Tiga Sahabat Di Tatanan Tata Usaha FIKES UMM, Bersatu Dan Membara Sambut HUT RI ke 77

Perayaan HUT RI menjadi acara tahunan di UMM. Tidak hanya sekedar ajang untuk memperingati HUT saja namun lebih dalam bagaimana kita bisa memaknai dan mensyukuri arti kemerdakaan bagi bangsa. HUT RI ke-77 di lingkungan UMM diperringati dengan berbagai lomba seperti lomba tiktok merias kantor, tiktok senam kemerdakaan, gerak jalan kreasi, fashion show dan masih banyak lainnya. Fikes sebagai fakultas termuda di UMM tentu saja menyambut antusias kegiatan ini, semangat nasionalis bercampur dengan semangat berkompetisi melebur menjadi satu untuk mengikuti rangkaian lomba-lomba ini. Tentu saja hal ini ada penggeraknya. Tiga sahabat sepakat sambut HUT RI ke-77. Meraka adalah Mas Yudi, Mas Wahyu, dan Mas Mimin. Mas Yudi yang juga menjadi ketua RW di kampungnya berkata, “ Semangat NKRI, Merdeka, Ayo FIKES, ikuti HUT ini dengan semangat nasionalisme”. “Fikes sudah menyiapkan tim lomba dengan menentukan kordinator dan sudah beberapa kali dirapatkan dengan pimpinan di Fakutas,” tambah Mas Mimin panggilan akrabnya dan juga menjabat sebagai Kaur TU Fikes. Sementara Mas Wahyu menyampaikan luar biasa semangat keluarga FIKES dalam lomba-lomba menghias kantor sampai malam tidak kenal lelah. Semoga semangat tiga sahabat, sepakat sambut HUT RI ke 77 menjadi semangan FIKES untuk meraih prestasi demi prestasi dengan semangat kebersamaan dan kebangsaan.
Keseruan FIKES UMM Merayakan HUT 77 Kemerdekaan RI

Kemerdekaan merupakan momen paling penting dalam perjalanan sebuah bangsa. Terlepas dari itu semua, sebagai warga yang merdeka, tugas kita bukan hanya sebatas mempertahankan, tetapi juga mengenang seluruh jasa dan pengorbanan para pejuang dalam merebutnya. Satu di antara caranya yakni mengisi hari kemerdekaan tersebut dengan berbagai kegiatan positif, dalam rangka mempererat persatuan, menambah wawasan mengenai kebangsaan serta meningkatkan kepedulian terhadap keutuhan negara. Seperti kita ketahui bersama bahwa Tema Besar Peringatan 77 Tahun Republik Indonesia “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Hal ini mencerminkan rasa optimis dari bangsa yang dinamis, bersinergi, tegas, dan lugas dalam menghadapi tantangan global. Sebuah refleksi dari nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang mempersatukan bangsa Indonesia dalam mewujudkan harapan untuk bersama “Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat” menuju Indonesia maju. Semangat ini juga merasuk pada keluarga besar FIKES UMM dalam memeriahkan lomba-lomba HUR RI yang diadakah oleh Universitas. HUT RI ke-77 di lingkungan UMM diperingati dengan berbagai lomba seperti lomba tiktok merias kantor, tiktok senam kemerdakaan, gerak jalan kreasi, fashion show dan masih banyak lainnya. Ibu Apt. Nailis Syifa‘, S.Farm, M.Sc.Ph.D salaku ketua perhelatan HUT RI di FIKES dan sekaligus selaku Wakil Dekan II FIKES UMM mengatakan bahwa seluruh keluarga besar FIKES terlibat dalam lomba-lomba kali ini, mahasiswa, karyawan, dan dosen melebur menjadi satu tim dan seluruhnya berpartisipasi dalam seluruh lomba yang di gelar tahun ini. Salah satu yang dilombakan adalah lomba fashion show. Lomba ini tentu saja dimaksudkan untuk menampilkan kreativitas dosen, mahasiswan, karyawan di linkungan UMM. Untuk lomba ini tim FIKES diwakili oleh bu Radit dan mahasiswa asisten laboratoriun tehnologi pangan program studi Farmasi. Raditya Weka Nugraheni, S.Farm., M. Farm., Apt.yang juga selaku kepala laboratorium farmasi mengatakan bahwa,” Adik-adik asisten laboratorium semangat dalam mengikuti lomba ini, dengan koleksi baju pribadi dan berias sesuai kemampuannya meraka saling menyemangati oleh menampilkan terbaik buat tim FIKES. Selanjutnya adalah Lomba gerak jalan kreasi. Menurut tutur Bapak Mbak Susi, Selaku Koordinator, FIKES mengangkat budaya jawa. Dua puluh satu personil menjadi tulang punggung tim ini. Dengan yel-yel bahasa jawa khas tim gerak jalan ini terus meneriakkan semangat kemerdekaan. Melakukan persiapan di hotspot rektorat dan akhirnya tim berlaga di seputaran depan kantor rektorat. Dan yang paling dramatis adalah balapan mengayuh bebek. Lomba ini dihelatkan Ditengah guyuran hujan yang deras yang tidak kalah serunya dengan tim gerak jalan kreasi dan fashion show, tampak tim FIKES saling beradu. Tim hijau: bu juwita dan bu ria melawan Tim biru: mbak susi dan mbak evi.
Mariano Marcos State University, Filipina jadi Tujuan MBKM Fisioterapi Komunitas

Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) terus diimplementasikan dalam berbagai program dan kerjasama oleh Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini untuk memberikan kesempatan mahasiswa FIKes merasakan atmosfer perkuliahan internasional, FIKes menjajaki kerjasama dengan Mariano Marcos State University, Filipina. Pada rapat persamaan persepsi, hadir Myra Lampitoc sebagai perwakilan Mariano Marcos State University (MMSU) Filipina, yang mengaku senang mendapatkan kesempatan untuk saling sharing tentang Fisioterapi Komunitas “Komunitas adalah salah satu keunggulan prodi fisioterapi kami, oleh karena itu kami senang bisa membahas lebih lanjut terkait hal tersebut” ungkapnya. Rakhmad Rosadi, SST.Ft., M.Sc(PT) selaku Wakil Dekan III FIKes UMM dalam pemaparannya turut menjelaskan kondisi Prodi S1 dan Profesi Fisioterapis yang saat ini ingin semakin memperkuat keunggulannya, yang sama dengan MMSU, yakni komunitas “Untuk itu kami mengundang MMSU untuk dapat membahas kurikulum bersama, baik untuk fisioterapi maupun prodi-prodi lainnya kedepan” jelasnya, dan hal tersebut langsung disambut baik oleh Myra, panggilan akrab Myra Lampitoc. Myra berharap mulai semester depan, pertukaran mahasiswa dari kedua universitas bisa terlaksana. “Kami juga berharap bukan hanya pengalaman yang mahasiswa dapatkan, tapi juga rekognisi berupa transfer kredit mata kuliah” tambah Rakhmad.
FIKES UMM Adakan Tasyakuran Karena Banjir Juara Dalam Ajang Rector Cup UMM 2022

Malang, Selasa 09 Agustus 2022, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang menggelar tasyakuran karena banjir juara pada perhelatan Rector Cup UMM. Mahasiswa tersebut diwakili oleh seluruh prodi di lingkungan FIKES yakni, prodi S1 Keperawatan, S1 Farmasi, dan S1 Fisioterapi. Dalam acara ini dihadiri oleh jajaran Dekanat, Unit TEKMA, Tim Kemahasiswaan FIKES UMM dan 29 mahasiswa peraih medali dibidang penalaran maupun minat bakat. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Kampus 2 FIKES UMM. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. Yoyok Bekti Prasetyo.,M.Kep.,Sp.Kom mengucapkan “Selamat untuk para juara, sebuah kebanggaan yang besar bagi fakultas atas capaian prestasi yang telah diraih oleh adek-adek mahasiswa. Perolehan 29 medali pada tahun ini bukanlah hal yang gampang, karena memerlukan semangat maupun loyalitas yang tinggi”. Capaian ini tentunya menambah koleksi prestasi Fikes yang memang sebelumnya memiliki tradisi juara baik Tingkat Nasional maupun Internasional, ujar pak dekan. Rizky Hasan, Mahasiswa yang selaku Koordinator Rector Cup mengungkapkan bahwa “Kami mengucapkan rasa syukur dengan berucap Alhamduillah, pada hari yang penuh berkah ini kami dan teman-teman berhasil merebut 75% juara disetiap cabang pertandingan Rector cup 2022, hal ini tidak terlepas dari dukungan Pimpinan Fakultas dan Prodi”, Memang tidak gampang untuk mengajak teman-teman berkompetisi karena kebiasaan belajar dan aktivitas laboratorium yang padat. Kedepan harapan bagi seluruh mahasiswa untuk terus menggali potensi yang dimiliki baik bidang penalaran maupun minat bakat, serta menularkan semangat perjuangan Rector Cup disetiap kegiatan Akademik maupun Kemahasiswaan, tuturnya.
Perawat Maternitas Memiliki Peran Vital Dalam Penanganan Kegawatdaruratan Maternal, Disampaikan Oleh Dosen Keperawatan FIKES UMM

Perawat, khususnya perawat maternitas merupakan garda terdepan dalam mencegah terjadinya keterlambatan penanganan pasien dengan kegawatdaruratan Obstetri. Perawat berperan penting dalam mengkaji masalah dan resiko, segera mengambil keputusan dan menjamin proses rujukan yang cepat dan tepat. Begitulah kesimpulan yang disampaikan oleh Dr. Tri Lestari Handayani, M.Kep.,Sp.Mat, Dosen keperawatan FIKES UMM, doktor spesialis maternitas dalam seminar nasional yang bertajuk mengenali dan penanganan kegawatdaruratan maternal. Dalam hal ini, Ibu doktor Tri, sapaan akrabnya diberikan berkesempatan untuk menyampaikan materi tentang optimalisasi peran perawat dalam penanganan kegawatdaruratan maternal atau ibu melahirkan. Dalam seminar tersebut, Ibu Tri mengatakan bahwa Kita mengacu pada definisi terlebih dahulu yaitu, kegawatdaruratan obstetri adalah keadaan pada kehamilan, persalinan, nifas yang membutuhkan penanganan segera karena dapat mengancam jiwa. Hal ini dapat terjadi di awal kehamilan dan berlanjut saat mendekati persalinan dan pasca persalinan. Berdasarkan data dari WHO tahun 2017 tercatat 810 wanita meninggal dunia setiap harinya akibat komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan maupun persalinan. Sementara data yang lain, mengatakan bahwa angka kematian ibu di Indonesia meningkat sebanyak 300 kasus dari tahun 2019 menjadi sekitar 4.400 kasus kematian pada tahun 2020, imbunya. Selanjutnya, Bu Tri Lestari menambahkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) saat ini masih jauh dari target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) yakni 305 per 100.000 kelahiran hidup Di Jawa dan Bali 247 per 100.000 kelahiran hidup. “Terdapat beberapa penyebab utama kematian ibu antara pendarahan (25%), infeksi (15%) dan hipertensi, pre eklampsia dan eklamsia (12 %). Sering kali terjadi keterlambatan penemuan, pengiriman dan penanganan kasus KGD OBG juga menjadi penyebab tingginya AKI di Indonesia” Menghadapi kondisi ini peran perawat maternitas menjadi sangat strategis dengan mencegah terjadinya keterlambatan penanganannya. Perawat harus segera mampu mengidentifikasi masalah dan resiko, segera mengambil keputusan, menjamin proses rujukan yang baik dan mencegah keterlambatan penanganan, tutupnya. Wakil Dekan 1 Fikes UMM yang juga pakar di bidang keperawatan maternitas lulusan School of Nursing, College of Nursing, Taipei Medical University, Taipei, Taiwan. Ns. Henny Dwi Susanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat., PhD turut mengamini bahwa perawat maternal harus terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam melakukan Pengkajian/Assesment terkait masalah kegawat daruratan maternal. Kemudian, Perawat harus aktif mempromosi kesehatan kepada masyarakat tentang masalah kegawat-daruratan maternal, imbuhnya Semoga perawat maternal Fikes UMM menjadi bagian penting dalam menggerakkan perawat maternal yang ada di Indonesia dalam menurunkan angka kematian ibu, tutupnya.
Pengelola Jurnal Keperawatan FIKES UMM Ikuti Workshop TBI Menuju Terkakreditasi Sinta 2 Untuk Meningkatkan Kualitas dan Mutu

Jurnal Keperawatan yang selanjutnya disebut JK selalu berupaya untuk meningkatkan kualitasnya. Salah satu upayanya adalah meningkatkan standar mutu dengan peningkatan akreditasi. Guna peningkatan mutu tersebut, pengurus JK aktif serta dalam workshop peningkatan kualitas jurnal Terbitan Berkala Ilmiah (TBI) menuju terkakreditasi sinta 2. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah (LPPI) UMM diikuti oleh 29 TBI di lingkungan UMM dan 18 TBI dari berbagai PT sepreti dari Mercubuana, Ubaya dan lainnya. Workshop ini dilaksanakan di ruang sidang senat kampus 3 Univesitas Muhammadiyah Malang (28/07/2022) Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si selaku Wakil Rektor 1 UMM mengatakan bahwa Publikasi merupakan sarana untuk menyampaikan informasi ilmiah. Informasi tersebut diharapkan mampu memberikan konstribusi positif bagi pengembangan wawasan ilmiah bagi seorang dosen. Publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi bisa berbentuk majalah, jurnal, ataupun koleksi digital berupa ejournal dan e-book, katanya. Prof yang juga penggemar olahraga tenis ini menambahkan bahwa karya ilmiah saat ini sudah menjadi kebutuhan yang tak terbantahkan. Hasil publikasi tersebut dapat digunakan sebagai pendukung proses belajar mengajar. Selanjutnya, karya ilmiah dosen juga sebagai sarana kegiatan proses kreatif segenap civitas akademika untuk memunculkan ide-ide segar sebagai pendukung penelitian, tutupnya Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, sekaligus sebagai Editor-in-chiefmngatakan bahwa JK merupakan jurnal ilmiah open access dan peer-review yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Jurnal ini berfokus pada beberapa isu di bidang keperawatan. JK berdiri sejak tahun 2010, berarti saat ini sudah berusia 12 tahun. Bapak Yoyok, sapaan akrab beliau melanjutkan bahwa waktu 12 tahun tersebut sudah sangat dewasa dan matang bagi pengelola jurnal untuk meningkatkan kualitas dan mutunya. JK terbit dua kali setahun, diterbitkan pada bulan Januari dan Juli. Saat ini jurnal keperawatn terindek Garuda, Sinta, Google scholar, Base, Indonesia one search, Neliti, Dimensions, dan Crossref. Selanjutnya, Henik Tri Rahayu, SKep.Ners. M.S. PhD, selaku managing editor JK mengatakan bahwa target JK adalah menaikkan tingkat indeksasi dari Sinta 3 ke Sinta 2 ditahun 2024. “Saat ini JK sudah memiliki potensi yang lebih dari cukup berupa 812 sitasi, 14 h-index, 22 i10-index, dan tidak kurang dari 93 pengujung baru setiap harinya di laman JK (https://ejournal.umm.ac.id/index.php/keperawatan).” Imbuhnya. Ibu yang menyelesaikan Magister dan Doktoralnya di NCKU, National Cheng Kung University, Taiwan menambahkan bahwa JK memiliki bekal yang sangat cukup untuk menuju Sinta 2 tahun ini. Selanjutnya, target kita adalah JK dapat terindeks schopus suatu saat nanti. Semoga JK menjadi TBI yang memiliki marwah yang meningkat dari waktu-kewaktu, tandasnya
Alumni yang bermetamorfosis, dulu Aslab prodi, sekarang jadi Research Assistant di Taiwan

Memenuhi janji pada webinar Alumni sebelumnya, kali ini Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan alumninya yang berada di Luar Negeri untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Dikemas dalam Webinar Alumni Jilid II, yang diadakan Sabtu 23 Juli 2022, ratusan peserta hadir menyimak webinar yang bertema “Peluang Beasiswa dan Bekerja sebagai Research Assistant di Luar Negeri” Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Dekan FIKes UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom. Dalam sambutannya ia mengaku senang dapat bertemu kembali Yosika “Kalau dulu kita bertemu di ruang kelas, saya yang mengajar, kini kita bertemu di ruang zoom ini dengan Yosika sebagai narasumbernya. Semoga adik-adik mahasiswa dan alumni bisa banyak belajar melalui forum ini” tambahnya. Yosika, yang memiliki nama panjang Yosika Septi Mauludina, narasumber Webinar tersebut merupakan Alumni Prodi S1 Fisioterapi, FIKes UMM yang pernah mendapatkan beasiswa Taiwan saat menempuh Master Program dari Institute of Injury Prevention and Control, Taipei Medical University Taiwan, dan kini ia malang melintang sebagai Research Assistant di di Chang Gung Medical Education Research Centre, Taiwan. Sebagai Research Assistant di salah satu pusat penelitian terbesar di Taiwan, ia mengaku banyak mendapatkan keuntungan, selain gaji yang mencapai puluhan juta jika dirupiahkan, ia juga menyebut mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi potensi dirinya dengan bebas, memiliki relasi multinasional dan merasakan international competitiveness “Ya, kultur kerja Internasional membuat saya harus beradaptasi sekaligus semakin mengembangkan diri saya” ujarnya. Dalam penyampaian materinya ia mengungkapkan bahwa pencapaiannya saat ini tak lepas dari pengalaman yang ia pernah dapatkan di FIKes UMM dahulu “Saya dulu pernah menjadi aslab (asisten laboratorium) sedikit banyak itu membuat saya terbiasa beradaptasi dalam lingkungan yang baru.” Ia pun menceritakan betapa besar perjuangannya untuk mendapatkan beasiswa hingga menyelesaikan gelar masternya “Kalau dilihat feed Instagram, wah seru ya? Oh jangan salah, itu hanya 0,5% dari kehidupan di luar negeri, karna sebagian besarnya adalah tantangan yang harus kita hadapi” ungkapnya. Di akhir sesi menanggapi para peserta yang bertanya, ia tak ragu juga memotivasi mahasiswa dan alumni FIKes untuk menemukan langkah kedepannya “Kita harus punya ‘the biggest WHY’, kenapa sih saya harus dapat beasiswa ini? Kenapa sih saya harus lanjut studi? Kenapa sih saya harus lanjut di luar negeri? Karena itu semua yang akan menguatkan kita, itu semua yang akan mendorong kita untuk melalui semua rintangan yang ada” tegasnya.
Uji Kompentensi OSCE Apoteker, Pastikan lulusan Apoteker UMM Kompeten dan Bersaing Secara Nasional

Betempat di Kampus 2 UMM uji kompetensi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) dilakukan hari Sabtu-Minggu, 23-24 Juli 2022 buat mahasiswa profesi apoteker. Ujian ini tentu saja dimaksudkan untuk menjamin kualitas lulusan UMM di prodi profesi apoteker. Ujian ini diikuti oleh 75 mahasiswa yang terbagi selama dua hari. Mahasiswa ini akan mendapatkan ujian di bidang pharmaceutical science, social behaviour administration, dan clinical science. Penguji OSCE dari dosen prodi Farmasi dan Apoteker. Serta praktisi apoteker dari Malang, Surabaya, Sidoarjo. Dr. Apt. Hidajah Rachmawati S.Si., Sp.FSR selaku ketua program studi Apoteker mengatakan bahwa OSCE adalah suatu metode untuk menguji kompetensi klinik secara obyektif dan terstruktur dalam bentuk putaran station dengan waktu tertentu. “Objektif karena semua mahasiswa diuji dengan ujian yang sama. Terstruktur karena yang diuji keterampilan klinik tertentu dengan menggunakan lembar penilaian tertentu” tambahnya. Sementara itu disisin lain, Apt. Nailis Syifa’, S.Farm, M.Sc.Ph.D yang juga merupakan salah satu penguji OSCE kali ini dan sekaligus selaku Wakil Dekan II Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang mengatakan selama ujian peserta berkeliling melalui beberapa stase yang berurutan. Pada masing-masing stase ada suatu tugas atau soal yang harus dilakukan/ demonstrasikan atau pertanyaan yang harus dijawab. Peserta akan diobservasi oleh penguji. Pada beberapa stase peserta juga dapat diuji mengenai kemampuan menginterpretasi data atau materi klinik serta menjawab pertanyaan lisan. Setiap stase dibuat seperti kondisi klinik yang mendekati senyata mungkin. Dalam OSCE penilaian berdasar pada keputusan yang sifatnya menyeluruh dari berbagai komponen kompetensi. Setiap stase mempunyai materi uji yang spesifik. Semua peserta diuji terhadap materi klinik yang sama, imbuhnya. Semoga lulusan farmasi UMM terus bisa melanjutkan tradisi yang baik ditunjukkan selama ini dengan tingkat kelulusan uji nasional kompetensi diangka 95% keatas. Selamat ujian, masa depan menanti, tutupnya
Gelar Pelatihan Penulisan Secondary Data, Fakultas Ilmu Kesehatan UMM hadirkan Peneliti BRIN

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tak henti-hentinya memfasilitasi dosen-dosennya untuk melaksanakan tridharma pendidikan tinggi. Kali ini pada Rabu 20 Juli 2022, bidang penelitian menjadi fokus utamanya. Bertempat di Rayz UMM Hotel, sebanyak 60-an peserta hadir untuk memperkaya keilmuannya pada pelatihan yang bertema “Outlook Publication With Secondary Data” tersebut. Para peserta yang hadir bukan hanya berasal dari UMM, tapi juga dari Universitas tetangga seperti, Brawijaya dan ITSK Soepraoen. Dekan FIKes, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar FIKes untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam melakukan riset “Sekaligus, kami berharap melalui artikel jurnal nantinya yang dihasilkan, publikasi dan sitasi para dosen FIKes UMM akan semakin meningkat” tambahnya. Bangga dengan progres FIKes yang ditampilkan melalui video profil publikasi dosen dan jurnal di lingkup FIKes (Jurnal Keperawatan, Farmasains dan PhysioHS), yang diputar pada pembukaan acara, Wakil Rektor 1 UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si menyebut bahwa UMM memiliki dana insentif untuk publikasi dan sitasi dosen UMM “Ya, dana insentif itu ada, tiap pencairannya bisa dikatakan mencapai milyaran rupiah, tapi kami rasa itu tidak seberapa untuk sebuah apresiasi yang semoga bisa semakin memotivasi para dosen” ujar Professor yang hobi bermain tenis tersebut. Prof Syamsul, panggilan akrabnya, juga berharap bahwa dosen FIKes UMM bisa prolifik (subur, lebih dari produktif) dalam kepenulisan. Dan pada pelatihan kepenulisan tersebut, sang narasumber, Dr. Agung Dwi Laksono, S.K.M., M.Kes hadir membawakan materi tentang bagaimana mencari, mendapatkan dan memanfaatkan data sekunder baik agregat maupun individu hingga menjadi suatu publikasi yang ber-impact di masyarakat. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut juga tak pelit membagikan tips dan trik dalam penulisan data sekunder “Data ini sudah tersedia, tinggal kita ajukan untuk kita dapatkan, jadi jika ada yang mengatakan saya tidak penelitian, saya tidak punya data, maka bisa kita katakan dia bukan peneliti yang kreatif” tegasnya. Dalam penutupan acara, peneliti yang memiliki h-indek Scopus 9 dan h-indeks scholar 25 tersebut turut memberikan motivasinya kepada peserta “Sejak 2019 saya kenal secondary data, saya telah menuliskan sekitar 50 artikel jurnal, jika saya bisa, maka Anda sekalian juga pasti bisa” ucapnya. Kalimat tersebut langsung disambut riuh tepuk tangan peserta, yang seakan mengamini perkataan Dr. Agung
Kantor CoE Dorong FIKES UMM Untuk Berakselerasi Dalam Pengembangan CoE Bagi Mahasiswa

FIKES UMM mendapatkan kunjungan dari Kepala kantor CoE UMM Dr. Ir. Damat, M.P. Kunjungan tersebut bertempat di ruang rapat FIKES Kampus 2 UMM. Kepala CoE tersebut memberikan penguatan dan memberikan gambaran potensi FIKES dalam mengembangkan program CoE. FIKES UMM walalupun merupakan fakultas termuda namun, memiliki potensi yang baik untuk mengembangkan program CoE ini. Kantor CoE adalah unit baru yang dikembangkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang untuk mengakselerasi program-program di Fakultas dan program studi dalam peningkatan kompetensi mahasiswa. CoE adalah kepanjangan dari Center of Excelent. Dr. Ir. Damat, M.P., selaku Kepala kantor CoE UMM mengatakan bahwa program CoE yang dikembangkan oleh UMM merupakan program yang tidak akan menambah beban pada mahasiswa, namun justru memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk mempelajari hal baru. Selain itu, Mahasiswa akan mendapat pangakuan atau ekuivalensi mata kuliah dari program studi” kata Damat yang juga dosen senior di Fakultas Pertanian dan Peternakan. Penguatan CoE kali ini diikuti oleh pimpinan di fakultas dan program studi. CoE yang dikembangkan di UMM terdiri dari dua katagori yaitu sekolah profesional (kerjasama dengan DUDI) dan program unggulan program studi dalam bentuk short course. “Sekolah profesional dikembangkan dari kebutuhan industri artinya kompetensi lulusan yang dibutuhkan industri diterjemahkan dalam bentuk program kompetensi dan dikemas bersama antara kampus dan dunia industri, lanjutnya. Dosen praktisi dari industri menjadi dosen utama dalam sekolah profesional. Mahasiswa yang mengambil sekolah profesional ini akan mendapatkan ekuivalensi mata kuliah. Sementara short course adalah bentuk pelatihan dalam waktu tertentu yang dikembangkan oleh program studi, tutupnya Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep.Sp.Kom juga menambahkan bahwa FIKES sebagai fakultas termuda dilingkungan UMM terus berupaya untuk mengembangkan program CoE in dilingkungan FIKES. Terkait hal ini ada base line di Fakultas dalam bentuk keberadaan alumni yang bekerja di dunia industri. Beberapa alumni FIKES tersebar di berbagai industri seperti industri kefarmasian, industri pertambangan, dan tentu saja di lingkungan rumah sakit. Dekan yang juga hobi olah raga tenis melanjutkan bahwa kami berharap dengan keberadaan alumni ini menjadi awal untuk menciptakan sekolah profesional di lingkungan FIKES. Semoga FIKES dapat beradaptasi dan segera akselerasi untuk melaksanakan program CoE, tandasnya. Selanjutnya, Moch Fuad Nasvian, S.I.Kom., M.I.Kom, staf di Kantor CoE yang juga dosen potensial di program studi ilmu komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UMM, menambahkan bahwa FIKES UMM memiliki potensi yang baik untuk mengembangkan program CoE ini.