Sosialisasi PMB, FIKES UMM Edukasi Kesehatan Reproduksi ke Siswa SMK Sidoarjo

Dalam rangka memperkenalkan program studi dan menarik minat, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Sasaran kali ini ke SMK 1 Taman Muhammadiyah Sidoarjo dengan memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan manfaat yoga. Wakil Dekan I FIKES, Ns. Henny Dwi Susanti, M.Kep., Sp. Kep. Mat., Ph.D., sebagai pemateri utama yang menyampaikan mengenai edukasi kesehatan reproduksi. Ia menguraikan mengenai pentingnya edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi dapat membantu mencegah berbagai permasalahan kesehatan, seperti penyakit menular seksual dan kehamilan tidak direncanakan. “Sebagai generasi penerus, pendidikan kesehatan reproduksi bukan hanya untuk melindungi diri, tetapi juga untuk membangun generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” ujar Henny. Wakil Dekan I ini tak hanya membahas kesehatan reproduksi ia juga memperkenalkan yoga sebagai metode menjaga keseimbangan fisik dan mental. Ia menjelaskan bahwa yoga tidak hanya berguna untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh. Namun juga memiliki dampak positif dalam mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi belajar. Serta menjaga keseimbangan hormon yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. “Di era yang penuh tekanan, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Yoga bisa menjadi salah satu cara mudah yang bisa kalian praktikkan sehari-hari,” imbuhnya. Antusiasme peserta semakin meningkat saat sesi demonstrasi gerakan yoga sederhana yang dapat dilakukan di sela-sela aktivitas belajar. Dengan bimbingan langsung dari Ns. Henny, para siswa mencoba beberapa gerakan dasar yang bertujuan untuk relaksasi dan meningkatkan fokus. Sesi ini pun disambut dengan antusias, diiringi tawa dan semangat para peserta. Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi siswa untuk bertanya langsung mengenai berbagai program studi di FIKES UMM, prospek karier di bidang kesehatan, serta fasilitas yang tersedia di kampus. Beberapa peserta mengaku semakin tertarik untuk melanjutkan studi di FIKES UMM setelah mendapatkan informasi mengenai kurikulum dan peluang kerjanya. “Selain mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan, kami juga memperkenalkan FIKES UMM sebagai institusi yang berkomitmen dalam mencetak tenaga kesehatan profesional dan berdaya saing tinggi,” tutur Ns. Henny. Acara ini pun ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian suvenir dari FIKES UMM bagi para peserta. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak calon mahasiswa yang tertarik untuk bergabung dengan Fakultas Ilmu Kesehatan serta semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan secara holistik.
FIKES UMM Sosialisasi PMB 2025 dan Edukasi Penyuluhan Penggunaan Obat di SMK 2 Taman Muhammadiyah Sidoarjo

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar kegiatan sosialisasi untuk memperkenalkan program studi dan menarik minat calon mahasiswa. Kali ini, Wakil Dekan II FIKES UMM, Apt. Nailis Syifa’ S.Farm, M.Sc., PhD melakukan roadshow ke SMK 1 Taman Muhammadiyah Sidoarjo dalam rangka sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2025 serta memberikan penyuluhan penting mengenai penggunaan obat yang baik dan benar. Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari para siswa dan tenaga pendidik SMK 1 Taman Muhammadiyah Sidoarjo. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara, di mana mereka berbondong-bondong hadir untuk mendapatkan informasi terkait peluang studi di FIKES UMM serta edukasi mengenai kesehatan. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk mengenalkan program studi unggulan di bidang kesehatan. Tetapi juga membekali siswa dengan pengetahuan yang dapat mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sesi pertama, Apt. Nailis Syifa’ S.Farm, M.Sc., menjelaskan secara rinci tentang PMB 2025. Termasuk prosedur pendaftaran, beasiswa yang tersedia, serta fasilitas dan keunggulan akademik yang dimiliki FIKES UMM. Dengan menghadirkan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan industri kesehatan, FIKES UMM berkomitmen untuk mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional. ”Kami ingin memberikan gambaran yang jelas kepada siswa tentang bagaimana perkuliahan di FIKES UMM dapat menjadi langkah awal dalam membangun karier di bidang kesehatan. Fasilitas lengkap, tenaga pengajar berkualitas, serta berbagai program beasiswa adalah beberapa keunggulan yang bisa menjadi pertimbangan bagi calon mahasiswa,” ujar Apt. Nailis Syifa’. Setelah sesi sosialisasi PMB, acara dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai penggunaan obat yang baik dan benar. Dalam penyuluhan ini, Apt. Nailis Syifa’ menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, tentang cara konsumsi obat yang aman dan sesuai aturan. Pemahaman mengenai membaca label obat sangat diperlukan agar setiap orang dapat mengikuti aturan pakai dan menghindari efek samping yang berbahaya. Beri Penyuluhan Penggunaan Obat yang Benar Ia juga menjelaskan perbedaan obat bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras, serta memberikan edukasi tentang simbol obat dan batasan penggunaannya. ”Bahaya penyalahgunaan obat menjadi sorotan dalam penyuluhan ini, mengingat resiko yang ditimbulkan dari penggunaan obat tanpa resep dokter. Termasuk potensi kecanduan dan efek samping yang merugikan kesehatan,” tuturnya. Selain itu, Apt. Nailis Syifa’ menekankan pentingnya cara penyimpanan obat yang benar agar tetap efektif dan tidak mudah terkontaminasi. Ia juga mengingatkan siswa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi obat tertentu. Hal ini untuk memastikan keamanan dan efektivitas penggunaannya. Penyuluhan ini semakin menarik dengan adanya sesi tanya jawab interaktif. Para siswa berkesempatan mengajukan pertanyaan seputar penggunaan obat dan berbagai aspek kesehatan lainnya. Tak sedikit dari mereka yang mengungkapkan rasa ingin tahu mengenai peran tenaga kesehatan dalam memastikan keamanan penggunaan obat di masyarakat. ”Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi siswa. Edukasi mengenai penggunaan obat yang benar sangat penting untuk menghindari resiko kesehatan yang dapat muncul akibat ketidaktahuan atau kesalahan dalam konsumsi obat,” tambah Apt. Nailis Syifa’. Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian suvenir menarik dari FIKES UMM. Dengan adanya roadshow ini, diharapkan semakin banyak siswa yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan dan memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab. Kegiatan roadshow FIKES UMM ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan. Serta meningkatkan literasi kesehatan di kalangan generasi muda.
Kunjungi Dua Sekolah di Jember, FIKES UMM Beri Edukasi Penanganan Cedera Olahraga

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan edukasi penanganan cedera saat olahraga. Edukasi ini diberikan kepada para siswa di dua sekolah sekaligus. Yaitu SMK 4 Muhammadiyah Kalisat dan SMAN 1 Kalisat. Dalam kesempatan ini, Wakil Dekan 3 FIKES UMM, Rakhmad Rosadi, menjelaskan teknik-teknik dasar pertolongan pertama pada cedera. Seperti ankle sprain dan muscle strain, yang dilengkapi dengan praktik langsung hingga para siswa aktif terlibat. “Edukasi ini merupakan program unggulan FIKES UMM. Termasuk Program Perawat ke Jerman, yang memberikan kesempatan berkarier internasional,” ungkap Rakhmad. Fakultas Kesehatan ini memang getol menghantarkan mahasiswa maupun lulusannya ke luar negeri. Di antaranya melalui program Credit Transfer ke Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Mahidol University Thailand. “Selain itu juga berbagai jenis beasiswa dapat diraih di FIKES UMM. Baik beasiswa akademik, beasiswa prestasi, maupun beasiswa jalur khusus,” ucapnya. Wakil Dekan ini mengaku sangat senang dapat berbagi ilmu dan memperkenalkan program unggulan FIKES UMM kepada siswa di Kalisat. Ia menilai antusiasme para menunjukkan potensi besar generasi muda untuk berkembang. Tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMK 4 Muhammadiyah Kalisat Alex Dwi Hermawan, menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat terus terjalin. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru kepada siswa, tetapi juga memotivasi mereka untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. FIKES UMM memang getol menggelar roadshow dan edukasi. Fakultas ini berupaya menciptakan kesan mendalam di hati para siswa dan guru. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk menginspirasi lebih banyak siswa mewujudkan cita-cita. Utamanya melalui pendidikan tinggi berkualitas di Universitas Muhammadiyah Malang
Dosen Keperawatan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., SP. Kom, Resmi Sandang Gelar Guru Besar di Bidang Keperawatan Komunitas

Malang, 23 Januari 2025– Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencatat sejarah baru dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Guru Besar kepada Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., SP. Kom. Penyerahan ini menandai momen penting, di mana FIKES UMM secara resmi memiliki guru besar pertamanya di bidang keperawatan komunitas. Dalam momen penuh kebanggaan ini, Prof. Yoyok menyampaikan bahwa capaian ini bukan hanya hasil dari kerja keras pribadi, melainkan juga buah dari kolaborasi yang luar biasa di lingkungan FIKES UMM. “Ini adalah pencapaian bersama FIKES UMM dengan dukungan yang luar biasa dari para pimpinan, program studi, departemen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Semua pihak telah bekerja keras dan berkontribusi dalam perjalanan ini,” ungkapnya penuh rasa syukur. Sebagai guru besar pertama di FIKES UMM, Prof. Yoyok tidak hanya merasa bangga, tetapi juga memandang ini sebagai tanggung jawab besar untuk terus mendorong kemajuan fakultas. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam bidang keperawatan komunitas. “Kami siap melahirkan guru besar baru di FIKES UMM di masa yang akan datang. Pencapaian ini harus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkembang,” tambahnya. Prof. Yoyok Bekti Prasetyo telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam bidang keperawatan komunitas. Dengan berbagai penelitian, publikasi ilmiah, dan kontribusi nyata di masyarakat, beliau telah mengukuhkan dirinya sebagai tokoh penting dalam pengembangan keperawatan berbasis komunitas di Indonesia. Kehadiran beliau sebagai guru besar diharapkan dapat memperkuat posisi FIKES UMM sebagai salah satu pusat unggulan pendidikan keperawatan di tingkat nasional dan internasional. Keberhasilan Prof. Yoyok meraih gelar Guru Besar ini sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika UMM, khususnya di lingkungan FIKES. Dengan pencapaian ini, UMM semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang berkomitmen untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing global. FIKES UMM kini semakin mantap menatap masa depan yang cerah dengan berbagai inovasi baru di bidang ilmu kesehatan. “Kami percaya bahwa keberhasilan ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang menuju pencapaian yang lebih besar di masa depan,” pungkas Prof. Yoyok dengan penuh optimisme. Selanjutnya, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si, selaku Wakil Rektor V, Universitas Muhammadiyah Malang, Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia & Al-Islam Kemuhammadiyahan, juga turut memberikan komentarnya mengenai pencapaian ini. Beliau menyatakan, “Penobatan Dr. Yoyok Bekti Prasetyo sebagai guru besar pertama di FIKES UMM adalah bukti nyata bahwa UMM terus berkembang dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul. Ini adalah momentum penting untuk terus mendorong kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di UMM, terutama di bidang kesehatan.” Beliau juga menambahkan bahwa pencapaian ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi fakultas lain di UMM untuk terus berprestasi. Dengan penyerahan SK ini, FIKES UMM resmi memasuki babak baru dalam perjalanan akademiknya. Seluruh civitas akademika berharap bahwa capaian ini akan menjadi awal dari pencapaian-pencapaian besar lainnya, membawa nama FIKES UMM dan Universitas Muhammadiyah Malang semakin bersinar di kancah nasional maupun internasional, tutupnya.
Wakil Rektor IV UMM Lakukan Koordinasi di FIKES UMM, Dorong Inovasi dan Pengembangan Renewable Energy

Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan istimewa dari Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD. Pertemuan tersebut berlangsung pada 20 Januari 2025, di ruang Dekan FIKES UMM, dengan dihadiri oleh seluruh pimpinan dekanat dan prodi, serta civitas akademika FIKES UMM. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara fakultas dan universitas dalam mendukung program-program unggulan di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UMM menekankan pentingnya penguatan strategi untuk meningkatkan perolehan hibah penelitian dan pengabdian eksternal. “Kita harus mampu menjadikan FIKES UMM sebagai pionir dalam mengajukan proposal yang kompetitif, terutama yang memiliki dampak signifikan bagi masyarakat luas,” ujar Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD. Ia juga menekankan perlunya inovasi berkelanjutan yang berbasis pada renewable energy sebagai salah satu fokus utama universitas. Salah satu poin penting yang diangkat dalam pertemuan ini adalah penguatan kolaborasi lintas disiplin untuk mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Kepala Divisi Energi Angin, PLTS, dan Bio Energi di Pusat Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (P2EBT) UMM, Dr. Ir. Suwarsono, MT., turut memberikan pandangannya dalam diskusi tersebut. Ia menyoroti pentingnya integrasi antara ilmu kesehatan dan teknologi energi terbarukan. “Sinergi antara FIKES dan P2EBT UMM dapat membuka peluang riset baru yang tidak hanya berfokus pada kesehatan masyarakat, tetapi juga keberlanjutan lingkungan. Kita bisa mengembangkan perangkat medis hemat energi atau bahkan fasilitas kesehatan berbasis EBT,” ujar Dr. Suwarsono. Dalam kesempatan yang sama, Dekan FIKES UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo., M.Kep., Sp.Kom., menyampaikan bahwa FIKES siap mengambil peran aktif dalam mendukung program-program universitas. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan output penelitian yang relevan dengan kebutuhan zaman, terutama di bidang renewable energy. Selain itu, pengabdian kepada masyarakat akan terus diperkuat dengan pendekatan berbasis teknologi yang ramah lingkungan,” ungkapnya. Hasil dari pertemuan ini menghasilkan dua kesimpulan strategis: Penguatan Upaya Mendapatkan Hibah Penelitian dan Pengabdian Eksternal Para pimpinan FIKES UMM sepakat untuk lebih proaktif dalam mengajukan proposal penelitian yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat. Pendekatan kolaboratif lintas fakultas akan menjadi salah satu strategi utama untuk mewujudkan hal ini. Peningkatan Output Berbasis Renewable Energy Renewable energy dipandang sebagai isu global yang harus diintegrasikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di bidang kesehatan. FIKES UMM akan mendorong pengembangan riset yang menghubungkan kesehatan dengan energi terbarukan, seperti penggunaan teknologi hemat energi untuk fasilitas kesehatan di daerah terpencil. Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi produktif yang diharapkan dapat memperkuat peran FIKES UMM dalam mendukung visi besar UMM sebagai kampus unggul yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. “Ini adalah langkah awal yang baik untuk mewujudkan inovasi di bidang kesehatan yang terintegrasi dengan renewable energy. Kami berharap kolaborasi ini dapat segera memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” tutup Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo., M.Kep., Sp.Kom.
FIKES UMM Gelar Pelatihan Pengayaan Program Hibah Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Eksternal

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan akademik dan profesionalisme dosen dengan mengadakan pelatihan dan pengayaan program hibah penelitian dan pengabdian masyarakat eksternal. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 19 Januari 2025, bertempat di Aula Kampus 2 UMM. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan peluang diterimanya proposal penelitian serta pengabdian masyarakat pada hibah eksternal yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dalam sambutannya, Dekan FIKES UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom., menyampaikan pentingnya strategi yang efektif dalam menyusun proposal penelitian. Beliau juga menekankan bahwa hibah eksternal tidak hanya menjadi sarana untuk memperoleh pendanaan, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi nyata institusi pendidikan tinggi dalam memecahkan berbagai permasalahan masyarakat melalui penelitian dan pengabdian. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama yang memiliki keahlian di bidang masing-masing: Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom. Dalam sesi pertamanya, Prof. Yoyok membahas secara mendalam teknis penyusunan proposal hibah. Beliau memberikan panduan komprehensif mulai dari analisis kebutuhan masyarakat hingga pemilihan metode penelitian yang relevan. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya merancang proposal yang sesuai dengan prioritas dan kebijakan Kemendikbudristek agar peluang diterima semakin besar. Ir. Dana Marsetiya Utama, ST., MT. Pemateri kedua, Ir. Dana Marsetiya Utama, ST., MT., membawakan materi mengenai tata tulis proposal yang baik dan benar. Beliau menjelaskan bahwa tata tulis yang sistematis, jelas, dan sesuai dengan panduan teknis adalah salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah proposal. Ir. Dana juga memberikan tips praktis dalam menyusun dokumen yang menarik namun tetap mematuhi kaidah akademik yang ketat. Adanya pelatihan ini diharapkan dapat memotivasi dan membekali dosen-dosen FIKES UMM untuk lebih kompetitif dalam bersaing di program hibah eksternal. Dengan meningkatkan kualitas proposal yang diajukan, peluang untuk mendapatkan pendanaan dan melaksanakan proyek penelitian yang berdampak luas akan semakin terbuka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara dosen dari berbagai program studi di lingkungan FIKES UMM. Para peserta diharapkan dapat saling bertukar ide, pengalaman, dan wawasan guna menciptakan inovasi penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pelatihan ini mendapatkan sambutan positif dari para peserta yang terdiri atas dosen dan peneliti di lingkungan FIKES UMM. Mereka tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, terutama saat sesi tanya jawab bersama kedua pembicara. Salah satu peserta, Dr. Ahmad Sobrun Jamil, MS.Si., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu meningkatkan kapasitas dosen dalam menghasilkan proposal yang kompetitif. “Kami sangat bersyukur atas inisiatif FIKES UMM dalam menyelenggarakan pelatihan ini. Banyak ilmu baru yang kami peroleh, terutama terkait bagaimana menyelaraskan ide penelitian dengan kebijakan dan prioritas Kemendikbudristek,” ungkapnya. Melalui pelatihan ini, FIKES UMM kembali membuktikan perannya sebagai salah satu fakultas yang berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Diharapkan, ke depan semakin banyak proposal dosen FIKES UMM yang berhasil meraih hibah eksternal dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta kesejahteraan masyarakat luas.
SMK Kesehatan Mawaddah Jetis Ponorogo Kunjungi FIKES UMM: Mengenal Jurusan Keperawatan, Farmasi, dan Fisioterapi

Malang, 20 Januari 2025 — SMK Kesehatan Mawaddah, Jetis, Ponorogo, mengadakan kunjungan edukatif ke Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa tentang pilihan jurusan di bidang kesehatan dan memberikan pengalaman langsung terkait profesi yang mereka minati di masa depan. Kunjungan tersebut diikuti oleh puluhan siswa dan guru pendamping, yang disambut hangat oleh jajaran pimpinan FIKES UMM. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMK Kesehatan Mawaddah, Ust. Rodiudiun Elsureni, S.PdI. Dalam sambutannya, Ust. Rodiudiun menyampaikan harapannya agar kunjungan ini dapat memberikan inspirasi kepada siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di bidang kesehatan. “Kami sangat senang dan bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh FIKES UMM untuk mengunjungi kampus ini. Semoga pengalaman hari ini dapat memotivasi para siswa untuk terus belajar dan mengembangkan potensi mereka di bidang kesehatan. Kami percaya, FIKES UMM merupakan salah satu tempat terbaik untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkapnya. Dari pihak FIKES UMM, sambutan diberikan oleh Wakil Dekan II, Ibu Apt. Nailis Syifa’, S.Farm, M.Sc., PhD. Beliau menyambut antusias para siswa dan mengapresiasi inisiatif SMK Kesehatan Mawaddah untuk mengenalkan siswa pada dunia pendidikan tinggi sejak dini. “Kami di FIKES UMM senantiasa terbuka untuk memberikan wawasan kepada generasi muda tentang dunia kesehatan. Hari ini, kalian akan mengenal tiga jurusan utama kami, yaitu Keperawatan, Farmasi, dan Fisioterapi. Ketiga jurusan ini memiliki keunggulan masing-masing yang siap menjawab kebutuhan tenaga kesehatan masa depan,” jelasnya. Eksplorasi Jurusan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Setelah sesi pembukaan, siswa diajak untuk mengunjungi fasilitas-fasilitas unggulan di FIKES UMM. Mereka diperkenalkan dengan jurusan Keperawatan, Farmasi, dan Fisioterapi, termasuk laboratorium-laboratorium canggih yang mendukung proses pembelajaran. Para siswa juga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan mahasiswa dan dosen dari masing-masing jurusan, yang menjelaskan lebih dalam tentang kurikulum, prospek karir, dan pengalaman belajar di FIKES UMM. Puncak acara kunjungan ini adalah pelatihan bantuan hidup dasar yang diberikan oleh tim keperawatan gawat darurat FIKES UMM, Indah Dwi Pratiwi, MNg, dan Indri Wahyu, M.Kep. Pelatihan ini meliputi teori dan praktik mengenai cara menangani korban henti jantung dengan teknik CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) dan penggunaan AED (Automated External Defibrillator). Para siswa terlihat antusias mencoba langsung praktik tersebut dengan bimbingan para instruktur profesional. “Pelatihan seperti ini sangat penting untuk memberikan pemahaman dasar kepada siswa tentang tindakan darurat yang dapat menyelamatkan nyawa. Kami berharap ilmu yang diberikan hari ini dapat bermanfaat bagi mereka dalam situasi nyata di kemudian hari,” ujar Indah Dwi Pratiwi, MNg. Salah satu siswa, Nurul Aulia, mengaku sangat senang dengan pengalaman yang didapat selama kunjungan. “Hari ini saya belajar banyak hal baru, terutama tentang cara memberikan pertolongan pertama. Selain itu, saya jadi lebih paham tentang jurusan-jurusan yang ada di FIKES UMM. Saya tertarik untuk melanjutkan studi di sini setelah lulus nanti,” katanya penuh semangat.
Yudisium Periode 5 FIKES UMM: Momen Berharga Menuju Tantangan Baru

Malang, 18 November 2024 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali merayakan pencapaian besar bagi para mahasiswanya melalui kegiatan Yudisium Periode 5 yang dilaksanakan dengan penuh khidmat. Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, S.Psi, M.Psi, PhD, memberikan sambutan yang penuh makna, mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan mereka adalah hasil kerja keras dan doa dari banyak pihak. “Dengan menuntaskan studi di UMM, adik-adik telah melewati perjalanan panjang yang penuh tantangan. Kini, saatnya untuk menghadapi babak baru dalam dunia pendidikan profesi, khususnya di bidang apoteker dan fisioterapi, yang penuh dengan persaingan ketat,” ujar Muhammad Salis Yuniardi dalam sambutannya. Beliau menekankan pentingnya mental yang kuat dan motivasi tinggi untuk terus berkembang dan belajar. “Keberhasilan bukan hanya hasil usaha pribadi, tetapi juga berkat doa dan dukungan dari orang tua serta lingkungan sekitar,” lanjutnya. Dalam dunia profesi kesehatan, Salis mengingatkan bahwa kesembuhan pasien bukan hanya tergantung pada usaha tenaga kesehatan, tetapi juga kehendak Tuhan. “Sebagai tenaga kesehatan, kita harus selalu rendah hati dan empatik dalam memberikan layanan,” tegasnya. Selain itu, beliau juga mengingatkan agar para lulusan tidak cepat merasa puas. “Kesombongan bisa menjadi penghalang dalam memberikan pelayanan yang optimal. Empati sangat penting untuk membantu pasien merasakan kenyamanan dan meningkatkan semangat hidup mereka,” ujarnya. Yudisium kali ini tidak hanya berbicara tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang pentingnya pembelajaran berkelanjutan. “Seiring dengan perkembangan teknologi, tenaga kesehatan harus selalu beradaptasi agar dapat memberikan pelayanan yang semakin baik. Pembelajaran tanpa henti adalah kunci untuk meningkatkan kompetensi,” tambahnya. Selain itu, dalam sambutannya, Salis juga menyentuh tentang pentingnya kompetensi bahasa dan adaptasi budaya dalam konteks global. Mengambil contoh warga Filipina dan Vietnam, beliau menekankan bahwa kemampuan berbahasa Inggris dan adaptasi terhadap teknologi dan budaya asing menjadi kunci bagi mereka dalam meningkatkan kualitas hidup dan daya saing di pasar global. “Vietnam, yang telah menunjukkan kemajuan pesat sejak pasca-konflik, kini menjadi tujuan wisata menarik dengan kemudahan transaksi menggunakan berbagai mata uang, yang semakin mempermudah pengalaman berbelanja bagi wisatawan,” jelasnya. Yudisium ini menjadi momen berharga bagi para lulusan untuk melangkah lebih jauh, terus berkembang, dan berkontribusi kepada masyarakat. Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, mereka siap menghadapi tantangan baru dalam karir profesional mereka, khususnya di bidang kesehatan, dan membawa manfaat bagi bangsa dan negara.
Implementasi Telehealth di Indonesia: Menjawab Tantangan Akses Layanan Kesehatan di Era Digital

Dalam sebuah orasi ilmiah yang disajikan di Yudisium FIKES UMM Periode 5, Ibu Zidni Imanurrohmah Lubis, S.Ft., M.Biomed, memaparkan tema penting mengenai implementasi telehealth di Indonesia. Tema ini diangkat untuk memperkenalkan kepada lulusan dan hadirin perkembangan teknologi kesehatan yang semakin berkembang pesat, khususnya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Telehealth, yang merupakan pemanfaatan teknologi untuk memberikan layanan kesehatan jarak jauh, memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan di dunia medis, terutama dalam menjangkau pasien di daerah-daerah terpencil. Meskipun demikian, implementasi telehealth di Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu disikapi dengan serius. Faktor-faktor seperti sikap, kesiapan, pengetahuan, dan motivasi tenaga kesehatan menjadi elemen penting yang mempengaruhi sejauh mana teknologi ini dapat diterapkan secara efektif di seluruh penjuru negeri. Telehealth: Solusi untuk Daerah Terpencil Salah satu manfaat utama dari telehealth adalah kemampuannya untuk memfasilitasi akses layanan kesehatan bagi pasien yang tinggal di daerah-daerah yang sulit dijangkau. Ibu Zidni menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang lokasi geografisnya, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Terutama di wilayah yang jaraknya jauh dari fasilitas kesehatan, telehealth dapat menjadi solusi yang memungkinkan pasien untuk berkonsultasi dengan dokter tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Hasil Positif dengan Evaluasi Berkelanjutan Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa telehealth dapat memberikan hasil yang memuaskan, bahkan setara dengan pelayanan konvensional di fasilitas kesehatan. Namun, Ibu Zidni juga mengingatkan bahwa penerapan telehealth tidak boleh berhenti pada tahap implementasi saja. Evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan bahkan meningkat. Penelitian lebih lanjut juga sedang digencarkan, khususnya di bidang fisioterapi, untuk lebih menggali potensi dan efektivitas telehealth dalam memberikan perawatan yang lebih komprehensif. Peran Tenaga Kesehatan dalam Suksesnya Telehealth Sikap dan pengetahuan tenaga kesehatan menjadi kunci utama dalam pelaksanaan telehealth. Ibu Zidni menekankan bahwa para tenaga medis harus memiliki kesiapan untuk mengadopsi teknologi baru dan memanfaatkannya secara maksimal. Tidak hanya itu, dukungan dari berbagai pihak, baik organisasi kesehatan maupun pemerintah, juga sangat berperan dalam memotivasi tenaga kesehatan untuk mengintegrasikan telehealth ke dalam praktik medis sehari-hari. Salah satu langkah penting yang perlu diambil adalah memberikan dorongan kepada tenaga medis untuk melaksanakan telehealth, yang pada akhirnya akan mempercepat transformasi sistem layanan kesehatan di Indonesia. Dukungan ini sangat diperlukan untuk memastikan bahwa telehealth dapat diterima dan diterapkan secara luas di berbagai sektor layanan kesehatan. Pendidikan yang Adaptif untuk Menghadapi Tantangan Digital Selain itu, kesiapan lulusan pendidikan di bidang kesehatan juga menjadi fokus dalam orasi ilmiah ini. Ibu Zidni menyoroti pentingnya pendidikan yang adaptif, yang dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan teknologi di bidang kesehatan. Lulusan yang siap menghadapi dunia kerja yang semakin didominasi oleh teknologi digital akan menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di masa depan. Komitmen untuk Terus Belajar dan Beradaptasi Di akhir orasi, Ibu Zidni mengingatkan bahwa komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi baru menjadi kunci utama untuk kesuksesan di bidang kesehatan. Mahasiswa yang bersemangat untuk mengembangkan diri dan mengikuti perkembangan teknologi kesehatan akan memiliki peluang lebih besar untuk berkontribusi dalam memajukan layanan kesehatan Indonesia. Dalam dunia yang terus berubah ini, memiliki motivasi untuk terus berinovasi adalah hal yang sangat penting agar dapat terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Orasi ilmiah ini tidak hanya menambah wawasan bagi para lulusan, tetapi juga memberikan dorongan semangat untuk selalu siap menghadapi tantangan di dunia kesehatan yang semakin didorong oleh teknologi digital. Telehealth adalah masa depan, dan Indonesia harus siap untuk menyongsongnya.
Fakultas Ilmu Kesehatan UMM Perkuat Kerjasama Persiapan Alumni Berkarir di Jerman

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan lulusannya untuk berkarir di kancah internasional. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjalin kerjasama dengan salah satu lembaga kursus bahasa Jerman terpercaya dalam memberikan program pemantapan bahasa Jerman bagi para alumni yang berencana bekerja di Jerman. Lembaga kursus bahasa Jerman ini merupakan lembaga pendidikan yang diakui oleh sertifikasi AFA Germany, sebuah lembaga sertifikasi bergengsi dari Jerman. Dengan lisensi yang telah diakui secara internasional, program yang ditawarkan oleh lembaga ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dengan kemampuan bahasa Jerman tingkat B2 ke atas, yang merupakan standar kemampuan berbahasa yang diperlukan untuk bekerja di Jerman. Program ini dirancang dengan durasi 8 bulan agar bisa mencapai target B2. Adapun tutor yang memberikan kursus ini merupakan tutor berpengalaman, khususnya mereka yang sudah pernah tinggal di Jerman melalui program pertukaran pelajar maupun perjalanan bisnis. Selain itu, penguasaan sastra Jerman juga menjadi fokus dalam program ini, karena pemahaman mendalam tentang budaya dan bahasa sangat penting dalam berkomunikasi secara efektif di lingkungan kerja. Salah satu pengajar yang berperan besar dalam program ini adalah Nur Hizzah, S. Hum, seorang pakar bahasa Jerman yang memiliki pengalaman luas dalam mengajar dan mendalami Sastra Jerman. Menurut Nur Hizzah, tantangan terbesar dalam pembelajaran bahasa Jerman adalah tata bahasa atau gramatikal. Namun, ia menekankan bahwa tantangan ini bukanlah penghalang, melainkan bagian penting dari proses pembelajaran yang baik. “Tata bahasa Jerman memang menantang, terutama bagi para pembelajar di tingkat lanjut. Namun, dengan metode yang tepat, kami membantu para peserta untuk memahami dan mengatasi kesulitan gramatikal tersebut. Ini adalah proses penting yang akan meningkatkan kemampuan mereka dalam berbahasa dan siap berkarir di Jerman,” jelas Nur Hizzah. Melalui kerjasama ini, FIKES UMM berharap dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada para alumni untuk tidak hanya mengembangkan kemampuan bahasa mereka, tetapi juga membuka peluang karir di Jerman, terutama di bidang kesehatan yang sangat membutuhkan tenaga profesional dari luar negeri. Wakil Dekan 1 FIKES UMM, Henny Dwi Susanti, M.Kep.Sp.Kep.Mat, PhD juga menjelaskan bahwa “Kerjasama ini sangat penting untuk mempersiapkan alumni kami menghadapi tantangan global. Dengan program bahasa Jerman yang kuat, kami yakin lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM akan lebih kompetitif dan siap berkarir di Jerman, yang saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja di sektor kesehatan,” Program ini juga menjadi bagian dari strategi internasionalisasi yang diterapkan oleh UMM, di mana kampus ini berupaya memperkuat jaringan dan program-program yang mendukung karir internasional bagi lulusannya. Dengan adanya lisensi dari AFA Germany yang dimiliki oleh lembaga kursus tersebut, program ini memberikan jaminan kualitas pendidikan dan persiapan yang diakui oleh standar Jerman, ujar Wakil Dekan 1 FIKES UMM. Selain pemantapan bahasa, program ini juga memberikan pemahaman mendalam tentang budaya kerja dan kehidupan di Jerman, sehingga para peserta akan lebih siap secara mental dan kultural untuk menjalani karir mereka di negara tersebut. Ini merupakan langkah penting yang diambil FIKES UMM dalam rangka mencetak lulusan yang siap berkompetisi di dunia kerja internasional, khususnya di Jerman, tambahnya Dengan adanya kerjasama ini, FIKES UMM berharap dapat menciptakan generasi profesional muda yang siap menghadapi era globalisasi dan berkontribusi di kancah internasional, tutupnya