Wakil-Dekan-II-FIKES-UMM-di-SMK-2-Taman-Sidoarjo

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar kegiatan sosialisasi untuk memperkenalkan program studi dan menarik minat calon mahasiswa. Kali ini, Wakil Dekan II FIKES UMM, Apt. Nailis Syifa’ S.Farm, M.Sc., PhD melakukan roadshow ke SMK 1 Taman Muhammadiyah Sidoarjo dalam rangka sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2025 serta memberikan penyuluhan penting mengenai penggunaan obat yang baik dan benar.

Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari para siswa dan tenaga pendidik SMK 1 Taman Muhammadiyah Sidoarjo. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara, di mana mereka berbondong-bondong hadir untuk mendapatkan informasi terkait peluang studi di FIKES UMM serta edukasi mengenai kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk mengenalkan program studi unggulan di bidang kesehatan. Tetapi juga membekali siswa dengan pengetahuan yang dapat mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi pertama, Apt. Nailis Syifa’ S.Farm, M.Sc., menjelaskan secara rinci tentang PMB 2025. Termasuk prosedur pendaftaran, beasiswa yang tersedia, serta fasilitas dan keunggulan akademik yang dimiliki FIKES UMM.

Dengan menghadirkan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan industri kesehatan, FIKES UMM berkomitmen untuk mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional.

”Kami ingin memberikan gambaran yang jelas kepada siswa tentang bagaimana perkuliahan di FIKES UMM dapat menjadi langkah awal dalam membangun karier di bidang kesehatan. Fasilitas lengkap, tenaga pengajar berkualitas, serta berbagai program beasiswa adalah beberapa keunggulan yang bisa menjadi pertimbangan bagi calon mahasiswa,” ujar Apt. Nailis Syifa’.

Setelah sesi sosialisasi PMB, acara dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai penggunaan obat yang baik dan benar.

Dalam penyuluhan ini, Apt. Nailis Syifa’ menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, tentang cara konsumsi obat yang aman dan sesuai aturan. Pemahaman mengenai membaca label obat sangat diperlukan agar setiap orang dapat mengikuti aturan pakai dan menghindari efek samping yang berbahaya.

Beri Penyuluhan Penggunaan Obat yang Benar
Ia juga menjelaskan perbedaan obat bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras, serta memberikan edukasi tentang simbol obat dan batasan penggunaannya.

Bersama-salah-seorang-siswa-SMK-2-Taman-Sidoarjo
Bersama-salah-seorang-siswa-SMK-2-Taman-Sidoarjo

”Bahaya penyalahgunaan obat menjadi sorotan dalam penyuluhan ini, mengingat resiko yang ditimbulkan dari penggunaan obat tanpa resep dokter. Termasuk potensi kecanduan dan efek samping yang merugikan kesehatan,” tuturnya.

Selain itu, Apt. Nailis Syifa’ menekankan pentingnya cara penyimpanan obat yang benar agar tetap efektif dan tidak mudah terkontaminasi.

Ia juga mengingatkan siswa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi obat tertentu. Hal ini untuk memastikan keamanan dan efektivitas penggunaannya.

Penyuluhan ini semakin menarik dengan adanya sesi tanya jawab interaktif. Para siswa berkesempatan mengajukan pertanyaan seputar penggunaan obat dan berbagai aspek kesehatan lainnya.

Tak sedikit dari mereka yang mengungkapkan rasa ingin tahu mengenai peran tenaga kesehatan dalam memastikan keamanan penggunaan obat di masyarakat.

”Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi siswa. Edukasi mengenai penggunaan obat yang benar sangat penting untuk menghindari resiko kesehatan yang dapat muncul akibat ketidaktahuan atau kesalahan dalam konsumsi obat,” tambah Apt. Nailis Syifa’.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian suvenir menarik dari FIKES UMM. Dengan adanya roadshow ini, diharapkan semakin banyak siswa yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan dan memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab.

Kegiatan roadshow FIKES UMM ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan. Serta meningkatkan literasi kesehatan di kalangan generasi muda.