FIKES UMM Optimalkan Fasilitas Modern untuk Dukung Pembelajaran Berbasis Praktik Klinis

Penguatan fasilitas pendidikan menjadi salah satu prioritas utama FIKES UMM dalam mendukung kualitas pembelajaran mahasiswa kesehatan. Sebagai fakultas yang menitikberatkan pada kompetensi praktik klinis, FIKES UMM terus mengembangkan berbagai fasilitas modern untuk menciptakan lingkungan belajar yang representatif dan adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan. Berbagai fasilitas yang dimiliki meliputi laboratorium keterampilan klinik, laboratorium farmasi modern, ruang simulasi keperawatan, smart classroom, hingga fasilitas pendukung pembelajaran digital. Wakil Dekan II bidang SDM dan fasilitas, Henik Tri Rahayu, S.Kep.Ns.MS.Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap untuk memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang optimal. Menurutnya, fasilitas pendidikan kesehatan harus mampu mendukung pembelajaran berbasis praktik sekaligus mengikuti perkembangan teknologi kesehatan modern. “Kami terus berupaya menghadirkan fasilitas yang tidak hanya nyaman, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia pelayanan kesehatan saat ini,” jelasnya. Selain laboratorium modern, keberadaan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang juga menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung pembelajaran klinik mahasiswa. Melalui teaching hospital tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktik secara langsung dengan pendekatan pelayanan kesehatan profesional dan patient-centered care. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menambahkan bahwa penguatan fasilitas merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas lulusan. Menurutnya, mahasiswa kesehatan perlu dibiasakan dengan lingkungan praktik yang menyerupai kondisi nyata di dunia kerja agar lebih siap menghadapi tantangan profesi setelah lulus. Ke depan, FIKES UMM juga berencana terus mengembangkan fasilitas pembelajaran berbasis digital dan simulation technology sebagai bagian dari transformasi pendidikan kesehatan modern.

FIKES UMM Perkuat Strategi Menuju Rekognisi Internasional melalui Penguatan Akreditasi dan Kolaborasi Global

FIKES UMM terus menunjukkan komitmennya sebagai fakultas kesehatan berdaya saing global melalui penguatan sistem mutu akademik, internasionalisasi program, serta perluasan jejaring kolaborasi luar negeri. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam agenda Pra Rapat Kerja FIKES UMM 2026 yang menghadirkan pakar akreditasi nasional dan internasional guna memperkuat strategi mempertahankan akreditasi unggul. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menyampaikan bahwa tantangan pendidikan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang kelulusan mahasiswa, tetapi juga bagaimana institusi mampu menjawab kebutuhan global melalui kualitas lulusan yang kompetitif, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi kesehatan. Menurutnya, FIKES UMM saat ini terus mengembangkan berbagai program internasional seperti student exchange, lecture exchange, collaborative research, hingga praktik lapangan internasional yang melibatkan institusi mitra di Malaysia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari roadmap besar fakultas menuju rekognisi internasional. Dalam kegiatan Pra Raker 2026, FIKES UMM juga menghadirkan asesor nasional dan internasional guna memberikan penguatan terkait strategi implementasi akreditasi berbasis delapan kriteria, termasuk penyelarasan visi misi, penguatan tata kelola, hingga budaya mutu berkelanjutan. Wakil Dekan I bidang pendidikan, penelitian, pengabdian, dan kemahasiswaan, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa internasionalisasi saat ini telah menjadi kebutuhan penting dalam pendidikan kesehatan modern. Oleh sebab itu, FIKES UMM terus memperkuat kualitas kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), pengembangan pembelajaran bilingual, serta peningkatan produktivitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa. Sementara itu, Wakil Dekan II bidang SDM dan fasilitas, Henik Tri Rahayu, S.Kep.Ns.MS.Ph.D. menambahkan bahwa penguatan fasilitas pembelajaran dan laboratorium modern juga menjadi prioritas fakultas untuk menunjang standar pendidikan internasional. Dengan sinergi akademik, penguatan mutu, dan jejaring global yang terus berkembang, FIKES UMM optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu fakultas kesehatan unggulan di Indonesia.

Kolaborasi Internasional Jadi Motor Penguatan Reputasi Akademik FIKES UMM

Upaya memperluas jejaring akademik internasional terus dilakukan oleh FIKESUMM sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas pendidikan dan reputasi institusi. Berbagai bentuk kerja sama internasional kini aktif dikembangkan, mulai dari pertukaran mahasiswa, visiting lecturer, joint research, hingga collaborative publication dengan mitra luar negeri. Langkah tersebut dinilai penting dalam memperkuat kualitas akademik sekaligus membuka peluang pengembangan ilmu kesehatan berbasis perspektif global. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menyampaikan bahwa internasionalisasi bukan hanya soal kerja sama formal, tetapi bagaimana institusi mampu membangun budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia. “Kolaborasi internasional menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi kesehatan,” ujarnya. Salah satu bentuk implementasi kerja sama tersebut adalah penyelenggaraan international guest lecture yang menghadirkan akademisi dan praktisi kesehatan dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan terkait isu kesehatan global. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan internasional seperti student exchange dan community engagement lintas negara. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa kolaborasi internasional juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan kurikulum dan budaya riset di lingkungan fakultas. Melalui interaksi akademik global, dosen dan mahasiswa dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan ilmu kesehatan internasional. FIKES UMM juga terus mendorong peningkatan publikasi ilmiah kolaboratif dan penguatan jejaring penelitian internasional guna memperluas kontribusi akademik di tingkat global. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, FIKES UMM optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai fakultas kesehatan unggulan yang berdaya saing internasional.

FIKES UMM Tingkatkan Kualitas SDM melalui Pengembangan Karier dan Kesejahteraan Dosen

Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pengembangan FIKES UMM dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan kesehatan. Fakultas secara konsisten mendorong pengembangan karier dosen melalui peningkatan jabatan akademik, studi lanjut, sertifikasi kompetensi, hingga berbagai pelatihan profesional. Komitmen tersebut kembali terlihat melalui penyerahan surat keputusan kenaikan pangkat dan gaji berkala bagi sejumlah dosen di lingkungan FIKES UMM yang dilaksanakan di Aula BAU Kampus III UMM. Wakil Dekan II bidang SDM dan fasilitas, Henik Tri Rahayu, S.Kep.Ns.MS.Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan SDM bukan sekadar peningkatan administrasi kepegawaian, tetapi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang sehat dan produktif. Menurutnya, dosen merupakan aset utama dalam menciptakan kualitas pendidikan tinggi kesehatan yang unggul. “Kesejahteraan dan pengembangan karier dosen memiliki dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ungkapnya. Selain penguatan jenjang karier, FIKES UMM juga aktif memberikan dukungan kepada dosen untuk mengikuti pelatihan internasional, konferensi ilmiah, hingga program collaborative research dengan mitra luar negeri. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi penting dalam menghadapi kompetisi pendidikan tinggi global. Ia menilai bahwa dosen kesehatan saat ini perlu memiliki kemampuan multidimensional, mulai dari kompetensi akademik, keterampilan riset, hingga kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan pendidikan modern. FIKES UMM juga terus memperkuat budaya kerja kolaboratif dan lingkungan akademik yang sehat agar produktivitas dosen dapat berkembang secara optimal. Dengan penguatan SDM yang berkelanjutan, fakultas optimistis mampu mempertahankan kualitas pendidikan dan memperluas kontribusi akademik di tingkat nasional maupun internasional.

FIKES UMM Perkuat Pendidikan Humanis untuk Cetak Tenaga Kesehatan Berempati

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan, FIKES UMM menilai bahwa nilai humanisme tetap menjadi fondasi utama dalam pelayanan kesehatan profesional. Karena itu, fakultas terus memperkuat pendidikan berbasis empati, komunikasi terapeutik, dan nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran mahasiswa. Pendekatan tersebut dilakukan melalui integrasi pendidikan karakter, pembelajaran berbasis patient-centered care, hingga berbagai kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menjelaskan bahwa tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis yang baik, tetapi juga kemampuan memahami kondisi emosional dan psikologis pasien. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas harus dibangun di atas empati dan penghargaan terhadap nilai kemanusiaan. “Teknologi dapat membantu pelayanan kesehatan, tetapi empati tetap menjadi inti dari profesi tenaga kesehatan,” ungkapnya. Sebagai institusi pendidikan berbasis nilai Islam berkemajuan, FIKES UMM juga terus menanamkan nilai integritas, profesionalisme, dan kepedulian sosial kepada mahasiswa. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa pendidikan humanis menjadi bagian penting dalam membentuk karakter lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi. Berbagai kegiatan seperti community service, edukasi kesehatan masyarakat, hingga pendampingan kelompok rentan menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kesehatan. Sementara itu, penguatan budaya akademik yang suportif dan kolaboratif juga terus dilakukan agar mahasiswa dapat berkembang secara optimal baik secara intelektual maupun emosional. Melalui pendekatan pendidikan humanis, FIKES UMM berharap mampu mencetak tenaga kesehatan profesional yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

FIKES UMM Siapkan Strategi Adaptif Hadapi Tantangan Dunia Kesehatan Modern

Perubahan pola penyakit, perkembangan teknologi, hingga dinamika globalisasi kesehatan menjadi tantangan besar yang harus dihadapi institusi pendidikan kesehatan saat ini. Menjawab kondisi tersebut, FIKES UMM terus menyusun strategi adaptif untuk memastikan kualitas pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan masa depan. Berbagai penguatan dilakukan mulai dari pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, integrasi teknologi digital, penguatan riset, hingga peningkatan jejaring internasional sebagai bagian dari transformasi pendidikan kesehatan modern. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menjelaskan bahwa dunia kesehatan terus mengalami perubahan yang sangat cepat, sehingga institusi pendidikan perlu bergerak secara dinamis dan inovatif. Menurutnya, tantangan kesehatan modern tidak hanya berkaitan dengan penyakit infeksi, tetapi juga meningkatnya penyakit degeneratif, kesehatan mental, aging population, hingga pemanfaatan artificial intelligence dalam pelayanan kesehatan. “Kampus kesehatan harus mampu menjadi pusat inovasi dan solusi terhadap perubahan dunia kesehatan yang semakin kompleks,” ujarnya. Sebagai bagian dari strategi tersebut, FIKES UMM mulai memperkuat pembelajaran berbasis evidence-based practice, critical thinking, serta pendekatan interprofessional education agar mahasiswa mampu bekerja secara kolaboratif dalam pelayanan kesehatan. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa fakultas juga terus melakukan evaluasi kurikulum agar selaras dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja dan standar kompetensi global. Selain penguatan akademik, mahasiswa juga dibekali kemampuan soft skills seperti komunikasi, leadership, dan problem solving yang menjadi kebutuhan penting dalam dunia profesi kesehatan modern. Di sisi lain, Wakil Dekan II Henik Tri Rahayu, S.Kep.Ns.MS.Ph.D. menambahkan bahwa penguatan sarana dan prasarana pendidikan turut menjadi perhatian utama dalam mendukung transformasi pembelajaran. Melalui strategi adaptif tersebut, FIKES UMM optimistis mampu terus berkembang sebagai institusi pendidikan kesehatan yang unggul, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

FIKES UMM Bangun Ekosistem Penelitian Kolaboratif Lintas Disiplin untuk Solusi Kesehatan Masyarakat

Kompleksitas masalah kesehatan modern mendorong perlunya pendekatan multidisiplin dalam penelitian dan pengembangan ilmu kesehatan. Menjawab tantangan tersebut, FIKES UMM terus memperkuat budaya penelitian kolaboratif lintas program studi sebagai bagian dari strategi pengembangan akademik fakultas. Kolaborasi antara bidang keperawatan, farmasi, fisioterapi, hingga kesehatan masyarakat kini semakin aktif dilakukan untuk menghasilkan inovasi kesehatan yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menjelaskan bahwa pendekatan multidisiplin menjadi kebutuhan penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan saat ini, termasuk penyakit degeneratif, kesehatan komunitas, hingga pengembangan terapi berbasis herbal dan teknologi kesehatan. Menurutnya, sinergi antarbidang ilmu akan memperkuat kualitas riset sekaligus memperluas kontribusi akademik terhadap pembangunan kesehatan nasional. “Persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu saja. Karena itu, kolaborasi menjadi fondasi penting dalam pengembangan riset kesehatan modern,” jelasnya. Sebagai bentuk implementasi, FIKES UMM aktif mendorong dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian kolaboratif berbasis pengabdian masyarakat maupun hibah penelitian nasional. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa fakultas saat ini juga mulai mengembangkan roadmap penelitian unggulan yang fokus pada isu prioritas kesehatan masyarakat, seperti pengembangan bahan alam, kesehatan lansia, penyakit kronis, hingga digital health innovation. Selain meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, pendekatan kolaboratif juga diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil penelitian menjadi produk maupun program kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Dalam mendukung produktivitas riset, FIKES UMM turut memperkuat fasilitas laboratorium penelitian dan membangun jejaring kerja sama dengan institusi nasional maupun internasional. Melalui strategi tersebut, FIKES UMM berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu kesehatan berbasis inovasi dan kebutuhan masyarakat.

Prestasi Mahasiswa Jadi Bukti Ekosistem Akademik Berkualitas di FIKES UMM

Berbagai capaian mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional terus menjadi indikator berkembangnya ekosistem akademik yang produktif di lingkungan FIKES UMM. Prestasi tersebut mencakup bidang akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, inovasi kesehatan, hingga kompetisi ilmiah tingkat nasional. Capaian mahasiswa tidak hanya menjadi kebanggaan fakultas, tetapi juga mencerminkan keberhasilan sistem pembinaan akademik yang terus diperkuat secara berkelanjutan. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan representasi kualitas institusi pendidikan. Karena itu, FIKES UMM terus mendorong pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. “Kami ingin mahasiswa memiliki keberanian untuk berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Berbagai program pembinaan mahasiswa terus dilakukan melalui pelatihan kompetisi ilmiah, pendampingan penelitian, penguatan organisasi kemahasiswaan, hingga pengembangan program kreativitas mahasiswa. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa pendekatan pembinaan mahasiswa saat ini diarahkan tidak hanya pada capaian prestasi, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan kepemimpinan. Menurutnya, mahasiswa kesehatan perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan dunia kesehatan. Selain prestasi akademik, mahasiswa FIKES UMM juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat yang memberikan dampak langsung bagi komunitas. Fakultas berharap budaya prestasi dan inovasi tersebut dapat terus berkembang sehingga mampu memperkuat reputasi FIKES UMM sebagai fakultas kesehatan unggulan di Indonesia.

FIKES UMM Perkuat Inovasi Digital Kesehatan untuk Menjawab Tantangan Era Modern

Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah pelayanan kesehatan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, FIKES UMM terus memperkuat integrasi teknologi digital dalam sistem pembelajaran, penelitian, dan pelayanan kesehatan berbasis akademik. Transformasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan smart learning, digital simulation laboratory, hingga pemanfaatan teknologi telehealth dalam pembelajaran mahasiswa kesehatan. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar fakultas dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menyampaikan bahwa dunia kesehatan saat ini bergerak menuju pelayanan berbasis data, artificial intelligence, dan digital healthcare ecosystem. Oleh karena itu, institusi pendidikan kesehatan perlu mempersiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam pendidikan kesehatan modern. “Mahasiswa kesehatan harus mampu memahami perkembangan teknologi kesehatan digital agar dapat memberikan pelayanan yang efektif, efisien, dan tetap humanis,” ujarnya. Wakil Dekan I bidang pendidikan, penelitian, pengabdian, dan kemahasiswaan, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa FIKES UMM mulai mengintegrasikan berbagai pendekatan digital dalam pembelajaran, seperti virtual simulation, evidence-based digital learning, hingga pemanfaatan platform collaborative research internasional. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk mulai mengenal konsep electronic medical record, telepharmacy, hingga digital nursing documentation sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia kerja masa depan. Di sisi lain, Wakil Dekan II bidang SDM dan fasilitas, Henik Tri Rahayu, S.Kep.Ns.MS.Ph.D., menambahkan bahwa pengembangan infrastruktur digital menjadi prioritas fakultas dalam mendukung kualitas pembelajaran. Beberapa fasilitas yang terus dikembangkan meliputi smart classroom, laboratorium komputer kesehatan, jaringan internet berkecepatan tinggi, hingga modern clinical simulation room yang memungkinkan mahasiswa melakukan praktik berbasis teknologi. FIKES UMM optimistis bahwa penguatan transformasi digital akan menjadi salah satu kekuatan utama fakultas dalam menghadapi era pelayanan kesehatan modern yang semakin dinamis.

FIKES UMM Mantapkan Posisi sebagai Fakultas Kesehatan Berbasis Inovasi dan Kolaborasi

Transformasi pendidikan kesehatan terus menjadi fokus utama pengembangan FIKES UMM dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis. Melalui penguatan inovasi, kolaborasi, dan internasionalisasi, fakultas terus memperkuat posisinya sebagai salah satu fakultas kesehatan unggulan di Indonesia. Berbagai langkah strategis telah dilakukan mulai dari penguatan mutu akademik, pengembangan riset kolaboratif, peningkatan fasilitas modern, hingga perluasan jejaring internasional. Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menjelaskan bahwa pembangunan fakultas kesehatan saat ini harus dilakukan secara terintegrasi antara kualitas pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, dan pengembangan karakter mahasiswa. Menurutnya, tantangan dunia kesehatan masa depan membutuhkan institusi pendidikan yang adaptif dan inovatif. “Kami ingin FIKES UMM menjadi pusat pengembangan ilmu kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya. Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menambahkan bahwa penguatan kualitas pendidikan terus dilakukan melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education, internasionalisasi pembelajaran, dan peningkatan produktivitas publikasi ilmiah. Sementara itu, Wakil Dekan II Henik Tri Rahayu, S.Kep.Ns.MS.Ph.D. menjelaskan bahwa penguatan fasilitas dan kualitas SDM menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi pendidikan kesehatan. FIKES UMM juga terus mendorong budaya kolaboratif antarprogram studi untuk menghasilkan inovasi kesehatan yang lebih komprehensif dan aplikatif. Dengan berbagai penguatan tersebut, FIKES UMM optimistis mampu terus berkembang menjadi fakultas kesehatan yang unggul, modern, dan berdaya saing internasional.