Prestasi membanggakan kembali diraih Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Kesehatan (Pornikes) 2026 yang diselenggarakan pada 7–8 Februari 2026 di STIKes Husada. Tidak hanya sukses di cabang bulu tangkis, FIKES UMM juga berhasil meraih Juara 3 pada cabang E-Sport, mempertegas dominasi mahasiswa kesehatan UMM dalam kompetisi multidisiplin.

Tim E-Sport Farmasi Tampil Solid

Tim E-Sport FIKES UMM diperkuat oleh mahasiswa Program Studi Farmasi yang menunjukkan kerja sama tim, strategi permainan, serta kemampuan komunikasi yang sangat baik. Mereka adalah:

Dalam kompetisi yang diikuti oleh puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi kesehatan, tim FIKES UMM mampu menunjukkan performa konsisten sejak babak awal. Strategi permainan yang terstruktur, pembagian peran yang jelas, serta kemampuan membaca pola lawan menjadi kunci keberhasilan mereka menembus babak semifinal dan akhirnya mengamankan posisi ketiga.

E-Sport sebagai Wadah Pengembangan Soft Skills

Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc, menilai bahwa capaian ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dunia digital. Menurutnya, E-Sport bukan sekadar permainan, tetapi juga melatih kemampuan berpikir cepat, pengambilan keputusan, kolaborasi tim, serta manajemen emosi di bawah tekanan.

Ia menegaskan bahwa fakultas mendukung kegiatan mahasiswa yang mampu mengembangkan soft skills dan literasi digital. “Mahasiswa kesehatan harus adaptif terhadap era transformasi digital. Prestasi di bidang E-Sport menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan strategi, komunikasi, dan kerja tim yang sangat relevan dengan dunia kerja,” ungkapnya.

Pembinaan dan Keseimbangan Akademik

Pembina mahasiswa FIKES UMM, MUHAMMAD ROSYIDUL ’IBAD, M.Kep, menjelaskan bahwa keberhasilan tim E-Sport tidak lepas dari proses latihan yang terarah serta kedisiplinan mahasiswa dalam membagi waktu antara akademik dan kegiatan kompetisi. Ia menekankan bahwa mahasiswa Farmasi yang tergabung dalam tim tetap mampu menjaga performa akademik di tengah persiapan lomba.

Menurutnya, pola pembinaan yang menekankan tanggung jawab, komunikasi efektif, dan evaluasi rutin menjadi faktor penting dalam membangun tim yang solid. “E-Sport menuntut koordinasi yang sangat tinggi. Mahasiswa belajar bagaimana mengambil keputusan secara cepat dan tepat, sekaligus menjaga kekompakan tim. Ini menjadi bekal penting bagi mereka sebagai calon tenaga kesehatan yang harus bekerja dalam tim multidisiplin,” jelasnya.

Ajang Kompetisi Bergengsi Mahasiswa Kesehatan

Pornikes 2026 mempertemukan 1.938 atlet dari 43 perguruan tinggi dengan mempertandingkan 7 cabang olahraga dan 4 bidang seni, termasuk E-Sport sebagai cabang yang semakin diminati mahasiswa. Tingginya jumlah peserta menjadikan persaingan berlangsung ketat, sehingga capaian Juara 3 yang diraih FIKES UMM menjadi prestasi yang patut diapresiasi.

Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa FIKES UMM mampu bersaing tidak hanya dalam bidang akademik dan olahraga konvensional, tetapi juga dalam kompetisi berbasis teknologi dan strategi digital.

Komitmen FIKES UMM dalam Pengembangan Prestasi Mahasiswa

Dengan raihan Juara 3 di cabang bulu tangkis ganda putri dan E-Sport, FIKES UMM menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa secara menyeluruh. Fakultas terus mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung prestasi, baik akademik maupun nonakademik, sebagai bagian dari pembentukan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama baik FIKES UMM di berbagai ajang kompetisi, baik tingkat regional maupun nasional.