Mahasiswa Farmasi FIKES UMM, Juara Drum Band Senior Proprov Jatim

Mahasiswa Farmasi FIKES UMM menyabet perunggu dalam ajang cabor Drum Band Senior mata lomba Unjuk Gelar PORPROV (Pekan Olahraga Provinsi) Jatim tahun 2022. PORPROV tersebut diselenggarakan oleh KONI Jatim. Mahasiswa tersebut diwakili oleh Naluri Indah Berliana Zulfi atau akrab dipanggil Indah, merupakan mahasiswa S1 Farmasi angkatan 2021. indah mengikuti lomba tersebut sebagai perwakila kampus dan juga mewakili Kabupaten Malang. Indah mengatakan bahwa merupakan suatu kebanggaan bisa mewakili kampus UMM dan juga Kabupaten saya, Kabupaten Malang dalam ajang PORPROV tahun 2022. Alasan saya mengikuti perlombaan ini karena saya ingin terus mengasah skill yang sudah saya dapatkan dari SMA. Saya berlatih kurang lebih 3-4 bulan untuk mempersiapkan lomba tersebut walaupun dengan padatnya jadwal kuliah. “Alhamdulillah saya bisa membagi waktu antara latihan dan belajar dengan mengutamakan skala prioritas” lanjutnya. Terlepas dari itu semua, saya memiliki teman yang sangat menyupport saya dalam hal akademis dengan membantu saya mengejar ketertinggalan materi selama perlombaan. Dosen-dosen Fikes yang sangat baik memberikan toleransi terhadap tugas-tugas saya selama perlombaan berlangsung sehingga saya dapat tampil dengan maksimal dan Alhamdulillah mendapatkan medali perunggu. “FIKES UMM sangat menyupport mahasiswanya untuk berprestasi sesuai dengan slogan UMM “tiada hari tanpa prestasi dan tidak ada prestasi yang tidak dihargai” tutupnya. Rakhmad Rosadi, SST, FT, MSc.PT menambahkan bahwa FIKES UMM selalu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah talentanya baik secar akademik maupun skill non akademik. Oleh sebab itu, Fikes UMM selalu mengapresi semua prestasi mahasiswa dalamb bentuk apapun. Sehingga, kami sebagai pengelola akan memberikan reward salah satu contohnya adalah berupa ekuivalensi matakuliah. Kami berharap prestasi ini dapat memberikan inspirasi mahasiswa yang lain dan meningkatkan prestasi ke jenjang yg lebih tinggi bagi mahasiswa FIKES UMM, tandasnya.
FIKES UMM Akan Adakan Kelas Internasional Setiap Semester Untuk Tahun Depan

Fikes serius dalam menggenjot kerjasama internasional, baik perkuliahan, penelitian Bersama dan publikasi internasional. Upaya yang akan dilakukan ke depannya adalah FIKES akan menjalin Kerjasama dengan universitas luar negeri lebih massive lagi. Selain itu, kelas internasionl tahun depan akan diadakan secara berkala setiap semester, dimana mahasiswa luar negeri akan datang langsung ke FIKES UMM maupun sebaliknya. Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si, selaku Warek 4 UMM mengatakan upaya yang dilakukan oleh FIKES UMM sudah sesuai dengan milestone UMM, yakni UMM memiliki iklim internasional dan mulai bersaing secara global. Saya kira ini hal yang positif yang juga menjadi acuan bagi fakultas lain dalam percepatan untuk menciptakan atmosfer internasional. Selanjutnya, FIKES UMM juga harus berupaya dalam kolaborasi riset dan publikasi bersama dengan universitas luar negeri. Hal ini penting agar keahlian dan kepakaran dosen fikes UMM dikenal oleh masyarakat dunia, tandasnya. Rakhmad Rosadi, SST, FT, MSc.PT, Wadek 3 FIKES UMM menambahkan bahwa kegiatan internasionalisasi ini ke depannya akan diadakan secara berkala. Kita akan mengadakan kelas internasional setiap semester, dimana mahasiswa luar negeri datang UMM dan belajar di FIKES UMM, begitupun juga mahasiswa kita juga bisa mengikuti perkuliahan di universitas luar negeri. Rahmad juga menambahkan bahwa kami ke depannya akan lebih memfasilitasi mahasiswa luar negeri lebih banyak kuotanya dibandingkan tahun ini. Gambaran peserta kelas internasional tahun ini antara lain, Peserta : TOTAL peserta 103; yang dapat diperinci yaitu, Peserta Luar negeri sebanyak 70 mahasiswa dengan rincian sebagai berikut 8 dari UNIVERSIDADE EVANGELICA – Brazil, 1 dari Misr University for science and technology – Mesir, 3 dari Mariano Marcos State University – Filipina, 10 dari Gambia College – Gambia, 10 dari University Technology Mara (UiTM) – Malaysia, 36 dari Duy Tan University – Vietnam, 2 dari Batterjee Medical College – Yaman. Peserta dari Dalam negeri diluar UMM sebanyak 22 mahasiswa dengan rincian sebagai berikut 1 dari Poltekes kemenkes Surakarta, 2 dari ITKes Wiyata Husada Samarinda, 1 dari UnMuh Magelang, 2 dari STIKES Mercubaktijaya Padang, 1 dari STIKES Nasional Surakarta, 2 dari STIKES Telogorejo Semarang, 3 dari UnMuh Surabaya, 1 dari Universitas Binawan, 1 dari Universitas Dhyana Pura, 1 dari UnMuh Banjarmasin, 1 dari UnMuh Surakarta, 1 Univ. Pekalongan, 1 dari UPI, 1 dari Univ. Widya Husada Semarang, 1 dari UnMuh Banjarmasin, 1 dari UnMuh Magelang, 1 dari Udayana, tutupnya.
Peluang Alumni Keperawatan FIKES UMM Bekerja Di Pertamina

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berinovasi dan berupaya menyiapkan lulusannya agar siap melihat peluang dan menghadapi tantangan di masa depan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengundang Alumni FIKes UMM untuk sharing pengalaman dan ilmunya melalui kegiatan yang dikemas dalam WEBINAR ALUMNI. “Dalam kegiatan ini, FIKes berharap Mahasiswa maupun Alumni dapat memperluas wawasannya dan mengembangkan soft skill disamping keilmuannya” ujar Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, Dekan FIKes UMM. “Ya, ini juga salah satu bentuk realisasi tagline UMM, Student Today, Leader Tomorrow” tambah Apt. Nailis Syifa’., S.Farm., M.Sc., PhD, Wakil Dekan II FIKes UMM. Pada Webinar Alumni Seri 1 yang diadakan Sabtu, 18 Juni 2022, Muhammad Miftahul Huda berkesempatan “pulang” ke FIKES dengan sharing pengalamannya sebagai Occupational Health (OH) – Industrial Hygiene (IH) Analyst Zona 10 Regional 3 Subholding Uptream Pertamina Hulu Indonesia. “Peluang kerja Alumni FIKes UMM tak melulu di pelayanan kesehatan, tapi lebih luas dari pada itu. Lingkungan industrial juga bisa menjadi tempat kita mengaplikasikan keilmuan kita“ ujar Muhammad Miftahul Huda. Ia juga menambahkan bahwa opportunity (kesempatan) yang besar tersedia untuk lulusan bidang kesehatan sebagai bagian dalam HSSE (Health Safety Security and Environment) dalam suatu perusahaan “Kita bisa mengikuti pelatihan K3 untuk menambah pengetahuan kita terkait K3, tapi tidak ada pelatihan untuk menjadi perawat, apoteker dan fisioterapis (harus melalui pendidikan formal), itulah peluang besar kita” tegas Mifta. Lebih lanjut Miftah, panggilan akrabnya, menyampaikan perbedaan bekerja di fasilitas kesehatan dan industrial. “Di Faskes tenaga medis lebih kuratif rehabilitative, preventif promotive minimal, tapi di lingkungan industrial kita akan lebih banyak kepada preventif promotive.” Menariknya, kegiatan ini tak akan berhenti sampai disitu, Wakil Dekan III FIKes UMM, Rakhmad Rosadi, SST.Ft., M.PT menyampaikan bahwa FIKes sedang menyiapkan Alumni yang bekerja di Luar Negeri untuk mengisi Webinar Alumni selanjutnya.
Kerjasama Peningkatan SDM Perawat Antara FIKES UMM Dan RSIA Malang

Penandatangan kerjasama atau MOU untuk peningkatan SDM perawat antara FIKES UMM dan RSIA Malang. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang rapat FIKES UMM kampus 2 (9 Juni 2022). Acara ini dihadiri langsung oleh direktur rumah sakit RSIA Malang, dr. Muhammad Mansur, M. Kes dan Dekan FIkes UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep, Sp. Kom serta jajaran pimpinan dekanat beserta prodi keperawatan. Kerjasama ini dilakukan atas dasar rasa kepercayaan RSIA Malang terhadap kualitas pendidikan yang dimiliki FIKES UMM. Selain itu, Muatan lain karena memiliki home care bernama Matahari Homecare yang berbasis komunitas sebagai pengabdian dan juga sekaligus media dakwah Muhammadiyah. Direktur RSIA Malang, dr. Muhammad Mansur, M. Kes, mengatakan bahwa kami menitipkan SDM kami ke FIKES UMM karena kami percaya terhadap kualitas UMM. Dengan peningkatan pendidikan SDM kami, berharap agar memberikan pelayanan lebih baik nantinya. “Saya terkesan dengan adanya unit matahari homecare FIKES UMM. Saya teringat waktu menjabat sebagai kepala puskesmas dulu, dimana masyarakat sangat membutuhkan pengabdian kita. Adanya matahari homecare ini saya kira dapat memediasi kita sebagai tenaga kesehatan untuk mengadbi dan juga sekaligus berdakwah” Kami berharap nanti SDM kami diberikan pelatihan atau workshop home care agar dapat memotivasi perawat yang ada di rumah sakit aisyiyah. Mereka bisa bergerak untuk memberikan pelayanan pada pasien ke rumahnya setelah dirawat dari rumah sakit, tambahnya. Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep, Sp. Kom mengatakan bahwa amal usaha muhammadiyah harus terus tumbuh dan bersinergi antara pelayanan dan pendidikan (UMM). Kerjasama ini dapat beruapa lahan praktik mahasiswa, penelitia dan mungkin juga sebgai sarana penelitian bersama. Dengan kerjasama peningkatan SDM perawat RSIA Malang, dari d3 keperawatan ke S1 keperawatan, semoga semakin memajukan RSIA Malang dan meningkatkan kualitas SDM nya. Kami Memiliki unit usaha homecare ini, yang kami beri nama matahari homecare agar seperti semangad matahari, selalu menyinari seperti lambang muhammadiyah. Dengan adanya Matahari Homecare ini, Diharapkan FIKES UMM dapat memberikan pengabdian bagi masyarakat dan juga sebagai jalan dakwah, tutupnya
FIKES UMM Lakukan Gebrakan Awal Internasionalisasi, Mengadakan “Short Course” Internasional, Diikuti Oleh 7 Negera Mancanegara

Fakultas ilmu kesehatan universitas Muhammadiyah malang menyelanggarakan short course internasional yang bertajuk “collaboration therapy in musculoskeletal neurological disorder”. Acara ini diselenggarakan sejak hari ini pertanggal 18 Mei sampai 20 Juni 2022. Adapun mahasiswa yang berpartisipasi dalam short course ini dari berbagai manca negara antara lain, peserta mahasiswa dalam UMM 11 orang, peserta mahasiswa dalam negeri luar UMM 20 orang dan peserta mahasiswa luar negeri sebanyak 70, dgn rincian sebagai berikut: Brazil 8 orang, Vietnam 36 orang, Mesir 1 orang, Gambia 10 orang, Yaman 2 orang, Malaysia 10 orang dan Filipina 3 orang. Disamping itu, terdapat juga staf dosen dari UiTM Malaysia 15 orang yang mengikutinya. Prof. Dr. Samsul Arifin, M. Si, Warek 1 UMM mengatakan bahwa tujuan di adakan acara ini merupakan bentuk dari kolaborasi aktivitas akademik antar universitas mancanegara dengan UMM. Walaupun kita terbentang oleh jarak dan juga waktu, kita mampu melakukan acara ini dengan memanfaatkan teknologi saat ini. Acara ini merupakan Langkah awal kita dalam bekerjasama dalam meningkatkan atmosfer internasionalisasi di FIKES UMM. Namun, kami berharap ke depannya kita juga mampu berkolaborasi dalam penelitian dan publikasi, serta kami berharap mahasiswa dari negara-negara tersebut nanti bisa hadir secara fisik di UMM, begitu sebaliknya. Rakhmad Rosadi, SST, FT, MSc.PT, Selaku wakil Dekan 3 yang menangani internasionalisasi FIKES UMM, menambahkan bahwa Kegiatan ini memang merupakan langkah inisiatif fakultas dalam rangka mengembangkan sayap dan Langkah internasionaliasi. Ke depannya, kami akan melakukan gebrakan lagi, terutama jika pandemic sudah berakhir, yakni mahasiswa dari 7 negara tersebut mampu hadir di UMM, dan juga mahasiswa UMM bisa melakukan pertukaran pelajar kesana. Selain kegiatan akademik tersebut, Tentunya kami ingin berkolaborasi dalam riset Bersama dan juga publikasi yang bermutu, tentunya publikasi yang terindeks.
Kajian FIKES UMM Sesi 3: Selalu Bersyukur Atas Nikmat Allah Adalah Kunci Kebahagiaan Di Dunia

Kembalilah pada diri atau introspeksi diri agar kita bersyukur, sebab rasa syukur adalah kunci kebahagiaan hidup di dunia. Jangan sandarkan hidup kita dalam kehidupan materialis. dan yang termaktub dalam dalam alquran bahwa hidup ini hanyalah senda gurau saja. Itulah sepenggal kalimat dari pemateri kajian yang disampaikan oleh Bapak Rektor UMM, Dr. Fauzan., M. Pd, disimpulkan oleh Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, selaku moderator kajian rutin FIKES UMM, dalam rangka acara semarak Ramadhan, yang juga selaku Dekan FIKES UMM. Bapak Rektor UMM mengatakan bahwa kewajiban dalam berpuasa itu tidak hanya diwajibkan pada kaum Nabi Muhammad, Namun juga diwajibkan pada kaum sebelumnya. Ramadhan secara terminologi artinya terik panas. Dan secara istilah artinya membakar. Sehingga, analogikanya bahwa kita berpuasa itu bertujuan untuk membakar dosa-dosa kita dan juga meninggalkan perilaku kita yang tidak baik. Semua tujuan ini tersebut agar kita bertaqwa. “Seperti yang disampaikan oleh Bapak Quraish Syihab bahwa puasa itu seperti stasiun sebagai pemberhentian bagi sebuah kereta. Namun, tidak hanya sekedar berhenti atau cooling down tetapi juga mengisi bahan bakar” tuturnya. Berhenti atau cooling down atau juga merupakan konsilidasi artinya bahwa kita dalam berpuasa Ramadhan ini harus mampu berintrospeksi diri, kita harus mengoreksi diri apakah kita sudah berubah menjadi lebih baik. Kembalilah pada diri atau intrsopeksi agar kita bersyukur. Rasa syukur adalah kunci kebahagiaan. Jangan sandarkan hidup kita dalam kehidupan materialis, karena hidup ini hanyalah senda gurau. “Seperti yang dikatakan oleh Imam Al ghazali, jangan sampai hidup seperti orang makan makanan bahan pokok karena kencendrungan akan lalai. Namun, hiduplah anda seperti saat makan buah-buahan, yang kecenderungan akan mengingat rasanya seperti apa. Sehingga, timbullah rasa syukur” tambahnya. Selanjutnya, Makna dari mengisi bahan bakar adalah bagamana kita berpuasa agar mengisi dimensi spiritualitas atau meningkatkan ketaqwaan kita. Ibarat kata bahwa Stasiun pemberhentian tersebut untuk mengisi ketaqwaan kita, agar perjalanan kita dalam satu tahun kedepan berperilaku seperti saat kita puasa. Kita harus berniat romadhonisasi dalam kehidupan kita.
Kajian FIKES UMM Sesi 2: Bulan Ramadhan Adalah Bulan yang Istimewa Dibandingkan Dari Bulan-Bulan Lainnya

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa dibandingkan bulan-bulan yang lainnya. Hal ini dikarenakan pada saat bulan ramadhan diwajibkannya puasa dan bulan diturunkannya Al quranul Karim. Begitu simpulan dari ceramah semarak Ramadhan FIKES UMM yang bawakan oleh Prof. Dr. Samsul Arifin., M. Si, Wakil Rektor I UMM (06 April 2022), Di Aula Kampus 2 UMM. Acara di pimpin oleh Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, selaku moderator, juga merupakan Dekan FIKES UMM. Prof Samsul, begitu panggilan beliau, mengatakan bahwa bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dikarenakan dua hal yaitu, diwajibkannya puasa dan diturunkannya Al Quranul Karim. Ini sesuai yang disampaikan dalam Al Qur’an Surat Albaqoroh ayat 183-187. Selain itu, Bulan ini juga sebagai momentum untuk mempelajari Al Qur’an. Kemudian, Apa yang telah kita pelajari dari Al Qur’an tersebut dapat menjadi pedoman diri dalam kehidupan dan juga dalam berkhidmat untuk persyarikatan Muhammadiyah. Bapak Wakil Rektor UMM itu juga menambahkan bagaimana penerapan prinsip pokok dalam menjalani ibadah, antara lain (1) menyedikitkan beban, menyesuaikan kemampuan diri tanpa membebani misalnya, menyesuainkan banyak sedikitnya bacaan saat sholat. Kemudian, yang ke (2) memberikian kemudahan, Muhammadiyah melarang untuk berkreasi dalam beribadah, sehingga kita hanya mengerjakan ibadah hanya berdasarkan apa yang dicontohkan oleh rasulullah. Sebagaimana yang dikatakan dalam hadist, bahwa dalam urusan ibadah tidak sah dilakukan terkecuali ada dalil yang jelas diperintahkan, jika tidak ada dalilnya maka di anggap bid’ah. Terakhir yang ke (3) meniadakan kesulitan, yaitu mempermudah dalam melakukan ibadah, maka itulah kenapa ada ruhsoh, seperti yang dijelaskan dalam Al qur’an Surat Al Baqoroh Ayat 184, maka tidak diwajibkan untuk menjalankan puasa ramadhan jika sakit, safar atau dalam perjalanan, tuturnya.
Kajian FIKES UMM Sesi 1: Cara Menjaga Kesehatan Jasmani Dan Rohani Menurut Islam

Menjaga Kesehatan merupakan hal penting untuk keberlangsungan kehidupan manusia. Kesehatan pada diri manusia terdapat 2 hal yang harus dijaga yaitu, kesehatan jasmani dan rohani. Begitulah ulasan singkat dari kajian tematik yang disampaikan oleh Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd. Kajian diselenggarakan di Aula Kampus 2 FIKES UMM yang dihadiri seluruh Dosen dan Karyawan FIKES UMM. Kegiatan ini di moderatori oleh Bapak Sunardi, M. Kep, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Profesi Ners. Bapak Atok, sapaan akrabnya, mengataka Rasulallah Muhammad SAW bersabda bahwa kebanyakan manusia sering lupa akan 2 hal yakni, kesehatan dan waktu luang. Adapun untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain menjaga makanan dan minuman yang sehat. Hal ini sudah tercantum dalam Al Quran Surat Al A’rof Ayat 31 yang berbunyi “makanlah dan minumlah tetapi tidak boleh berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak suka orang yang berlebihan“. “Rasul mengajarkan kita untuk makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang. Perut kita ini terbagi menjadi 3, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk udara” tambahnya Mantan Direktur D3 Keperawatan UMM itu melanjutkan bahwa Rasul juga mengajarkan kita bagaimana tata cara untuk makan. Pertama berwudhulah sebelum makan. Ini upaya kita agar kita terhindari hadirnya syaitan. Kemudian, Makan dan minum dengan tangan kanan. Duduk dan tidak bersandar dengan nyaman. Tidak mempertemukan ikan darat dan ikan laut, Selain itu, Rasul tidak pernah mencela makanan, karena itu merupakan rezeki dari Allah. Itu lah kenapa kita sebelum makan dianjurkan wudhu agar syeitan tidak memberikan bisikan pada kita, contohnya mencela makanan tadi yang akhirnya kadang menjadi fitnah. Sedangkan, untuk menjaga kesehatan rohani antara lain, menjaga senyum dengan ikhlas dan berpikir positif. Apapun masalah yang kita hadapi kita harus selalu positive thinking. “Kemudian, janganlah lupa untuk bersedekah dengan ikhlas, serta ingatlah orang tua terutama selalu meminta do’a restu dari seorang ibu, insyaallah dengan restu dari ibu kita kerja menjadi pondasi dalam kerja sehingga kerja tentram dan nyaman”, tutupnya.
Kajian FIKES UMM Sesi 4: Puasa Dapat Menyehatkan Jiwa Dan Raga

Puasa dapat menyehatkan jiwa dan raga. Namun yang paling penting adalah tujuan berpuasa adalah meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Orang yang bertaqwa adalah orang yang paling utama posisinya di sisi Allah. Begitulah yang disampaikan oleh Pemateri Kajian Ramadhan FIKES UMM, Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD. FINASIM, yang juga Dekan FK UMM. Acara kali ini di nahkodai oleh Bapak Faqih Ruhyanudin, M. Kep., Sp. Kep. MB, Mantan Dekan FIKES UMM Periode 2017-2021. dr. Meddy, begitu sapaan beliau mengatakan bahwa terdapat berbagai keistimewaan dan manfaat bagi orang yang berpuasa Ramadhan. Seperti yang dikatakan oleh Abu huzaimah bahwa sekiranya orang mengerti manfaat bulan ramadhan tentunya orang akan selalu ingin bulan yang lain seperti bulan ramadhan. Akan tetapi, esensi kita berpuasa adalah agar kita semakin bertaqwa karena orang bertaqwa adalah orang yang paling utama. “Terdapat berbagai pelajaran yang dapat kita petik di puasa Ramadhan antara lain, Bertaubat dan mensucikan diri, yaitu dapat membersihkan diri dari kemaksiatan dan jiwa. selanjutnya adalah kita patut mensyukuri kita masih diberi kesempatan dan umur panjang, sehingga kita bisa berjumpa dengan ramadhan tahun ini. Dan yang terkahir adalah setiap muslim harus membekali ilmu dalam melakukan ibadah” tuturnya. Bapak Dekan FK UMM itu melanjutkan bahwa terkait dengan konsep bahwa setiap muslim harus membekali ilmu dalam melakukan ibadah utamanya dalam berpuasa. Maka kita harus memahami dalam segi kesehatan, karena saya sebagai dokter klinis, maka saya akan menjabarkan berbagai manfaat puasa bagi kesehatan baik jiwa maupun badan kita. Berbagai manfaat puasa pada tubuh kita diantaranya, fungsi otak lebih baik, dapat menurunkan berat badan, puasa dapat dimanfaatkan untuk diet degan cara mengurangi lemak seperti santan-santanan dan mengurangi goreng-gorengan, dapat meningkatkan kerja jantung lebih baik, dan fungsi ginjal lebih baik. Selanjutnya, puasa juga dapat mengurangi lemak jahat ditubuh, membuang racun dalam tubuh, pola makan lebih baik sehingga bagi diabetes justru dapat menormalkan gula darahnya, serta mencegah dan juga menekan sel-sel kanker. “Bahkan puasa dapat menurunkan tingkat stress dan juga menurunkan depresi pada seseorang. Hal ini dikarenakan puasa dapat meningkatkan endorphin pada tubuh. Nah endophin ini berfungsi untuk merelaksasi tubuh dan sebagai hormon anti stress”, tutupnya
Kisah Ade Isnaeni, Alumni Ners FIKES UMM Berjuang Meraih Sukses di Jepang, Terima Kasih UMM

Ketika mendengar Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka program magang sekaligus bekerja ke Jepang, Ade Isnaeni Umar, yang saat itu sebagai mahasiswa FIKES UMM langsung tertarik untuk mendaftar sebagai peserta program magang UMM ke Jepang bekerja sama dengan PT DMI. Semua syarat dipenuhi Ade Isnaeni Umar disapa Ade, termasuk belajar bahasa Jepang tingkat dasar. Start mulai mulai mengikuti program magang pada Desember 2018. “Awalnya cukup sulit, karena saya sama sekali tidak tahu Bahasa Jepang. Bahkan sempat beberapa kali tidak lulus ujian Bahasa Jepang dan tes wawancara,” kenang Ade saat itu. Namun kegagalan ini tidak mematahkan semangat Ade untuk meraih sukses ke Jepang. Atas Support keluarga dan teman sekelas membuat Ade tetap melanjutkan program ini. Hingga pada 11 Januari 2020, berhasil lulus tes wawancara dan diterima oleh rumah sakit Kudanzaka, Tokyo, Jepang. Kabar gembira dari rumah sakit Kudanzaka, Tokyo, tersebut tidak lantas membuat hati Ade bahagia. Sebab masuk 2019 dunia dilanda pandemi covid-19, termasuk LPK tempat kegiatan belajar terkena dampak. Pemagang diliburkan. Kegiatan belajar mengajar mengikuti regulasi pemerintah yang berlaku, yaitu daring. Pemberangkatan ke Jepang pun sempat tertunda. Meskipun saat itu pemerintah Jepang sempat membuka penerbangan di akhir tahun 2020. Beberapa teman juga sudah berangkat. Melihat hal ini kata Ade, rasanya campur aduk bimbang karena teman-teman se angkatan sudah terlebih dulu berangkat, sedangkan dirinya masih tertahan di Indonesia. Kenyataan yang membuatnya bersabar ini, aku Ade memutuskan kembali ke kampung halamannya. Meski begitu sambil menunggu pemberangkatan yang belum tentu waktunya, Ade mencoba melamar pekerjaan di beberapa tempat. Alhamdulillah, Ade beruntung diterima bekerja pada satu perusahaan alat berat tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat. Pulau tersebut merupakan kampung halaman orang tuanya. Hampir delapan bulan saya bekerja sebagai Jr. Paramedik. “Sangat menyenangkan. Saya mendapatkan rekan-rekan yang mau mengajarkan saya banyak hal. Tentunya ini menjadi pengalaman baru yang tak ternilai,” ujar Ade. Namun ketika sudah berada di zona nyaman, Ade tiba-tiba mendapat kabar jika pemerintah Jepang kembali membuka penerbangan. Hal ini membuatnya dilemma. Apakah ingin melanjutkan impian bekerja di Jepang atau bekerja di tempat yang sudah nyaman ini. Dalam benaknya banyak hal terlintas. Pikiran, usaha, dan waktu yang sudah dikorbankan untuk program ini, bagaimana jika harus jauh lagi dari keluarga, apakah jika balik dari Jepang masih bisa bekerja di tempat yang sama, dan kegundahan lain yang terus melintas dipikiran. Setelah melewati pergulatan bathin, Ade memutuskan pilihan tetap ke Jepang. Baginya kesempatan seperti ini tidak datang dua kali dalam hidup. Selain itu tidak ingin terus berada di zona nyaman. Sebab berada di zona nyaman tidak akan berkembang. Untuk itulah, Ade berterimakasih kepada FIKES UMM yang telah banyak membantu saya dalam program magang ke Jepang ini. UMM memiliki peran mempertemukan pemagang dengan LPK DMI, sehingga membangun kepercayaan calon pemagang dan keluarga. UMM juga memberikan fasilitas gedung untuk dalam menunjang kegiatan pembelajaran Bahasa Jepang, dan UMM pun membantu menalangi dana untuk proses belajar sampai keberangkatan calon pemagang.