Kolaborasi FIKES UMM dan Fakultas Teknik Dorong Inovasi AI

Malang – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Menangkap peluang tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi AI untuk deteksi dini neuropati diabetik, yaitu komplikasi yang sering dialami oleh penderita diabetes melitus dan dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak terdeteksi sejak awal. Pengembangan riset ini melibatkan kolaborasi antara bidang kesehatan dan teknologi informasi dengan tujuan menghasilkan sistem skrining yang lebih cepat, mudah, dan akurat. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menjelaskan bahwa integrasi teknologi dan kesehatan menjadi salah satu arah pengembangan penelitian di masa depan. “Permasalahan kesehatan saat ini membutuhkan pendekatan yang inovatif. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan bidang teknologi memungkinkan lahirnya berbagai solusi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya. Selain pengembangan sistem deteksi dini neuropati diabetik, berbagai penelitian lain juga diarahkan pada pengembangan aplikasi kesehatan digital, pemantauan kondisi pasien secara real-time, serta pemanfaatan data kesehatan untuk mendukung pengambilan keputusan klinis. Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, menilai bahwa kolaborasi lintas disiplin akan menjadi kunci pengembangan riset kesehatan di masa mendatang. “Kami ingin mahasiswa dan dosen terbiasa bekerja dalam tim multidisiplin karena banyak tantangan kesehatan modern yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu bidang ilmu,” jelasnya. Melalui penguatan riset berbasis teknologi, FIKES UMM berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan inovasi kesehatan yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, FIKES UMM terus membangun ekosistem penelitian yang mampu melahirkan solusi-solusi kesehatan masa depan sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdampak bagi bangsa.

FIKES UMM Ukir Prestasi di Rector Cup 2026, Mahasiswa Borong Juara dari Catur hingga Panahan

Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Rector Cup UMM 2026. Mahasiswa FIKES berhasil meraih sejumlah gelar juara dari berbagai cabang olahraga dan kompetisi yang dipertandingkan, membuktikan bahwa mahasiswa kesehatan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang nonakademik. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen FIKES UMM dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara holistik. Melalui berbagai program pembinaan kemahasiswaan, FIKES terus mendorong mahasiswanya untuk aktif mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan kepemimpinan, baik di tingkat universitas maupun tingkat nasional dan internasional. Pada ajang Rector Cup 2026, mahasiswa FIKES UMM berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi, yaitu: Juara 2 Catur: Moh. Yoen Rijalul Qur’an (Program Studi Farmasi) Juara 2 Badminton Tunggal Putri: Esa Yulienty (Program Studi Farmasi) Juara 3 Badminton Ganda Campuran: Muhammad Adi Sampurno dan Jasmine Khairunnisa Nur Fitria (Program Studi Fisioterapi) Silver Medal Kategori Barebow Putra JMAF (Panahan): M. Daffa’ Muhadzdzib Karim (Program Studi Farmasi) Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan keberagaman talenta mahasiswa FIKES yang mampu bersaing pada berbagai cabang kompetisi. Tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik di ruang kuliah dan laboratorium, mahasiswa FIKES juga membuktikan kemampuannya dalam bidang olahraga yang membutuhkan strategi, ketahanan mental, disiplin, dan kerja sama tim. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian para mahasiswa yang telah mengharumkan nama fakultas dalam ajang tahunan tersebut. “Prestasi yang diraih mahasiswa FIKES UMM dalam Rector Cup 2026 merupakan bukti bahwa pendidikan kesehatan tidak hanya membentuk kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga mengembangkan karakter, sportivitas, kepemimpinan, serta kemampuan berkompetisi secara sehat. Kami sangat bangga atas perjuangan dan dedikasi mahasiswa yang telah membawa nama baik fakultas. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi sesuai bidang dan minat masing-masing,” ungkapnya. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam berbagai kompetisi merupakan hasil dari kerja keras yang konsisten serta dukungan lingkungan akademik yang memberikan ruang bagi pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa FIKES UMM akan terus berkomitmen menghadirkan ekosistem pembelajaran yang mampu melahirkan lulusan unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan I FIKES UMM, Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., menilai bahwa pencapaian mahasiswa pada Rector Cup 2026 menunjukkan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan nonakademik. “Mahasiswa kesehatan sering kali dihadapkan pada aktivitas akademik yang padat. Namun capaian ini membuktikan bahwa dengan manajemen waktu yang baik, mahasiswa tetap mampu mengembangkan minat dan bakatnya secara optimal. Prestasi yang diraih pada cabang catur, bulu tangkis, maupun panahan menunjukkan kualitas mahasiswa FIKES yang memiliki daya juang tinggi, disiplin, dan semangat kompetitif yang positif,” jelasnya. Ia juga berharap prestasi tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan kompetisi di masa mendatang. Keberhasilan Moh. Yoen Rijalul Qur’an meraih Juara 2 cabang catur menjadi salah satu sorotan dalam kompetisi tersebut. Cabang olahraga yang dikenal membutuhkan kemampuan berpikir strategis, konsentrasi tinggi, serta ketenangan dalam mengambil keputusan itu berhasil menunjukkan kualitas intelektual mahasiswa Farmasi UMM yang mampu mengombinasikan kecerdasan akademik dengan kemampuan analisis di arena pertandingan. Sementara itu, pada cabang bulu tangkis, Esa Yulienty berhasil mempersembahkan Juara 2 kategori tunggal putri setelah melalui serangkaian pertandingan yang kompetitif. Di sektor ganda campuran, kolaborasi mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Muhammad Adi Sampurno dan Jasmine Khairunnisa Nur Fitria, juga berhasil meraih Juara 3 berkat kerja sama tim yang solid dan semangat pantang menyerah sepanjang pertandingan. Prestasi lainnya datang dari cabang panahan melalui M. Daffa’ Muhadzdzib Karim yang berhasil meraih medali perak pada kategori Barebow Putra JMAF. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa FIKES dalam menguasai olahraga yang membutuhkan ketepatan, fokus, kontrol emosi, dan konsistensi tinggi. Rector Cup sendiri merupakan salah satu ajang kompetisi bergengsi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang yang bertujuan mempererat silaturahmi antarmahasiswa sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat dan potensi mahasiswa dari berbagai fakultas. Kompetisi ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kolaborasi, dan budaya berprestasi di lingkungan kampus. Prestasi yang diraih mahasiswa FIKES UMM pada Rector Cup 2026 semakin memperkuat posisi fakultas sebagai salah satu fakultas yang tidak hanya unggul dalam pendidikan kesehatan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga aktif mendorong mahasiswa untuk berkembang secara multidimensional. Dengan semangat “Excellent Health Professionals”, FIKES UMM terus berkomitmen mencetak generasi tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki karakter unggul, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dan berkompetisi di berbagai bidang. Keberhasilan pada Rector Cup 2026 menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa FIKES UMM mampu tampil sebagai insan akademik yang berprestasi, inspiratif, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Yudisium Periode II FIKES UMM: Siapkan Lulusan Menjadi Tenaga Kesehatan Profesional yang Humanis dan Adaptif

Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Yudisium Periode II Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana mereka. Yudisium tidak hanya menjadi tanda kelulusan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajang refleksi sebelum lulusan memasuki dunia kerja dan profesi kesehatan. Suasana haru terlihat saat mahasiswa, dosen, dan keluarga bersama-sama merayakan pencapaian tersebut. Pada kesempatan ini, pimpinan universitas dan fakultas memberikan berbagai pesan penting. Pesan tersebut berkaitan dengan tantangan dunia kesehatan yang terus berubah serta pentingnya melanjutkan pendidikan profesi. Teknologi Maju, Tetapi Empati Tetap Utama Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menjelaskan bahwa dunia kesehatan saat ini berkembang sangat cepat. Berbagai inovasi hadir untuk membantu pelayanan kesehatan. Contohnya adalah telemedis, kecerdasan buatan (AI), dan sistem kesehatan digital. Namun demikian, menurutnya teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia sepenuhnya. Tenaga kesehatan tetap membutuhkan empati, etika, dan kemampuan memahami kondisi pasien secara menyeluruh. “Teknologi dapat membantu pekerjaan tenaga kesehatan. Akan tetapi, teknologi tidak bisa menggantikan sentuhan kemanusiaan dalam pelayanan,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan yang mampu mendengar, memahami, dan mendampingi pasien. Oleh karena itu, lulusan FIKES UMM harus mampu memadukan kemampuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan. Pentingnya Melanjutkan Pendidikan Profesi Dalam sambutannya, Dekan FIKES UMM juga mengingatkan bahwa gelar sarjana merupakan langkah awal. Untuk menjadi tenaga kesehatan profesional, lulusan perlu melanjutkan pendidikan profesi sesuai bidang masing-masing. Lebih lanjut, ia mengimbau para lulusan agar segera menempuh pendidikan profesi dan memperoleh izin praktik. Hal tersebut penting agar mereka dapat diakui secara resmi sebagai tenaga kesehatan profesional. “Gelar sarjana belum cukup untuk menjalankan praktik profesional. Karena itu, lulusan perlu melanjutkan ke pendidikan profesi dan memperoleh izin sesuai bidangnya,” jelasnya. Pesan tersebut ditujukan kepada lulusan yang akan menempuh pendidikan profesi Perawat, Apoteker, maupun Fisioterapis. Dengan demikian, mereka dapat memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Kelulusan sebagai “Kelahiran Ideologis” Sementara itu, Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., mengajak para lulusan untuk memaknai kelulusan secara lebih luas. Menurutnya, lulus dari UMM merupakan sebuah “kelahiran ideologis”. Artinya, lulusan tidak hanya membawa ijazah. Mereka juga membawa nilai, karakter, dan tanggung jawab sosial yang diperoleh selama masa studi. “Lulusan UMM harus menjadi pribadi yang terus belajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Selain itu, Prof. Akhsanul menjelaskan bahwa dunia saat ini berubah dengan sangat cepat. Perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan masyarakat terus bergerak dinamis. Karena itu, lulusan harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Menurutnya, kemampuan beradaptasi akan menjadi salah satu kunci keberhasilan di masa depan. Oleh sebab itu, alumni perlu terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka. UMM Dorong Lulusan Menempuh Pendidikan Lanjut Pada kesempatan yang sama, Prof. Akhsanul menyampaikan bahwa UMM terus mengembangkan berbagai program pendidikan. Salah satu rencana yang sedang dipersiapkan adalah pembukaan program magister di berbagai bidang strategis. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi alumni untuk melanjutkan studi. Dengan begitu, mereka dapat memperkuat kompetensi akademik maupun profesional. Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan selama empat tahun kuliah merupakan bekal awal menuju kehidupan profesional. Oleh karena itu, lulusan perlu melanjutkan pendidikan profesi agar memiliki kompetensi yang lebih lengkap. “Perjalanan akademik ini adalah persiapan menuju dunia kerja. Selanjutnya, mahasiswa perlu meraih gelar profesi agar siap melayani masyarakat secara optimal,” tuturnya. Mencetak Lulusan yang Inovatif dan Kompetitif Di sisi lain, UMM memiliki komitmen untuk mencetak lulusan yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Universitas ingin melahirkan generasi yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat. Karena itu, mahasiswa didorong untuk memiliki semangat inovasi, kreativitas, dan kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Selain kompetitif, alumni juga diharapkan tetap memiliki kepedulian sosial. Dengan demikian, mereka dapat menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Siap Menjadi Agen Perubahan di Bidang Kesehatan Yudisium Periode II Tahun 2026 menjadi bukti keberhasilan FIKES UMM dalam menyiapkan lulusan yang berkualitas. Selama masa studi, mahasiswa telah melewati berbagai proses pembelajaran, praktik klinik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai hasilnya, para lulusan kini memiliki bekal untuk memasuki dunia profesional. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan. Akhirnya, melalui momentum yudisium ini, FIKES UMM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, profesional, dan berintegritas. Para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Lecture Exchange UMM–USM Malaysia Perkuat Wawasan Global Mahasiswa FIKES UMM dalam Manajemen dan Pelayanan Kesehatan

Malang – Upaya internasionalisasi pendidikan yang dilakukan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkembang melalui berbagai program kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi luar negeri. Salah satu program yang mendapat perhatian besar adalah kegiatan Lecture Exchange antara Program Studi Keperawatan UMM dan universitas mitra di Malaysia. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar langsung dari akademisi internasional yang memiliki pengalaman luas dalam bidang manajemen keperawatan, pelayanan kesehatan, dan praktik klinis berbasis bukti. Program ini menjadi bagian dari komitmen FIKES UMM dalam menghadirkan pengalaman belajar global tanpa harus meninggalkan kampus. Kehadiran dosen internasional memberikan perspektif baru mengenai berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa kerja sama internasional memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. “Mahasiswa perlu memperoleh wawasan global agar mampu memahami perkembangan ilmu kesehatan secara lebih luas. Program seperti lecture exchange memungkinkan mahasiswa belajar langsung dari para ahli yang memiliki pengalaman internasional,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh materi akademik, tetapi juga berdiskusi mengenai sistem pelayanan kesehatan, tantangan profesi kesehatan, hingga berbagai inovasi yang diterapkan di negara lain. Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, menjelaskan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu strategi utama fakultas dalam meningkatkan daya saing lulusan. “Kami ingin mahasiswa terbiasa berinteraksi dengan lingkungan akademik internasional sehingga mereka memiliki kesiapan untuk berkompetisi pada tingkat global,” katanya. Melalui berbagai program kerja sama yang terus berkembang, FIKES UMM berharap dapat memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman internasional sekaligus memperkuat reputasi akademik di tingkat regional dan global.

FIKES UMM Dorong Mahasiswa Tampil di Panggung Internasional, Tim Mahasiswa Raih Prestasi pada Kompetisi di Thailand

Malang – Komitmen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mencetak lulusan berdaya saing global kembali menunjukkan hasil yang membanggakan. Mahasiswa dari lingkungan FIKES UMM berhasil menorehkan prestasi dalam ajang kompetisi internasional yang diselenggarakan di Thailand, sekaligus memperkuat eksistensi mahasiswa Indonesia pada forum akademik tingkat dunia. Keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai kompetisi internasional menjadi bagian dari strategi besar FIKES UMM untuk meningkatkan kualitas lulusan melalui pengalaman akademik lintas negara. Tidak hanya berkompetisi, mahasiswa juga memperoleh kesempatan membangun jejaring global, bertukar gagasan dengan peserta dari berbagai negara, serta memperkenalkan inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa yang berhasil membawa nama baik universitas dan Indonesia pada tingkat internasional. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIKES UMM memiliki kapasitas untuk bersaing secara global. Yang terpenting bukan hanya penghargaan yang diraih, tetapi bagaimana mahasiswa memperoleh pengalaman internasional yang akan memperkaya wawasan dan kompetensi mereka,” ujarnya. Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi internasional menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri mahasiswa untuk tampil pada forum global. Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami berbagai pendekatan inovatif yang dikembangkan oleh perguruan tinggi lain di dunia. Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa fakultas terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan internasional. “Mahasiswa harus diberikan ruang untuk berkembang dan menunjukkan potensinya. Kompetisi internasional menjadi salah satu sarana yang efektif untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman akademik mereka,” jelasnya. Keberhasilan mahasiswa pada ajang internasional di Thailand menjadi bukti bahwa proses pembinaan akademik, penelitian, dan kemahasiswaan yang dilakukan FIKES UMM berjalan secara efektif. Prestasi tersebut juga semakin memperkuat posisi FIKES UMM sebagai fakultas yang aktif mendorong internasionalisasi pendidikan kesehatan.

FIKES UMM Perkuat Peran Dosen sebagai Inovator Kesehatan melalui Pengembangan SDM Berkelanjutan

Malang – Kualitas sebuah institusi pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menggerakkannya. Menyadari hal tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat pengembangan kapasitas dosen sebagai bagian dari strategi meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai fakultas yang menaungi Program Studi Keperawatan, Farmasi, dan Fisioterapi, FIKES UMM menempatkan pengembangan SDM sebagai salah satu prioritas utama. Berbagai program peningkatan kompetensi dosen terus dilakukan, mulai dari studi lanjut doktoral, sertifikasi profesi, pelatihan akademik, penelitian kolaboratif internasional, hingga penguatan kapasitas publikasi ilmiah. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa dosen memiliki peran sentral dalam membentuk kualitas lulusan dan arah perkembangan institusi. “Dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga peneliti, inovator, mentor, dan agen perubahan. Karena itu, pengembangan kompetensi dosen menjadi investasi strategis yang akan memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan fakultas,” ujarnya. Menurutnya, peningkatan kualitas dosen akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pembelajaran yang diterima mahasiswa, produktivitas penelitian, serta kontribusi institusi dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menjelaskan bahwa penguatan SDM dilakukan secara berkelanjutan dan terencana. “Kami mendorong dosen untuk terus berkembang melalui pendidikan lanjutan, pelatihan profesional, dan berbagai kegiatan akademik yang mampu meningkatkan kompetensi mereka. Pengembangan SDM merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas institusi,” jelasnya. Ke depan, FIKES UMM berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor dan profesor, memperluas jejaring akademik internasional, serta memperkuat budaya akademik yang produktif dan inovatif.

FIKES UMM Dorong Transformasi Digital dalam Pendidikan Kesehatan untuk Menjawab Tantangan Era Modern

Malang – Transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia pendidikan, termasuk pendidikan kesehatan. Menyikapi perubahan tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas proses pendidikan sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Penggunaan learning management system, simulasi digital, pembelajaran berbasis multimedia, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan akademik menjadi bagian dari upaya FIKES UMM dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih efektif dan adaptif. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menjelaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren, tetapi merupakan kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Mahasiswa saat ini hidup di era digital. Karena itu, institusi pendidikan harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya. Selain mendukung proses pembelajaran, teknologi digital juga dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas penelitian, publikasi ilmiah, manajemen akademik, dan pengabdian kepada masyarakat. Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., menambahkan bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki lulusan kesehatan saat ini. “Pelayanan kesehatan modern semakin banyak menggunakan teknologi digital. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali kemampuan beradaptasi dengan perkembangan tersebut sejak masa pendidikan,” jelasnya. Melalui berbagai inovasi yang terus dikembangkan, FIKES UMM berupaya menghadirkan pendidikan kesehatan yang responsif terhadap perubahan dan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan.

FIKES UMM Perkuat Budaya Mutu untuk Mendukung Akreditasi Unggul dan Reputasi Internasional

Malang – Budaya mutu menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan tinggi. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan institusi yang unggul dan berdaya saing global, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat sistem penjaminan mutu di seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan. Penguatan budaya mutu dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan terhadap proses pembelajaran, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas penelitian, pengabdian masyarakat, layanan kemahasiswaan, hingga tata kelola fakultas. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa mutu bukanlah tujuan akhir, melainkan budaya yang harus dibangun dan dipelihara secara konsisten. “Mutu harus menjadi bagian dari keseharian seluruh sivitas akademika. Dengan budaya mutu yang kuat, kita dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Berbagai program studi di lingkungan FIKES UMM juga terus melakukan persiapan untuk menghadapi berbagai proses akreditasi dan evaluasi eksternal sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas institusi. Wakil Dekan I, apt. Sendi Lia Yunita, menilai bahwa budaya mutu yang kuat akan memberikan manfaat yang luas, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun mitra institusi. “Akreditasi yang baik bukan hanya soal pengakuan, tetapi juga menunjukkan bahwa proses pendidikan yang dijalankan telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan,” jelasnya. Melalui komitmen tersebut, FIKES UMM optimistis mampu terus meningkatkan reputasi institusi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan.

FIKES UMM Perluas Jejaring Kemitraan untuk Mendukung Pengembangan Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Malang – Kolaborasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, industri, dan lembaga internasional. Melalui berbagai kerja sama yang telah terjalin, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas melalui praktik klinik, penelitian kolaboratif, pertukaran mahasiswa, kuliah tamu, hingga berbagai kegiatan pengembangan kompetensi lainnya. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, menyampaikan bahwa kemitraan merupakan bagian penting dalam mendukung pengembangan pendidikan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kami percaya bahwa kolaborasi akan menghasilkan manfaat yang lebih besar dibandingkan bekerja sendiri. Karena itu, penguatan jejaring kemitraan terus menjadi salah satu prioritas strategis fakultas,” ujarnya. Selain mendukung proses pembelajaran, kemitraan juga membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian yang memiliki dampak lebih luas. Melalui jejaring yang terus berkembang, FIKES UMM berharap dapat memperkuat kontribusinya dalam pembangunan kesehatan sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.

FIKES UMM Siapkan Generasi Tenaga Kesehatan Masa Depan yang Unggul, Humanis, dan Berdaya Saing Global

Malang – Di tengah perubahan dunia kesehatan yang berlangsung sangat cepat, kebutuhan terhadap tenaga kesehatan yang kompeten, adaptif, dan berintegritas semakin meningkat. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat berbagai program pengembangan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kemanusiaan yang kuat. Melalui sinergi pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan internasionalisasi, FIKES UMM berupaya menciptakan lingkungan akademik yang mampu mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menjelaskan bahwa pendidikan kesehatan tidak hanya bertujuan menghasilkan tenaga profesional, tetapi juga individu yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat. “Kami ingin lulusan FIKES UMM menjadi tenaga kesehatan yang unggul dalam kompetensi, kuat dalam nilai-nilai kemanusiaan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari indeks prestasi atau tingkat kelulusan, tetapi juga dari kemampuan lulusan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, beretika, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Wakil Dekan I, apt. Sendi Lia Yunita, menambahkan bahwa mahasiswa perlu dipersiapkan untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. “Kami terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam penelitian, pengabdian masyarakat, kompetisi ilmiah, serta berbagai program internasional agar mereka memiliki pengalaman yang luas dan daya saing yang tinggi,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Dekan II, Henik Tri Rahayu, menegaskan bahwa dukungan fasilitas dan pengembangan SDM akan terus diperkuat guna memastikan seluruh proses pendidikan berjalan secara optimal. Melalui berbagai langkah strategis yang telah dan akan terus dilakukan, FIKES UMM optimistis mampu menjadi salah satu pusat pendidikan kesehatan unggulan yang berkontribusi dalam mencetak generasi tenaga kesehatan masa depan yang profesional, inovatif, humanis, dan berdaya saing global.