Kaprodi Farmasi dan Kaprodi Apoteker FIKES UMM Sosialisasi Karir di Bidang Kefarmasian pada Siswa SMK Farmasi Surabaya

Kaprodi Farmasi dan Kaprodi Apoteker FIKES UMM Sosialisasi Karir di Bidang Kefarmasian pada Siswa SMK Farmasi Surabaya

Surabaya – Siswa kelas 3 SMK Farmasi Surabaya mendapatkan kesempatan emas untuk menambah wawasan tentang masa depan mereka di dunia kefarmasian. Dalam rangkaian acara sosialisasi yang diadakan pada hari Rabu, Kaprodi Farmasi dan Kaprodi Apoteker hadir untuk memberikan motivasi dan penjelasan mendalam mengenai pendidikan perguruan tinggi serta peluang karir di bidang kefarmasian. Acara ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMK Farmasi Surabaya, Hari Subagio, A.Md.Farm., S.Pd., MM, yang menyampaikan pentingnya acara ini sebagai jembatan bagi para siswa untuk memahami lebih jauh potensi karir di bidang farmasi. “Kami berharap, dengan adanya sosialisasi ini, para siswa mampu menetapkan tujuan yang lebih jelas setelah lulus nanti, terutama bagi mereka yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi,” ungkapnya. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam kepada para siswa tentang pendidikan tinggi di bidang farmasi dan karir yang bisa mereka tempuh. Dengan mendatangkan narasumber langsung dari dunia akademis, acara ini berupaya memotivasi siswa agar tidak berhenti hanya di jenjang pendidikan menengah, melainkan melanjutkan ke perguruan tinggi yang tepat dan relevan dengan minat mereka. Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, selaku Kaprodi Apoteker, memberikan paparan yang menginspirasi. Beliau mengajak para siswa untuk tidak ragu dalam meraih cita-cita mereka di dunia kefarmasian. “Di bidang farmasi, ada banyak peluang karir yang menanti kalian. Mulai dari apoteker klinis, peneliti, hingga spesialis farmasi rumah sakit. Kuncinya adalah terus belajar dan mengembangkan soft skill yang mumpuni,” tegasnya. Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu adalah ketika Bu Ida, sapaan akrab beliau, yang sekaligus merupakan alumni SMK Farmasi Surabaya, berbagi pengalamannya. Sebagai alumni, beliau memberikan motivasi langsung kepada adik-adiknya agar berani bermimpi besar dan bekerja keras untuk mencapainya. “Dulu, saya juga duduk di bangku yang sama seperti kalian. Tidak ada yang tidak mungkin. Yang penting adalah niat dan usaha. Saya ingin adik-adik di sini juga bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berprestasi di bidang farmasi,” katanya dengan penuh semangat. apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc, Kaprodi Farmasi juga menambahkan bahwa pentingnya menjaga mutu pendidikan, terutama dalam mengasah soft skill seperti komunikasi dan manajemen waktu, yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Selain itu, keterampilan teknis juga harus terus ditingkatkan agar dapat berkompetisi di dunia profesional. Selain memberikan motivasi, para narasumber juga memperkenalkan berbagai fasilitas pendidikan yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dr. apt. Hidajah Rachmawati dan apt. Sendi Lia Yunita menjelaskan secara detail fasilitas laboratorium farmasi, perpustakaan, hingga program-program unggulan di S1 Farmasi UMM yang dapat menunjang pembelajaran para mahasiswa. Mereka juga memotivasi para siswa untuk tidak ragu memilih UMM sebagai tempat melanjutkan pendidikan. “Kami di UMM memiliki sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung kalian menjadi lulusan yang kompeten di bidang farmasi. Dari laboratorium yang memadai untuk peningkatan skill kefarmaian hingga dosen-dosen yang ahli di bidangnya. Kami berkomitmen untuk mendidik kalian menjadi profesional yang siap menghadapi dunia kerja,” ungkap apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. Sosialisasi ini memberikan manfaat besar bagi para siswa kelas 3 SMK Farmasi Surabaya, di antaranya: Motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di bidang farmasi. Wawasan tentang berbagai peluang karir di bidang kefarmasian, mulai dari apoteker hingga peneliti.Dan yang terakhir, Panduan dalam memilih perguruan tinggi yang tepat untuk melanjutkan pendidikan di bidang farmasi, dengan mempertimbangkan fasilitas, program studi, dan prospek karir, jelasnya. Dengan penuh antusiasme, para siswa mengikuti setiap sesi sosialisasi, diakhiri dengan tanya jawab interaktif yang semakin menguatkan tekad mereka untuk mengejar masa depan yang lebih baik di dunia kefarmasian.

FIKES UMM Jalin Kerja Sama dengan Klinik Michels Jerman, Gembleng 20 Lulusan Perawat untuk Bekerja di Diaspora Jerman

FIKES UMM Jalin Kerja Sama dengan Klinik Michels Jerman, Gembleng 20 Lulusan Perawat untuk Bekerja di Diaspora Jerman

Malang, 18 September 2024 – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencetak terobosan baru dalam upayanya memperluas peluang karir internasional bagi para lulusannya. Dalam kerja sama bersejarah, FIKES UMM resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan salah satu konsorsium rumah sakit terkemuka di Jerman, Michels Kliniken GmbH & Co. KG. Kolaborasi ini bertujuan memberangkatkan 20 perawat alumni UMM untuk bekerja di Jerman sebagai diaspora profesional. “Membangun Dua Sayap Menuju Karir Global” Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah besar dalam mempersiapkan lulusan UMM untuk bersaing di kancah global. “Ibarat sayap, adik-adik alumni UMM sudah memiliki satu sayap, yaitu knowledge, skill, dan lisensi dalam keperawatan. Saat ini, mereka sedang membangun sayap satunya lagi, yaitu kemampuan berbahasa Jerman. Bila kedua sayap ini lengkap, mereka akan terbang menjadi perawat profesional Indonesia dari UMM yang berkarir di Jerman dan membanggakan,” ungkap Dr. Yoyok. Salah satu tahap penting dari program ini adalah persiapan bahasa Jerman yang akan berlangsung selama 8 bulan di kampus UMM. Pihak Michels Kliniken secara langsung menunjuk instruktur bahasa dari Jerman untuk memberikan pelatihan intensif kepada para peserta. “Ini adalah langkah awal yang krusial dalam memastikan bahwa para perawat dapat berkomunikasi secara efektif dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik di Jerman,” tambahnya. Program Kolaborasi Pertama dengan Rumah Sakit Jerman Sementara itu, Muhammad Muslih, S.Kep., Ns., M.Sc, PhD, selaku tim task force kerjasama FIKES UMM dan Jerman, menjelaskan bahwa ini adalah program merupakan satu-satunya di Indonesia, yakni terdapat kampus prodi keperawatan yang bekerjsama dengan jerman untuk pemberdayaan alumninya dengan menjalin kerja sama dengan Michels Kliniken. MoU ini akan berlaku selama tiga tahun, mulai dari 19 Agustus 2024 hingga 19 Agustus 2027, dengan tujuan utama mempersiapkan alumni Ners UMM untuk bekerja di rumah sakit di Jerman. “Sebanyak 20 alumni Ners FIKES UMM terpilih melalui serangkaian tahapan seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes tertulis, hingga wawancara,” jelas Muslih. Kandidat yang terpilih akan mengikuti kelas bahasa Jerman selama 6 hingga 8 bulan di Kampus 2 UMM. Kelas ini dilaksanakan setiap hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB, dan seluruh biaya pelatihan sepenuhnya ditanggung oleh Michels Kliniken GmbH & Co. KG. Selain itu, pasca pelatihan bahasa, Michels Kliniken juga akan menanggung biaya tes bahasa Jerman hingga level B2, VISA, serta penerbangan awal ke Jerman. Pendampingan oleh Lembaga Bahasa Jerman Terpercaya Untuk memastikan kesuksesan program ini, Michels Kliniken menunjuk lembaga bahasa Jerman di Indonesia, Belajar Bahasa Jerman (BBJ), untuk memberikan kelas intensif serta pendampingan dalam persiapan keberangkatan ke Jerman. “Kerja sama ini tidak hanya mempersiapkan lulusan UMM dari sisi profesionalisme, tetapi juga memberikan mereka bekal kemampuan bahasa dan kultur Jerman yang diperlukan untuk berkarir di luar negeri,” tambah Muslih. Program ini diharapkan dapat menjadi pembuka jalan bagi lebih banyak lulusan Ners UMM yang ingin mengejar karir internasional, serta memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman dalam bidang kesehatan. Kerja sama antara FIKES UMM dan Michels Kliniken ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di UMM semakin mengglobal dan siap melahirkan tenaga kesehatan profesional yang berkompeten untuk berkarir di luar negeri. Program ini tidak hanya memberi kesempatan kerja bagi para lulusan, tetapi juga memperkuat reputasi UMM sebagai institusi pendidikan yang mampu menjawab tantangan global.

Refleksi Akhir Tahun, Fikes UMM Kupas Isu Hukum Kesehatan di Indonesia

Fikes UMM Kupas Isu Hukum Kesehatan di Indonesia

Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghelat seminar. Pertemuan ilmiah kali ini mengupas isu hukum kesehatan di Indonesia sebagai refleksi akhir tahun 2024. Seperti yang disampaikan Dekan Fikes UMM Prof Dr Yoyok Bekti Prasetyo MKep SpKom. Bahwa seminar ini mahasiswanya dapat mengetahui dinamika regulasi peraturan hukum kesehatan di Indonesia. Mereka nantinya dapat menelaah dan mengetahui rambu-rambu profesionalisme. Dengan begitu jika mereka terjun ke dunia kerja akan dapat mengantisipasi tindakan malpraktik. “Ini sebagai antisipasi sekaligus mitigasi tenaga kesehatan Indonesia agar melek hukum,” ungkap Prof Yoyok, Senin (30/12). Menurut Dekan Fikes ini, masalah kesehatan di Indonesia tidak akan tuntas dengan hanya menggelar rapat paripurna saja. Juga sebagai upaya menanamkan kepada mahasiswa tidak hanya berbekal Skill keilmuan saja. Namun perlu pula pembekalan pengetahuan mengenai regulasi yang ada di republik Indonesia. “Dengan begitu mahasiswa Fikes UMM mendapat pemahaman komprehensif dan holistik hingga dapat menjadi Nakes yang betul-betul profesional,” ucapnya. Pasalnya, saat ini di Indonesia terutama di bidang kesehatan sedang bertransformasi, yang tentunya membutuhkan Nakes yang berkualitas. Salah satu transformasi tersebut terbitnya peraturan Omnibus Law UU No 17 tahun 2023. Mahasiswa calon Nakes sangat perlu memahami undang-undang tersebut. Dimana salah satunya dalam peraturan tersebut mengenai pelayanan kesehatan yang aman terhadap pasien. Sebagai antisipasi araknya prilaku kasar pasien terhadap Nakes. Maka perlindungan hukum terhadap pelayan kesehatan dapat dianggap sangat penting. “Dengan adanya perlindungan hukum terhadap Nakes, dapat dipastikan layanan kesehatan diharapkan dapat lebih optimal dan berkualitas,” tukas Prof Yoyok. Dalam seminar ini, seluruh mahasiswa Fikes UMM yang berjumlah 150 peserta hadir. Mulai dari mahasiswa Prodi Farmasi, Fisioterapi, dan Keperawatan. Sedangkan narasumber, sengaja mengundang pakar hukum pidana, yang ekspert pula di bidang hukum kesehatan. Yakni Prof Dr Sidiq Sunaryo SH MHum yang juga menjabat Sekertaris Universitas Muhammadiyah Malang. Menurut Prof. Dr. Sidiq Sunaryo, penting bagi mahasiswa untuk memahami secara mendalam hukum kesehatan sebagai landasan untuk bekerja secara profesional di bidangnya. “Mahasiswa harus menyadari bahwa di dalam profesi kesehatan, ada dimensi hukum yang melekat. Pelanggaran atau kelalaian dalam praktik kesehatan dapat berujung pada konsekuensi hukum, baik dalam konteks hukum pidana maupun perdata,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa dengan memahami regulasi yang ada, mahasiswa tidak hanya dapat melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga memberikan pelayanan yang aman dan bermutu kepada pasien. “Pemahaman terhadap UU Omnibus Law No. 17 Tahun 2023 ini menjadi salah satu langkah awal bagi calon tenaga kesehatan untuk berkontribusi dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik di Indonesia,” tambahnya. Prof. Sidiq juga menggarisbawahi pentingnya perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman. “Regulasi ini tidak hanya melindungi pasien, tetapi juga memberikan rasa aman bagi tenaga kesehatan untuk bekerja tanpa rasa takut atau ancaman, baik dari pasien maupun keluarga pasien,” tuturnya. Ia berharap mahasiswa Fikes UMM mampu menjadi pionir dalam mempraktikkan profesionalisme yang berlandaskan hukum. “Mahasiswa diharapkan tidak hanya berperan sebagai pelaku teknis di dunia kesehatan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memahami dan menjalankan standar hukum dalam setiap tindakannya,” pungkas Prof. Sidiq.

Seminar di Penghujung Akhir Tahun, Fikes UMM Kupas Isu Hukum Kesehatan di Indonesia

Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghelat seminar. Pertemuan ilmiah kali ini mengupas isu hukum kesehatan di Indonesia sebagai refleksi akhir tahun 2024.  Dekan Fikes UMM Prof Dr Yoyok Bekti Prasetyo MKep SpKom menyampaikan bahwa seminar ini mahasiswanya dapat mengetahui dinamika regulasi peraturan hukum kesehatan di Indonesia. Mereka nantinya dapat menelaah dan mengetahui rambu-rambu profesionalisme. Dengan begitu jika mereka  terjun ke dunia kerja akan dapat mengantisipasi tindakan malpraktik.  “Ini sebagai antisipasi sekaligus mitigasi tenaga kesehatan Indonesia agar melek hukum,” ungkap Prof Yoyok, Senin (30/12/24). Menurut Dekan Fikes ini, masalah kesehatan di Indonesia tidak akan tuntas dengan hanya menggelar rapat paripurna saja. Juga sebagai upaya menanamkan kepada mahasiswa tidak hanya berbekal Skill keilmuan saja. Namun perlu pula pembekalan pengetahuan mengenai regulasi yang ada di republik Indonesia. “Dengan begitu mahasiswa Fikes UMM mendapat pemahaman komprehensif dan holistik hingga dapat menjadi Nakes yang betul-betul profesional,” bebernya. Pasalnya, saat ini di Indonesia terutama di bidang kesehatan sedang bertransformasi,  yang tentunya membutuhkan Nakes yang berkualitas. Salah satu transformasi tersebut terbitnya peraturan Omnibus Law UU No 17 tahun 2023. Mahasiswa calon Nakes sangat perlu memahami undang-undang tersebut.  Dimana salah satunya dalam peraturan tersebut mengenai pelayanan kesehatan yang aman terhadap pasien. Sebagai antisipasi araknya prilaku kasar pasien terhadap Nakes. Maka perlindungan hukum terhadap pelayan kesehatan dapat dianggap sangat penting.  “Dengan adanya perlindungan hukum terhadap Nakes, dapat dipastikan layanan kesehatan diharapkan dapat lebih optimal dan berkualitas,” tukas Prof Yoyok. Dalam seminar ini, seluruh mahasiswa Fikes UMM yang berjumlah 150 peserta hadir. Mulai dari mahasiswa Prodi Farmasi, Fisioterapi, dan Keperawatan.  Sedangkan narasumber, sengaja mengundang pakar hukum pidana, yang ekspert pula di bidang hukum kesehatan. Yakni Prof Dr Sidiq Sunaryo SH MHum yang juga menjabat Sekertaris Universitas Muhammadiyah Malang

Dekan Fikes UMM Malang: Perawat Indonesia Perlu Melek Hukum Kesehatan

  Penting bagi para perawat untuk mengetahui hukum atau aturan yang berlaku. Hal ini untuk menghindarkan mereka melakukan malpraktik ketika sudah terjun di dunia kerja. Kesadaran itulah yang coba dibangun oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM Malang) melalui seminar bertajuk “Isu Hukum di Indonesia” yang digelar pada Senin (30/12/2024). Seminar yang diikuti oleh ratusan mahasiswa Fikes UMM ini pakar hukum pidana, yang ekspert di bidang hukum kesehatan, Prof Dr Sidiq Sunaryo SH MHum sebagai narasumber utama. Dekan Fikes UMM Prof Yoyok Bekti Prasetyo mengatakan, melalui seminar ini para calon perawat ini diajak untuk mengupas berbagai isu hukum kesehatan yang ada di NKRI. Harapannya hal itu bisa menjadi rambu-rambu bagi para mahasiswa ketika terjun di dunia profesional. “Ini sebagai antisipasi sekaligus mitigasi tenaga kesehatan Indonesia agar melek hukum,” ucapnya. Prof Yoyok menegaskan, perlu langkah kongkrit untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada Indonesia. Sehingga dengan seminar ini para mahasiswa diharapkan tidak hanya mengetahui soal ilmu pengetahuan di dunia kesehatan saja saat terjun ke lapangan, tetapi juga berbagai regulasi yang harus mereka taati. “Dengan begitu mahasiswa Fikes UMM mendapat pemahaman komprehensif dan holistik hingga dapat menjadi Nakes yang betul-betul profesional,” pungkasnya

Silaturrahmi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Ke FIKES UMM Untuk Belajar Penguatan Kerjasama Internasional

Silaturrahmi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Ke FIKES UMM Untuk Belajar Penguatan Kerjasama Internasional

Silaturrahmi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Kalimantan Selatan guna mempelajari bagaimana cara memperkuat kerjasama internasional yang sudah dilakukan oleh FIKES UMM selama ini. Pertemuan tersebut bertempat diruang rapat FIKES UMM, Kampus 2 (5/8). Ramah tamah tersebut dihadiri oleh jajaran Dekanat dan seluruh pimpinan prodi dilingkungan FIKES UMM, sedangkan UMB diwakili oleh 5 orang yang merupakan jajaran pimpinan dekanat Ruslinawati, M. Kep, wadek 1, menjelaskan bahwa silaturrahmi ini bertujuan untuk belajar terkait kegiatan internasional yg telah dilakukan FIKES UMM. “Hal ini dilakukan oleh kami karena ini merupakan tuntutan akreditasi dan peluang bekerja di luar negeri”. Kami berkunjung ke FIKES UMM karena sudah ada kerja sama luar negeri, baik kelas internasional maupun peluang kerja disana. Selain itu, FIKES UMM memiliki penguatan bahasa asing yang sudah sangat baik, tambahnya. Kemudian, lanjut Ibu wadek I tersebut, Kami ingin juga menggali bagaimana UMM dalam mengimplementasikan kemuhammadiyaan atau AIK dalam kehidupan kampus baik dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian, jelasnya. Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom menerangkan bahwa tantangan FIKES saat ini adalah percepatan studi dosen dan juga percepatan jabatan fungsional. “Saat ini, terdapat 17 orang yang sedang studi s3 dari 64 dosen baik dalam negeri maupun luar negeri”. Kegiatan pembelajaran untuk peningkatan kemampuan bahasa asing terutama Bahasa Inggris dan Jepang diperbanyak porsinya. Hal ini bertujuan agar mahasiswa mampu berbahasa inggris aktif yang setara d1. Sedangkan Bahasa Jepang, Kita lakukan penggemblengan diakrenakan kita bekerjasama dengan Jepang terkait ketenaga kerjaan, imbuhnya. Selain itu, Kita lagi mengembangkan center of excellent (CoE), mahasiswa kita di semester 6 dan 7 dapat belajar diluar bidangnya sebagai implementasi MBKM. Kami mengembangkan CoE seperti farmasi industri kosmetik dan kesehatan di pertambangan. Rakhmad Rosadi, SST, FT, MSc.PT., Wakil Dekan III menambahkan bahwa UMM memiliki 180 MOU luar negeri, dan target 2025 memiliki 300 MOU. Sedangkan FIKES UMM kedepannya dalam membina kerjasama dengan univrsitas luar negeri adalah terdapat kegiatan yang dilakukan yang memberikan benefit dari kedua belah pihak. “Dalam waktu dekat,  kita akan berpartner dengan universitas nacional de colombia, universitas timisoara romania, University of South Australia dan Qassim University Saudi Arabia” tandasnya.

Kembangkan Keilmuan Fisioterapi, Dosen FIKES UMM Belajar Sampai Ke Turki

Dosen FIKES UMM, Rakhmad Rosadi SST Ft MScPt PhD mengikuti pelatihan fisioterapi model Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) di Istanbul Turki, Ahad (28/1/2024). Pelatihan bersertifikasi ini diadakan oleh Rehabilitation Prague School Istanbul. Instruktur DNS dipandu oleh Katerina Jezkova MPt. Dosen Rakhmad Rosadi berasal dari Prodi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Rakhmad Rosadi menjelaskan, pelatihan Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) Skill Course on Scoliosis dilaksanakan oleh Rehabilitation Prague School pada 27-28 Januari di Istanbul. Dia menjelaskan, instruktur DNS ini Katerina Jezkova MPt dan Martina Jeskova MPt. Sekolah ini merupakan pusat pengembangan prinsip kontrol motorik, postural, gerakan, pola berjalan, dan rehabilitasi saraf yang dikemukakan oleh Karel Lewit dan Vladimir Janda. ”Prinsip DNS saat ini secara protokol klinis mampu memulihkan dan menstabilkan fungsi gerak,” jelasnya. Penguatan ini, sambung dia, selaras dengan program pemerintah untuk mengendalikan angka kejadian skoliosis di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, prevalensi kejadian skoliosis mencapai 2,93 persen. Sedangkan di dunia pertahun terus meningkat mencapai 12 persen. Dijelaskan, skoliosis yang terjadi di Indonesia tergolong dalam kategori skoliosis idiopatik. Ironisnya kejadian ini ditemukan pada rentang usia remaja yang merupakan generasi emas bangsa. Penderitanya lebih banyak remaja perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Skoliosis, dia menerangkan, merupakan kondisi kelainan postur tulang belakang yang pada umumnya membentuk pola huruf C ataupun S. Fenomena skoliosis dikelompokkan menjadi empat kategori berdasarkan usia. Kategori pertama,  Infantile Idiopathic yang terjadi sejak lahir sampai usia 20 tahun. Kategori kedua, Juvenile Idiopathic Scoliosis yang terjadi pada rentang usia 3 hingga 9 tahun. Kemudian kategori ketiga, Adolescent Idiopathic Scoliosis yang terjadi pada usia 10 sampai 17 tahun. ”Terakhir kategori Adult Idiopathic Scoliosis yang terjadi di atas usia 18 tahun,” tuturnya. Faktor lain yang berpotensi meningkatkan prevalensi skoliosis adalah masa pubertas, indeks masa tubuh, dan perilaku aktivitas sehari-hari. ”Meningkatnya angka penggunaan gawai pada anak sekolah tanpa disertai posisi yang ergonomis menjadi sumbangsih terhadap angka kejadian skoliosis di Indonesia,” ujarnya. Di katakan, upaya promotif dan preventif dilakukan oleh Program Prodi Fisioterapi Fikes UMM melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. ”Deteksi dini dapat dilakukan melalui pengukuran skoliometer dan pemeriksaan spesifik fisioterapi. Namun, upaya kuratif dan rehabilitatif tetap dilakukan untuk mengembalikan fungsi gerak penderita skoliosis,” tandas Rakhmad Rosadi.

FIKES UMM Menggelar Bakti Sosial dengan Berbagi Sembako untuk Masyarakat Sekitar dalam Syiar Ramadhan 1445 H

Bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga untuk berbagi kebaikan kepada sesama. Mengikuti tradisi mulia ini, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar bakti sosial dengan membagikan sembako kepada masyarakat sekitar kampus, dalam rangkaian acara Syiar Ramadhan 1445 H.

Malang, 31 Maret 2024 – Bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga untuk berbagi kebaikan kepada sesama. Mengikuti tradisi mulia ini, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar bakti sosial dengan membagikan sembako kepada masyarakat sekitar kampus, dalam rangkaian acara Syiar Ramadhan 1445 H. Ramadhan, bulan yang penuh berkah, mengajarkan nilai-nilai kepedulian sosial dan kebaikan kepada sesama. Untuk mewujudkan hal ini, panitia Syiar Ramadhan 1445 H dari keluarga besar FIKES UMM menginisiasi kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat di sekitar kampus 1 dan kampus 2 UMM. Kaur Tata Usaha sekaligus ketua panitia kegiatan, Sugi Hartono, S.Sos. menjelaska bahwa “Saatnya kita mengamalkan ajaran agama dengan berbuat baik kepada sesama, dan salah satu bentuk terbaiknya adalah dengan bersedekah,”. Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini diawali dengan penggalangan donasi di lingkungan FIKES UMM, melibatkan 6 program studi dari 3 bidang ilmu, yakni Keperawatan, Farmasi, dan Fisioterapi. Dari hasil donasi yang terkumpul dari dosen dan karyawan, sejumlah 7,2 juta rupiah, berhasil dibelikan 46 paket sembako. Pembagian sembako dilakukan pada hari Sabtu, 30 Maret 2024, di ruang sidang ICMI kampus 2 UMM dan Hot Spot Kampus 1 UMM. Dalam sambutannya, Sugi Hartono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret dari kepedulian dan kepedulian dosen dan karyawan FIKES UMM kepada masyarakat sekitar. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat, terutama menjelang Idul Fitri 1445 H,” tambahnya. Momentum Ramadhan tidak hanya menjadi ajang untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan emas untuk menunjukkan kepedulian sosial kepada sesama. Dengan kegiatan bakti sosial ini, FIKES UMM berharap dapat memberikan sedikit kebahagiaan dan keringanan bagi masyarakat di sekitar, serta menginspirasi untuk terus berbuat kebaikan demi masa depan yang lebih baik.

Kajian Semarak Ramadhan FIKES UMM: Perintah Puasa sebagai Kunci Kesehatan Umat Islam

Malang, 28 Maret 2024 - Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara "Semarak Ramadhan yang ke 3" yang menampilkan kajian kesehatan terkait ibadah puasa Ramadhan. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen dan karyawan FIKES UMM yang antusias untuk mendapatkan pengetahuan tentang menjaga kesehatan selama bulan suci Ramadhan.

Malang, 28 Maret 2024 – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara “Semarak Ramadhan yang ke 3” yang menampilkan kajian kesehatan terkait ibadah puasa Ramadhan. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen dan karyawan FIKES UMM yang antusias untuk mendapatkan pengetahuan tentang menjaga kesehatan selama bulan suci Ramadhan. Dalam acara yang digelar bertempat di ICMI FIKES UMM ini, Dr. Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp.FRS., seorang pakar kesehatan, Farmasi dari FIKES UMM, menjadi pemateri utama kali ini. Beliau menyampaikan kesimpulan dari penelitian dan pengalamannya seputar pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. “Perintah puasa sangat penting untuk menjaga kesehatan umat Islam,” ungkap Dr. Hidajah Rachmawati dalam ceramahnya. “Beliau menjelaskan bahwa puasa tidak hanya merupakan kewajiban agama, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan bagi tubuh” Dr. Hidajah Rachmawati juga menyoroti perubahan kadar gula darah saat menjalani puasa. “Saat puasa, kadar gula darah menjadi teratur. Puasalah pasti akan sehat,” tambahnya. “Hal ini menunjukkan bahwa puasa tidak hanya membawa manfaat secara spiritual, tetapi juga mengoptimalkan kesehatan tubuh”, tandasnya Lebih lanjut, beliau memberikan tips tentang pola makan yang sehat selama bulan puasa. “Saat sahur, hindari karbohidrat kompleks, dan perbanyak protein. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kebugaran dan ketahanan tubuh saat berpuasa,” jelas Dr. Hidajah Rachmawati. Tak hanya itu, Dr. Hidajah Rachmawati juga memberikan panduan tentang penggunaan obat bagi mereka yang memutuskan untuk berpuasa. “Penting untuk mengetahui jenis obat yang tidak membatalkan puasa,” tegasnya. “Misalnya, obat hipertensi dapat diminum satu kali dalam sehari, baik saat waktu berbuka atau sahur.” Beliau juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga kesehatan bagi penderita gastritis. “Obat harus dikonsumsi dengan rutin agar kesehatan tetap terjaga, menghindari mual dan memperhatikan pola makan yang baik,” tambahnya. Namun, Dr. Hidajah Rachmawati juga memberikan peringatan khusus bagi penderita diabetes. “Perlu hati-hati dalam mengonsumsi obat, jangan diminum saat sahur karena berisiko hipoglikemia,” pesannya. “Gula darah harus terkontrol dengan menjaga pola makan yang teratur, dengan rentang gula darah kurang dari 200 dan tidak kurang dari 100.” Acara “Semarak Ramadhan” ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa, serta memberikan panduan praktis bagi umat Islam dalam mengatur pola makan dan penggunaan obat selama bulan suci Ramadhan.

Kajian Ramadhan FIKES UMM: Niat Puasa Mempengaruhi Kesehatan Tubuh Menurut Dr. Tri Lestari Handayani

Malang, 22 Maret 2024 – Dalam sebuah kajian yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada tanggal 22 Maret 2024 di Gedung ICMI FIKES UMM, Dr. Tri Lestari Handayani, S.Kep, M.Kep, .Sp.Mat, mengungkapkan kesimpulan menarik terkait dengan pengaruh niat puasa terhadap kesehatan tubuh manusia.

Malang, 22 Maret 2024 – Dalam sebuah kajian yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada tanggal 22 Maret 2024 di Gedung ICMI FIKES UMM, Dr. Tri Lestari Handayani, S.Kep, M.Kep, .Sp.Mat, mengungkapkan kesimpulan menarik terkait dengan pengaruh niat puasa terhadap kesehatan tubuh manusia. Menurut Dr. Tri Lestari Handayani, niat untuk berpuasa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fungsi hipotalamus otak manusia. “Hipotalamus merupakan pusat lapar dan haus dalam otak manusia,” katanya. “Karena itu, kita harus memperhatikan niat puasa dengan baik agar otak kita mempengaruhi perilaku puasa kita, yang pada akhirnya dapat meningkatkan taqwa kita kepada Allah.” Dalam kajiannya, Dr. Tri Lestari Handayani menjelaskan bahwa puasa memiliki dua fase utama, yaitu fase pencernaan selama 6 hingga 8 jam dan fase istirahat selama 6 hingga 8 jam. “Fase istirahat ini memiliki dampak positif terhadap kesehatan tubuh,” ungkapnya. “Termasuk dalam hal menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan HDL, serta menstabilkan glukosa darah.” Lebih lanjut, Dr. Tri Lestari Handayani menyoroti bahwa puasa juga dapat meningkatkan produksi limfosit dalam tubuh, yang berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. “Bahkan, produksi limfosit dapat meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan dengan kondisi tidak berpuasa,” tambahnya. Tidak hanya itu, puasa juga terbukti memiliki beragam manfaat kesehatan lainnya, seperti menurunkan peradangan, berat badan, serta meningkatkan fungsi otak. “Puasa dapat meningkatkan rasa bahagia melalui peningkatan hormon endorfin dalam tubuh, yang pada gilirannya meningkatkan mood yang baik,” jelasnya. Dalam konteks kesehatan mental, Dr. Tri Lestari Handayani menekankan bahwa puasa juga dapat membantu menurunkan tingkat stres. “Puasa dapat menurunkan hormon kortisol, katekolamin, dan adrenalin yang bertanggung jawab atas peningkatan tingkat stres dan tekanan darah,” paparnya. Kajian ini menegaskan bahwa puasa bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan fisik dan mental manusia. Dengan memahami mekanisme dan manfaat puasa dengan baik, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih bermakna serta mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal.