Malang – Budaya mutu menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan tinggi. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan institusi yang unggul dan berdaya saing global, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat sistem penjaminan mutu di seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan.

Penguatan budaya mutu dilakukan melalui evaluasi berkelanjutan terhadap proses pembelajaran, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas penelitian, pengabdian masyarakat, layanan kemahasiswaan, hingga tata kelola fakultas.

Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa mutu bukanlah tujuan akhir, melainkan budaya yang harus dibangun dan dipelihara secara konsisten.

“Mutu harus menjadi bagian dari keseharian seluruh sivitas akademika. Dengan budaya mutu yang kuat, kita dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Berbagai program studi di lingkungan FIKES UMM juga terus melakukan persiapan untuk menghadapi berbagai proses akreditasi dan evaluasi eksternal sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas institusi.

Wakil Dekan I, apt. Sendi Lia Yunita, menilai bahwa budaya mutu yang kuat akan memberikan manfaat yang luas, baik bagi mahasiswa, dosen, maupun mitra institusi.

“Akreditasi yang baik bukan hanya soal pengakuan, tetapi juga menunjukkan bahwa proses pendidikan yang dijalankan telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan,” jelasnya.

Melalui komitmen tersebut, FIKES UMM optimistis mampu terus meningkatkan reputasi institusi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan.