurikulum, pelatihan bisnis kesehatan, pendampingan startup mahasiswa, hingga kompetisi inovasi kesehatan. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk memanfaatkan hasil penelitian sebagai dasar pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan. Di sisi lain, dukungan fasilitas seperti laboratorium pengembangan produk dan ruang kreativitas mahasiswa terus diperkuat untuk menunjang pengembangan inovasi mahasiswa. Melalui penguatan healthpreneurship, FIKES UMM berharap mampu melahirkan generasi tenaga kesehatan yang inovatif, mandiri, dan memiliki daya saing global.
FIKES UMM Perkuat Mentalitas Riset untuk Menjawab Tantangan Kesehatan Masa Depan
Penguatan budaya riset menjadi salah satu prioritas pengembangan akademik di lingkungan FIKES UMM. Fakultas terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kesehatan global. Berbagai penelitian yang dikembangkan saat ini mencakup isu kesehatan komunitas, penyakit degeneratif, terapi bahan alam, patient safety, hingga inovasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menegaskan bahwa riset memiliki peran penting dalam menciptakan inovasi pelayanan kesehatan yang berbasis evidence dan berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pendidikan kesehatan tidak boleh berhenti pada transfer ilmu, tetapi harus mampu menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan kesehatan yang terus berkembang. “Budaya riset harus dibangun sejak dini agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan ilmiah,” jelasnya. Sebagai bentuk penguatan budaya akademik, FIKES UMM aktif mengadakan workshop penelitian, pelatihan publikasi ilmiah, pendampingan hibah penelitian, hingga collaborative research dengan institusi nasional dan internasional. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa fakultas juga mulai mengembangkan roadmap penelitian unggulan yang terintegrasi dengan isu prioritas pembangunan kesehatan nasional. Selain meningkatkan produktivitas publikasi, strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi akademik FIKES UMM dalam pengembangan ilmu kesehatan. Sementara itu, dukungan fasilitas laboratorium dan pengembangan SDM peneliti juga terus ditingkatkan sebagai bagian dari penguatan ekosistem riset fakultas. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, FIKES UMM optimistis mampu menjadi pusat pengembangan ilmu kesehatan yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
FIKES UMM Siapkan Lulusan Siap Kerja Internasional melalui Penguatan Kompetensi Global
Persaingan tenaga kesehatan di era global menuntut institusi pendidikan tinggi untuk mampu mencetak lulusan yang kompetitif, adaptif, dan memiliki standar kompetensi internasional. Menjawab tantangan tersebut, FIKES UMM terus memperkuat berbagai program internasionalisasi akademik dan pengembangan kompetensi global mahasiswa. Melalui penguatan kemampuan bahasa asing, student exchange, international lecture, hingga kerja sama praktik internasional, FIKES UMM berupaya menciptakan lulusan yang siap bersaing di tingkat global. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai negara menjadi peluang besar bagi lulusan kesehatan Indonesia. Namun demikian, peluang tersebut harus diimbangi dengan kualitas kompetensi, kemampuan komunikasi internasional, serta pemahaman budaya global. “Kami ingin lulusan FIKES UMM memiliki kepercayaan diri untuk berkompetisi secara internasional tanpa kehilangan identitas dan nilai kemanusiaannya,” ujarnya. Sebagai bagian dari strategi tersebut, FIKES UMM aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan di Malaysia, Thailand, Taiwan, dan beberapa negara lainnya. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan mengikuti berbagai program seperti international student mobility, collaborative research, hingga community service bersama mahasiswa luar negeri. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menambahkan bahwa fakultas saat ini juga mulai memperkuat pembelajaran berbasis internasional melalui penggunaan referensi global, pengembangan kelas bilingual, serta peningkatan kemampuan academic communication mahasiswa. Selain itu, mahasiswa turut dibekali berbagai soft skills seperti leadership, teamwork, dan cross-cultural communication sebagai bagian dari kesiapan memasuki dunia kerja internasional. Dengan strategi internasionalisasi yang terus berkembang, FIKES UMM optimistis mampu mencetak lulusan kesehatan yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing global.