Sumpah Apoteker Angkatan XVI UMM: Dekan FIKES Tekankan Integritas, Keilmuan, dan Bakti kepada Orang Tua
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Ballroom Hotel Savana pada Rabu, 13 Mei 2026, dalam prosesi Sumpah Apoteker Angkatan XVI Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Momentum sakral tersebut menjadi penanda lahirnya para apoteker baru yang siap mengemban amanah profesi di tengah masyarakat dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan nilai kemanusiaan. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, menegaskan bahwa prosesi pengambilan sumpah bukan sekadar seremoni akademik maupun acara formal biasa. Menurutnya, momen tersebut merupakan tonggak penting lahirnya tanggung jawab profesional sekaligus moral sebagai seorang apoteker. “Pengambilan sumpah apoteker ini bukan hanya sebuah seremonial akademik, tetapi merupakan tonggak lahirnya tanggung jawab profesional dan moral sebagai apoteker,” ungkapnya di hadapan para peserta sumpah, keluarga, dosen, dan tamu undangan. Beliau menekankan bahwa sumpah profesi tidak boleh berhenti hanya sebagai rangkaian kata yang diucapkan secara lisan. Lebih dari itu, sumpah harus menjadi nilai yang hidup dan diwujudkan dalam setiap langkah pengabdian profesi. Para apoteker muda diharapkan mampu menjaga integritas, etika, dan komitmen dalam menjalankan pelayanan kefarmasian di berbagai lini masyarakat. “Sumpah yang saudara genggam dalam hati tidak hanya di lisan. Kita harus memastikan bahwa apa yang kita sumpahkan benar-benar dapat diimplementasikan dalam kehidupan yang kita jalani,” pesannya dengan penuh penekanan. Pada kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan bahwa dunia kesehatan, khususnya bidang farmasi, terus berkembang dengan sangat cepat. Oleh karena itu, para lulusan tidak boleh merasa cukup hanya dengan ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan. Semangat belajar sepanjang hayat harus menjadi karakter utama seorang apoteker profesional. “Adik-adik harus selalu meng-update keilmuan. Tidak boleh berhenti di sini saja,” tuturnya. Pesan tersebut menjadi refleksi penting di tengah tantangan dunia kesehatan modern yang menuntut tenaga profesional adaptif, kritis, dan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kesehatan yang semakin dinamis. Seorang apoteker, menurut beliau, tidak hanya dituntut kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang humanis, aman, dan bertanggung jawab. Lebih lanjut, Dekan FIKES UMM juga menanamkan kebanggaan sekaligus tanggung jawab moral kepada seluruh lulusan sebagai representasi almamater Universitas Muhammadiyah Malang di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap lulusan UMM adalah duta terbaik kampus yang harus menjaga nama baik institusi melalui sikap, etika, dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama proses pendidikan. “Adik-adik merupakan lulusan UMM, berarti Anda adalah duta terbaik. Karena itu harus menjaga nilai sikap dan nilai-nilai keislaman yang sudah ditanamkan mulai dari masa pendidikan sampai sekarang,” ujarnya. Tak hanya berbicara mengenai profesionalisme dan akademik, beliau juga menyampaikan pesan menyentuh mengenai pentingnya bakti kepada orang tua. Di tengah keberhasilan meraih gelar profesi, para apoteker baru diingatkan agar tidak melupakan perjuangan dan doa orang tua yang menjadi bagian penting dari perjalanan mereka hingga mencapai titik ini. “Bakti kepada orang tua nomor satu,” pesan beliau singkat namun penuh makna. Kalimat tersebut sontak menghadirkan suasana emosional di dalam ruangan. Banyak peserta sumpah dan keluarga tampak terharu, menyadari bahwa keberhasilan akademik bukan hanya hasil usaha pribadi, tetapi juga buah dari doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga. Prosesi Sumpah Apoteker Angkatan XVI ini menjadi simbol dimulainya perjalanan baru para lulusan untuk terjun langsung ke dunia profesi. Dengan bekal kompetensi, nilai keislaman, dan pesan moral yang kuat dari para pimpinan fakultas, para apoteker baru UMM diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. Acara berlangsung penuh khidmat hingga akhir, ditutup dengan sesi doa bersama dan foto bersama sebagai penanda lahirnya generasi apoteker baru yang siap mengabdi dengan ilmu, hati, dan tanggung jawab.
Penuh Haru dan Syukur, Dekan FIKES UMM Lepas Fisioterapis Baru Angkatan XI untuk Mengabdi dengan Hati
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti prosesi Sumpah Fisioterapis Angkatan XI Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang yang digelar pada 7 Mei 2026 di Mercure Hotel. Momentum sakral tersebut menjadi penanda lahirnya fisioterapis-fisioterapis baru yang siap mengabdikan ilmu dan kemanusiaannya di tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, menyampaikan pesan yang sarat makna, refleksi kehidupan, sekaligus motivasi mendalam bagi para fisioterapis yang baru saja mengucapkan sumpah profesi. Dengan penuh kebanggaan, beliau membuka sambutannya dengan mengapresiasi semangat dan kebahagiaan para lulusan yang terpancar sepanjang prosesi berlangsung. “Saya banggakan fisioterapis terbaru. Senyumnya yang luar biasa dan tadi semangat, semangat, semangat untuk berbuat baik,” ungkapnya di hadapan peserta sumpah, orang tua, serta tamu undangan yang hadir. Momen sambutan semakin menyentuh ketika beliau menyinggung orasi ilmiah yang ditampilkan sebelumnya. Menurutnya, kisah pemulihan pasien yang semula tidak mampu melakukan aktivitas sederhana hingga akhirnya kembali mandiri menjadi pengingat penting tentang makna syukur dalam kehidupan. Beliau menuturkan bahwa manusia sering kali lupa mensyukuri nikmat kecil yang sebenarnya sangat besar nilainya. Kemampuan berjalan, mengancingkan baju, bergerak bebas, hingga melakukan aktivitas sehari-hari merupakan anugerah luar biasa yang baru benar-benar terasa ketika seseorang kehilangan kemampuan tersebut. “Kadang-kadang kita kurang bersyukur. Kita bisa tersenyum, bisa mengancingkan baju saja, itu bentuk nikmat dari Allah yang luar biasa,” tuturnya penuh refleksi. Ia juga menyoroti bagaimana peran fisioterapis mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kualitas hidup pasien. Walaupun dalam penelitian tertentu hasil statistik dinyatakan tidak signifikan, namun bagi pasien, kemajuan kecil seperti mampu berjalan kembali atau dapat mengancingkan pakaian sendiri merupakan nikmat besar yang mengubah hidup mereka. “Yang dari tidak bisa mengancingkan baju, kemudian bisa mengancingkan baju dan bisa mandiri, bisa jalan, itu nikmat yang luar biasa,” tambahnya. Dalam suasana yang semakin emosional, beliau turut membagikan pengalaman pribadinya selama dua tahun terakhir yang membuat dirinya lebih memahami arti kesehatan dan rasa syukur. Dengan jujur dan hangat, beliau mengaku merasa iri melihat video para mahasiswa yang mampu bergerak aktif, berlari, naik turun tangga dengan penuh energi. “Bagi saya itu nikmat yang luar biasa. Karena dua tahun terakhir saya diberi pelajaran supaya bisa lebih bersyukur,” ujarnya. Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa profesi fisioterapis memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat modern. Menurut beliau, kebutuhan terhadap layanan fisioterapi saat ini semakin meningkat, mulai dari pasien pasca stroke, trauma, hingga berbagai kondisi yang membutuhkan pemulihan fungsi tubuh secara optimal. Beliau bahkan membagikan pengalamannya ketika melakukan perjalanan dinas ke Bandar Lampung dan harus segera mencari layanan fisioterapi untuk membantu pemulihan kondisi fisiknya. Hal tersebut semakin menegaskan bahwa kehadiran fisioterapis bukan lagi sekadar pelengkap layanan kesehatan, melainkan kebutuhan penting masyarakat. Pada kesempatan itu, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS juga berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan kompetensi akademik dan keterampilan klinis semata. Menurutnya, nilai utama seorang tenaga kesehatan terletak pada ketulusan hati, semangat melayani, dan keikhlasan dalam mendampingi pasien. “Kompetensi yang adik punya tidak akan memberikan nilai lebih bila tidak disertai dengan semangat, keikhlasan, dan hati yang mulia,” pesannya. Beliau berharap para fisioterapis baru mampu menjadi pribadi yang utuh, bukan hanya cerdas secara keilmuan, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian tinggi terhadap sesama. Dalam penutup sambutannya, beliau mengajak seluruh lulusan untuk terus bersyukur, berikhtiar, dan menjaga nilai-nilai kebaikan dalam perjalanan pengabdian mereka. “Semoga Allah memudahkan langkah-langkahnya untuk bisa mengabdikan diri dengan baik. Semoga Allah mempertemukan dengan orang-orang yang baik dan mengerjakan dengan kebaikan sehingga adik-adik bisa menjadi manusia yang seutuhnya dan manusia yang sebaik-baiknya,” tuturnya penuh harap. Tak lupa, beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh orang tua yang telah mendampingi perjuangan para mahasiswa hingga mencapai titik ini. Dengan penuh haru, beliau menyebut berbagai daerah asal keluarga lulusan yang datang dari Malang Raya, Riau, Jambi, Parigi, Bali, NTT, Kalimantan, Maluku Utara, hingga Papua Barat. Ucapan terima kasih tersebut menjadi simbol bahwa keberhasilan para fisioterapis baru tidak hanya lahir dari perjuangan pribadi, tetapi juga doa, pengorbanan, dan dukungan keluarga yang luar biasa. Prosesi Sumpah Fisioterapis Angkatan XI ini pun menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik. Acara tersebut menjadi momentum refleksi tentang arti kesehatan, rasa syukur, dan pengabdian kemanusiaan yang akan diemban para fisioterapis baru dalam perjalanan profesional mereka ke depan.
Komitmen UMM Tingkatkan Kesejahteraan Dosen, 25 Dosen FIKES Raih Kenaikan Pangkat dan Gaji Berkala
Apresiasi untuk Dedikasi dan Kinerja Dosen Suasana penuh syukur dan kebanggaan menyelimuti Aula BAU Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang saat puluhan dosen menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat dan gaji berkala. Sebanyak 25 dosen dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM resmi mendapatkan peningkatan kepangkatan dan kesejahteraan sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi dan kinerja akademik yang terus berkembang. Penyerahan SK tersebut menjadi momentum penting yang tidak hanya bermakna administratif, tetapi juga menjadi simbol penghargaan atas kontribusi para dosen dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, UMM menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik yang menjadi garda terdepan kemajuan universitas. Dekan FIKES UMM: Kenaikan Pangkat Adalah Bentuk Pengakuan Institusi Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh dosen yang menerima kenaikan pangkat dan gaji berkala. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui integritas, konsistensi, serta dedikasi dalam menjalankan tugas akademik dan profesional. Ia menegaskan bahwa peningkatan kepangkatan bukan sekadar kenaikan administratif, melainkan bentuk pengakuan institusi terhadap kualitas dan kontribusi nyata dosen dalam memajukan pendidikan kesehatan di UMM. “Kami sangat mengapresiasi perjuangan dan kerja keras para dosen FIKES UMM. Kenaikan pangkat dan gaji berkala ini adalah bentuk perhatian universitas terhadap kesejahteraan dosen sekaligus motivasi agar semangat berkarya terus tumbuh,” ujarnya. Lebih lanjut, ia berharap capaian tersebut dapat menjadi energi baru bagi para dosen untuk terus meningkatkan produktivitas akademik, memperluas jejaring kolaborasi, serta memperkuat inovasi di bidang kesehatan. Menurutnya, kualitas institusi pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas dosen yang dimiliki. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan dosen menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem akademik yang unggul dan berkelanjutan. Wakil Dekan II: Kesejahteraan Dosen Berdampak pada Mutu Pendidikan Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan II FIKES UMM, Ns. Henik Tri Rahayu, Ph.D menyampaikan bahwa pemberian SK kenaikan pangkat dan gaji berkala merupakan bentuk nyata komitmen pimpinan UMM dalam memberikan penghargaan kepada tenaga pendidik yang telah menunjukkan loyalitas dan kinerja terbaiknya. Menurutnya, kesejahteraan dosen menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kualitas pembelajaran dan pelayanan akademik kepada mahasiswa. Dengan adanya perhatian institusi terhadap pengembangan karier dan kesejahteraan, dosen diharapkan dapat bekerja lebih optimal, inovatif, dan produktif. “UMM terus berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang sehat dan suportif bagi dosen. Ketika kesejahteraan dan pengembangan karier diperhatikan, maka dampaknya akan sangat besar terhadap kualitas pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa pencapaian tersebut diharapkan dapat memotivasi dosen-dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, melanjutkan studi, memperkuat publikasi ilmiah, serta aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun pengabdian masyarakat. Menurutnya, budaya apresiasi yang dibangun universitas akan melahirkan atmosfer kerja yang positif dan kompetitif secara sehat. Momentum Penguatan Budaya Akademik Unggul Momentum penyerahan SK tersebut juga menjadi refleksi bahwa keberhasilan institusi tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para dosen yang bekerja dengan penuh dedikasi. Dalam beberapa tahun terakhir, FIKES UMM terus menunjukkan perkembangan signifikan, baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun capaian internasional. Berbagai prestasi tersebut tentunya lahir dari kerja kolektif seluruh sivitas akademika, termasuk para dosen yang terus mengembangkan kapasitasnya. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan. Para dosen penerima SK tampak antusias dan bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh universitas. Momen tersebut sekaligus menjadi penyemangat baru untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan FIKES UMM dan dunia pendidikan kesehatan di Indonesia. Melalui pemberian kenaikan pangkat dan gaji berkala ini, Universitas Muhammadiyah Malang kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul, humanis, dan berorientasi pada kesejahteraan sumber daya manusia. Dukungan terhadap pengembangan karier dosen diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Dorong Tata Kelola Akademik Berkualitas, FIKES UMM Gelar BIMTEK Sistem TA SAMANTA

Malang – Upaya peningkatan mutu akademik terus dilakukan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Sistem Tugas Akhir (TA) SAMANTA yang diikuti oleh berbagai unsur penting dalam pengelolaan akademik fakultas. Kegiatan yang berlangsung di Ruang ICMI Kampus 2 ini menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan tugas akhir mahasiswa secara sistematis dan terstandar. Wakil Dekan I FIKES UMM, Sendi Lia Yunita, dalam keterangannya menekankan bahwa kualitas lulusan sangat dipengaruhi oleh kualitas proses akademik, termasuk dalam penyelesaian tugas akhir. “Tugas akhir adalah representasi kompetensi mahasiswa. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, sistematis, dan berbasis sistem yang terintegrasi seperti SAMANTA,” jelasnya. Ia juga menyoroti bahwa selama ini tantangan dalam pengelolaan tugas akhir tidak hanya terletak pada mahasiswa, tetapi juga pada sistem yang belum sepenuhnya terintegrasi. Dengan hadirnya SAMANTA, diharapkan seluruh proses dapat berjalan lebih tertib, terkontrol, dan memiliki jejak digital yang jelas. BIMTEK ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun kesadaran bersama tentang pentingnya standar mutu dalam setiap tahapan akademik. Peserta diajak untuk memahami bagaimana sistem ini dapat mendukung monitoring progres mahasiswa, meningkatkan komunikasi antara dosen dan mahasiswa, serta meminimalisir potensi kesalahan administratif. Diskusi yang berlangsung selama kegiatan juga mengungkap berbagai praktik baik (best practices) yang dapat diadopsi oleh masing-masing program studi. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri karena peserta tidak hanya belajar dari pemateri, tetapi juga dari pengalaman kolektif yang ada. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FIKES UMM berharap mampu menciptakan sistem pengelolaan tugas akhir yang lebih efektif dan berorientasi pada mutu. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung standar penjaminan mutu internal universitas. Ke depan, implementasi SAMANTA diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan oleh FIKES UMM.
FIKES UMM Perkuat Transformasi Digital melalui BIMTEK Sistem TA SAMANTA

Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik berbasis digital melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Sistem Tugas Akhir (TA) SAMANTA yang dilaksanakan pada Selasa (13/04) di Ruang ICMI Kampus 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow universitas dalam rangka memastikan seluruh fakultas mampu mengimplementasikan sistem SAMANTA secara optimal. Sistem ini dirancang untuk mendukung pengelolaan tugas akhir mahasiswa secara terintegrasi, transparan, dan efisien, mulai dari pengajuan judul hingga proses bimbingan dan penilaian. Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakil Dekan I FIKES UMM, Sendi Lia Yunita, yang menegaskan pentingnya adaptasi terhadap sistem digital sebagai bagian dari tuntutan pendidikan tinggi modern. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan SAMANTA, kita tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga memastikan proses akademik berjalan lebih akuntabel dan terdokumentasi dengan baik,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa sistem ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), di mana setiap proses akademik harus terukur dan terintegrasi dengan capaian pembelajaran. Peserta BIMTEK yang terdiri dari pimpinan fakultas, kaprodi, tenaga kependidikan, serta koordinator tugas akhir tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka diberikan pemahaman teknis terkait penggunaan sistem, alur kerja, serta troubleshooting yang mungkin terjadi dalam implementasi di tingkat program studi. Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi interaktif antar peserta. Berbagai tantangan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan tugas akhir, seperti keterlambatan bimbingan, dokumentasi yang tidak terpusat, hingga kendala komunikasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing, menjadi topik yang dibahas secara konstruktif. Melalui BIMTEK ini, FIKES UMM berharap seluruh sivitas akademika mampu mengoptimalkan penggunaan SAMANTA sebagai bagian dari budaya kerja baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan langkah ini, FIKES UMM semakin mempertegas posisinya sebagai fakultas yang responsif terhadap perubahan dan berkomitmen pada peningkatan mutu pendidikan berbasis digital.
Perkuat Mutu Pendidikan Kesehatan, FIKES UMM Jadi Rujukan Benchmarking FIKES UMTAS

Malang – FIKES Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan perannya sebagai institusi rujukan dalam pengembangan pendidikan kesehatan dengan menerima kunjungan benchmarking dari FIKES Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS). Kunjungan ini difokuskan pada penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu, serta manajemen laboratorium pendidikan. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi konstruktif, di mana kedua institusi saling berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan pendidikan kesehatan di era global. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa implementasi OBE di Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners telah melalui proses panjang dan evaluasi berkelanjutan. “Kami tidak hanya menyusun kurikulum berbasis OBE, tetapi juga memastikan seluruh perangkat pendukungnya berjalan optimal, mulai dari RPS, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen yang selaras dengan capaian pembelajaran lulusan,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya penjaminan mutu sebagai fondasi utama dalam menjaga konsistensi kualitas pendidikan. Menurutnya, sistem penjaminan mutu di FIKES UMM dirancang secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk dosen, mahasiswa, dan mitra klinik. Sementara itu, Dekan FIKES UMTAS, Asep Setiawan, M.Kep., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas institusinya. “Kami ingin belajar langsung dari praktik terbaik yang sudah berjalan. FIKES UMM memberikan gambaran nyata bagaimana kurikulum OBE dapat diimplementasikan secara efektif dan terukur,” ungkapnya. Salah satu aspek yang menarik perhatian rombongan adalah pengelolaan laboratorium di FIKES UMM. Laboratorium tidak hanya berfungsi sebagai tempat praktik, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran berbasis simulasi yang mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa secara komprehensif. Diskusi juga mencakup bagaimana integrasi antara teori, praktik, dan evaluasi dilakukan secara sistematis sehingga mahasiswa memiliki kesiapan klinis yang tinggi. Hal ini dinilai sangat relevan dalam menjawab tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks. Melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan terjadi transfer knowledge yang efektif serta terbentuknya jejaring kerja sama yang lebih luas antar perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam bidang kesehatan. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar institusi merupakan kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. Dengan saling belajar dan berbagi, diharapkan kualitas lulusan tenaga kesehatan Indonesia semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat global.
Kolaborasi Strategis, FIKES UMTAS Pelajari Implementasi Kurikulum OBE di FIKES UMM

Malang – Upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi kesehatan terus dilakukan melalui kolaborasi antar institusi. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) melakukan kunjungan benchmarking ke FIKES Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam rangka mempelajari implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu, serta pengelolaan laboratorium pendidikan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan keperawatan, khususnya pada Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners yang telah lebih dahulu mengimplementasikan kurikulum OBE secara sistematis di FIKES UMM. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan kurikulum OBE bukan sekadar perubahan administratif, melainkan transformasi paradigma pendidikan yang berfokus pada capaian kompetensi lulusan. “OBE menuntut kami untuk memastikan bahwa setiap proses pembelajaran benar-benar terukur dan berorientasi pada outcome. Tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga keterampilan klinis, sikap profesional, dan kesiapan kerja lulusan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan implementasi OBE di FIKES UMM tidak terlepas dari sinergi antara kurikulum, sistem evaluasi, serta dukungan fasilitas laboratorium yang representatif. Laboratorium keperawatan di FIKES UMM dirancang menyerupai setting klinis nyata sehingga mahasiswa dapat mengasah kompetensi secara optimal sebelum terjun ke lahan praktik. Sementara itu, Dekan FIKES UMTAS, Asep Setiawan, M.Kep., menyampaikan apresiasi atas keterbukaan FIKES UMM dalam berbagi pengalaman. “Kami melihat FIKES UMM memiliki sistem yang sangat terstruktur, mulai dari penyusunan kurikulum OBE, implementasi pembelajaran, hingga evaluasi berbasis capaian. Ini menjadi referensi penting bagi kami untuk mengembangkan sistem yang lebih adaptif dan berkualitas di UMTAS,” ujarnya. Dalam sesi diskusi, rombongan FIKES UMTAS juga mendalami sistem penjaminan mutu internal yang diterapkan di FIKES UMM. Sistem ini mencakup monitoring pembelajaran, evaluasi capaian lulusan, serta siklus perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement) yang menjadi kunci dalam menjaga standar pendidikan. Selain itu, pengelolaan laboratorium menjadi salah satu fokus utama benchmarking. FIKES UMM dinilai berhasil mengintegrasikan laboratorium sebagai bagian penting dalam kurikulum, bukan sekadar fasilitas pendukung. Penggunaan teknologi, simulasi klinik, serta standar operasional yang jelas menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran praktikum. Kegiatan benchmarking ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan antar institusi, termasuk dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, kedua institusi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di Indonesia, sehingga mampu menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global.
Semangat Berbagi di Bulan Ramadhan, FIKES UMM Gelar Bakti Sosial untuk Masyarakat Sekitar Kampus

Semangat kepedulian dan kebersamaan mewarnai bulan suci Ramadhan di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui kegiatan bakti sosial, FIKES membagikan paket sembako kepada masyarakat yang berada di sekitar kampus, termasuk warga sekitar, juru parkir, petugas keamanan (satpam), serta petugas kebersihan (cleaning service). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial civitas akademika FIKES terhadap lingkungan yang selama ini turut mendukung aktivitas akademik di kampus. Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian program Ramadhan yang bertujuan untuk memperkuat nilai empati dan solidaritas sosial. Sejak pagi hari, para dosen dan tenaga kependidikan FIKES telah mempersiapkan ratusan paket sembako yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya. Paket-paket tersebut kemudian dibagikan secara langsung kepada para penerima manfaat dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Dekan FIKES UMM, Hidajah Rachmawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menanamkan nilai kepedulian sosial kepada seluruh civitas akademika. Menurutnya, Ramadhan bukan hanya momentum untuk meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperluas manfaat kepada sesama. Ia menjelaskan bahwa keberadaan masyarakat sekitar, termasuk para juru parkir, satpam, dan petugas kebersihan, memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran aktivitas di lingkungan kampus. Oleh karena itu, melalui kegiatan berbagi sembako ini, FIKES ingin menunjukkan rasa terima kasih sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara kampus dan masyarakat. “Bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan kampus. Semoga bantuan sederhana ini dapat memberikan manfaat dan membawa keberkahan bagi semua,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sebagai institusi pendidikan di bidang kesehatan, FIKES tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter kemanusiaan yang kuat. Nilai-nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial merupakan bagian penting dari pendidikan tenaga kesehatan yang humanis. Sementara itu, Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini juga menjadi sarana untuk memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan fakultas. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur civitas akademika dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa budaya berbagi telah menjadi bagian dari nilai yang dijunjung tinggi oleh FIKES. Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya pada bulan Ramadhan, tetapi juga dalam berbagai kesempatan lain sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat. “Kampus tidak boleh berdiri terpisah dari masyarakat di sekitarnya. Justru sebaliknya, kampus harus hadir dan memberi manfaat bagi lingkungan sosialnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat semangat kebersamaan serta menumbuhkan budaya saling peduli,” jelasnya. Para penerima bantuan tampak menyambut kegiatan ini dengan penuh rasa syukur. Banyak di antara mereka yang merasa terharu karena perhatian yang diberikan oleh civitas akademika FIKES. Bagi para petugas yang setiap hari bekerja di lingkungan kampus, bantuan sembako ini menjadi bentuk penghargaan atas peran mereka dalam menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan universitas. Selain menjadi wujud kepedulian sosial, kegiatan bakti sosial ini juga mencerminkan semangat pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu pilar utama dalam dunia pendidikan tinggi. Melalui aksi nyata seperti ini, FIKES UMM berupaya menanamkan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial yang sejalan dengan semangat Ramadhan. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara kampus dan masyarakat sekitar semakin erat, serta mampu menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung. Semangat berbagi yang ditanamkan melalui kegiatan bakti sosial ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk selalu menghadirkan manfaat bagi sesama.
Keluarga Besar FIKES UMM Perkuat Nilai Keteladanan Melalui Buka Bersama Ramadhan

Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Aula Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Malang ketika Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) menggelar acara buka bersama keluarga besar fakultas. Kegiatan ini mengusung tema “Hikmah Puasa Ramadhan dan Implementasi Menjadi Manusia yang Uswah Hasanah”, sebuah tema yang tidak hanya merefleksikan makna spiritual Ramadhan, tetapi juga mengajak seluruh civitas akademika untuk meneladani nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Acara yang dihadiri oleh seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga besar FIKES ini menjadi momentum mempererat silaturahmi di tengah kesibukan aktivitas akademik. Kehangatan suasana terlihat sejak awal kegiatan, ketika para peserta hadir bersama keluarga, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental di lingkungan fakultas. Dalam sambutannya, Dekan FIKES UMM, Hidajah Rachmawati, menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat hubungan antarsesama. Menurutnya, kegiatan buka bersama tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga sarana refleksi bagi seluruh civitas akademika untuk kembali mengingat tujuan utama pengabdian di bidang kesehatan dan pendidikan. Ia menegaskan bahwa profesi di bidang kesehatan memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap masyarakat. Oleh karena itu, nilai-nilai yang diajarkan dalam Ramadhan seperti kesabaran, empati, keikhlasan, serta kepedulian sosial harus tercermin dalam praktik sehari-hari, baik dalam dunia akademik maupun pelayanan kepada masyarakat. “Sebagai insan kesehatan, kita tidak hanya dituntut memiliki kompetensi ilmiah yang tinggi, tetapi juga karakter yang kuat. Ramadhan menjadi momentum untuk menanamkan nilai keteladanan sehingga kita mampu menjadi pribadi yang uswah hasanah bagi mahasiswa, masyarakat, dan lingkungan sekitar,” ungkapnya. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Zulfi Mubarok, seorang akademisi sekaligus cendekiawan yang dikenal luas dalam kajian keislaman. Dalam pemaparannya, ia mengajak para peserta untuk memahami puasa tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai proses pembentukan karakter manusia yang lebih baik. Menurutnya, esensi puasa terletak pada kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri, membangun empati terhadap sesama, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan. Nilai-nilai tersebut, jika diterapkan secara konsisten, akan melahirkan pribadi yang memiliki integritas moral dan keteladanan dalam kehidupan sosial. Ia juga menekankan bahwa konsep uswah hasanah bukan sekadar istilah teologis, melainkan prinsip hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Dalam konteks dunia akademik dan kesehatan, keteladanan dapat diwujudkan melalui sikap profesional, kejujuran ilmiah, kepedulian terhadap pasien, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Ramadhan adalah madrasah spiritual. Di dalamnya kita dilatih untuk menjadi manusia yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bertanggung jawab. Jika nilai-nilai ini mampu kita bawa ke dalam kehidupan profesional, maka kita tidak hanya menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga teladan bagi masyarakat,” jelasnya. Para peserta tampak antusias mengikuti tausiyah tersebut. Banyak di antara mereka yang menganggap materi yang disampaikan sangat relevan dengan peran tenaga kesehatan yang setiap hari berhadapan langsung dengan berbagai persoalan kemanusiaan. Selain menjadi sarana penguatan spiritual, kegiatan buka bersama ini juga berfungsi sebagai ruang interaksi informal antara pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga mereka. Momentum tersebut memberikan kesempatan bagi seluruh civitas akademika untuk saling mengenal lebih dekat di luar konteks pekerjaan dan aktivitas akademik. Menjelang waktu berbuka, suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa. Momen berbuka puasa pun menjadi simbol kebersamaan yang mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan FIKES. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya kebersamaan dan spiritualitas di lingkungan fakultas. Dengan semangat Ramadhan, FIKES UMM berkomitmen untuk terus membangun lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai moral dan keteladanan. Melalui kegiatan seperti ini, keluarga besar FIKES berharap semangat Ramadhan dapat terus menginspirasi seluruh civitas akademika untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang kesehatan dan pendidikan.
FIKES UMM Perkuat Tata Kelola Sarpras Berbasis Digital untuk Tendik dan Laboran

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan akademik melalui transformasi digital di berbagai lini. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Tata Kelola Penggunaan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Berbasis Digital yang diperuntukkan bagi tenaga kependidikan (tendik) dan laboran di lingkungan FIKES UMM. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya fakultas dalam membangun sistem pengelolaan sarpras yang lebih tertib, transparan, akuntabel, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Dengan tata kelola yang terdigitalisasi, proses administrasi, peminjaman, monitoring penggunaan, hingga pelaporan sarpras diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, yang menekankan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis dalam tata kelola institusi pendidikan tinggi. Beliau menyampaikan bahwa pengelolaan sarpras yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual berpotensi menimbulkan berbagai kendala, mulai dari ketidaktepatan data, kesulitan pelacakan penggunaan, hingga kurang optimalnya pemanfaatan fasilitas. Oleh karena itu, digitalisasi menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja tendik dan laboran sekaligus mendukung kualitas layanan akademik. “Penguatan tata kelola berbasis digital ini tidak hanya bertujuan untuk mempermudah pekerjaan administratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita mewujudkan tata kelola fakultas yang modern, transparan, dan akuntabel,” tegas beliau. Materi pertama bertajuk “Penguatan Tata Kelola Penggunaan Sarpras Kelas Berbasis Digital” disampaikan oleh Christian Sri Kusuma Aditya, dosen Fakultas Teknik UMM yang memiliki kepakaran di bidang sistem informasi dan digitalisasi manajemen. Dalam pemaparannya, Christian menyoroti pentingnya integrasi sistem digital dalam pengelolaan sarpras kelas, mulai dari pencatatan inventaris, sistem peminjaman berbasis aplikasi, hingga monitoring penggunaan fasilitas secara real time. Ia juga menjelaskan bagaimana penggunaan dashboard digital dapat membantu pimpinan fakultas dalam mengambil keputusan berbasis data (data-driven decision making). Selain itu, peserta diperkenalkan pada konsep paperless administration, penggunaan QR code untuk inventarisasi barang, serta sistem booking ruang kelas dan peralatan secara online yang mampu meminimalisir konflik jadwal dan meningkatkan optimalisasi pemanfaatan sarpras. Tidak hanya teori, sesi ini juga dilengkapi dengan simulasi penggunaan sistem digital yang memungkinkan peserta memahami alur kerja baru secara langsung. Materi kedua disampaikan oleh Fitri Kurniawati, tenaga tata usaha FIKES UMM, yang mengangkat tema “Digitalisasi Administrasi Tata Usaha dan Laboratorium”. Dalam sesi ini, Fitri memaparkan praktik baik (best practice) digitalisasi administrasi yang telah mulai diterapkan di lingkungan FIKES UMM, seperti pengelolaan surat menyurat berbasis digital, arsip elektronik, serta sistem pelaporan kegiatan laboratorium yang terintegrasi. Ia juga menekankan pentingnya standarisasi format dokumen digital, pengamanan data (data security), serta pengelolaan cloud storage untuk memastikan dokumen dapat diakses dengan mudah namun tetap terjaga kerahasiaannya. Bagi laboran, digitalisasi administrasi memberikan manfaat besar dalam pencatatan penggunaan alat, jadwal praktikum, stok bahan habis pakai, serta riwayat kalibrasi alat. Dengan sistem digital, pelaporan menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah ditelusuri. Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme peserta. Para tendik dan laboran aktif berdiskusi mengenai kendala yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan sarpras, seperti duplikasi data, kesulitan tracking peminjaman alat, hingga proses pelaporan yang memakan waktu. Melalui sesi praktik langsung, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba alur digitalisasi mulai dari input data inventaris, peminjaman sarpras secara online, hingga pembuatan laporan otomatis. Pendekatan ini dinilai sangat membantu karena peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem tata kelola sarpras yang terintegrasi di lingkungan FIKES UMM. Dengan adanya digitalisasi, fakultas dapat: Meningkatkan efisiensi administrasi Meminimalisir kesalahan pencatatan Mempercepat proses pelaporan Mengoptimalkan pemanfaatan sarpras Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas Selain itu, digitalisasi juga mendukung visi FIKES UMM dalam membangun ekosistem kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memperkuat budaya kerja profesional di kalangan tendik dan laboran. Sebagai penutup, kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi akan ditindaklanjuti dengan implementasi sistem digital secara bertahap, pendampingan teknis, serta evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan program. Melalui kegiatan ini, FIKES UMM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan tata kelola sarpras yang modern, efektif, dan berbasis teknologi digital, guna mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan dan praktikum bagi seluruh sivitas akademika.