Kunjungan FIKES UMTAS di FIKES UMM
Kunjungan FIKES UMTAS di FIKES UMM

Malang – FIKES Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan perannya sebagai institusi rujukan dalam pengembangan pendidikan kesehatan dengan menerima kunjungan benchmarking dari FIKES Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS). Kunjungan ini difokuskan pada penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu, serta manajemen laboratorium pendidikan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi konstruktif, di mana kedua institusi saling berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan pendidikan kesehatan di era global.

Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa implementasi OBE di Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners telah melalui proses panjang dan evaluasi berkelanjutan.

“Kami tidak hanya menyusun kurikulum berbasis OBE, tetapi juga memastikan seluruh perangkat pendukungnya berjalan optimal, mulai dari RPS, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen yang selaras dengan capaian pembelajaran lulusan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penjaminan mutu sebagai fondasi utama dalam menjaga konsistensi kualitas pendidikan. Menurutnya, sistem penjaminan mutu di FIKES UMM dirancang secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk dosen, mahasiswa, dan mitra klinik.

Sementara itu, Dekan FIKES UMTAS, Asep Setiawan, M.Kep., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas institusinya.

“Kami ingin belajar langsung dari praktik terbaik yang sudah berjalan. FIKES UMM memberikan gambaran nyata bagaimana kurikulum OBE dapat diimplementasikan secara efektif dan terukur,” ungkapnya.

Salah satu aspek yang menarik perhatian rombongan adalah pengelolaan laboratorium di FIKES UMM. Laboratorium tidak hanya berfungsi sebagai tempat praktik, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran berbasis simulasi yang mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa secara komprehensif.

Diskusi juga mencakup bagaimana integrasi antara teori, praktik, dan evaluasi dilakukan secara sistematis sehingga mahasiswa memiliki kesiapan klinis yang tinggi. Hal ini dinilai sangat relevan dalam menjawab tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks.

Melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan terjadi transfer knowledge yang efektif serta terbentuknya jejaring kerja sama yang lebih luas antar perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam bidang kesehatan.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar institusi merupakan kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. Dengan saling belajar dan berbagi, diharapkan kualitas lulusan tenaga kesehatan Indonesia semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat global.