Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun pendidikan kesehatan yang berdaya saing global. Melalui berbagai kegiatan akademik internasional yang diselenggarakan oleh program-program studi di bawah naungannya, FIKES UMM semakin mengukuhkan posisi sebagai salah satu fakultas kesehatan yang aktif membangun kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat modern.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar internasional yang menghadirkan akademisi dan praktisi kesehatan dari berbagai negara untuk membahas pengembangan kesehatan berbasis komunitas melalui pendekatan fisioterapi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Fisioterapi UMM tersebut menjadi bagian dari agenda besar FIKES UMM dalam memperluas jejaring akademik global sekaligus menghadirkan perspektif internasional dalam proses pembelajaran mahasiswa.
Bagi FIKES UMM, internasionalisasi bukan sekadar menghadirkan pembicara luar negeri dalam sebuah forum ilmiah. Lebih dari itu, internasionalisasi dipandang sebagai upaya membangun budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia, memperkuat kualitas lulusan, serta menghasilkan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, menegaskan bahwa transformasi pendidikan kesehatan saat ini menuntut perguruan tinggi untuk mampu membangun kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara.
“Permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, solusi yang dibangun juga harus melibatkan berbagai perspektif global. FIKES UMM berkomitmen menghadirkan lingkungan akademik yang memungkinkan mahasiswa dan dosen belajar dari pengalaman terbaik dunia sekaligus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, kesehatan berbasis komunitas menjadi salah satu fokus penting yang terus dikembangkan oleh FIKES UMM. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan tantangan kesehatan masa kini, mulai dari meningkatnya angka penyakit kronis, perubahan demografi penduduk, hingga kebutuhan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Forum internasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Fisioterapi UMM menghadirkan pakar dari Indonesia, Thailand, Malaysia, Australia, Inggris, dan Uni Emirat Arab. Berbagai perspektif mengenai penguatan kesehatan masyarakat dibahas secara komprehensif, mulai dari promosi kesehatan, pencegahan penyakit, rehabilitasi berbasis komunitas, hingga penguatan kualitas hidup kelompok rentan.
Keikutsertaan para akademisi dari berbagai negara tersebut menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa FIKES UMM untuk memperoleh wawasan global secara langsung. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai perkembangan keilmuan terkini, tetapi juga memahami bagaimana sistem kesehatan di berbagai negara mengembangkan model pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Wakil Dekan I FIKES UMM Bidang Akademik, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kemahasiswaan, apt. Sendi Lia Yunita, menjelaskan bahwa kegiatan internasional semacam ini memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
“Mahasiswa perlu dikenalkan sejak dini pada standar global. Ketika mereka berdiskusi dengan akademisi internasional, mereka belajar berpikir lebih luas, memahami perkembangan ilmu yang lebih mutakhir, serta membangun kepercayaan diri untuk bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa internasionalisasi yang dilakukan FIKES UMM tidak hanya terbatas pada seminar dan kuliah tamu. Berbagai program lain seperti student exchange, kolaborasi penelitian, publikasi internasional, hingga praktik lapangan internasional juga terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan.
Komitmen tersebut terlihat dari semakin banyaknya kegiatan internasional yang diselenggarakan oleh program studi di lingkungan FIKES UMM sepanjang tahun 2026. Berbagai kerja sama dengan institusi pendidikan kesehatan dan rumah sakit luar negeri menjadi fondasi penting dalam memperluas pengalaman belajar mahasiswa.
Selain memberikan manfaat akademik, forum internasional juga menjadi wadah bagi dosen untuk memperluas jejaring riset. Kolaborasi penelitian internasional dinilai sangat penting dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus menghasilkan solusi kesehatan yang lebih komprehensif.
Dalam konteks pengembangan fisioterapi komunitas, para pakar yang hadir menyoroti pentingnya transformasi pelayanan kesehatan dari pendekatan individual menuju pendekatan berbasis komunitas. Perubahan ini dinilai sangat relevan mengingat meningkatnya prevalensi penyakit kronis dan kebutuhan rehabilitasi jangka panjang pada berbagai kelompok masyarakat.
Bagi FIKES UMM, isu tersebut sejalan dengan visi fakultas untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga memiliki kemampuan memahami dinamika sosial masyarakat.
Pendekatan kesehatan berbasis komunitas sendiri telah menjadi bagian dari berbagai aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa FIKES UMM. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk lebih memahami kebutuhan masyarakat secara langsung serta mengembangkan intervensi kesehatan yang kontekstual dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Dekan II FIKES UMM Bidang SDM dan Sarana Prasarana, Henik Tri Rahayu, menegaskan bahwa penguatan jejaring internasional juga harus didukung oleh pengembangan fasilitas pembelajaran yang modern.
“Kami terus melakukan penguatan laboratorium, fasilitas pembelajaran, dan ekosistem akademik agar mampu mendukung proses pendidikan berstandar internasional. Internasionalisasi tidak hanya berbicara mengenai kerja sama, tetapi juga kesiapan institusi dalam menyediakan lingkungan belajar terbaik,” ungkapnya.
Menurutnya, investasi pada sumber daya manusia dan fasilitas pendidikan menjadi fondasi penting dalam mendukung pencapaian visi FIKES UMM sebagai fakultas kesehatan yang unggul dan berdaya saing global.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, FIKES UMM optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran forum-forum internasional bukan hanya menjadi simbol kerja sama global, tetapi juga bagian dari upaya nyata membangun generasi tenaga kesehatan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan kesehatan masa depan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, FIKES UMM terus bergerak memperluas kontribusinya dalam pembangunan kesehatan, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di panggung internasional. Upaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa institusi pendidikan kesehatan di Indonesia mampu berperan aktif dalam menghasilkan gagasan dan solusi yang berdampak bagi masyarakat dunia.