Persaingan tenaga kesehatan di era global menuntut institusi pendidikan tinggi untuk mampu mencetak lulusan yang kompetitif, adaptif, dan memiliki standar kompetensi internasional. Menjawab tantangan tersebut, FIKES UMM terus memperkuat berbagai program internasionalisasi akademik dan pengembangan kompetensi global mahasiswa.

Melalui penguatan kemampuan bahasa asing, student exchange, international lecture, hingga kerja sama praktik internasional, FIKES UMM berupaya menciptakan lulusan yang siap bersaing di tingkat global.

Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai negara menjadi peluang besar bagi lulusan kesehatan Indonesia. Namun demikian, peluang tersebut harus diimbangi dengan kualitas kompetensi, kemampuan komunikasi internasional, serta pemahaman budaya global.

“Kami ingin lulusan FIKES UMM memiliki kepercayaan diri untuk berkompetisi secara internasional tanpa kehilangan identitas dan nilai kemanusiaannya,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, FIKES UMM aktif menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan di Malaysia, Thailand, Taiwan, dan beberapa negara lainnya.

Mahasiswa juga memperoleh kesempatan mengikuti berbagai program seperti international student mobility, collaborative research, hingga community service bersama mahasiswa luar negeri.

Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menambahkan bahwa fakultas saat ini juga mulai memperkuat pembelajaran berbasis internasional melalui penggunaan referensi global, pengembangan kelas bilingual, serta peningkatan kemampuan academic communication mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa turut dibekali berbagai soft skills seperti leadership, teamwork, dan cross-cultural communication sebagai bagian dari kesiapan memasuki dunia kerja internasional.

Dengan strategi internasionalisasi yang terus berkembang, FIKES UMM optimistis mampu mencetak lulusan kesehatan yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing global.