Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan diri menghadapi akreditasi berbasis 8 Kriteria dengan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) FIKES UMM 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 4 Februari 2026, dengan menghadirkan pemateri eksternal nasional, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, M.Kes, Sp.Rad (K).

Prof. Yuyun merupakan figur strategis dalam dunia akreditasi pendidikan kesehatan. Selain menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, ia juga merupakan dosen tetap Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, serta dikenal luas sebagai Asesor Nasional LAM-PTKes dan Asesor Internasional IAAHEH. Kehadirannya memberikan perspektif komprehensif mengenai transformasi kebijakan mutu dan refleksi strategis VMTS dalam kerangka akreditasi unggul.

Dalam paparannya yang berjudul “Refleksi Strategis VMTS dan Penguatan Kebijakan Mutu Lintas Program Studi sebagai Upaya Mencapai Akreditasi Unggul 8 Kriteria”, Prof. Yuyun menegaskan bahwa akreditasi unggul bukanlah hasil kerja instan menjelang visitasi, melainkan buah dari konsistensi sistem mutu yang berjalan dalam jangka panjang.

“Akreditasi unggul adalah hasil konsistensi sistem, bukan kerja mendadak menjelang penilaian,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam instrumen akreditasi nasional 8 kriteria yang bersifat kualitatif, asesor tidak lagi sekadar menilai kelengkapan dokumen, tetapi menelusuri keselarasan antara visi, kebijakan, implementasi, dan luaran nyata. Dalam konteks ini, Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) diposisikan sebagai ruh seluruh kriteria, yang alirannya harus terbaca secara konsisten dari kurikulum, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola dan penjaminan mutu.

“Visi tidak diuji dari redaksi kalimat, tetapi dari jejak kebijakan dan luaran yang dihasilkan,” ungkap Prof. Yuyun, menekankan pentingnya bukti praktik nyata lintas peran—mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga tim borang.

Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan umum yang sering dihadapi fakultas multidisiplin seperti FIKES, yakni variasi praktik antar program studi. Menurutnya, variasi adalah hal yang wajar, namun menjadi persoalan ketika tidak terikat dalam standar mutu fakultas yang sama. Solusinya bukan menyeragamkan inovasi, melainkan menyelaraskan sistem dan kebijakan mutu lintas prodi, sehingga setiap program studi bergerak dalam arah yang sejalan.

Sementara itu, Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan Pra Raker ini merupakan bagian dari strategi besar fakultas untuk membangun budaya mutu kolektif, bukan sekadar memenuhi tuntutan administratif akreditasi.

“FIKES UMM memandang akreditasi unggul sebagai cerminan kualitas institusi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, penguatan VMTS, penyamaan persepsi 8 kriteria, serta integrasi kebijakan mutu lintas program studi menjadi prioritas utama kami,” ujar Dr. Hidajah.

Ia menambahkan bahwa arahan dari Prof. Yuyun menjadi cermin evaluatif bagi seluruh sivitas akademika FIKES UMM, khususnya dalam memastikan bahwa implementasi Outcome-Based Education (OBE) benar-benar tercermin dalam asesmen dan tindak lanjut pembelajaran, bukan hanya tertulis dalam dokumen.

Melalui Pra Raker ini, FIKES UMM juga menegaskan komitmennya untuk mengembangkan kepemimpinan mutu, klinik akreditasi lintas prodi, serta standar dan template fakultas yang mendukung konsistensi data dan narasi. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi penting dalam menghadapi instrumen akreditasi nasional maupun internasional yang semakin menuntut kualitas berkelanjutan.

Menutup kegiatan, Prof. Yuyun kembali mengingatkan bahwa unggul bukanlah tujuan akhir, melainkan hasil dari sistem mutu yang hidup dan dijalankan bersama. Pesan tersebut sejalan dengan semangat FIKES UMM untuk terus bergerak maju sebagai fakultas kesehatan yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

Dengan penguatan strategis yang terencana dan reflektif ini, FIKES UMM optimistis mampu melangkah mantap menuju akreditasi unggul berbasis 8 kriteria, sebagai wujud nyata komitmen terhadap mutu pendidikan kesehatan yang berkelanjutan.