Dunia kesehatan saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga profesional yang kompeten, tetapi juga inovator muda yang mampu menciptakan solusi kesehatan kreatif dan berkelanjutan. Menjawab kebutuhan tersebut, FIKES UMM terus mendorong pengembangan jiwa entrepreneurship mahasiswa melalui berbagai program healthpreneurship.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi fakultas dalam mencetak lulusan yang mandiri, inovatif, dan mampu menciptakan peluang kerja di bidang kesehatan.

Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menjelaskan bahwa perkembangan industri kesehatan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menghadirkan inovasi produk maupun layanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa kesehatan perlu dibekali kemampuan kewirausahaan agar mampu menjadi problem solver di tengah tantangan kesehatan modern.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta solusi dan peluang di bidang kesehatan,” ujarnya.

FIKES UMM saat ini aktif mengembangkan berbagai program kewirausahaan mahasiswa, mulai dari pengembangan produk herbal, kosmetik kesehatan, edukasi digital kesehatan, hingga inovasi layanan kesehatan berbasis teknologi.

Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa penguatan entrepreneurship dilakukan melalui integrasi kurikulum, pelatihan bisnis kesehatan, pendampingan startup mahasiswa, hingga kompetisi inovasi kesehatan.

Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk memanfaatkan hasil penelitian sebagai dasar pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan.

Di sisi lain, dukungan fasilitas seperti laboratorium pengembangan produk dan ruang kreativitas mahasiswa terus diperkuat untuk menunjang pengembangan inovasi mahasiswa.

Melalui penguatan healthpreneurship, FIKES UMM berharap mampu melahirkan generasi tenaga kesehatan yang inovatif, mandiri, dan memiliki daya saing global.