
Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Aula Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Malang ketika Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) menggelar acara buka bersama keluarga besar fakultas. Kegiatan ini mengusung tema “Hikmah Puasa Ramadhan dan Implementasi Menjadi Manusia yang Uswah Hasanah”, sebuah tema yang tidak hanya merefleksikan makna spiritual Ramadhan, tetapi juga mengajak seluruh civitas akademika untuk meneladani nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara yang dihadiri oleh seluruh dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga besar FIKES ini menjadi momentum mempererat silaturahmi di tengah kesibukan aktivitas akademik. Kehangatan suasana terlihat sejak awal kegiatan, ketika para peserta hadir bersama keluarga, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kental di lingkungan fakultas.
Dalam sambutannya, Dekan FIKES UMM, Hidajah Rachmawati, menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat hubungan antarsesama. Menurutnya, kegiatan buka bersama tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga sarana refleksi bagi seluruh civitas akademika untuk kembali mengingat tujuan utama pengabdian di bidang kesehatan dan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa profesi di bidang kesehatan memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap masyarakat. Oleh karena itu, nilai-nilai yang diajarkan dalam Ramadhan seperti kesabaran, empati, keikhlasan, serta kepedulian sosial harus tercermin dalam praktik sehari-hari, baik dalam dunia akademik maupun pelayanan kepada masyarakat.
“Sebagai insan kesehatan, kita tidak hanya dituntut memiliki kompetensi ilmiah yang tinggi, tetapi juga karakter yang kuat. Ramadhan menjadi momentum untuk menanamkan nilai keteladanan sehingga kita mampu menjadi pribadi yang uswah hasanah bagi mahasiswa, masyarakat, dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Zulfi Mubarok, seorang akademisi sekaligus cendekiawan yang dikenal luas dalam kajian keislaman. Dalam pemaparannya, ia mengajak para peserta untuk memahami puasa tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai proses pembentukan karakter manusia yang lebih baik.
Menurutnya, esensi puasa terletak pada kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri, membangun empati terhadap sesama, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan. Nilai-nilai tersebut, jika diterapkan secara konsisten, akan melahirkan pribadi yang memiliki integritas moral dan keteladanan dalam kehidupan sosial.
Ia juga menekankan bahwa konsep uswah hasanah bukan sekadar istilah teologis, melainkan prinsip hidup yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Dalam konteks dunia akademik dan kesehatan, keteladanan dapat diwujudkan melalui sikap profesional, kejujuran ilmiah, kepedulian terhadap pasien, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Ramadhan adalah madrasah spiritual. Di dalamnya kita dilatih untuk menjadi manusia yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih bertanggung jawab. Jika nilai-nilai ini mampu kita bawa ke dalam kehidupan profesional, maka kita tidak hanya menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga teladan bagi masyarakat,” jelasnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti tausiyah tersebut. Banyak di antara mereka yang menganggap materi yang disampaikan sangat relevan dengan peran tenaga kesehatan yang setiap hari berhadapan langsung dengan berbagai persoalan kemanusiaan.
Selain menjadi sarana penguatan spiritual, kegiatan buka bersama ini juga berfungsi sebagai ruang interaksi informal antara pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga mereka. Momentum tersebut memberikan kesempatan bagi seluruh civitas akademika untuk saling mengenal lebih dekat di luar konteks pekerjaan dan aktivitas akademik.
Menjelang waktu berbuka, suasana semakin khidmat ketika seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa. Momen berbuka puasa pun menjadi simbol kebersamaan yang mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan FIKES.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya kebersamaan dan spiritualitas di lingkungan fakultas. Dengan semangat Ramadhan, FIKES UMM berkomitmen untuk terus membangun lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai moral dan keteladanan.
Melalui kegiatan seperti ini, keluarga besar FIKES berharap semangat Ramadhan dapat terus menginspirasi seluruh civitas akademika untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang kesehatan dan pendidikan.