Keperawatan FIKES UMM Benchmarking di Chulalongkorn, Thailand

Prodi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui benchmarking ke Fakultas Keperawatan Universitas Chulalongkorn, Thailand. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik, membuka peluang student exchange, serta memperluas akses beasiswa studi lanjut bagi dosen keperawatan.

Dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Bangkok, delegasi dipimpin langsung oleh Dekan FIKES UMM, Prof. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, serta didampingi oleh Ketua Program Studi S1 Keperawatan, Edi Purwanto, MNg. Diskusi hangat dengan Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Chulalongkorn, Prof. Dr. Ratsiri Thato, menghasilkan kesepakatan penting yang akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen Prodi Keperawatan FIKES UMM.

Salah satu poin utama hasil benchmarking ini adalah kemudahan dalam program student exchange bagi mahasiswa program sarjana dan pascasarjana keperawatan. Dengan adanya kerja sama ini, mahasiswa Prodi Keperawatan FIKES UMM akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pengalaman belajar di salah satu universitas terbaik di Asia Tenggara.

Selain itu, Prof. Dr. Ratsiri Thato, selaku dekan Fakultas Keperawatan, Universitas Chulalongkorn juga menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan bagi para dosen keperawatan FIKES UMM yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S3 melalui jalur beasiswa.

Hal ini menjadi peluang besar bagi peningkatan kompetensi tenaga pendidik di UMM, sejalan dengan visi Prodi Keperawatan FIKES UMM untuk menjadi pusat pendidikan keperawatan yang unggul dan berdaya saing global.

Dekan FIKES UMM, Prof. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, mengapresiasi hasil positif dari benchmarking ini. Ia sangat bersyukur atas sambutan hangat dari Universitas Chulalongkorn. Kesepakatan ini menjadi langkah besar bagi Prodi Keperawatan FIKES UMM dalam memperluas jaringan akademik internasional.

Dengan adanya kemudahan student exchange dan peluang beasiswa S3 bagi dosen, Prof Yoyok optimis kualitas pendidikan dan penelitian di Prodi Keperawatan FIKES UMM akan semakin meningkat dan berdaya saing global.

“Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada mobilitas mahasiswa dan dosen, tetapi juga membuka peluang untuk riset kolaboratif antara kedua institusi,” ungkapnya.

Ketua Program Studi S1 Keperawatan FIKES UMM, Edi Purwanto, MNg, juga menyambut baik kerja sama ini dan mendorong mahasiswa untuk aktif mengambil peluang yang telah terbuka. Menurutnya, kesempatan untuk belajar di Universitas Chulalongkorn merupakan pengalaman berharga yang dapat memperkaya wawasan mahasiswa kami, baik dalam aspek akademik maupun budaya.

“Saya harap mahasiswa Prodi Keperawatan FIKES UMM dapat memanfaatkan program student exchange dan menjadikannya sebagai ajang untuk mengasah kompetensi serta membangun jaringan internasional,” ujarnya.

Setelah kesepakatan ini terjalin, langkah selanjutnya menyusun skema teknis student exchange dan seleksi mahasiswa yang akan mengikuti program tersebut. Selain itu, dosen-dosen yang berminat untuk melanjutkan studi S3 di Universitas Chulalongkorn akan segera mendapatkan informasi mengenai skema beasiswa dan proses pendaftarannya.

Dengan adanya peluang kerja sama ini, Prodi Keperawatan FIKES UMM semakin memantapkan posisinya sebagai Prodi Keperawatan yang unggul dan siap melahirkan tenaga keperawatan berkualitas dengan wawasan global.

“Kami akan terus berkomitmen membuka peluang luas bagi mahasiswa dan dosen agar dapat berkembang secara akademik dan profesional. Ini adalah awal dari kolaborasi jangka panjang yang akan membawa manfaat besar bagi kedua institusi,” tutup Prof Yoyok.