Perkembangan teknologi kesehatan mendorong transformasi besar dalam dunia keperawatan modern. Menjawab tantangan tersebut, FIKES UMM mulai mengembangkan konsep Smart Nursing sebagai bagian dari inovasi pendidikan keperawatan berbasis teknologi dan patient-centered care.

Konsep tersebut diwujudkan melalui integrasi teknologi digital dalam pembelajaran klinik, simulasi keperawatan modern, hingga penguatan kompetensi mahasiswa dalam penggunaan sistem informasi kesehatan.

Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menilai bahwa perkembangan layanan kesehatan berbasis teknologi akan menjadi tantangan besar bagi profesi keperawatan di masa depan.

Karena itu, mahasiswa keperawatan perlu dipersiapkan tidak hanya memiliki kemampuan klinis yang baik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan memahami teknologi kesehatan.

“Keperawatan masa depan harus mampu memadukan kompetensi klinis dengan teknologi tanpa kehilangan sisi humanis pelayanan,” jelasnya.

Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menambahkan bahwa FIKES UMM saat ini mulai memperkuat pembelajaran berbasis digital simulation dan evidence-based nursing practice untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja modern.

Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai inovasi seperti electronic nursing documentation, telehealth nursing, hingga penggunaan teknologi monitoring pasien.

Sementara itu, Wakil Dekan II Henik Tri Rahayu, S.Kep.Ns.MS.Ph.D. menjelaskan bahwa pengembangan laboratorium simulasi keperawatan terus dilakukan untuk mendukung kualitas pembelajaran praktik mahasiswa.

Berbagai fasilitas modern seperti high fidelity mannequin, ruang simulasi ICU, hingga laboratorium home care menjadi bagian dari penguatan sistem pendidikan praktik di FIKES UMM.

Melalui pengembangan Smart Nursing, FIKES UMM berharap mampu mencetak perawat profesional yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi transformasi pelayanan kesehatan global.