Lilis Setyowati, M.Sc, Dosen Keperawatan FIKES UMM Terapkan Teori Virginia Henderson Dalam Perawatan Pasien Di ICU RSUMM

Lilis Setyowati, M.Sc, Dosen Keperawatan FIKES UMM Terapkan Teori Virginia Henderson Dalam Perawatan Pasien Di ICU RSUMM

Lilis Setyowati, M.Sc dosen keperawatan FIKES UMM terapkan teori Model kebutuhan Virginia Henderson dalam perawatan pasien di ICU RSUMM. Ibu Lilis tergabung dalam departemen keperawatan dasar. Kegiatan praktek dosen ini tidak disia-siakan oleh ibu yang pernah bekerja di salah satu RS Arab Saudi ini untuk pengembangan keilmuannya. Beliau mengadopsi teori Henderson pada pasien ICU dengan total care.  Ibu Lilis, sapaan akrab beliau menjelaskan bahwa teori kebutuhan Henderson sangat relevan dengan hierarki kebutuhan manusia Maslow secara umum. Teori ini sangat cocok dan juga dapat diadopsi untuk asuhan dan praktik keperawatan di berbagai setting klinis, terutama pada pasien ICU dengan total care. Henderson berfokus pada perawatan secara individu, menggambarkan peran keperawatan dalam membantu individu menjaga kesehatan, pemulihan atau mencapai kematian secara damai, tandasnya. Ibu yang konsen terhadap penerapan teori model ini juga menambahkan bahwa “saya sangat senang sekali adanya program integrasi RS UMM dan FIKES UMM karena dapat mengasah skill. Selain itu, saya juga dapat menambah pengetahuan baru saat merawat pasien, menemukan temuan baru dari tanda dan gejala penyakit yang diderita pasien, hasil lab dan lain-lain Kemudian, saya dapat memberikan konstribusi dalam intervensi yang update pada pasien serta berbagi pengalaman dengan perawat yang di rumah sakit dalam merawat pasien. Selanjutnya, kami dapat berkolaborasi dalam penelitian untuk meningkatkan mutu dan standar keperawatan, tutupnya

Bidang Kemahasiswaan FIKES UMM Perkuat Digitalisasi Dan Internasionalisasi Dalam Proker 1 Tahun Ke Depan

Bidang Kemahasiswaan FIKES UMM Perkuat Digitalisasi Dan Internasionalisasi Dalam Bidang Kemahasiswaan FIKES UMM Perkuat Digitalisasi Dan Internasionalisasi Dalam Proker 1 Tahun Ke Depan

Kemahasiswa FIKES UMM mengadakan pertemuan untuk pembuatan program kerja mahasiswa dan juga sosisalisasi digitalisasi proker tersebut. Acara ini diadakan di ruang aula Kapal Garden Hotel Sengkaling (26/11). Agenda ini dihadiri oleh Bapak Wakil Rektor III UMM, Asisten Khusus Rektor Bidang Kerjasama Internasional, Bapak wakil Dekan III FIKES UMM dan perwakilan seluruh organisasi himpunan mahasiswa FIKES UMM. Bapak wakil Dekan III FIKES UMM, Rakhmad Rosadi, SST.FT., MSc (PT) menjlaskan bahwa Kegiatan ini bertjuan untuk Memberikan pendidikan dan pembelajaran ke adik-adik mahasiswa dalam membuat program kerja 1 tahun ke depan. Kami belajar dari kepengurusan sebelumnya, dikarenakan tidak tertata dengan baik program kerjanya, menyebabkan banyak proker tidak jalan. Oleh sebab itu, dengan adanya penyusunan proker ini kita meminimalkan hal tersebut dan dapat melakukan kegiatan kemahasiswaan yang lebih baik. Selain itu, kami membangun sistem proker ini dengan digitalisasi. Dr. Nur Subekti, ST., MT, Wakil Rektor III juga memberikan arahan kepada mahasiswa, di awal pidatonya bapak WAREK III sesekali menyanjung torehan yang dicapai oleh mahasiswa FIKES UMM, yakni, menang juara 1 penyelenggaraan PESMABA Tahun 2022. Selain itu, Bapak Warek III mengatakan bahwa adanya bibit-bibit unggul, disiplin dan inovatif diantara mahasiswa FIKES UMM. Program proker dengan digitalisasi ini sangat baik karena mengikuti perkembangan zaman. Dan tentunya hal ini sangat mendukung aktivitas secara global, dimana juga menghadirkan tokoh yang memiliki jejaring internasional yang sangat luas yakni, Bapak Dr Drs Priyo Iswanto MH, Asisten Khusus Rektor Bidang Kerjasama Internasional, yang juga mantan Dubes RI untuk Republik Kolumbia 2017-2021. Kita sebagai calon pemimpin harus siap dengan kondisi dunia yang sangat tidak menentu ini, atau yang disingkat dengan VUCA, akronim yang berarti volatility (volatilitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity(kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas). Akronim yang pertama yaitu, volatility atau ketidakpastian. Apalagi kita hidup di Indonesia yang memiliki banyak simpangan data yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, kita harus selalu beradaptasi dan berinovasi, tandasnya. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus cepat beradaptasi dalam kondisi fleksible ini. Namun perlu dicatat bahwa, hal tersebut harus ada alur yang jelas agar anggotanya dapat mengikuti inovai-inovasi yang kita ciptakan. Kemudian akronim C yakni, complexity atau kompleksitas. Kondisi yang kompleks dalam era digital saat ini sangat cepat bergejolak, contohnya seperti cepatnya berita yang tersampaikan ke seluruh lapisan masyarakat yang bisa berdampak positif atau negatif, tambahnya Kemudian akronim A yakni, Ambiguity yaitu, seorang pemimpin harus berdaptasi dengan kondisi saat ini untuk memutuskan sesuatu. Jika dihubungkan dengan hukum fisika kita hidup dalam hukum newton III yakni, hukum relativitas. Oleh sebab itu, seorang leader harus mengantisipasi fenomena-fenoma yang tak menentu ini, tutupnya

Inovasi Matahari Home Care Milik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang jadi Inspirasi Bagi SMK Muhammadiyah 1 Pandaan

Inovasi Matahari Home Care Milik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang jadi Inspirasi Bagi SMK Muhammadiyah 1 Pandaan

Memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan di rumah, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyediakan layanan Matahari Home Care. Layanan ini diberikan oleh tim yang terdiri dari beberapa profesi seperti dokter, perawat, fisioterapi, ahli kesehatan masyarakat yang tergabung dalam satu tim kesehatan (health professional team).   Malang melintang membantu pelayanan pasien di rumah, Matahari Home Care juga terus menginspirasi banyak insan, termasuk SMK Muhammadiyah 1 Pandaan. Jajaran struktural SMK Muhammadiyah 1 Pandaan pun bertandang langsung ke Kantor Matahari Home Care dan FIKes UMM untuk belajar sekaligus bekerja sama dalam pembangunan pelayanan kesehatan Home Care.   Kepala SMK Muhammadiyah 1 Pandaan, Bapak Wiwit Dwi Purwono SThI, MAP mengaku senang dapat berdiskusi langsung dengan pihak FIKes UMM dan berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi pemicu berdirinya layanan Home Care di SMK Muhammadiyah 1 Pandaan dengan memberdayakan siswa, guru maupun lulusannya.   Wakil Dekan 3 FIKes UMM, Bapak Rakhmad Rosadi, SST.Ft., M.Sc(PT) yang turut menyambut kehadiran jajaran stuktural SMK Muhammadiyah 1 Pandaan menyebut bahwa FIKes UMM siap mendukung rencana baik dari SMK Muhammadiyah 1 Pandaan. “Alhamdulillah jika Matahari Home Care menjadi inspirasi, semoga kami bisa terus berinovasi untuk pelayanan dan percontohan yang lebih baik.”

FIKES UMM Turut Ramaikan Muktamar 48 Di Solo

FIKES UMM Turut Ramaikan Muktamar 48 Di Solo

Di Solo kita jalin ukhuwah, begitu awal ref theme song official  Muktamar tahun ini. Begitu juga spirit penggembira yang terdiri dari dosen, tendik baik dari prodi farmasi, fisioterapi, keperawatan untuk bersua dengan tiga juta penggembira yang lain di Solo. Tentu saja semangat ini seiya dan sepaham dengan tema Muktamar 48 kali ini yaitu “Memajukan Indonesia Mencerahkan Semesta” dan tema Muktamar Aisyiyah adalah “Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa”.   Mengawali perjalanan menuju Solo dari halaman parkir kampus 2 UMM, muktamirin Fikes bersuka cita dalam balutan lagu muktamar. Tak lama setelah lagu ini selesai, dilanjutkan Mars Aisiyah. Ibu-ibu Aisiyah bersenandung bersama dengan rampak dan rancak. Begitu mudah para muktamirin memilih lagu untuk dinyanyikan sepanjang perjalanan karena didukung perangkat video audio dari smart TV yang langsung conected dengan youtube. Rute yang kami lewati tentu saja via tol trans jawa. Saat di perjalananan, bertemu dengan rombongan ibu-ibu Aisiyah Kota Malang. Asa untuk jalin ukhuwah di Solo makin terasa seiring lambaian tangan dari dalam bus saat rombongan melanjutkan safarnya.   Tepat pukul 11.30 wib, kami tiba di Solo, tepatnya di RM Tamansari untuk tunaikan sholat Jum’at dan makan siang. Bertemulah lagi kita dengan muktamirin dari Riau, Lampung, Jakarta, Depok yang tentu saja makin menambah rasa. Salah satu muktamirin dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta yaitu Dr. Samsul mengatakan kami dari Jakarta berangkat semalam, dan alhumdillah disini bertemu dengan saudara kami dari FIKES UMM. Semoga semua sehat, gembira untuk menjadi penggembira di ajang 4 tahunan ini, tegasnya.     Jenderal lapangan muktamirin Fikes kali ini adalah Kaur FIKES UMM, yang juga ahli oleh bola tenis dan masakan khas Solo yaitu tengkleng. Kaur FIKES UMM ini bernama Akhar Muslimin, S.Ag yang juga asli Solo. Beliau mempersiapkan segala sesuatunya dan yang unik saat rekruitmen jamaah muktamirin yang mau ikut. Bapak KAUR FIKES menjelaskan bahwa pendaftaran menuju muktamar ini bersifat ala sayembara, artinya siapa saja yang bersedia ikut dan mendaftar diawal sehingga, 40 seat yang di bus terisi. Fakultas hanya menyediakan satu bus saja dan tidak lebih. Jadi bila sudah full seat maka sudah cukup tegasnya. “Alhamdulillah muktamirin FIKES tidak hanya dosen dan karyawan FIKES tetapi juga ada Karu perlengkapan dan staf, dan juga security yang baru saja purna tugas. Sayembara dan hadiah menjadi satu. Sayembara siapa yang cepat dan bersedia yang berangkat, hadian memberikah penghormatan pada security yang baru purna tugas”, tambahnya Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp, Kom juga mengatakan bahwa “yang membuat semangat dan haru adalah nobar pembukaan Muktamar di Stadion Manahan Solo via TV samsung di bus dengan chanel MU TV. “Kami harus menonton muktamar Muhammadiyah ke 48 via TV karena saking ramainya muktamirin”, ketusnya Seluruh peserta muktamirin menyanyikan lagu Indonesian Raya, Sang Surya, Mars Aisiyah secara berurutan dan kompak. Bus terasa bergemuruh layaknya muktamirin yang ada di dalam stadion Mahanahan. Kemudian, Tepuk tangan meledak saat UMM disebut oleh MC saat marching band, saat pesawat melintas diangkasa atas Manahan, membuat bangga muktamirin FIKES. Alhamdulllah bahagia, dan takjub melihat kemegahan gelaran Muktamar 48 Solo menjadi bagian memori muktamirin FIKES, jelasnya “Semoga menambah semangat dalam mengabdi di UMM. Apakah ini bagian untuk menciptakan corporation culturual keluarga FIKES. “Apakah ini bagian dari menjaga tradisi “corporate culture”? Semoga””, tutupnya

Prodi Ners FIKES UMM Mendapatkan Penghargaan Dengan Predikat Ranking Gold Di UKOM Nasional Perawat

Prodi Ners FIKES UMM Mendapatkan Penghargaan Dengan Predikat Ranking Gold Di UKOM Nasional Perawat

Sebuah prestasi selalu menjadi yang terbaik hasil ujian nasional perawat (UKOM) mahasiswa Ners UMM merupakan tradisi setiap tahunnya. Prestasi ini secara konsisten ditorehkan sejak berdirinya prodi ners, tahun 2010 yang lalu. Tahun inipun juga sama, Prodi ners melambung tinggi kembali hasil UKOM Nasionalnya dengan memperoleh penghargaan dari Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI). Penghargaan itu diberikan atas capain lulusan terbaik nasional kategori peserta 25-59 dengan ranking gold. Ranking tersebut berarti bahwa mahasiswa ners yang mengikuti UKOM 100% lulus atau kompeten. Prodi Ners, Bapak Sunardi, M. Kep mengakatan bahwa kami bersyukur atas capain ini. Hal ini tidak bisa lepas dari usaha mahasiswa dan seluruh jajaran dosen meperawatan. Kami berterima kasih kepada semua dosen yg menyumbangkan waktu dan tenaganya untuk menggembleng mahasiswa sebelum ukom. Penggemblengan ini kami lakukan rutin bagi mahasiswa ners dan biayanya gratis. Sejak prodi Ners ini berdiri, mahasiswa kami selalu bersaing ketat dari mahasiswa perguruan tinggi negeri. Tentunya ini merupakan trend yang positif dan semoga selalu dipertahankan.

Wakil Rektor III Lakukan Safari ke FIKES Untuk Mensosialisasikan Program Penguatan Kemahasiswaan Dan Alumni

Wakil Rektor III Lakukan Safari ke FIKES Untuk Mensosialisasikan Program Penguatan Kemahasiswaan Dan Alumni

Student today leader tomorrow, itulah slogan yang digaungkan oleh founding father UMM. Hal ini bukanlah sebuah isapan jempol belaka. Wakil Rektor III UMM serius dalam mempersiapkan mahasiswa UMM untuk berkembang secara akademik dan menjadi pemimpin di masa depan. Hal ini lah yang jadi latar belakang Warek III melakukan safari bergilir untuk mensosialisasikan program penguatan kemahasiswaan melalui program CoE dan alumni. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang rapat FIKES UMM Kampus 2 (5/11). Dr. Nur Subeki, ST, . MT, Warek III UMM menjelaskan bahwa Slogan Student today leader tomorrow merupakan slogan yang diwariskan oleh para pemimpin kita yang terdahulu. Slogan tersebut bermakna bahwa mahasiswa UMM dipersiapkan untuk digembleng tidak hanya secara akademik, akan tetapi juga digembleng untuk menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan. Pengembangan karakter menjadi seorang peimpin tersebut terpetakan dalam program CoE. Selain itu, sinergisitas dengan alumni dapat membentuk ekosistem lewat digital platform dan jaringan wirausaha, seperti berwirausahan bersama untuk membuka apotek atau klinik bersama. Alumni juga dapat memberikan pelatihan dengan bekerjasama dengan CoE untuk meningkatkan skill para mahasiswa dan juga sesama alumni. Sehingga, terdapat sinergisitas antara CoE UMM, alumni dan mahasiswa yang masih aktif dalam pengembangan karakter dan skill tambahan tersebut” bebernya Rakhmad Rosadi, SST, FT, MSc.PT, Wakil Dekan III juga menambahkan bahwa pengembangan karakter dan skill tidak bisa lepas dari ruh mahasiswa FIKES UMM. Salah satunya adalah bagaimana mereka di gembleng untuk berorganisasi di intra kampus. Salah satu kegiatan kemahaiswaan fikes waktu dekat ini adalah lokakarya untuk fungsionaris. Selain itu, FIKES UMM akan melakukan penguatan sistem alumni di fikes harus segera dilakukan. Sehingga, sinergisitas CoE dan Alumni FIKES UMM dapat terjalin dan membuka peluang-peluang kerja dan wirausaha, tutupnya.

FIKES UMM Ditinjau Oleh Executive Director of APCE- UNESCO Dalam Pengembangan CoE Dan Jejaring Internasional

FIKES UMM Ditinjau Oleh Executive Director of APCE- UNESCO Dalam Pengembangan CoE Dan Jejaring Internasional

FIKES UMM ditinjau oleh Executive Director of APCE- UNESCO dalam pengembangan Center of Excellent (CoE) Dan jejaring internasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan d ruang rapat FIKES UMM kampus 2 (3/11). Acara tersebut membahas tentang bagaimana perencaan dan pengembangan CoE di FIKES UMM. UNESCO menunggu peran FIKES UMM untuk mengepakkan sayapnya berperan di skala internasional tidak hanya secara nasional. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, MSc, sebagai Executive Director of APCE- UNESCO menjelaskan bahwa Kami disini melihat bahwa UMM, termasuk FIKES memiliki modalitas yang dapat dinaikkan level konstribusinya, tidak hanya untuk bangsa indonesia, tapi juga bangsa-bangsa. “Saya telah melihat kekhususan atau keunggulan, rata-rata universitas di Indonesia hanya memiliki ide secara generik saja, namun saya melihat UMM terdapat kekhususan atau keunggulan yang berbeda dan berada di depan. Hal ini tentunya menjadi modalitas penting untuk dinaikkan levelnya” Oleh sebab itu, saya berkunjung dan mengobservasi langsung ke UMM guna melihat lebih dalam seperti apa UMM, apa yang bisa dikonstribusikan, bagaimana tatakelola umm dibanding universitas lainnya, dan apakah ada perbedaan atmosfer perkuliahan”, bebernya. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, Dekan FIKES UMM mengatakan bahwa Unicef ini merupakan organisasi internasional di bawah naungan PBB, seiring dengan ini FIKES yang pada tahun 2021 telah memiliki base linemahasiswa asing dari berbagai dunia seperti brazil, UK, Thailand, Vietnam, Malaysia dalam tajuk internationsal short course.  Oleh sebab itu, kehadiran perwakilan UNESCO Indonesia maka FIKES berharap dapat makin progresif dan agresif dalam mendapatkan recognisi international. Tentu saja dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi, tuturnya.

Baihaqi Rahmatiga, Mahasiswa S1 Fisioterapi FIKES UMM Juara Karate Tingkat Nasional

Baihaqi Rahmatiga, Mahasiswa S1 Fisioterapi FIKES UMM Juara Karate Tingkat Nasional

Menjadi mahasiswa Semester 3 Program Studi S1 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang yang memiliki banyak perkuliahan dan praktikum tak membuat Baihaqi Rahmatiga S mengurungkan niatnya untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Karate.   Semangat dan keteguhannya dalam berlatih akhirnya berujung manis. Setelah 3 hari bertanding, yakni sejak tanggal 28 hingga 30 Oktober 2022, Baihaqi berhasil menorehkan prestasi sebagai Juara II Kumite di kelas 84kg Senior Putra. Dalam event yang bertajuk “Kejuaraan Nasional Karate Jombang Open Tahun 2022” tersebut, ia berhasil merebut Piala Jenderal (Purn) Widjojo Soejono XV, Gubernur Jawa Timur XVIII dan Bupati Jombang setelah mengalahkan peserta-peserta lain dari berbagai daerah   Baihaqi mengaku senang dapat mengikuti dan menjuarai kegiatan yang dilaksanakan di GOR Merdeka Jombang tersebut. Ia pun mengaku bahwa prestasinya tak luput dari dukungan Orangtua, teman-teman serta Prodi yang memberikan izin perkuliahan demi pertandingan Nasional tersebut.   Prestasi Baihaqi ini turut disambut hangat Bapak Rakhmad Rosadi, SST.Ft., M.Sc(PT) selaku Wakil Dekan III FIKes UMM. Bapak Rakhmad, panggilan akrabnya, mengaku bangga dan bersyukur atas pencaipan Mahasiswa S1 Fisioterapi, FIKes, UMM ini “Alhamdulillah, mahasiswa kami berprestasi lagi, kali ini Baihaqi di bidang Karate, pastinya kami di bidang III selalu mendukung kegiatan dan event-event kemahasiswaan, sehingga harapannya mahasiswa kami selalu berani mengembangkan diri dan mengibarkan sayapnya diberbagai kompetisi” tambahnya.

Dua Security Kampus 2 Purna Tugas, Ihklas Menjadi Kunci Mengabdi di UMM

Dua Security Kampus 2 Purna Tugas, Ihklas Menjadi Kunci Mengabdi di UMM

Purna tugas merupakan hal yag lumrah dalam siklus organisasi. Hal ini juga tidak terkecuali bagi lingkungan FIKES UMM. Hari ini ada dua staff security dilepaskan karena sudah mencapai purna tugas. Acara ini dilaksanakan di ruang rapat FIKES UMM (27/10) Haji imron mengatakan bahwa saya mengabdi di UMM selama kurang lebih 35,7 tahun, mengabdi dari awal sampai akhir menjadi security. Saya pernah suatu saat ditawari jadi driver, ternyata setelah rembukan dengan keluarga menetapkan untuk tetap menjadi security. Pak Hariyanto, juga menambahkan saya sendiri sudah 18 tahun mengabdi menjadi security. Saya mengucapkan banyak terimakasih. Bu Hj Eny juga menjelaskan bahwa saya tidak menyangka kalau kedua security telah purna tugas, padahal beberapa hari yang lalu makan bersama di ruang tata usaha FIKES yg memang menjadi tradisi di kantor tata usaha fikes.  apt. Nailis Syifa’, S.Farm., M.Sc., PhD, Selaku Wakil Dekan II FIKES UMM mengatakan bahwa kami menggelar acara ini sebagai bentuk apresiasi terhadap 2 security yang bertugas di Kampus 2. Dedikasi beliau untuk FIKES ini sangat luar biasa, misalnya saat kita rapat atau menerima tamu, mereka diluar menata parkir mobil atau motor kita, saat kran air lupa dimatikan, pintu kantor lupa dikunci, lampu ruanga belum dinyalakan atau dimatikan mereka juga yang melakukan. Selain itu, Mereka membantu kami saat hendak keluar dari kampus 2 dosen dan staf dibantu untuk diseberangkan supaya aman dan mudah mengurai kepadatan lalu lintas. “Ini baru pertama dilakukan di FIKES, tidak ada maksud lain selain memberikan apresiasi kepada beliaunya dan sebagai bentuk syukur FIKES sudah dibantu dan dilayani oleh mereka. Bukan nilai dari bentuk cinderamata yang FIKES berikan kepada keduanya namun ikatan silaturahim dan saling melayani menjadi tradisi yang terus harus dipelihara sebagai warisan para pimpinan di UMM dan ajaran agama”, katanya Sebagai bentuk syukur yang lain, kedua security ini juga mendapatkan kesempatan menghadiri gelaran muktamar ke-18 yang kan diselengarakan di Solo bersama rombongan keluarga FIKES yang lain, tutupnya

Gambaran Kesehatan Masyakarat Indonesia, Apa yang Harus Kita Perbuat Kepada Masyarakat dan Bangsa Ini?

Gambaran Kesehatan Masyakarat Indonesia, Apa yang Harus Kita Perbuat Kepada Masyarakat dan Bangsa Ini?

Berdasarkan Data BPS tahun 2021 menunjukkan bahwa IPM (Index Pembangunan Manusia) mencapai 72,29, angka kejadian Stunting (Tengkes) mencapai 24,4 %, ASI Eksklusif hanya mencapai 52,5 %, Rasio Gini mencapai 0,384 dan AHH (Angka Harapan Hidup) rata-rata 71 th.    Semua angka-angka diatas adalah indikator negara, tentunya bila di pedesaan lebih rendah lagi kwalitasnya. Muara dari indikator diatas  pada derajad kesehatan masyarakat. Sesuai dengan bunyi Pembukaaan UUD 1945 : “meningkatkan kesejahteraan umum, sebuah pertanyaan mendasar.  “apa yang harus kita perbuat”, senyampang kondisi dunia dan negara dari sisi ekonomi mengkawatirkan – inflasi diseluruh dunia. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan baik dibidang moneter maupun fiskal, salah satunya yaitu memberikan penguatan pada golongan masyarakat bawah agar tidak terjun kejurang kemiskinan berat. Saya tidak akan membahas indikator diatas, karena saya bukan ahli statistik. Sebagai insan PT, apa yang dapat kita sumbangkan kepada masyarakat, minimal angka indikator itu tetap mengingat situasi dunia. Membuat indikator itu tetap saja, kini dibutuhkan upaya khusus”. Sejak saya pensiun dari PNS dan menderita penyakit kastatropik penelitian sudah tidak pernah saya lakukan lagi. Namun fakta dan informasi faktual masih saya catat dibenak, meskipun tidak liwat kaidah penelitian yang benar. Saya menemukan, perilaku hedonis bisa-bisa merupakan budaya intrinsik kita. Tidak sedikit saya temui dilapangan perilaku tersebut pada tataran strata rendah, tetapi tetap hedonis. Saya berandai menawarkan kepada orang-orang strata bawah yang berbeda domisili : Sampeyan seneng yang mana, diberi pancing ikan atau diberi ikan ? Lebih banyak yang menjawab ikan tinggal makan pak, kalau pancing ikan dimana saya harus memancing pada jaman seperti sekarang, sungai sudah penuh pencemaran. Seorang teman mau punya kerja, mantu anaknya. Kerabatnya dikumpulkan suami-istri diminta untuk membantu saat resepsi. Semua diberi kain seragam namun dipersilahkan menjahitkan sendiri dengan model yang sudah ditentukan. Semua kerabat berkomentar: Diberi kain tidak sekaligus ongkos jahit, saya sendiri bisa beli. Kerja bakti dikampung, semua warga ikut kerja bakti membersihkan dan menata- merapikan lingkungan. Jam 11.00 selesai, santap hidangan sampai ludes. Out-put kerja jauh dibawah harga hidangan meskipun berasal dari sukarela warga. Ini bentuk pola hidup hedonis warga pada strata rendah. Saya juga belum tahu, warga miskin penerima BLT yang macam-macam namanya itu. Apa yang dibeli awal seterima uang BLT, jangan-jangan adalah rokok bapaknya. Gizi amat perpengaruh pada perkembangan manusia. Kekurangan gizi klasik adalah kekurangan kalori-protein terutama pasa masa perkembangan anak sampai dengan usia lima tahun Sedangkan kelebihan gizi, obesitas, diakibatkan intake makanan yang berlebihan. Tidak sedikit remaja kita status gizinya tidak baik, yang disebut sebagai kekurangan gizi tersembunyi. Dengan peningkatan pendapatan masyarakat kekurangan gizi tersembunyi ini makin besar jumlahnya. Mereka kecukupan makronutrient dalam makanan sehari-hari, namun konsumsi mikronutrient yang rendah. Hal ini dipicu promosi makanan promosi makanan dan barang kebutuhan sehari-hari gencar dimedia, tidak sedikit mempengaruhi pola konsumsi gizi. Fe, asam folat, magnesium, seng, kalsium.khrom, vit A amat kurang dalam asupan gizi karena promosi makanan tadi. Mulai anak-anak sampai dewasa banyak yang mencari kelezatan makanan dari pada kwalitas gizi makanan. Kurang gizi tersembunyi akan menurunkan daya kerja, endurance rendah, rentan sakit, termasuk menurunkan daya memori. Kekurangan gizi ini akan berakibat pada perkembangan janin pada ibu hamil, bayi-balita, pelajar sampai mahasiswa.  ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan. Menurut Boquien (2018) ASI mengandung air 87%, protein 1%, lemak 4%, karbohidrat 7%. Makronutrient  ASI kalah dibanding Susu formula (ASS), tetapi kaya materi non nutrisi misalnya  hormon, enzym hingga RNA mikro sebagai materi genetik sampai proses sistem imunitas bayi.  Untuk colostrum, yang paling banyak mengandung antibodi, tetapi setelah lima hari menyusui sel-sel imunitas ini hilang, ASI mampu memicu terbentuknya imun respon dan merangsang tumbuhnya mikrobioma pada usus bayi. Bifidobakteria bekerjasama dengan karbohidrat rantai pendek dalam ASI berperan sebagai prebiotilk dalam membantu sistem kekebalan tubuh bayi Komposisi zat penyusun ASI tidak sama antar ibu menyusui (Buteki). Jumlah komponen penyusun ASI untuk seorang Buteki berbeda antar waktu sehari,  kwalitas ASI  berubah saat menyusui pagi dibanding menyusui malam. Kadar lemak ASI lebih banyak pada malam hari dibanding menyusui pagi hari, disamping itu yang diberikan pada bayi berubah susunan kimianya sejalan dengan usia bayi. Itulah hebatnya ASI dibanding susu formula (ASS). Aspek dinamis ini menyebabkan ASI sulit untuk diduplikasi. Dengan menggunakan botol susu dan dot, jaminan sterilitas. Botol plastik bayi sering direbus air untuk menjaga sterilitas akan mendegradasi zat kimia pembentuk botol plastik yang memungkinkan bahan plastiknya berubah dan merugikan kesehatan bayi. Ini kurang dipahami oleh ibu-ibu. Angka ASI eksklusif sulit naik juga dipicu promosi susu formula yang gencar. Dengan standar produksi yang digunakan pabrikan,  tidak ada susu formula yang cocok untuk semua bayi. Stunting adalah profil bayi yang kekurangan gizi kronis sejak didalam kadungan sampai 1000 hari bayi tersebut hidup. Tinggi anak lebih pendek dari anak usia sebaya dan berdampak pada kehidupannya. Daya kognitif akan  menurun, mudah terkena penyakit DM 2 karena obesitas, daya tahan rendah sehingga mudah sakit, kelelahan. Didesa angka stunting diatas rata-rata nasional. Masih sekitar 28% dari semua bayi didesa tersebut. Apalagi akhir-akhir program Keluarga Berencana menurun, ditambah dengan kejadian kawin usia dini. Dapat diindikasikan rendahnya kwalitas penduduk dinegara kita masih dibawah rekan-rekan kita di Asean. Lansia, merupakan golongan umur tua yang makin lama jumlahnya makin bertambah karena hasil pembangunan. Semula banyak negara yang membatasi jumlah kelahiran, sehingga hadir budaya baru memiliki bayi membuat produktivitas menurun – pertambahan penduduk stagnan dan bentuk piramida penduduk puncaknya yang terdiri orang tua bertambah dan sebaliknya usia produktif makin lama makin rendah. Banyak negara yang meningkatkan batas usia untuk lansia dan meningkatkan batas usia produktif. Di negara kita, lansia menderita kelainan gizi, baik kekurangan maupun kelebihan. Di pedesaan tidak sedikit lansia kekurangan gizi, karena rokok,kurang gerak dan asupan kalsium yang rendah. Ditambah lagi penyakit komorbid yang mengikutinya. Budaya lansia kalau mendapatkan makanan enak dari perhelatan selalu bilang, nanti untuk cucu saya. Dibidang demografi perlu dibuat keseimbangan antara kematian dan kelahiran.   Bagaimana mengatasinya ?           Saya menulis berdasar pada keberadaan UMM, lembaga pendidikan yang memiliki kampus kesehatan(Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan) yang bisa berperan banyak. Peran sebagai lembaga pendidikan sudah dikerjakan melalui mata ajar Kesehatan Masyarakat dikedua kampus tersebut. PBM dilaksanakan dikelas, setiap tahun terjadwal kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang diikuti semua mahasiswa UMM semester