Malang, 22 Maret 2024 – Dalam sebuah kajian yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada tanggal 22 Maret 2024 di Gedung ICMI FIKES UMM, Dr. Tri Lestari Handayani, S.Kep, M.Kep, .Sp.Mat, mengungkapkan kesimpulan menarik terkait dengan pengaruh niat puasa terhadap kesehatan tubuh manusia.
Menurut Dr. Tri Lestari Handayani, niat untuk berpuasa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap fungsi hipotalamus otak manusia. “Hipotalamus merupakan pusat lapar dan haus dalam otak manusia,” katanya.
“Karena itu, kita harus memperhatikan niat puasa dengan baik agar otak kita mempengaruhi perilaku puasa kita, yang pada akhirnya dapat meningkatkan taqwa kita kepada Allah.”
Dalam kajiannya, Dr. Tri Lestari Handayani menjelaskan bahwa puasa memiliki dua fase utama, yaitu fase pencernaan selama 6 hingga 8 jam dan fase istirahat selama 6 hingga 8 jam. “Fase istirahat ini memiliki dampak positif terhadap kesehatan tubuh,” ungkapnya. “Termasuk dalam hal menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan HDL, serta menstabilkan glukosa darah.”
Lebih lanjut, Dr. Tri Lestari Handayani menyoroti bahwa puasa juga dapat meningkatkan produksi limfosit dalam tubuh, yang berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. “Bahkan, produksi limfosit dapat meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan dengan kondisi tidak berpuasa,” tambahnya.
Tidak hanya itu, puasa juga terbukti memiliki beragam manfaat kesehatan lainnya, seperti menurunkan peradangan, berat badan, serta meningkatkan fungsi otak. “Puasa dapat meningkatkan rasa bahagia melalui peningkatan hormon endorfin dalam tubuh, yang pada gilirannya meningkatkan mood yang baik,” jelasnya.
Dalam konteks kesehatan mental, Dr. Tri Lestari Handayani menekankan bahwa puasa juga dapat membantu menurunkan tingkat stres. “Puasa dapat menurunkan hormon kortisol, katekolamin, dan adrenalin yang bertanggung jawab atas peningkatan tingkat stres dan tekanan darah,” paparnya.
Kajian ini menegaskan bahwa puasa bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan fisik dan mental manusia. Dengan memahami mekanisme dan manfaat puasa dengan baik, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih bermakna serta mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal.