Mahasiswa FIKES UMM Ciptakan Kamus Medis Audio Players Berbasis Android

Mahasiswa Keperawatan FIKES UMM menciptakan ide kreatif dengan membuat kamus medis audio berbasis android. Ide ini juga telah lolos di danai oleh Ristek-BRIN dan mengalahkan ribuan proposal dari seluruh Universitas PTN dan PTS Se-Indonesia. Menurut Ranti Kurnia, Sebagai Ketua kelompok, ide ini atas dasar banyak keresahan mahasiswa memahami dan mengetahui berbagai suara abnormal dalam pemeriksaan jantung, paru dan perut. Hal tersebut menurut ranti dikarenakan terbatasnya media edukasi untuk mahasiswa kesehatan. “Kegiatan pembelajaran praktikum dan perkuliahan selama ini, pemeriksaan fisik hanya menggunakan media boneka phantom yang tidak mengeluarkan suara. Biasanya hanya mendengarkan suara jantung atau paru-paru temannya sendiri, otomatis suara yang didengarkan tidak ada yang abnormal pada paru dan jantungnya”, Jelasnya. “sementara, saat ini mahasiswa mencari suara abnormal dalam pemeriksaan fisik melalui Youtube dan Google. Namun, berdasarkan pengamatan, banyak mahasiswa yang tidak melakukan pencarian melalui Youtube maupun Google, dikarenakan malas untuk mencari satu per satu dari jenis suara abnormal dalam pemeriksaan fisik”, tambahnya Ardia, Anggota kelompok, juga menambahkan Banyak sumber belajar dan informasi yang mampu memfasilitasi orang untuk belajar. Salah satu teknologi yang dapat menunjang pendidikan dilihat dari segi penggunaannya adalah smartphone android. Saat ini hampir semua orang memiliki smartphone android. Akan tetapi penggunaan smartphone android dalam dunia pendidikan belum dioptimalkan, Jelasnya. “oleh karena itu kita menciptakan sebuah ide menciptakan kamus medis berbasis android, sehingga memudahkan mahasiswa kesehatan dalam memahami berbagai macam suara abnormal dalam pemeriksaan fisik utamanya pada jantung, paru-paru dan perut”, katanya. Chairul Huda Al-Husna, Sebagai pembimbing, menyatakan bahwa, penciptaan konsep ini agar bermanfaat bagi mahasiswa kesehatan untuk memahami berbagai macam suara abnormal dalam pemeriksaan fisik; membantu mahasiswa kesehatan dalam membedakan suara normal dan abnormal dalam pemeriksaan fisik dan . Memberikan kemudahan mahasiswa kesehatan dalam memahami istilah yang disebutkan Dosen tentang suara abnormal dalam pemeriksaan fisik waktu perkuliahan, Jelasnya.
D3 Keperawatan FIKES UMM Terakreditasi A dan Juga Bebas Uang Praktik Rumah Sakit

Salah satu program studi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) adalah Diploma 3 Keperawatan. Menariknya Prodi D3 Keperawatan Fikes UMM mempunyai keunggulan program pendidikan yang berbasis intenasional. Hal ini dijelaskan Kaprodi D3 Keperawatan, Reni Ilmiasih, M. Kep., Sp, Kep. An bahwa tahun adajaran baru ini D3 Keperawatan Fikes UMM mempunyai program baru tentang kelas Jepang. Maksudnya kelas ini memang khusus untuk mahasiswa yang berminat kerja profesional ke Jepang. Sehingga mahasiswa yang sudah lulus langsung dapat bekerja ke Jepang. Bukan itu saja, lanjut Reni, D3 Keperawatan Fikes UMM akreditasi A LAM PTKes, serta bebas uang praktek. Selain itu labolatorium praktikum standart internasional. Dijelaskan Reni, dari program unggulan ini tentu membuktikan bidang kemahasiswaan, prestasi mahasiswa, kelulusan tepat waktu, uji kompetensi nasional selalu di atas rata-rata. Semua ini mengacu pada standart misi visi yang memenuhi angka 4. Seperti penyusunan misi dan visi melibatkan stakeholder, visi misi D3 Keperawatan keunggulan apa, diwujudkan dalam bentuk kurikulum bagaimana, sumber daya manusia kompeten. “Kami kira sangat jelas dengan nilai akreditasi A, mulai dari misi visi, kurikulum, bagaimana menjamin mahasiswa sampai kelulusan, bekerjasama dengan lembaga luar negeri, serta penelitian pengabdian dosen dari segi pendanaan serta hasil jurnal setiap tahun mengadakan internasional publikasi, semua terpenuhi. Itu sebabnya, masyarakat jangan ragu lagi memilih D3 Keperawatan Fikes UMM sebagai pilihan menempuh masa depan,” akunya. Bukan itu saja, Dekan Fikes UMM, Faqih Ruhyanudin, M. Kep., SP. Kep. MB, menambahkan D3 Keperawatan membuktikan diri pada profesionalisme perawat yang sudah lulus uji kompetensi, sebagai ukuran standart nasional. Yaitu D3 Keperawatan Fikes UMM tercatat peringkat 4 dari 10 perguruan tinggi yang lulus tertinggi perawat D3 Tahun 2019 dengan peserta di atas 40. Bukti kelulusan seratus persen dan ranking nasional membuktikan D3 Kepewarawatn Fikes UMM mempunyai kelulusan mahasiswa yang sudah teruji kompetensinya. Sehingga ketika bekerja sudah professional.
Skema Baru Praktik Profesi Ners FIKES UMM di Masa Pandemik

Skema baru praktik Program Profesi Ners FIKES UMM dalam masa pandemik, sedang serius digodok oleh tim prodi ners. Ketua Jurusan Program Studi Ners FIKES UMM, Ririn Harini, mengatakan sesuai rapat koordinasi dan surat edaran oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) menyebutkan bahwa pelaksanaan praktik profesi harus mencakup praktek lapangan (offline) harus memiliki persentase sebanyak 70% dan praktek secara online tidak boleh lebih dari 30%. “Guna mencapai target pembelajaran dan juga kompetensi lulusan agar sesuai dengan yang dicanangkan oleh AIPNI tersebut, maka Prodi melakukan koordinasi guna pelaksanaan praktik profesi offline yg akan dilaksanakan pada bulan september 2020 mendatang”, tambahnya Sekretaris Jurusan Program Studi Ners FIKES UMM, Nur Aini, menambahkan bahwa Clinical instructure (CI) tidak hanya berperan dalam membimbing secara off-line (di RS), namun juga dalam pembelajaran profesi ners secara online.Hal ini agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman klinik yang lebih mendalam dan dapat mengelola pasien secara langsung. Dengan begitu, mahasiswa terbekali dalam menghadapi soal-soal ujian kompetensi nasional dan juga sebagai pengalaman klinik yang sangat berharga. “Selain itu, Prodi juga bertanggung jawab dalam menjamin keselamatan dan kesehatan mahasiswanya saat praktik profesi selama pandemi, maka dari itu Prodi akan menyediakan alat perlindungan diri (APD) untuk mahasiswa ners secara gratis”, katanya.
Antusiasme Pendaftar Profesi Fisioterapi FIKES UMM Tetap Tinggi di Tengah Pandemi

Seleksi ujian masukProfesi Fisioterapi kali ini menggunakan platform online. Hal ini dikarenakan masa pandemik covid-19. Tes seleksi penerimaan Profesi Fisioterapi berlangsung selama 2 hari, tanggal 28-29 Juli 2020. Menurut Bapak, Safun Rahmanto, SST. FT., M. Fis, selaku Kaprodi Profesi Fisioterapi FIKES UMM ” ujian kali ini cukup berbeda karena harus daring, namun penjagaan tetap mengedepankan kualitas. Disamping itu, menurut beliau, antusiasme pendaftar profesi fisioterapi walaupun dalam masa pandemik ini masih sangat tinggi, sekitar 150 orang lebih yang mendaftar”. jelasnya. “Ujian masuk Profesi Fisioterapi ini dilakukan dengan 3 jenis tes, pertama ujian tulis, kedua ujian psikotes dan yang terakhir adalah tes wawancara” katanya. Untuk ujian tulis dan psikotes dilakukan di hari pertama dan tes wawancara di hari kedua. Penentuan Kelulusan ujian tes tulis harus di atas 70, baru dikatakan lolos tes tulis. Sedangkan, psikotes bertujuan untuk menentukan minat dan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa profesi fisioterapi, serta bermanfaat untuk memilih praktek di bagian mana sebagai peminatannya nanti yang disesuaikan dengan keminatan masing-masing mahasiswa. Misalnya, Muskuloskeletal, tumbuh kembang, Neuromuskulo, Olahraga, Komunitas, Kardiovaskuler”, Tambahnya. Ibu Kurnia Putri Utama, S.Ft., M. Biomed., Physio., Sebagai pengawas ujian menambahkan bahwa “Dari sisi teknis meskipun ujian online namun mahasiswa tetep mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh kejujuran. Aplikasi ujian di setting untuk mendeteksi aktivitas browser lain atau membuka tab baru”, Katanya. “Jika mahasiswa melakukan aktivitas lainnya, maka akan ada punishmen berupa pengurangan waktu ujian. Selain itu, Pengawa juga mengawasi dengan video live dengan google-meet”, Tambahnya. Bapak Ali Multazam, S. Ft., M. Biomed., Physio, selaku sekprodi profesi fisioterapi menambahkan, “Prodi Fisioterapi FIKES UMM menambahkan muatan tes psikotes tes karena memang sangat berguna bagi prodi dalam memilah minat jurusan fisioterapi apa, dan ini mungkin satu-satunya di Indonesia”, katanya. “Selain itu, guna menunjang kompetensi lulusan profesi fisioterapi, prodi Telah bekerja sama dengan 28 institusi untuk lahan praktik baik rumah sakit, pelayanan klinik dan perusahaan”, jelasnya.
Seleksi Ketat Menjadi Apoteker FIKES UMM

Ujian masuk Apoteker angkatan 7 FIKES UMM cukup berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini tes masuk Apoteker dilakukan melalui daring atau di rumah masing-masing. Adapun tesnya berlangsung selama 2 hari, tanggal 28-29 Juli 2020. Menurut Ibu, apt, Ika Ratna Hidayati, M.Sc., Kaprodi Apoteker FIKES UMM ” Peminat saat ini untuk pendidikan profesi apoteker masih sangat tinggi meski dimasa pandemik. Walaupun ujian kali ini berbeda, karena menggunakan daring. Namun, seleksi penyaringan apoteker tetap akan sangat ketat”. jelasnya. “Ujian masuk Apoteker dilakukan dengan 3 jenis tes, pertama ujian tulis, kedua ujian psikotes dan yang terakhir adalah tes wawancara” katanya. Penentuan Kelulusan ujian tes tulis harus di atas 70, baru dikatakan lolos tes tulis. Sedangkan, psikotes untuk menentukan minat dan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa, yang berguna bagi mahasiswa untuk memilih praktek apa sebagai peminatannya nanti yang sesuai dengan kepribadian masing-masing mahasiswa. Misalnya, apoteker di industri, puskesmas atau rumah sakit”, Tambahnya. “Psikotes ini pula bermanfaat agar mahasiswa mampu mengenali dirinya, kelebihan dan kekurangannya. Dengan mengetahui hal tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengasah kelebihannya dan memperbaiki kekurangannya”, cetusnya. Ibu apt, Engrid Juni, M.Farm,, Sekrestaris Prodi Apoteker FIKES UMM, Menambahkan ” Terdapat beberapa komponen yang dapat diketahui melalui psikotes tersebut. Pertama kemampuan intelegensi umum atau IQ : Menggambarkan tingkat kecerdasan secara umum, kemampuan memahami, menganalisa dan mencari alternatif pemecahan masala. Ke-dua kemampuan khusus antara lain, Kemampuan Berfikir Sistematis: Kemampuan dalam memahami dan berfikir secara sistematis; Ketelitian: Kemampuan secara detail dan berhati-hati dalam menyelesaikan tugas; Daya Analisa Sintesa: Kemampuan berfikir menyeluruh, menangkap dan membentuk sesuatu dan Penalaran Abstrak: Kemampuan dalam membentuk pengertian dan menemukan inti persoalan. Ke-tiga Kepribadian yakni, Kematangan Sosial: Peka atau tanggap terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain di lingkungan sosial; Penyesuaian Diri : Kemampuan menyesuaikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan sosial yang luas dan Kepercayaan Diri: Keberanian untuk menampilkan diri dan potensi di muka umum serta memulai suatu hubungan baru” Katanya. “Ke-empat Minat antara lain, Realistic: Menyukai aktivitas-aktivitas kerja yang bersifat praktis, cepat menangkap masalah dan mencari solusinya. Menikmati bekerja dengan tanaman, hewan, dan material-material lain yang terlihat, seperti kayu, mesin, alat, dll. Menyukai kegitan luar ruang. Investigative : Menyukai aktivitas-aktivitas kerja yang berkaitan dengan ide dan kekuatan berpikir, serta banyak membutuhkan pemikiran yang mendalam. Artistic : Menyukai aktivitas-aktivitas kerja yang berhubungan dengan sisi artistik dari sesuatu hal/benda/obyek, seperti bentuk, desain, dan pola-pola. Social : Menyukai aktivitas-aktivitas kerja yang berhubungan dengan individu lainnya, senang membantu dan memajukan orang lain. Enterprising : Menyukai aktivitas-aktivitas kerja yang bersifat persuasive untuk mencapai tujuan organisasi atau personal, senang memulai sesuatu atau membangun dari awal (start-up), termasuk juga senang dalam melaksanakan proyek. Disamping itu, suka meyakinkan dan memimpin orang lain dan senang membuat keputusan. Menyukai mengambil resiko untuk mendapatkan keuntungan. Conventional : Menyukai aktivitas-aktivitas kerja dengan aturan yang jelas, menyukai prosedur dan standar, menyukai pekerjaan yang bersifat rutinitas. Lebih suka bekerja dengan data dan detail daripada bermain dengan ide”, Jelasnya. “Dan yang terakhir untuk mengetahui sikap kerja antara lain, Keajegan : Kemampuan untuk dapat mempertahankan usaha / pekerjaan dan Ketahanan Kerja : Kemampuan untuk bertahan pada situasi yang penuh tekanan”, tambahnya. Ibu Aghnia Fuadatul Inayah, M.Farm.Klin., Apt., Sebagai pengawas ujian menuturkan bahwa “Dari sisi teknis meskipun ujian online namun mahasiswa tetep mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh kejujuran. Aplikasi ujian di setting untuk mendeteksi aktivitas browser lain atau membuka tab baru”, Katanya. “Jika mahasiswa melakukan aktivitas lainnya, maka akan ada punishmen berupa pengurangan waktu ujian. Selain itu, Pengawa juga mengawasi dengan video live dengan google-meet”, Tambahnya.
Perdana, Seleksi Ujian Masuk Ners 22 FIKES UMM Via Daring

Menurut Ibu Ririn Harini, M. Kep, Kaprodi Ners FIKES UMM “Ujian masuk ners dilakukan dengan 3 jenis tes, pertama ujian tulis, kedua ujian psikotes dan yang terakhir adalah tes wawancara” katanya. Penentuan Kelulusan ujian tes tulis harus di atas 70, baru dikatakan lolos tes tulis. Sedangkan, psikotes untuk menentukan minat dan bakat yang dimiliki oleh mahasiswa, yang berguna bagi mahasiswa untuk memilih departemen keperawatan apa sebagai peminatannya nanti yang sesuai dengan kepribadian masing-masing mahasiswa”, Tambahnya. “Psikotes juga bermanfaat agar mahasiswa mampu mengenali dirinya, kelebihan dan kekurangannya. Dengan mengetahui hal tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengasah kelebihannya dan memperbaiki kekurangannya”, Jelasnya. Ibu Nur Aini, M. Kep, Sekrestaris Ners FIKES UMM, Menambahkan ” Terdapat beberapa komponen yang dapat diketahui melalui psikotes tersebut. Pertama kemampuan intelegensi umum atau IQ : Menggambarkan tingkat kecerdasan secara umum, kemampuan memahami, menganalisa dan mencari alternatif pemecahan masala. Ke-dua kemampuan khusus antara lain, Kemampuan Berfikir Sistematis: Kemampuan dalam memahami dan berfikir secara sistematis; Ketelitian: Kemampuan secara detail dan berhati-hati dalam menyelesaikan tugas; Daya Analisa Sintesa: Kemampuan berfikir menyeluruh, menangkap dan membentuk sesuatu dan Penalaran Abstrak: Kemampuan dalam membentuk pengertian dan menemukan inti persoalan. Ke-tiga Kepribadian yakni, Kematangan Sosial: Peka atau tanggap terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain di lingkungan sosial; Penyesuaian Diri : Kemampuan menyesuaikan diri dan berinteraksi dengan lingkungan sosial yang luas dan Kepercayaan Diri: Keberanian untuk menampilkan diri dan potensi di muka umum serta memulai suatu hubungan baru” Katanya. “Ke-empat Minat antara lain, Realistic: Menyukai aktivitas-aktivitas kerja yang bersifat praktis, cepat menangkap masalah dan mencari solusinya. Menikmati bekerja dengan tanaman, hewan, dan material-material lain yang terlihat, seperti kayu, mesin, alat, dll. Menyukai kegitan luar ruang. Investigative : Menyukai aktivitas-aktivitas kerja yang berkaitan dengan ide dan kekuatan berpikir, serta banyak membutuhkan pemikiran yang mendalam. Artistic : Menyukai aktivitas-aktivitas kerja yang berhubungan dengan sisi artistik dari sesuatu hal/benda/obyek, seperti bentuk, desain, dan pola-pola. Social : Menyukai aktivitas-aktivitas kerja yang berhubungan dengan individu lainnya, senang membantu dan memajukan orang lain. Enterprising : Menyukai aktivitas-aktivitas kerja yang bersifat persuasive untuk mencapai tujuan organisasi atau personal, senang memulai sesuatu atau membangun dari awal (start-up), termasuk juga senang dalam melaksanakan proyek. Disamping itu, suka meyakinkan dan memimpin orang lain dan senang membuat keputusan. Menyukai mengambil resiko untuk mendapatkan keuntungan. Conventional : Menyukai aktivitas-aktivitas kerja dengan aturan yang jelas, menyukai prosedur dan standar, menyukai pekerjaan yang bersifat rutinitas. Lebih suka bekerja dengan data dan detail daripada bermain dengan ide”, Jelasnya. “Dan yang terakhir untuk mengetahui sikap kerja antara lain, Keajegan : Kemampuan untuk dapat mempertahankan usaha / pekerjaan dan Ketahanan Kerja : Kemampuan untuk bertahan pada situasi yang penuh tekanan”, tambahnya. Muhammad Rosyidul Ibad, M. Kep, Sebagai pengawas ujian menuturkan bahwa “Dari sisi teknis meskipun ujian online namun mahasiswa tetep mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh kejujuran. Aplikasi ujian di setting untuk mendeteksi aktivitas browser lain atau membuka tab baru”, Katanya. “Jika mahasiswa melakukan aktivitas lainnya, maka akan ada punishmen berupa pengurangan waktu ujian. Selain itu, Pengawa juga mengawasi dengan video live dengan google-meet”, Tambahnya.
Apoteker FIKES UMM Lulus UKOM 98% dan Serapan Kerja Sangat Tinggi

Pendidikan Program Profesi Apoteker Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang telah menyelenggarakan acara prosesi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah ApotekerAngkatan ke 4 Periode tahun 2020. Acara tersebut diselenggarakan pada Senin, 27 Juli 2020. Seperti diketahui Program Studi Profesi Apoteker telah berdiri tahun 2016 berdasarkan SK Menteri Riset, Teknologi, dan PT no. 446/ KPT/I/2016. Dan sekarang telah meluluskan empat periode lulusan. Ibu Ika Ratna Hidayati, S. Farm., M. SC, Ap, Selaku Kaprodi Apoteker mengatakan, mahasiswa di Angkatan 4 ini lulus ujian kompetensi apoteker indonesia dg persentase 98 (98,03 %). Disamping itu, sebagian besar (lebih 60%) dari mereka sudah diterima kerja sebelum mereka di sumpah. Contohnya, Salah satu mahasiswa yang sudah bekerja di salah satu RSUD tersebut mendapatkan respon positif dari tempat dia bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa serapan lulusan apoteker sangatlah tinggi baik di Institusi rumah sakit, puskesmas dan industri, katanya. “Guna menunjang agar kompetensi apoteker FIKES UMM dapat tercapai, FIKES UMM Kerjasama dengan berbagai institusi yang mumpuni di bidangnya antara lain; PSPA UMM dengan Dinas Kesehatan Kota Malang, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Dinkes Kota Batu, Puskesmas di Kota Malang, BBPOM Surabaya, RSUD Dr Soetomo, RSUD Dr Saiful Anwar, RSUD Sidoarjo, RS Muhammadiyah Lamongan, RSUD Bangil, RS Karsa Husada Batu, RS Universitas Muhammadiyah Malang,PT Air Mancur, PT Novaparin, PT Balatif, Apotek Kimia Farma, Apotek Pro Tha Farma, Apotek Mida Farma, Apotek Barokah, Apotek Aulia, Apotek Arjasa, Apotek Fatih Farma, Apotek Sukun Farma, dan Apotek Fensa Farma”, cetus kaprodi apoteker itu. “Selain itu, FIKES UMM juga mengembangkan kerjasama diantaranya dengan RS Unair Airlangga Surabaya, Puskesmas di Kab. Malang, Puskesmas di Kota Batu, penambahan jumlah Puskesmas di Kota Malang yang sebelumnya 7 puskesmas menjadi 14 Puskesmas, PT. Otsuka Indonesia, PT. Satoria, PT. Widatra Bhakti, PT. MSD Pandaan, Apotek Sari Indah Farma, Apotek Raisha Farma, Apotek Merjosari, dan Apotek Mahameru”,tambah Ibu IKa. Bapak Faqih Ruhyanudin, M. Kep., Sp. Kep. MB, Selaku Dekan FIKES UMM menambahkan bahwa “Dalam rangka pengembangan pembelajaran maka kami juga melakukan Interpofesional Education (IPE) di tingkat mahasiswa profesi dengan mahasiswa profesi kedokteran dan mahsiswa profesi Ners Univ. Muhammadiyah Mulang. Kerjasama antara Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Kedokteran ini merupakan tindak lanjut dari IPE yang telah dilaksanakan di tingkat akademik, dengan harapan dapat memberikan gambaran nyata pada praktik profesi yang ideal”, Katanya “Dalam rangka menyiapkan kelulusan mahasiswa dalam Ujian UKAI Nasional maka prodi selalu berusaha untuk meningkatkan mutu SDM nya dengan mengadakan beberapa kegiatan Workshop, diantaranya Workshop Penulisan soal UKAI CBT dan OSCE dengan mengundang para pemateri dari Panitia UKAI Nasional. Dan aktif di kegiatan organisasi profesi APTFI (Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia) maupun APTFM (Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Muhammadiyah)” Tambah Bapak Faqih.
Dosen FIKES UMM Nahkodai PPI Taiwan

Pemilihan ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia atau disingkat dengan PPI telah di gelar. Salah satu kandidat yang terpilih adalah salah satu dosen keperawatan FIKES UMM, Ns. Muhammad Muslih, M. Sc. Beliau saat ini menempuh pendidikan doktoral di Taipei Medical University. Pak Muslih, sapaan akrabnya, mengatakan jika sidang umum PPI Taiwan yg diselenggarakan setiap satu tahun periode seharusnya dilaksanakan pada bulan Maret 2020 akhirnya mundur ke Juli 2020 karena pandemi Covid-19. katanya. Salah satu agenda sidang umum PPI Taiwan adalah pemilihan Ketua PPI Taiwan untuk satu periode yang akan datang. Pada kesempatan tersebut, calon ketua PPI Taiwan yang sebelumnya telah mendaftar akan mempresentasikan visi misi dan gagasan untuk PPI Taiwan setahun kedepan, didepan seluruh perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di seluruh Taiwan, yang selanjutnya disebut anggota Dewan Perwakilan (DP) PPI Taiwan. dan Pada kesempatan tersebut juga terdapat sesi tanya jawab sebagai bagian dari fit and proper tes calon ketua PPI Taiwan, tambahnya. “Visi pada kepengurusan saya adalah PPI Taiwan sebagai platform untuk berkarya, berdaya guna, bermanfaat dan memberikan kebaikan pada pelajar Indonesia di Taiwan. Dan memiliki Misi yaitu, (1) Mewujudkan PPI Taiwan sebagai organisasi pelajar Indonesia di Taiwan yang terdaftar dan di Akui. (2) Memperkuat PPI Taiwan sebagai rumah yang nyaman dan produktif dalam mengembangkan potensi diri dibidang keilmuan, minat, bakat dan pengabdian masyarakat. (3) Mengoptimalkan PPI Taiwan sebagai organisasi yang kolektif-kolegial dan dinamis, serta meningkatkan kerjasama dengan berbagai organisasi dan lembaga lain”, kata dosen yang menempuh pendidikan doktoral itu.
Fenomena, Dampak dan Cara Mengatasi Stigma Covid-19 di Indonesia

Seminar Nasional yang diselenggaran oleh PPNI Kota Malang yang bertemakan tentang “PENGELOLAAN COVID-19 BERBASIS PUSKESMAS SEBAGAI FRONT LINE YANKES DI MASYARAKAT”. Seminar ini diselenggarakan pada tanggal 25 Juli 2020 Via ZOOM dan Youtube. Adapun salah satu pembicara dari seminar itu adalah Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, yang merupakan dosen senior di FIKES UMM. Menurut Dr. Yoyok, “berdasarkan riset yang dilakukan pada media massa nasional ternama seperti, Kompas, Tribun News, Detik.com, Tempo dan Times Indonesia menunjukkan, fenomena stigma yang sangat luar biasa terhadap pasien, keluarga, tenaga kesehatan dan bahkan orang yang sudah meninggal”, katanya. Stigma dan masyarakat sangat berhubungan erat dari kesimpulan riset ini”, tambahnya. Mantan Dekan FIKES ini juga menyatakan ‘Stigma akan dapat berdampak buruk terhadap masyarakat seperti, dapat menghambat penyembuhan, membuat orang mengisolasi dari masyakat dan dapat pula mengalami depresi”, katanya. Selain itu, Stigma dapat membuat orang menyembuyikan status kesehatannya, membuat orang tidak mau memeriksakan diri, membuat orang kabur saat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan. Hal ini justru dapat berdampak pada peningkatan penularan covid-19″, cetusnya. Upaya kita untuk mencegah stigma ini ada beberapa poin penting, pertama bahwa kita harus berempati sosial, menumbuhkan perasaan empati sosial kepada para korban termasuk bagaimana kita tidak termakan oleh berita dan isu hoax, kata pak yoyok. Selain itu, cara mengatasi stigma denga cara mengendalikan pikiran positif, tambahnya. Bapak Prof Nursalam, Ketua DPW PPNI Propinsi Jatim, juga menambahkan bahwa ” salah satu untuk mengatasi stigma covid 19 di masayakat dengan cara meyebut istilah dengan benar dan memberikan dukunga kepada pasien keluarga dan masyarakat yang terdampak, serta memberikan penghargaan pada perawat, tidak menyebar hoax dan memberikan informasi kepada masyarakat”, katanya.
Mahasiswa D-3 Keperawatan FIKES UMM, Lolos Pendanaan Nasional PKM-GT

Program Kreativitas mahasiswa atau disingkat dengan PKM merupakan perhelatan karya tulis ilmiah mahasiswa yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dkti. Program itu diadakan setiap tahun yang diikuti oleh semua perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. PKM tersebut terdiri dari PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T) dan PKM-Penulisan Ilmiah(PKM-I). Adapun PKM-I ini terdiri dari PKM- Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT). Tahun ini, Fikes UMM meloloskan 1 kelompok dengan skema PKM-GT. Kelompok tersebut diwakili oleh mahasiswa Diploma III Keperawatan. Kelompok yang lolos tersebut terdiri dari multidisipliner yakni, Rahayu Nugraheni dan Mila Amelia merupakan mahasiswa Diploma III keperawatan angkatan tahun 2018, sedangkan Rizka Tsaniyah Rahmi, merupakan mahasiswa Psikologi angakatan tahun 2019. Menurut Rahayu, “Inspirasi ide permasalahan yang saya gunakan berasal saat saya sedang membuka media sosial, banyak akun medsos baik besar maupun kecil yang speak up bahwa kesehatan mental mereka sedang tidak sehat dan sedkit terbantu dengan semangat yang diberikan teman dunia maya mereka. Adapula yang yang berasal dari sebuah chanel Youtube, dimana chanel tersebut memiliki konten tentang kesehatan mental dan psikologi seorang manusia. Setelah melihat konten tersebut, saya jadi berpikir ternyata banyak sekali anak muda yang mengalami mental illness seperti bipolar dan gangguan panik. Kebanyakan dari mereka sulit mendapat penanganan dengan cepat karena bahkan untuk mencari orang yang benar-benar mendengar cerita mereka saja sangat sulit. Untuk kasus dimana media sosial menjadi penyumbang penyebab terganggunya kesehatan mental, saya membaca di beberapa literasi tentang bahaya media sosial. Ditambah beberapa orang yang memutuskan untuk menghentikan kegiatan sosmed mereka sementara waktu, dan mereka mengungkapkan bahwa hal itu sangat membantu dalam membawa kembali energi positif. Karena dengan tidak melihat postingan orang lain, melihat komentar jelek atau hal-hal negatif lainnya, waktu yang dipakai bermain medsos bisa digunakan untuk kegiatan positif sehari-hari’, Katanya. Mila Amelia, Menambahkan bahwa “Untuk inspirasi penggunaan smartwatch sebagai media pengukuran, karena saya melihat salah satu serial negeri ginseng tentang seseorang yang mengalami alergi dengan sentuhan manusia yang sangat kronis, dimana tokoh tersebut memiliki sebuah smartwatch yang dapat mengukur tingkat bahaya efek alergi yang ditimbulkan bagi dirinya agar bisa segera ditangani. Walaupun saya tahu itu hanyalah cerita, namun ya mungkin saja kan di masa depan akan benar benar ada barang yang seperti itu. Karena itu saya berpikir, kenapa gak digabungkan saja idenya’, cetusnya. Kemudian, Rizka Tsaniyah Rahmi mengatakan bahwa “saya berharap dengan adanya teknologi ini dapat membantu penanganan kesehatan mental namun dengan teknologi yang tidak ribet untuk memudahkan penggunanya selain itu juga dengan bentuk smartwatch yang keren, bisa sebagai aksesories sekaligus alat bantu’, timpalnya. Disamping itu, mereka mengatakan bahwa lolosnya mereka tidak lepas dari konstribusi pembimbing. “Kontribusi pembimbing sangat penting bagi saya, apalagi saat pengerjaan awal pkm ini bisa dikatakan saya masih tidak tau sama sekali. Walaupun sudah ada dasar dalam mengerjakn sebuah karya tulis saat di SMA dulu tapi PKM ini bisa saya katakan cukup berbeda karena harus benar-benar mencari ide yang bisa disetujui dan bisa lolos ke tahap selanjutnya” menurut mahasiswa yang akrab disapa rahayu itu. Rahayu juga menambahkan bahwa “Bu Risa Herlianita sebagai dosen pembimbing, sangat membantu saya dalam mengumpulkan semangat dan motivasi mengerjakan PKM ini. Beliau sangat sabar dalam membimbing kami saat itu yang juga sedang disibukkan belajar untuk persiapan UAS, masukan masukan yang disampaikan juga bisa dengan jelas saya pahami untuk mengisi kekurangan di PKM saya. Beliau juga tidak pernah membuat kami kesulitan dalam melakukan bimbingan, karena keterbatasan waktu terkadang beliau meminta kami konsultasi melalui WA saja dengan tetap memberikan masukan serta instruksi yang jelas. Selain itu cara beliau memberi kami masukan sangat positif sekali, walaupun ada kesalahan atau kekurangan beliau sampaikan dengan sabar dan kalimat yang positif. Beliau juga memberikan masukan, literasi apa saja yang bisa saya ambil jadi saya benar-benar terbantu dalam mengambil bahan tulisan” katanya. Selanjutnya, Bu risa Herlianita, MS menimpali bahwa ” kesuksesan mereka dapat bisa lolos kuncinya adalah dengan cara tidak pernah Saya nge-push biar bisa lolos pendanaan. Jadi setiap memulai, selalu niatkan karena ibadah Allah, jangan jadikan beban, tapi niatnya benar2 utk ibadah ke Allah”, katanya. “Dengan bgtu, ketika Allah ridho, maka akan banyak jalan yg tidak disangka2 yg memudahkan jalan Kita”, tambahnya.