Mahasiswa FIKES UMM Juara Essay Nasional berkat Ide Tabir Surya Herbal

Tidak banyak ide yang mampu direalisasikan dan berhasil diapresiasi sebagai juara. Salah satu ide yang sukses mendapatkan penghargaan ialah milik Nia Yuniar Fitriana Putri, Mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Tidak banyak ide yang mampu direalisasikan dan berhasil diapresiasi sebagai juara. Salah satu ide yang sukses mendapatkan penghargaan ialah milik Nia Yuniar Fitriana Putri, Mahasiswa Prodi Farmasi Fakultas Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ia berhasil meraih juara dua essay nasional dalam kategori herbal kosmetik. Adapun Nia mendapatkan kemenangan itu dalam ajang Festival Pharmacy yang diadakan oleh Universitas Setia Budi pada Februari ini. Nia, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ia mengangkat judul “Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi dan Buah Tomat sebagai Tabir Surya” berawal dari keinginannya mendalami lebih jauh terkait khasiat dua bahan itu. Utamanya dalam melindungi kulit dari sinar UV. Selain itu, jumlah pengidap kanker kulit yang terus bertambah karena sering terkena sinar UV secara langsung juga menjadi bahan bakarnya untuk menyetuskan ide tersebut. Nia menuturkan bahwa dalam daun kemangi terdapat kandungan senyawa flavonoid yang memiliki zat antioksidan. Sementara, tomat memiliki kandungan likopen, yang juga mengandung zat antioksidan. Zat ini terbukti dapat melindungi kulit dari sinar UV serta mampu membuat kulit menjadi lebih sehat. “Jika zat likopen dan flavonoid ini dikombinasikan, tentu akan menghasilkan zat antioksidan tinggi yang mampu melindungi kulit kita,”ungkapnya. Mahasiswa angkatan 2020 ini kembali mengatakan bahwa ada kendala yang ia rasakan selama penyusunan essay. Salah satunya, jarangnya jurnal yang membahas terkait pemanfaatan daun kemangi dan tomat. Tetapi untunganya, selama penulisan essay ia banyak dibantu oleh kakak tingkat yang tergabung dalam grup belajar Hipotalamus. “Grup belajar ini sungguh memberikan pengaruh banyak dan bantuan selama saya menysun essay ini. Beragam diskusi dan masukan diberikan sehingga saya bisa mendapat banyak perspektif. Mengambil hal-hal yang bisa digunakan dalam essay agar apa yang saya tulis menjadi lebih kaya. Sehingga dapat ebsaing memperebutkan juara di lomba,” ungkap perempuan asli Jombang tersebut. Terakhir, ia berharap ke depannya gagasan yang ia cetuskan ini bisa terealisasikan. Juga bisa dilanjutkan pada tahap penelitian lebih lanjut dengan penambahan-penambahan yang dibutuhkan. Selain itu, tabir surya ini bisa menjadi solusi produk kosmetik yang lebih sehat dengan bahan herbal dan bisa menggantikan kosmetik dari bahan sintetis. “Tentunya jika ini berhasil direalisasikan, semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam melindungi kulit, sehingga mengurangi pengidap kanker kulit,” ucapnya.

Caping Day Ners 29: Menyongsong Profesi Ners dengan Kesiapan Mental dan Spiritual yang Matang

Menghadapi serangkaian pembelajaran profesi ners adalah suatu tantangan yang membutuhkan persiapan yang matang, baik secara mental maupun spiritual. Ini adalah pandangan yang diungkapkan oleh Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, Dekan FIKES UMM, dalam menyambut Caping Day Ners Angkatan 29 yang diadakan baru-baru ini di Ruang Auditorium Kampus 2 FIKES UMM (16 Maret).

Menghadapi serangkaian pembelajaran profesi ners adalah suatu tantangan yang membutuhkan persiapan yang matang, baik secara mental maupun spiritual. Ini adalah pandangan yang diungkapkan oleh Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, Dekan FIKES UMM, dalam menyambut Caping Day Ners Angkatan 29 yang diadakan baru-baru ini di Ruang Auditorium Kampus 2 FIKES UMM (16 Maret). Dalam wawancaranya, beliau menegaskan pentingnya pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa profesi ners untuk mengaplikasikan keilmuan mereka langsung dalam menentukan diagnosa dan intervensi yang tepat untuk pasien. “Belajar kolaborasi dengan profesi lainnya sebagai mitra serta bekerjasama sebagai profesi yang profesional juga merupakan aspek penting yang kami tekankan,” ungkap Dr. Yoyok. “Selama ini, Track record mahasiswa profesi ners FIKES UMM dalam tatanan klinik, terutama dalam masalah attitude, keramahan, keberanian mengungkapkan pendapat, dan komunikasi yang baik, telah terbukti sangat baik,” tambahnya. Tidak hanya itu, FIKES UMM juga mempersiapkan mahasiswanya untuk bekerja di luar negeri dengan menjalin kerjasama dengan Jerman dan Jepang. Ini menunjukkan komitmen institusi dalam memperluas peluang karir bagi lulusannya. Menanggapi pernyataan Dr. Yoyok, Ns. Muhammad Ari Arfianto, M.Kep., Sp.Kep.J, menyoroti tantangan mental yang sering dihadapi oleh mahasiswa selama praktik profesi. “Pembelajaran klinik memiliki atmosfer yang jauh berbeda, dan sering kali mahasiswa tidak siap secara mental,” ujarnya. Dalam menjawab tantangan ini, Prodi Profesi Ners FIKES UMM telah meluncurkan program Self Help Group (SHG) yang memberikan dukungan konseling baik secara individu maupun kelompok, membantu mahasiswa dalam mengelola kecemasan menjelang profesi. “Aktivitas ini memungkinkan mahasiswa untuk berbagi beban dan saling memberi dukungan, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kesiapan mental dan spiritual ners muda,” tambah Ns. Ari. Selain itu, ada juga program pembiasaan ibadah harian yang rutin dievaluasi untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya siap secara fisik dan akademik, tetapi juga secara spiritual. Dengan berbagai upaya ini, FIKES UMM bertekad untuk mempersiapkan generasi ners yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual yang kuat dalam menghadapi tantangan profesi yang kompleks dan dinamis.

Meraih Keberkahan dalam Bulan Ramadan: Pesan Inspiratif dari Ceramah Ustadz Faqih Ruhyanudin

Dalam suasana semarak Ramadan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pengajian rutin dengan pembicara spesial, Faqih Ruhyanudin, M. Kep., Sp. Kep. MB. Bertempat di ruang rapat ICMI (15 Maret), para peserta diajak merenung dalam keberkahan Ramadan dan upaya meraihnya.

Dalam suasana semarak Ramadan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pengajian rutin dengan pembicara spesial, Faqih Ruhyanudin, M. Kep., Sp. Kep. MB. Bertempat di ruang rapat ICMI (15 Maret), para peserta diajak merenung dalam keberkahan Ramadan dan upaya meraihnya. Menurut Faqih Ruhyanudin, keberkahan adalah karunia Allah yang menghadirkan kebaikan dalam hidup. Salah satu bentuk nyata keberkahan adalah melalui kegiatan kajian bersama seperti ini, di mana ilmu dan kebaikan dapat tersebar dan diperoleh bersama. Beliau juga mengutip kata-kata bijak Imam Al-Ghazali yang menyatakan bahwa berkah selalu bertambah dengan bertambahnya kebaikan. Ramadan merupakan waktu di mana amal dan ibadah dilipatgandakan, namun beliau menambahkan bahwa syarat utama untuk meraih keberkahan adalah dengan beriman dan bertaqwa. Dekan FIKES Periode 2017/2020 itu juga mengajak para hadirin untuk memperbanyak membaca dan merenungi Al-Quran, karena Al-Quran memberikan keberkahan dengan cara memberikan pahala berlipat. Sebagaimana yang tertera dalam Al-Quran bahwa membaca satu ayat mendatangkan sepuluh kebaikan. Tidak hanya itu, Faqih Ruhyanudin menyoroti keistimewaan tempat-tempat suci seperti Masjidil Haram. Mengutip hadis Ibnu Umar, beliau menjelaskan bahwa Rasul bersabda beribadah di Masjidil Haram bernilai 100.000 kali lipat dibandingkan dengan ibadah di masjid lainnya. Ramadan juga menjanjikan keberkahan dengan pengampunan dosa-dosa yang telah lalu dan keistimewaan malam Lailatul Qadar, tandasnya Dengan penutup yang penuh semangat, Faqih Ruhyanudin mendorong semua peserta untuk mengisi Ramadan ini dengan meningkatkan ketakwaan dan menjalin ukhuwah yang kuat untuk kemajuan FIKES UMM. Semoga bulan Ramadan kali ini membawa keberkahan dan kemuliaan bagi semua umat Muslim. https://www.blogtimmy.com/

FIKES UMM Borong Medali dalam PORNIKES JEMBER 2024

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) meraih kesuksesan gemilang dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Kesehatan (FORNIKES) Jember tahun ini. Pornikes adalah ajang kegiatan lomba dibidang olah raga dan seni yang dikhususkan untuk kampus yang memiliki prodi Kesehatan di wilayah Jawa Timur. Tim FIKES UMM berhasil memenangkan beberapa lomba olahraga yang diselenggarakan selama dua hari berturut-turut.

JEMBER – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) meraih kesuksesan gemilang dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Kesehatan (FORNIKES) Jember tahun ini. Pornikes adalah ajang kegiatan lomba dibidang olah raga dan seni yang dikhususkan untuk kampus yang memiliki prodi Kesehatan di wilayah Jawa Timur. Tim FIKES UMM berhasil memenangkan beberapa lomba olahraga yang diselenggarakan selama dua hari berturut-turut. Menurut Wakil Dekan 3 FIKES UMM,Rakhmad Rosadi, SST.FT., MSc (PT), PhD, kesuksesan ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh kontingen yang telah berjuang dengan penuh semangat di Jember. “Kami memberikan apresiasi yang tinggi untuk semua kontingen yang telah berjuang selama dua hari di Jember. Prestasi yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan FIKES UMM, tetapi juga bagi seluruh anggota tim yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Kelahiran Jember tersebut juga menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi tolak ukur prestasi yang sangat penting bagi FIKES UMM untuk tahun-tahun mendatang. “Tahun ini menjadi tolak ukur prestasi di tahun depan. Semoga kesuksesan ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berupaya mengembalikan FIKES UMM menjadi juara umum seperti tahun 2019,” tambahnya. Selain itu, Rakhmad juga menekankan pentingnya bagi mahasiswa FIKES UMM untuk tetap berprestasi dan lulus tepat waktu. “Kami mengajak seluruh mahasiswa FIKES UMM untuk tetap berprestasi dan fokus dalam menyelesaikan studinya tepat waktu. Kombinasi antara prestasi akademik dan prestasi olahraga adalah kunci kesuksesan bagi masa depan yang gemilang,” tutupnya. Dengan demikian, keberhasilan yang diraih oleh tim FIKES UMM dalam PORNIKES Jember 2024 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi mereka, tetapi juga menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berprestasi di segala bidang. Berikut ini adalah daftar perlombaan yang dimenangkan oleh Tim FIKES UMM dan juga Nama-nama mahasiswa yang menjadi Juaranya: Tenis Meja Juara 3 bersama Tunggal Putra : Widhigdo Kurniawan (202110410311054)(Farmasi) Juara 3 bersama Tunggal putri : Tsaniya Qurotul’aini (202210420311132) (Keperawatan) Juara 3 bersama Ganda Campuran : Nurul Ilham Wijaya (202110410311034) (Farmasi), Laurensia anasta (202310410311046)(Farmasi) E-sport Juara 1 : Ahmad Farid Maulana 202210410311331 Farmasi Diky Aditya 202210410311086 Farmasi Reiki Akmal Wirasatria 202210410311079 Farmasi Mikael Oliver E. H. C 202210410311073 Farmasi M. Fahdol Tuhing Pamungkas 202210410311110 Farmasi Ricky Maheswara Harianto 202210410311090 Farmasi Subhan Akbarrullah Buswar 202210490311044 Fisioterapi Tari Harapan 3 : Aura Lintang Ayu Cahyani 202110410311139 Farmasi Lufiana Mainur Rohmah 202110410311174 Farmasi Karinta Nataniela 202210410311373 Farmasi Eka Kurnia Sari 202110490311041    Fisioterapi Syanda Rosita 202210490311070 Fisioterapi Futsal Juara 3 Bersama : 1. Muhammad Angga Ferdiansyah Nim: 202310410311093 Prodi: Farmasi 2. Revin Nugraha Nim: 202210420311080  Prodi: Ilmu Keperawatan 3. Felix  Nim :202110490311057 Prodi : fisioterapi 4. Yudha  Nim : 202010420311079 Prodi : Ilmu Keperawatan 5. Alul  Nim : 202010420311032 Prodi : Ilmu Keperawatan 6. Robbi Abdurrahman kelvian NIM:202110300511021 Prodi:D3 keperawatan 7. Akbar  NIM:202210490311062 Prodi:fisioterapi 8. Adhen : 202210490311085 prodi fisioterapi 9. Abdi Nim : 202010490311080 Prodi : Fisioterapi 10. Ryan Nim :202010410311205 Prodi:Farmasi 11. Muhammad Rafli Habibi Nim : 202310410311086 Prodi : Farmasi 12. Daffa Fauzan Putra Nim 202310490311108 Prodi: Fisioterapi English Presentasion skill Juara 2 : Athika Ramadhani Iswan (202110410311254) Farmasi Catur Juara 3 bersama : Apliana Rambu Dulu Mosa (20211049031107) Fisioterapi

Profesor Kesehatan dari Thailand Memberikan Kuliah Tamu di Keperawatan FIKES UMM: Ungkap Fakta Bahaya NDCs

Noncommunicable diseases (NCDs) atau penyakit tidak menular menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Hal itu diungkapkan oleh seorang profesor dari Fakultas Ilmu Kesehatan Prince of Songkla University (PSU) Thailand, Prof Dr Karnsunaphat Balthip.

Noncommunicable diseases (NCDs) atau penyakit tidak menular menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Hal itu diungkapkan oleh seorang profesor dari Fakultas Ilmu Kesehatan Prince of Songkla University (PSU) Thailand, Prof Dr Karnsunaphat Balthip. Prof Karnsunaphat memaparkan beberapa fakta tentang PTM. Diantaranya yakni PTM menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. “Setiap tahun NCDs membunuh 41 juta orang  74% dari seluruh kematian secara global,” ucapnya saat berada di Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (05/3/2024). Selain itu, dia mengatakan, 17 juta orang meninggal karena NCD sebelum usia 70 tahun. Dia juga memaparkan, ada empat penyakit tidak menular yang paling banyak memicu kematian dini. Yakni penyakit kardiovaskular atau jantung sebanyak 17,9 juta kasus, Kanker 9,3 juta kasus, penyakit pernapasan kronis 4,1 juta kasus, dan penyakit Diabetes 2 juta kasus. Dia juga memaparkan hal-hal yang meningkatkan risiko kematian akibat PTM. Diantara seperti konsumsi tembakau, ketidakaktifan fisik. “Selanjutnya Konsumsi alkohol yang berlebihan, pola makan yang tidak sehat, serta polusi udara. semuanya meningkatkan risiko,” terangnya. Terakhir, Prof Karnsunaphat menjelaskan tentang komponen kunci dalam merespon NCDs. Yang pertama yakni melakukan deteksi dini, kedua skrining dan pengobatan PTM, dan terkahir perawatan paliatif.

Professor dari Thailand Bahas Non Communicable Disease di FIKES UMM

Prof Dr Karnsunphat Balthip dari Prince of Songkla University, Thailand, berbagi pengetahuan penyakit tidak menular pada mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (04/3/2024).

Prof Dr Karnsunphat Balthip dari Prince of Songkla University, Thailand, berbagi pengetahuan penyakit tidak menular pada mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (04/3/2024). Ia membahas tentang NCDs atau Non Communicable Disease. Ini adalah kondisi medis atau penyakit yang tidak menular. “Banyak yang meninggal dunia karena NCDs sebelum berusia 70 tahun,” kata Prof Karnsunphat di acara yang diadakan di kampus II UMM. Ada empat kelompok penyakit yang menyebabkan kematian antara lain kanker, diabetes dan serangann jantung. Dalam memberikan keterangan, prof ini atraktif. Dia tak hanya di podium tapi juga mendekati mahasiswa termasuk bertanya langsung. Dampak dari NCDs adalah penyakit kronis dalam waktu lama. Salah satu penyebabnya adalah karena faktor perilaku. Misalkan suka makan junk food yang banyak. “Apa yang kalian lakukan sebagai perawat untuk mempromosikan kesehatan?” tanyanya pada mahasiswa. NCDs menyerang wanita juga pria. Jadi tidak melihat gender. Pada pria antara lain karena suka merokok dan minuman keras. Kegiatan itu diikuti 250 mahasiswa D3 dan S1 Keperawatan. Juga diikuti secara daring oleh anggota Asosiasi Pendidikan Ners Muhammadiah. Dijelaskan oleh Edi Purwanto SKep Ners MNg, Kaprodi Keperawatan UMM menyebutkan kehadiran profesor dari Thailand ini memang sudah jadi agenda prodi tentang keperawatan pada penyakit yang tidak menular. Sampai tiga hari ke depan, ia akan berbagi ilmu di UMM terkait NCDs dan nursing community.   “Beliau juga nanti berbagi untuk penelitian bersama dan publikasi. Kita akan berusaha agar UMM dan Prince of Songkla University bekerjasama di penelitian dan pengabdian pada masyarakat,” jelas Edi di sela acara. Selain itu, mahasiswa Keperawatan akan menjalani pertukaran mahasiswa. “Dalam waktu dekat ada 16 mahasiswa ke Thailand dalam bentuk kegiatan sebulan. Juga ada dosen pengabdian disana,” tambahnya. Mahasiswa yang terpilih adalah yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang bagus dan ber IP tinggi. Nantinya dari kegiatan itu akan ada pengakuan mata kuliah. Dimana akan dikonversikan dengan kompetensi di keperawatan komunitas. Keperawatan komunitas itu seperti di puskesmas dan tidak di rumah sakiit. Dijelaskan Edi, kedatangan akademisi dari luar negeri tak hanya dari Thailand. Sebelumnya juga ada dari Jerman dan Malaysia. Rencana pertukaran mahasiswa selain ke Thailand juga ke Malaysia karena terkait kerjasama dengan perguruan tinggi disana.

Gelar Visiting Professor dari Thailand, Keperawatan UMM Selangkah lagi Go Internasional

Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Visiting Professor dari Thailand. Hadir dalam kesempatan ini Prof Dr Karnasunaphat yang berbagi ilmu mengenai Keperawatan di tingkat komunitas. Hal ini merupakan langkah Prodi ini untuk setapak lagi menuju Go internasional.

Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara Visiting Professor dari Thailand. Hadir dalam kesempatan ini Prof Dr Karnasunaphat yang berbagi ilmu mengenai Keperawatan di tingkat komunitas. Hal ini merupakan langkah Prodi ini untuk setapak lagi menuju Go internasional. Seperti yang disampaikan oleh Henik Tri Rahayu S Kep Ns MS PhD selaku Kepala Bagian Kerjasama UMM sekaligus Ketua Panitia acara Visiting Professor ini. Bahwa kegiatan ini bagi Keperawatan UMM merupakan bentuk kerjasama yang internasional yang ketiga. Sebelumnya kerjasama serupa telah dilakukan dengan beberapa universitas di Malaysia dan Vietnam. “Student dan Teacher Mobility, merupakan program saling bertukar mahasiswa dan dosen guna sama-sama menuju Go Internasional,” ungkap Henik, Kamis (29/02) di sela-sela acara. Pasalnya kampus ini mencanangkan 2024 ini sudah merambah ke mancanegara. Bahkan rencananya tahun depan Ptodi ini yang akan bertandang ke Thailand. Dimana ini merupakan langkah persiapan semester depan untuk dapat menerima mahasiswa internasional. “Mungkin yang mengawali program mahasiswa asing dari China, September ini sudah dapat dimulai programnya,” ucap Henik. Hal ini juga merupakan persiapan untuk meraih akreditasi internasional. Prof Karnasunaphat sendiri merupakan Guru Besar dari Prince of Songkla University Thailand. Dimana kerjasama mengenai Visiting Professor yang memberikan Student Learning, juga berbagi pengalaman serta potensi publikasi antar dosen. Profesor dari Thailand yang hadir ini memang ahli di bidang Comunity Nursing Roles. Yakni pencegahan penyakit-penyakit tidak menular, seperti diabetes, jantung, obesitas, Stroke, dan penyakit-penyakit tidak menular lainnya. “Penyakit-penyakit tidak menular tersebut saat ini menjadi momok masyarakat sekarang,” tandas Henik. Hal ini rupanya sejalan dengan visi dan misi Prodi Keperawatan UMM yang ingin menimba dan berbagi ilmu mengenai Keperawatan di tingkat komunitas.

Satu Visi Misi FIKES UMM UMM Visiting Hadirkan Profesor Kesehatan dari Thailand Ungkap Fakta Bahaya NDCs

Perkuat Kerjasama Fakultas Keperawatan UMM dengan University dari Thailand, FK UMM menggelar Visiting Profesor ” a community Nursing Roles ini Adolescent Health Toward non-Communicable Diseases” menghadirkan narasumber Prof,.DR.Karnsunaphat Balthip dari Thailand.

Perkuat Kerjasama Fakultas Keperawatan UMM dengan University dari Thailand, FK UMM menggelar Visiting Profesor ” a community Nursing Roles ini Adolescent Health Toward non-Communicable Diseases” menghadirkan narasumber Prof,.DR.Karnsunaphat Balthip dari Thailand. Edy purwanto kaprodi SKep Ners MNG mengatakan bahwa Visiting profesor ini memang sudah di agendakan di prodi tentang keperawatan pada penyakit yang tidak menular diantaranya Diabetes, hipertensi, stroke dan lainnya. “Memang kita datangkan dari Prince of Sonkla University dari Thailand. Tiga hari ke depan, selama tiga hari akan berbagi di UMM terkait anxity dan nursing community. “Selain itu Prof,.DR.Karnsunaphat Balthip juga berbagi untuk penelitian bersama, dan publikasi. Kita akan berusaha agar UMM dan Songkla University bekerjasama di penelitian dan pengabdian pada masyarakat . Sebaliknya kita juga akan ke sana untuk pertukaran mahasiswa,” ungkapnya. Visiting yang digelar tiga hari dimulai Kamis (29/2- hingga 2/3 /2024 ) diikuti 250 mahasiswa semester 6 yang ada mata kuliah keperawatan komunitas. Dikatakannya, Noncommunicable diseases (NCDs) atau penyakit tidak menular menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Hal itu diungkapkan oleh seorang profesor dari Fakultas Ilmu Kesehatan Prince of Songkla University (PSU) Thailand, Prof Dr Karnsunaphat Balthip. Prof Karnsunaphat memaparkan beberapa fakta tentang PTM. Diantaranya yakni PTM menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. “Setiap tahun NCDs membunuh 41 juta orang 74% dari seluruh kematian secara global. Selain itu, dia mengatakan, 17 juta orang meninggal karena NCD sebelum usia 70 tahun. Dia juga memaparkan, ada empat penyakit tidak menular yang paling banyak memicu kematian dini. Yakni penyakit kardiovaskular atau jantung sebanyak 17,9 juta kasus, Kanker 9,3 juta kasus, penyakit pernapasan kronis 4,1 juta kasus, dan penyakit Diabetes 2 juta kasus. Dia juga memaparkan hal-hal yang meningkatkan risiko kematian akibat PTM. Diantara seperti konsumsi tembakau, ketidakaktifan fisik. “Selanjutnya Konsumsi alkohol yang berlebihan, pola makan yang tidak sehat, serta polusi udara. semuanya meningkatkan risiko,” terangnya. Terakhir, Prof Karnsunaphat menjelaskan tentang komponen kunci dalam merespon NCDs. Yang pertama yakni melakukan deteksi dini, kedua skrining dan pengobatan PTM, dan terkahir perawatan paliatif.

Prodi Ners FIKES UMM Berhasil Selenggarakan OSCE Internal Berstandar Nasional

MALANG - Program Studi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) internal berstandar nasional. OSCE ini dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga kualitas lulusan ners FIKES UMM.

MALANG – Program Studi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) internal berstandar nasional. OSCE ini dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga kualitas lulusan ners FIKES UMM. Menurut Sekretaris Program Studi Ners FIKES UMM, Anis Ika Nur Rohmah, M.Kep. Sp.Kep.MB, “Alhamdulillah, OSCE internal berstandar nasional berhasil kita laksanakan secara rutin. Semoga komitmen ini bisa terus berlanjut demi menjaga kualitas lulusan ners FIKES UMM.” Anis, sapaan akrabnya menekankan bahwa pelaksanaan OSCE ini tidak hanya sekedar sebagai bahan evaluasi, tetapi juga memberikan masukan berharga untuk proses pembelajaran profesi ners di masa mendatang. “Selain itu, pelaksanaan OSCE ini sangat bermanfaat untuk mahasiswa dan juga prodi. Tidak hanya sebagai bahan evaluasi, namun juga menjadi masukan untuk proses pembelajaran profesi ners FIKES UMM di kemudian hari,” ungkapnya. “OSCE merupakan metode evaluasi klinis yang digunakan untuk mengukur keterampilan klinis mahasiswa atau profesional kesehatan. Dalam OSCE, peserta akan menghadapi serangkaian stasiun yang menilai keterampilan klinis mereka dalam berbagai aspek, mulai dari komunikasi dengan pasien hingga keterampilan tindakan medis”, jelasnya Dengan suksesnya pelaksanaan OSCE internal berstandar nasional ini, diharapkan bahwa kualitas lulusan Program Studi Ners FIKES UMM akan terus meningkat. Selain itu, upaya ini juga membuktikan komitmen prodi dalam memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan dunia kerja di bidang keperawatan, tutupnya https://www.kabar360.com/

250 Mahasiswa Keperawatan Fikes UMM Ikuti Kuliah Tamu Profesor dari Thailand

Sebanyak 250 mahasiswa program studi D3 dan S1 keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti kuliah tamu tentang penyakit tidak menular di Kampus II UMM Kamis (29/2) lalu.

Sebanyak 250 mahasiswa program studi D3 dan S1 keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti kuliah tamu tentang penyakit tidak menular di Kampus II UMM Kamis (29/2) lalu. Kuliah tamu tersebut disampaikan oleh Prof Dr Karnsunphat Balthip dari Prince of Songkla University, Thailand. Dalam paparannya ia mengatakan saat ini banyak kematian di usia muda. Itu lantaran gaya hidup yang tidak sehat. Seperti suka mengonsumsi makanan-makanan cepat saji. Karnsunphat menyampaikan dalam istilah medis penyakit menular disebut Non Communicable Disease (NCDs). NCDs merupakan penyakit kronis yang kemunculannya butuh waktu lama. Sebab, kemunculannya akibat tumpukan dari pola gaya hidup yang salah tetapi dilakukan berulang-ulang. Untuk itu, ia menilai mahasiswa keperawatan memiliki peran penting dalam upaya pencegahan. Misalnya untuk mensosialisasikan kesehatan ke masyarakat. “NCDs bisa menyerang laki-laki dan perempuan,” ucapnya. Kaprodi Keperawatan UMM Edi Purwanto SKep Ners MNg mengatakan kegiatan itu diikuti oleh 250 mahasiswa yang tengah menempuh semester enam. Selain itu, pihaknya juga mengundang Asosiasi Pendidikan Ners Muhammadiah se Indonesia. “Ada 120 peserta yang bergabung melalui daring,” ungkapnya. Edi mengatakan kuliah tamu itu merupakan agenda rutin prodi keperawatan. Sebelumnya pihaknya juga bekerja sama dengan pakar dari Jerman dan Malaysia. “Negara mana pun yang memungkinkan untuk menjalin kerja sama akan kita jalin,” imbuhnya. Dirinya mengatakan materi yang disampaikan itu relevan dengan salah satu mata kuliah mahasiswa keperawatan. Yakni keperawatan komunitas. Edi menyampaikan jika nantinya akan ada sebanyak 16 mahasiswa yang mengikuti pertukaran pelajar ke Thailand. Mereka akan mengikuti kegiatan pengabdian di sana. Termasuk juga beberapa dosen juga akn turut diberangkatkan. Edi menyebut mahasiswa yang dipilih harus memiliki penguasan Bahasa Inggris yang bagus. Selain itu indeks prestasi juga akan menjadi pertimbangan lainnya. Selanjutnya, kegiatan pertukaran mahasiswa itu nantinya bisa digunakan mahasiswa untuk ekuivalensi mata kuliah yang relevan. Sehingga, kegiatan tersebut bisa terakui dan masuk dalam penilaian akademik mahasiswa.