Melek Teknologi di Era Industri 5.0, FIKes UMM Godok Program bersama Dept. of Biomedical Engineering, KUET, Bangladesh

Melek Teknologi di Era Industri 5.0, FIKes UMM Godok Program bersama Dept. of Biomedical Engineering, KUET, Bangladesh

Teknologi yang terus berkembang menuntut institusi pendidikan untuk terus berinovasi, termasuk dengan adanya Revolusi Industri 5.0. Kesadaran akan pentingnya interaksi antara manusia dengan mesin dan robot dimasa mendatang, mengantarkan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menebar jaring kerjasamanya hingga ke Asia Selatan, yakni Departement of Biomedical Engineering, Khulna University of Engineering & Technology (KUET) di Bangladesh. Prof. Dr. Mostafa Zaman Chowdhury, selaku Kepala Dept. of Biomedical Engineering, KUET, Bangladesh menyebut, bahwa untuk mendukung perkembangan teknologi di bidang kesehatan, departemennya memiliki berbagai jenis laboratorium, seperti laboratorium biomedical signal acquisition and processing, biomedical measurement and instrumentation, physiology and biochemistry, advanced bio-signal processing, neuroimaging, ultrasound imaging dan xray imaging. MD. Abu Sahid Chowdhury, dari KUET pun mengklaim, laboratoriumnya mampu untuk membaca berbagai jenis body physiological-signal. Hal ini disambut baik oleh Bapak Rakhmad Rosadi, M.Sc (PT) selaku Wakil Dekan III FIKes UMM. Pak Rakhmad, panggilan akrabnya, menyebut bahwa kelebihan dari masing-masing institusi perlu dimanfaatkan untuk join researchbersama. “Misal fisioterapi terkait EMG, farmasi terkait nanoparticle dalam proses pembuatan dan efek penggunaan obat, serta keperawatan dalam proses problem solving di pasient care unitnya” jelasnya. Disamping terkait pemanfaatan sarana laboratorium yang ada, kedua belah pihak juga sepakat untuk saling melibatkan dalam agenda scientific conference. “Kita bisa saling mengirimkan delegasi, mengundang pakar di masing-masing institusi sebagai pembicara, hingga visiting professor” ujar Prof. Dr. Mostafa Zaman Chowdhury. Hal tersebut langsung disanggupi oleh Bapak Rakhmad Rosadi, M.Sc (PT) “Ya itu sangat bisa kita lakukan, mungkin yang paling dekat adalah pada agenda awal tahun depan, dalam International Class FIKes UMM, kita sudah bisa wujudkan rencana tersebut” tandasnya.

FIKES UMM Sukses Selenggarakan International Conference Tahun Ke 3, Bekerjasama sama dengan 2 Negara dan Publisher Internasional yang Terindeks Web of Science (WOS)

FIKES UMM Sukses Selenggarakan International Conference Tahun Ke 3, Bekerjasama sama dengan 2 Negara dan Publisher Internasional yang Terindeks Web of Science (WOS)

FIKES UMM telah sukses menyelaggarakan international conference tahun ke tiga bulan ini (5/10). Konferensi tersebut dihadiri oleh 400 partisipan lebih. Pembicara yang dihadirkan juga dari berbagai negara yakni, Prof. Fu-Chih Lai, Ph.D, Taiwan; Asst. Prof. Dr. Komsak Sinsurin, Thailand; A’liyatur Rosyidah, M.Si., Ph.D, Research Center for Vaccine and Drug National Research and Innovation Agency (BRIN), Indonesia; Henny Dwi Susanti, M. Kep., Sp. Kep. Mat.,  Ph.D, UMM Sri Sunaringsih Ika Wardojo, SKM, M.PH. P.HD, selaku ketua penyelenggara mengatakan bahwa HSIC kali ini mengusung tema “The innovation Health education and research”. Harapan kami dengan tema tersebut peserta konfrensi internasional ini dapat memberikan inovasi dan cara pandang baru dalam Pendidikan dan penelitian. Kami tim penyelenggara bekerjasama dengan publisher internasional yang trindeks Web of Sciences (WOS) untuk publikasi proceeding peserta. Kami upayakan agar seluruh paper yang masuk dapat terindeks oleh WOS. Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si, Warek 1 UMM menjelaskan bahwa saya Perlu meng-highlight penyelenggaraan HSIC di tahun ke tiga ini oleh FIKES UMM, karena secara konsisten dan rutin mempertahankan atmosfir akademik internasional. Oleh sebab itu saya mengapresiasi setinggi2nya kepada dekan, seluruh jajaran pimpinan, Dosen FIKES UMM dan juga panitia penyelenggara. Hal ini dikarenakan penyenggalaraan conference international itu tidak mudah dan penuh dengan tantangan. Hal ini dikarenakan bukan hanya tentang sekedar menyelenggarakan conference namun bagaimana output dan outcomes setelah conference ini dilaksanakan. Utamanya bagaimana memanajemen paper yang sudah masuk sehingga dapat publish yang terindeks secara internasional, tambah professor yang berasal dari Madura Harapannya setelah acara ini FIKES UMM agar dapat menjalin kerjasama lebih lanjut dengan pemateri seperti melakukan riset Bersama dan publikasi Bersama, tandasnya Kami sangat bangga telah diselenggarakannya conference international di tahun ke tiga ini yang diselenggarakan FIKES UMM, walaupun dengan platform daring. Namun, kami berharap tahun 2024 conference internationalini dapat di adakan setidaknya dengan metode hibrit, tutupnya

Adakan Kolaborasi Kegiatan Revitalisasi Pedoman Tugas Akhir, Prodi D3, S1 Keperawatan dan Ners Genjot Publikasi Nasional dan Internasional Bersama Mahasiswa

Adakan Kolaborasi Kegiatan Revitalisasi Pedoman Tugas Akhir, Prodi D3, S1 Keperawatan dan Ners Genjot Publikasi Nasional dan Internasional Bersama Mahasiswa

Kolaborasi Kegiatan Revitalisasi Pedoman Tugas Akhir untuk meningkatkan Publikasi Nasional dan Internasional Bersama Mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif bersama tiga prodi keperawatan sekaligus yakni, Prodi D3 Keperawatan, S1 Keperawatan dan Ners. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mengatur bagaimana publikasi bersama antara dosen dan mahasiswa. Acara ini mendatangkan pakar keperawatan yakni, Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs. (Hons), profesor dari Universitas Airlangga, Surabaya. Bapak Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, Dekan FIKES UMM menjelaskan bahwa kami mendatangkan prof nursalam di tengah-tengah kita untuk menyamakan dan merapatkan persepsi, agar tidak terlalu banyak warna dalam melakukan bimbingan ke mahasiswa, sehingga terstandar. Selain itu, Kami mengharapkan setelah adanya pencerahan dan diskusi di pertemuan ini, Para dosen keperawatan dapat merealisasikan instruksi sesuai SK bapak rektor dalam hal peningkatan publikasi yang terindeks maupun terakreditasi sinta minimal 2, tambahnya. Kaprodi S1 Keperawatan, Edi Purwanto, MNg juga mengatakan bahwa revitalisasi panduan tugas ini merupakan hal mendasar dan sangat urgensi sifatnya. Hal ini dikarenakan untuk mempermudah dosen memberikan arahan ke mahasiswa dalam jalur yang sama. Kemudian, revitalisasi panduan ini ada pembaharuan yang sangat mencolok utamanya dalam percepatan publikasi antara dosen dan mahasiswa. Sehingga, dosen dan mahasiswa akan bekerjasama dalam hal publikasi karya tulisnya, baik berupa KTI, skripsi ataupun KIAN nya. Disamping itu, Mahasiswa yang memiliki karya seperti memenangkan lomba karya tulis ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional akan ada ekuivalensi berupa bebas tugas akhir. Prodi mendorong ini agar mahasiswa kreatif dan inovatif dan juga berprestasi tidak hanya di bidang akademik saja, tandasnya

Dua Fakultas Bersinergi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang selenggarakan konferensi tingkat Internasional “the 2nd ICMEDH”

Dua Fakultas Bersinergi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang selenggarakan konferensi tingkat Internasional "the 2nd ICMEDH"

Sukses dengan International Conference on Medical and Health Sciences (ICMEDH) pertama di tahun 2021, tahun ini Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang kembali menghadirkan konferensi Internasional “The 2nd International Conference on Medical and Health Sciences (ICMEDH).” Dan seperti tak ingin menutup mata bahwa COVID-19 masih ada disekitar kita, ICMEDH tahun ini mengangkat tema “Challenges during Pandemic COVID 19: How are the Education and Clinical Field Resilience?” Dalam sambutannya, Ketua Panitia ICMEDH 2,Indah Dwi Pratiwi, S.Kep., Ns., M.Ng  mengungkapkan bahwa ratusan peserta konferensi serta 68 presenter dari nasional dan internasional hadir untuk menyampaikan hasil penelitiannya “Kami berharap konferensi internasional ini dapat memfasilitasi peneliti, akademisi, professional dan pemangku kebijakan untuk berbagi informasi untuk penyelesaian masalah kesehatan saat ini.” Ungkapnya. Prof. Syamsul Arifin, M.Si selaku Wakil Rektor 1 yang membuka acara ICMEDH 2 turut mengapresiasi sinergitas Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang “Tradisi akademik yang baik seperti ini perlu kita jaga, pihak universitas bersama LPPI akan selalu mendukung baik secara materiil maupun non materiil” tambahnya. Memeriahkan ICMEDH 2 tahun 2022 ini, pemateri dari mancanegara dihadirkan, seperti Sri Sunariningsih Ika W., Ph.D (Physiotherapy, University of Muhammadiyah Malang); Apt. Nailis Syifa, Ph.D (Pharmacy, University of Muhammadiyah Malang); Prof. Norenia T. Dao-ayen (School of Nursing Saint Louis University, Phillipines); Prof. DR. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD. KPTI (Director of Muhammadiyah Malang Hospital) dan Assoc. Prof. Dr. Eduardo Pons-Fuster Lopez (Human Anatomy and Psychobiology Department Faculty of Medicine University of Murcia, Spain). Dan di akhir sesi, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom menobatkan 3 best paper dan 3 oral presenter. Untuk Best Paper diraih oleh: (1) Wan Nishfa Dewi, Hellena Deli and Yulia Rizka dari Universitas Riau “Application of Precordial Lead ECG SafOne to Patient with Cardiovascular Disease: Evidence-Based Practice”; (2) Nia Agustiningsih, Ah Yusuf and Ahsan Ahsan dari STIKES KEPANJEN “The Role Of Adolescents In The Event Of Bullying At School” (3) Uswatun Chasanah, Annisa Nurwiyanti, Agatha Salsabilla Miftakhurrohmah, Muhammad Hamid Afif, Zumratun Najihah, Rovano Rizky Hanwidi and Dyah Rahmasari dari Universitas Muhammadiyah Malang “Optimation of Emulgel Combination of tea Tree Oil and Lavender Oil: Evaluation and Antibacterial Study.” Dan Best Presenter dinobatkan untuk : (1) Jureerat Pimpa, Fasai Koaykeurn, Pataraporn Rodsaipar, Pattarawadee Pettaeng, Pavinee Thongdonnoi, Marisa Phinsaeng, Jaruwun Chankanachok, Supapron Thongsuk and Sophia Doikhamdi – BCN Thailand “Herbal shirt relaxes the muscles with heat_CKR_PBRI_Thailand”; (2) Wiwit Dwi Nurbadriyah, Hardiyanto Hardiyanto, Ardhiles Wahyu Kurniawan, Devi Santi Fatmawati, Nursalam Nursalam and Ika Yuni Widyawati Widyawati dari STIKES Kepanjen dengan judul “Correlation Between Quick Of Blood (Qb) And Quality Of Life Of Chronic Kidney Disease (Ckd) Patients Undergoing Dialysis Therapy In Hemodialysis Unit At Wava Husada Hospital Kepanjen”; (3) Ayesie Natasa Zulka and Ely Rahmatika Nugrahani dari Universitas Muhammadiyah Jember dengan judul “Evaluation of Adaptation Readiness with Psychological Well Being in Elderly During the Transition of the Pandemic COVID 19.” Congratulation for all best paper and presenters in the 2nd ICMEDH 2022!

Perluas kerjasama dengan pihak eksternal, FIKes UMM tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PBFI dan PELTI Kota Malang serta Dinkes Kab Malang.

Perluas kerjasama dengan pihak eksternal, FIKes UMM tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PBFI dan PELTI Kota Malang serta Dinkes Kab Malang.

Pada Rabu, 21 September 2022, FIKes UMM melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan beberapa Instansi yakni PBFI (Persatuan Binaraga Fitness Indonesia) Kota Malang, Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kota Malang dan Dinas Kesehatan (DINKES) Kabupaten Malang. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, menyebut bahwa kegiatan penandatanganan PKS merupakan pintu gerbang dari kegiatan-kegiatan bersama FIKes dengan Instansi terkait dalam bidang tridharma perguruan tinggi. “Dengan adanya perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak pastinya membuat pondasi legal pelaksanaan program kerja bersama” tambahnya. Pihak PBFI Kota Malang, yakni Faris Pamungkas Wicaksono, S.Or.,M.Kes menyambut hangat undangan FIKes UMM untuk bekerja sama “Kami siap berkolaborasi dengan FIKes UMM, karena tak dapat dipungkiri bidang kami sangat beririsan dengan kesehatan.” Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Apt., Dra., Mursyidah., M.Kes, yang turut hadir dalam kegiatan di Hotel Rayz tersebut, mengaku senang dapat memperpanjang PKS dengan FIKes UMM “Ini bukan PKS pertama kami dengan FIKes UMM, sebelumnya sudah ada dan kini diperpanjang kembali untuk 3 tahun mendatang.” Ibu Mursyidah, panggilan akrabnya, menambahkan bahwa pihaknya berharap PKS ini dapat mengantarkan DINKES Kab Malang dan FIKes UMM bersinergi secara mutualisme.

Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM Lolos Dalam Program Magang Di Exxon Mobil Cepu

Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM Lolos Dalam Program Magang Di Exxon Mobil Cepu

Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM Lolos Dalam Program Magang Di Exxon Mobil Cepu. Exxon Mobil Corporation atau yang lebih dikenal dengan merek ExxonMobil merupakan perusahaan minyak dan gas multinasional yang berpusat di Irving, Texas, Amerika Serikat. Mahasiswa tersebut atas nama Aulya Yusnia Yuniawan, merupakan mahasiswa keperawatan semester 5. Adapun penempatan magangnya berada di devisi government relation, community relation, planning and strategies, sama media and community, istilah lainnya divisi Public Government Affair, penghubung exxonmobil dengan pemerintahan dan komunitas luar. Menurut Aulya, sapaan akarabnya menjelaskan proses dan perjuangan dalam memperoleh program magang ini cukup panjang. “Saya belajar bahasa inggris, pemrograman komputer, dan juga mempelajari tes nalar. “Kebetulan saya juga suka dengan hal-hal yang mengarah ke public speaking, leadership dan teknologi terutama mesin”. “Keberhasilan ini pada intinya adalah kalau mau mendapatkan sesuatu yang bagus memang harus siap berkorban dan keluar dari zona nyaman”. Mahasiswa Keperawatan asal bekasi ini juga menjabarkan bahwa “memang tidak mudah, apalagi disaat teman-teman yang lain nongkrong atau keluar jalan-jalan kita harus belajar mempersiapkan masa depan, koneksi sama keahlian, tapi itu akan berbuah manis kedepannya.” “Sama seperti kata pepatah, disini saya juga sendirian gak ada teman, karna perusahaannya pertambangan mayoritas cowok, saya juga jauh dari keluarga, tapi ingat lagi kalau mau sukses ya harus berani keluar zona nyaman. Edi Purwanto, MNg, Kaprodi S1 Keperawatan FIKES UMM mengatakan bahwa “Kami ucapkan selamat buat Aulya Yusnia Yuliawan, mahasiswa SMT V PSIK UMM, atas pencapaiannya masuk seleksi magang di Exxonmobil Cepu selama 4 bulan dan juga masuk seleksi MBKM Mandiri Kemendikbud di Ahmad Zaky Foundation”. “Prestasi yang diraih sejalan COE prodi yang sedang di rintis, yaitu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3 Pertambangan). Kegiatan tersebut diharapkan sebagai inisiasi CoE K3 Pertambangan yang dimana membeeikan Skill Point Plus bagi mahasiswa keperawatan UMM” “Prodi sangat bangga dan support mahasiswa berprestasi, salah satu support kami adalah menkonversikan kegiatan tersebut ke dalam mata kuliah”, imbuhnya.

Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM Juara Kompetisi Essay Di Ajang International Scientific Competition Hilarius 2022

Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM Juara Kompetisi Essay Di Ajang International Scientific Competition Hilarius 2022

Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM Juara Kompetisi Essay Di Ajang International Scientific Competition Hilarius 2022. Lomba ini diselenngarakan oleh Himpunan Mahasiswa Keperawatan Universitas Gajah Mada atau disebut dengan UGM, Yogjakarta. Ajang ini diikuti oleh universitas-universitas dipenjuru nusantara dan juga universitas luar negeri. Adapun lomba essay yang di ikuti tersebut dalam kategori literature review.  Mahasiswa yang mewakili antara lain, Fino Ardiansyah, Matsna Wilda Muqorona dan Fariskha Yulfa Nurahma. Adapun judul essaynya adalah Strategy to Management Sexual Harassment among Adolescence. Menurut Fino Ardiansyah, Selaku ketua mengatakan bahwa pemikiran dalam mengatasi pelecehan seksual ini didasarkan karena pelecehan seksual teman sebaya menjadi semakin lazim saat ini. Kekerasan seksual meliputi pengalaman seksual dari kontak dan non-kontak yang tidak diinginkan. Rata-rata korban kekerasan seksual umumnya perempuan dan pelaku kekerasan seksual kebanyakan laki-laki. Namun persepsi tersebut mengakibatkan korban kekerasan seksual hanya pada perempuan. Padahal kenyataannya peecehan seksual ini tidak hanya terjadi perempuan, namun juga terjadi pada laki-laki. Adapun berbagai bentuk pelecehan seksual antara lain bisa berbentuk secara visual atau verbal dan kontak fisik misalnya, membuat lelucon seksual, menunjukkan foto alat kelamin, pesan yang menyinggung, menyebarkan rumor seksual di media sosial, mengatakan korban adalah gay atau lesbian, menyentuh dan meraba bagian seksual, mengancam korban untuk tujuan seksual, mengambil foto, dan berciuman. Mahasiswa Keperawatan semester 4 tersebut menjelaskan bahwa terdapat “tiga startegi dalam mengurangi perilaku pelecehan seksual antara lain, pencegahan, edukasi dan intervensi perilaku penyimpangan. Ketiga strategi ini dapat diterapkan di sekolah atau perguruan tinggi dan dapat digunakan sebagai kurikulum untuk meningkatkan perilaku individu dan mengurangi kekerasan. Strategi tersebut perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan agar strategi tersebut dapat diimplementasikan”. Kaprodi S1 Keperawatan, Bapak Edi Purwanto, MNg menjelaskan bahwa “Prodi sangat bangga dan kami ucapkan selamat atas pencapaian prestasi yang telah di raih oleh mahasiswa, mmenjadi juara internasional literature review di UGM. Prodi sangat support di setiap kegiatan kegiatan mahasiswa di bidang apapun, sehingga kami sangat berharap lahirnya mahasiswa-mahasiswa berprestasi di bidang akademik maupun non akademik, tutupnya.

Berbagi Optimisme Dibawah Naungan Doa Orangtua, Begitu Pesan Yang di Sampaikan Prof Ulum Dalam Pesmaba FIKES UMM

Berbagi Optimisme Dibawah Naungan Doa Orangtua, Begitu Pesan Yang di Sampaikan Prof Ulum Dalam Pesmaba FIKES UMM

Sedikit notalgia, diceritakan oleh Prof. Dr. Ihyaul Ulum,S.E., M.Si., Ak.,CA. professor asal Lamongan Jawa Timur yang akrab dipanggil Prof Ulum. Awal mula beliau mengenyam pendidikan tinggi adalah di Universitas Muhammadiyah Malang lebih tepatnya di kampus 2 UMM pada tahun 1996-2000. Profesor Muda Universitas Muhammadiyah Malang tersebut membangun optimisme dan keyakinan pada mahasiswa baru bahwa untuk dapat sukes maka harus memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Prof Ulum menyampaikan pada mahasiswa baru bahwa dahulu pilihan utama beliau untuk kuliah “the one and only UMM”. Dalam interaksinya dengan mahasiswa baru fikes umm, Prof Ulum memberikan pertanyaan “apakah tujuan memilih kuliah di UMM?” Maba pun memberikan jawaban beragam. Beliau menyampaikan perlunya menata dan menyamakan niat untuk mencari ilmu (Tholabul Ilmi) dan mencari Ridha Allah SWT, sebab jika diniatkan mencari ilmu maka apa yang diinginkan untuk menjadi seorang ners, apoteker, maupun fisioterapis akan mudah untuk terwujud karena dibantu oleh campur tangan Allah SWT. Prof Ulum juga memberikan penekanan pada Maba untuk patuh kepada orang tua. Beliau menceritakan pengalaman pribadinya, dulu sempat terdapat perbedaan pendapat antara keinginan pribadi untuk bekerja dengan keinginan orang tua, padahal beliau sudah menata dan merencanakan karirnya ditambahan dengan mengikuti berbagai level diklat serta magang. Prof Ulum menceritakan saat itu beliau mengirimkan lamaran dan diterima bekerja dimedia nasional ternama. Namun, saat itu orang tua beliau tidak sependapat dengan karir yang diambil, lantas memberikan nasihat. Dengan keikhlasan hati beliau memilih memenuhi keinginan orangtua orang tua bekerja sebagai guru mengaji dikampung halamannya. Prof ulum membagikan optimisme pada maba dengan menceritakan perjalanan studinya, beliau lulus sarjana hanya dengan waktu 3.5 tahun setelah itu beliau mendapat tawaran menjadi dosen dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 yang hanya ditempuhnya dalam waktu 1 tahun 1 bulan,  selanjutnya beliau Studi S3 yang hanya diselesaikan dalam waktu 2 tahun 5 bulan. Beliau menyampaikan dengan penuh keyakinan “bukan karena saya hebat tapi karena doa orang tua”. Dengan penuh antusiasme, Bintang Rahmadani Hamzah salah satu maba fikes dari prodi S1-ilmu keperawatan memberikan pertanyaan pada Prof Ulum “bagaimana cara untuk menejemen waktu prof?”. Prof ulum memberikan tanggapan yang pertama harus memiliki target Indeks Prestasi (IP) setidaknya minimal 3.5 baru beliau dapat mengikuti lembaga intra maupun ekstra kampus, namun jika target indeks prestasi dibawan 3.5 maka beliau meninggalkan semua kegiatan. Bukan menyalahkan ikuti lembaga kemahasiswaannya namun lebih kepada evaluasi diri dalam memenejemen waktu sehingga mengetahui bagaimanapun juga prioritas utama saat ini yaitu studi. Selanjutnya beliau memberikan tips yang kedua yaitu kenali masa studi jenjang sarjana 4 tahun, agar dapat sukses beliau menekankan pada maba untuk menjalani tiap tugas maupun ujian yang diberikan, ibarat menaiki sebuah tangga, maka bukan hanya sekedar dibayangkan tegasnya.

FIKES UMM Hadirkan Pakar Internasional Bidang Epidemiologi saat Pembukaan Pesmaba Fakultas

FIKES UMM Hadirkan Pakar Internasional Bidang Epidemiologi saat Pembukaan Pesmaba Fakultas

Nuansa Internasional sangat melekat saat pembukaan Pesmaba Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muammadiyah Malang. FIKES kini hadirkan pakar internasional dari inggris dalam bidang epidemiologi dalam pembukaan pesmaba. Pembicara tersebut adalah Owen Nkoka Ph.D yang berasal dari University of Glasgow, UK. Acara ini di komando oleh saudari Syafira Latifa N,  mahasiswa ilmu keperawatan, semester 4 yang tampai lihai dalam berbahasa inggris intreaktif dengan pemateri. Dalam pemaparannya, Mr Owen Nkoka Ph.D. mengenalkan pada mahasiswa baru tentang morbiditas (derajat suatu penyakit dalam populasi khusus) dan kesenjangannya dalam dunia kesehatan, selain itu juga dipaparkan tentang trend issue morbiditas penyakit dimana Diabetes mellitus, Cerebrovascular diseases, dan hypertension masih menduduki tiga besar masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh penduduk dunia dengan rentang usia 70-79 hingga 80 tahun keatas. Dari pemaparan terbut sejumlah 757 Mahasiswa baru (Maba) tampak sangat antusias menyimak pemaparan materi Mr Owen, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., sp. Kom menyampaikan kegembiraannya karena pesmaba tahun ini dapat terlaksana secara luring dan dapat dihadiri oleh tamu istimewa yakni para maba fikes angkatan 2022 dan Mr Owen Nkoka Ph.D sebagai pakar Epidemiology. Selain itu, pesan mendalam yang disampaikan bapak dekan adalah semua mahasiswa fikes mulai dari prodi S1-Keperawatan, S1-Farmasi, dan S1-Fisioterapi adalah bagaikan anak busur panah yang ketika ditarik akan melesat kedepan seperti sebuah harapan dan menjadi pioner dibidang kesehatan. Bapak dekan juga berharap kepada para maba untuk menjunjung adab dalam menuntut ilmu, bersungguh sungguh, sepenuh hati, semangat, dan dekat dengan bapak-ibu dosen pengajar. Maba juga harus mengenal dengan Kaprodi Sekprodinya serta bapak ibu dosennya maupun pakar-pakar dunia dibidang kesehatan.

Mutu Dan Komitmen Pendidikan Profesi Apoteker UMM dengan Pencapaian Lulus 98,67% UKAI CBT Agustus 2022

Mutu Dan Komitmen Pendidikan Profesi Apoteker UMM dengan Pencapaian Lulus 98,67% UKAI CBT Agustus 2022

Apoteker UMM kembali menunjukkan prestasinya. Prodi Apoteker UMM berhasil mempertahankan persentase kelulusan mahasiswanya lebih dari 95 % pada UKAI CBT Periode Agustus 2022. Sidang penetapan kelulusan tersebut dihadiri oleh Komite Farmasi Nasional, Ikatan Apoteker Indonesia, dan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia, dan LPUK-Nakes. Sidang kelulusan UKAI tersebut dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 23-25 Agustus 2022. Kaprodi Apoteker, Dr. Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp.FRS menjelaskan bahwa periode UKAI CBT Agustus 2022 memang cukup menantang karena nilai batas lulus mengalami kenaikan dari 52,5 menjadi 56,5. Walaupun begitu, Profesi Apoteker UMM tetap berhasil meluluskan 98,67 % mahasiswa Profesi Apoteker UMM. “Kita perlu bersyukur atas raihan prestasi ini. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih atas semua pihak yang sudah mendukung kelancaran Pendidikan Profesi Apoteker UMM. Raihan prestasi tersebut menunjukkan bahwa Profesi Apoteker UMM memiliki proses pendidikan dan pengajaran yang berkualitas”, tambahnya Ibu Ida, sapaan akrab beliau juga menyatakan bahwa prestasi ini tentunya tidak terlepas dari ikhtiar, dukungan, dan doa dari semua pihak mulai dari proses seleksi, pelaksanaan pembelajaran, pendampingan, pembekalan dan evaluasi internal yang telah dilakukan. Dukungan dari jajaran rektorat, dekanat, pengelola Prodi S1 Farmasi dan pengelola Prodi Apoteker, serta preseptor untuk terus berkomitmen menjaga mutu luaran terjawab dengan capaian tersebut. Disamping itu, mahasiswa Profesi Apoteker UMM juga memiliki grup belajar dalam kelompok kecil, sehingga dapat membantu mahasiswa dalam belajar dan berdiskusi terkait kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam proses Pendidikan Profesi Apoteker. Usaha-usaha tersebut tentunya akan semakin ditingkatkan untuk mendukung tercapainya proses pendidikan yang lebih baik. tutupnya.