Dosen FIKES UMM, Membuat Buku Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Salah Satu Dosen FIKES UMM membuat buku untuk mengatasi anak yang susah makan atau disebut dengan Avoidant Restrictive Food Intake Disorder (ARFID). Beliau adalah Dr. Bapak Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, dosen Keperawatan bidang keilmuan komunitas. Buku Ini diterbitkan oleh UMM Press. Menurut Bapak yoyok, menyatakan bahwa Buku ini memberikan panduan bagi pembaca bagaimana memahami penyebab anak sulit makan. Selain itu, dalam buku ini membantu pembaca bagaimana tindakan yang tepat mengatasi anak yang mengalami sulit makan. dan juga, membuat pembaca menguasai bagaimana cara mengembangkan model perilaku pengasuhan yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan sulit makan pada anak. Mantan Dekan FIKES UMM tersebut juga menambahkan bahwa permasalahan sulit makan pada anak sangat ditentukan oleh faktor keluarga. Permasalahan sulit makan pada anak diawali dengan adanyagangguan interaksi ibu dan anak, pengaruh lingkungan dan sosial budaya, dan ketegangan psikologis. Pola asuh orang tua, kedekatan antar anggota keluarga berhubungan positif dengan keterampilan makan yang baik pada anak. ” salah hal yang paling penting dalam mengatasi permasalahan ana sulit makan adalah keterlibatan ayah. Dalam permasalahan ini, diperlukan kerjasama antara Ayah dan Ibu dalam mengurai satu demi satu permasalahan yang menyebabkan anak menjadi sulit makan” kata Bapak Yoyok.
Perencanaan FIKES UMM Ke Depan untuk Go Internasional

FIKES UMM serius dalam menyongsong persaingan global dan go internasional. Hal ini dicanangkan dalam penyusunan rencana strategis FIKES UMM akhir-akhir ini. Rencana strategis merupakan perencanaan FIKES dalam kurun waktu 4 tahun ke depan dan menggambarkan target perwajahan FIKES ke depannya. Rapat penyusunan tersebut dilakukan secara daring karena masih dalam masa pandemic. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran structural, mulai dari dekanat, kaprodi sekprodi setiap jurusan dan seluruh unit. Faqih Ruhyanudin, Dekan FIKES UMM menyatakan bahwa ada berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh FIKES UMM untuk program internasionalisasi. Salah satunya dengan meningkatkan kerjasama lintas internasional terkait dengan Tridharma (penelitian, pembelajaran dan pengabdian). Adapun yang sudah dilakukan FIKES sejak tahun 2018 dengan kerjasama kerja dengan Jepang, Taiwan dan Singapura. Ibu Sendi, Selaku PIC Internasional menambahkan bahwa ditahun 2020 kemarin, FIKES UMM memperluas jejaring internasionalnya. Kerjasama tersebut dilakukan pada Universitas di Negara Ceko dan Thailand. Kerjasama ini ditujukan untuk riset bersama dan peningkatan strata pendidikan dosen. Selain itu, Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran di FIKES UMM. Ibu Rofida, Wadek I mengungkapak bahwa kedepannya FIKES ingin juga memiliki mahasiswa dari luar negeri. Oleh sebab itu, kami akan melakukan promosi ke luar negeri sejak sekarang dan juga memperbaiki sistem yang bertaraf internasional. (Editor: ZQ)
Menjaring Minat Ke Jepang, Fikes UMM adakan Webinar Japan Care Worker Guide

Untuk kesekian kali Prodi Keperawatan berhasil menyelenggarakan seminar online cara bekerja di Jepang. Acara kali ini diikuti lulusan D3, S1 dan profesi ners. Pada program ini para mahasiswa sesampainya di Jepang, mereka akan ditempatkan di beberapa rumah sakit di berbagai kota. “Kami sudah beberapa kali mengirimkan mahasiswa ke Jepang. Alhamdulillah dalam pantauan kami mereka sudah mempunyai kompetensi ners internasional dan menambah wawasan ners di tempatnya bekerja,” ujar Ketua Pelaksana Webinar Jepang, Chairul Huda Al Husna, S.Kep, Ns, M.Kep, kemarin. Dijelaskan Huda-nama panggilan Chairul Huda-tujuan utama pergi ke Jepang adalah berkarir sebagai perawat bersertifikat internasional. Untuk itu, peserta harus mengikuti ujian sertifikasi profesi yang diselenggarakan pemerintah Jepang. Sejauh ini, sudah ada peserta yang telah berhasil mengantongi sertifikat internasional dan diterima bekerja sebagai perawat professional di rumah sakit umum Jepang. Melalui visi ini, kata Huda, diharapkan perjalanan karir lulusan keperawatan UMM bisa lebih berkembang dan berkesinambungan. Mewujudkan visi ini, FIKES UMM mendapatkan dukungan dari perusahaan penyelenggara yaitu Japan Care Worker Guide. Perusahaan ini semacam holding company yang menghimpun puluhan rumah sakit yang ada di Jepang yang siap menerima lulusan FIKES UMM. Lembaga lain yang mendukung ada International Test Center (ITC) yaitu sebuah lembaga yang menyelenggarakan ujian dan mengeluarkan sertifikat penguasaan Bahasa Jepang. Menurut Huda pada tahun ini sudah dibentuk lembaga baru yaitu Outsourcing Training Center hasil kerjasama FIKES UMM. Lembaga baru ini fungsinya melatih dan menyalurkan angkatan kerja terdidik lulusan perguruan tinggi serta tenaga terampil lulusan SMK dan SMA. “Program ini paling lambat dimulai awal tahun 2021, dan pada bulan Oktober kami sudah memberangkatkan 50 peserta, dan mudah mudahan saja di kesempatan kali ini kuota yang berangkat akan bertambah” tandas Huda. Hal ini sangat penting, lanjut Huda, disebabkan FIKES UMM adalah almamater, ketika para perawat ini di Jepang statusnya adalah alumni UMM. Jadi komunikasi tetap terjalin. Agar semua dapat memastikan berjalan sesuai dengan program yang sudah ditentukan. “Kami berharap agar yang terpilih ini nanti bisa melakukannya dengan penuh semangat dan mengabdi pada pekerjaan dan orang yang dirawat. InsyaAllah semua past akan dimudahkan,” pesannya.
Implementasikan Psikoterapi Al-Quran untuk Meningkatkan Kesehatan Mental di Masa Pandemik, Menjadi Juara 2 dalam Lomba Islamic Essay Nasional

Implementasikan psikoterapi Al-Quran dalam meningkatkan kesehatan mental di masa pandemik, Mahasiswa Fikes UMM menjadi juara 2 dalam lomba islamic essay nasional, yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro. Mahasiswa tersebut diwakili oleh Stiti Khumaeroh, M. Dodik dan Indah Sari. Ketiga mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa keperawatan. Hal yang melatarbelakangi terciptanya ide menurut Khumaeroh adalah pandemik dan adanya kebijakan new normal. New normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya namun dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Dengan segala perubahan yang ada, kemudian didukung pula dengan informasi perkembangan Covid-19 baik yang terpercaya maupun tidak, akan menimbulkan beberapa dampak salah satunya yaitu kecemasan. Dodik juga menambahkan, individu harus memiliki kendali atas dirinya agar kecemasan tersebut tidak meningkat. Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh individu Untuk mengatasi gangguan kesehatan mental diperlukannya manajemen stres. Psikoterapi Alquran, yaitu terapi yang diberikan dengan kembali mempelajari dan mengamalkan ajaran agama Islam. sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama Islam mengandung tuntunan bagaimana kehidupan manusia bebas dari rasa cemas, tegang, depresi dan sebagainya. Psikoterapi Alquran yang dibingkai dalam bentuk aplikasi smartphone dan bernama Self-Awareness and Remind Me of Allah ini terdapat 6 fitur dalam aplikasi, diantaranya: Mari berdzikir, SEFT Therapy, Ukur Tingkat Stres, Sapa Perawat, Ayo Sholat Sunnah, dan Ayo Baca Alquran. Rancangan aplikasi ini memerlukan pengembangan lebih lanjut serta kolaborasi dari berbagai pihak, diantaranya developer aplikasi serta validator ahli untuk mewujudkan aplikasi yang baik dan layak untuk dipublikasikan. Manfaat dari penggunaan aplikasi ini diharapkan mampu membantu masyarakat dalam mengurangi kecemasan di situasi pandemi selama era new normal.
Ciptakan Ide Berkebun Dirumah, Juara 3 dalam Lomba Poster Nasional

Salah Satu mahasiswa FIkes UMM, atas nama Nadia Wulandari, Mahasiswa Farmasi angakatan 2019, Memenangkan lomba poster ilmiah nasional. Ide yang diciptakan adalah dengan mengambil tema cara berkebun di rumah. Acara tersebut diselenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang (UNS). Menurut Nadia, setiap manusia ingin menjadi orang sukses. Hampir setiap orang mempunyai cita-cita yang ingin diraih. Langkah pertama yang bisa ditempuh adalah belajar. Meraih prestasi dan nilai tinggi merupakan salah satu modal menjadi orang sukses. Tetapi tak menutup kemungkinan nilai bukanlah segalanya, namun dengan belajar wawasan akan terbuka luas. Jangan pernah menyerah dengan keadaan apapun yang terjadi. Saya selalu menanamkan paham tersebut pada diri saya. Saya sangat bersyukur masih berkesempatan duduk di bangku perkuliahan, mengingat tak semua orang dapat merasakannya. Kesempatan yang sangat luar biasa ini menumbuhkan motivasi besar dalam hidup saya untuk memanfaatkan pendidikan dengan sebaik-baiknya agar ilmu yang didapatkan tak hanya berguna untuk diri sendiri melainkan untuk orang lain juga. Langkah pertama untuk membuat perjalanan ini luar biasa, saya mengikuti beberapa perlombaan seperti lomba poster edukasi untuk masyarakat , langkah awal ini merupakan salah satu cara untuk menyalurkan ilmu kepada masyarakat dan menjadi kebanggan universitas, Mengikuti lomba poster Agrifest UNS merupakan lomba poster ketiga yang saya ikuti ketika menjadi mahasiswa. Pada lomba poster Agrifest UNS ini panitia menyiapkan beberapa sub tema diantaranya adalah Diversifikasi Pangan, Bertani dari Rumah, Pertanian Organik, Petani New Normal, dan Perbaikan Kebijakan Pangan. Saya sendiri memilih sub tema Bertani dari Rumah, karena menurut saya bertani dari rumah merupakan hal yang mudah dilakukan. Namun demikian tidak banyak masyarakat yang mengetahui langkah-lang bertani dari rumah yang baik dan benar. Oleh karena itu, saya ingin memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana cara bertani dari rumah dan manfaat bertani dari rumah sendiri. Adapun cara untuk berkebun dirumah menurut Nadia ada lima langkah. Pertama memilih lokasi yang tepat, maksudnya tempat tersebut diharuskan terdapat cahaya matahari yang cukup dan terhindar dari gangguan misalkan hewan peliharaan. Kedua, memilih jenis tanaman yang tepat, dianjurkan memilih tanaman yang memerlukan sedikit waktu untuk panen. Ketiga, siapkan media tanam, media tanam ini dapat berupa tanah, sekam atau sabut kelapa serta tambahkan kompos daun kering atau kotoran hewan ternak. Keempat, siapkan wadah untuk benih, dapat menggunakan botol dan wadah bekas makanan atau lainnya serta jangan lupa diberi lubang pada bagian bawah untuk jalan keluar air. Langkah terakhir adalah rawat tanaman dengan baik pastikan air, nutrisi dan cahaya matahari tercukupi setiap harinya. Manfaat dari berkebun dari rumah ini banyak sekali terlebih ketika sedang pandemi seperti ini. Diantara manfaat baik tersebut adalah ringankan ekonomi, tingkatkan ketahanan pangan serta jaga kesehatan fisik dan mental. Mengingat kerawanan pangan menjadi ancaman besar pada permasalahan kesehatan sealama masa pandemi dibanyak negara khususnya di negara berkembang. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan sistem berkebun dari rumah. Nadia berharap agar masyarakat dapat menerapkan hasil pemikirannya ini. Agar masyarakat produktif dan lebih sehat serta bebas dari bahan kimiawi yang terkandung dalam makanan.
Ciptakan Ide Terapi Virtual Reality Spiritual Alquran Pada Anak Autism, Menjadi Juara 3 Essay Nasional

Menciptakan ide terapi virtual rality spiritual Al-quran pad anak autism yang ditorehkan melalui lomba essay nasional, Mahasiswa Fikes UMM menjadi juara 3. Mahasiswa tersebut diwakili oleh Sania Umazatul Amsa dan Ahmad Ahnaf Taufiqur Rahman, Mahasiswa Keperawatan angkatan 2019. Acara tersebut diselanggarakan oleh forum studi islam fakultas psikologi UNM, diumumkan melalui online melalui zoom. Menurut Sania, Selama tujuh bulan pandemi covid-19 terjadi, terdapat banyak kebijakan pemerintah yang berubah-ubah menyesuaikan dengan kondisi terkini. Salah satu kebijakan pemerintah yang dilakukan sejak masuknya covid-19 di Indonesia hingga saat ini adalah meliburkan sekolah tatap muka. Kegiatan belajar digantikan melalui kegiatan virtual online yang dapat dilakukan di rumah masing-masing. Namun, kegiatan belajar seperti ini berdampak pada hilangnya rutinitas anak setiap hari. Kebiasaan seperti beraktivitas pagi sebelum sekolah, mempersiapkan peralatan sekolah saat malam hari akan berangsur hilang. Selain itu, pembelajaran virtual online dari rumah juga menyebabkan anak-anak kehilangan koneksi dengan temanteman, guru, saudara, dan lingkungan Selanjutnya, Kebijakan penutupan sekolah juga berlaku pada sekolah luar biasa bagi anak berkebutuhan khusus. Namun, penutupan sekolah luar biasa bagi anak berkebutuhan khusus mengakibatkan dampak yang luar biasa secara fisik dan mental pada anak. Pergantian sistem sekolah menjadi virtual online sulit dilakukan pada sekolah berkebutuhan khusus. Anak dengan kondisi autism kesulitan mengikuti pembelajaran daring sebab perkembangan psikomotorik memerlukan stimulasi secara langsung. Selain itu, kondisi pandemi covid-19 juga mengakibatkan anak-anak autism mengalami perubahan rutinitas yang biasa didapatkan saat bersekolah. Perubahan rutinitas kegiatan anak autism diantaranya kegiatan belajar mengajar di sekolah secara virtual online, dan terapi yang sangat dibutuhkan diundur. Perubahan ini mengakibatkan perasaan cemas berlebih pada anak sebab anak kondisi autism memerlukan rutinitas serta pendekatan individual. Apabila anak-anak ini tidak mendapatkan rutinitas kegiatan sehari-hari, maka akan memicu anak-anak autism sering berperilaku agresif. Solusi yang dapat dilakukan untuk menurunkan terjadinya perilaku agresif anak-anak di masa pandemi covid-19 dengan cara melibatkan orangtua dalam memberikan rutinitas yang serupa saat anak-anak autism bersekolah, seperti pemberian terapi. Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk menurunkan terjadinya perilaku agresif anak autism adalah terapi spiritual. Kandungan ajaran Islam seperti iman, ibadah, dan tasawuf memiliki metodologi yang sistematik bagi kesehatan mental. Metode terapi spiritual yang dapat digunakan pada anak autism di masa pandemi covid-19 adalah pembelajaran al quran (membaca, menulis, mendengarkan, dan bermain). Ahmad menambahkan, Agar mempermudah orangtua dalam memberikan terapi pada anak autism yang tidak membosankan, kami memiliki sebuah gagasan metode pembelajaran al quran (membaca, menulis, mendengarkan, dan bermain) melalui aplikasi android yang terdapat fitur virtual reality. Virtual reality alat yang digunakan menjadikan dunia maya menjadi nyata yang terhubung ke komputer ataupun gadget seperti handphone. Realitas virtual dapat menjadikan animasi,video, bahkan video game menjadi terasa nyata. Realitas virtual dapat dilihat, berinteraksi dan melihat dari berbagai prespektif sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih besar dari biasanya.
ELECTRONIC HOUSE CALL, Mahasiswa Fikes UMM Menjadi Juara 1 Dalam Lomba Essay Nasional Keperawatan

Mahasiswa Fikes UMM Menjadi juara 1 dalam ajang lomba essay nasional keperawatan bulan November ini. Mahasiswa atas nama Sania Umazatul Amsa merupakan mahasiswa Jurusan Keperawatan semester 5. Menurut Sania, sapaan akrabnya, mengatakan ide tersebut karena melihat keprihatinan terhadap kecemasan dan ketakutan masyarakat dalam berobat ke rumah sakit. Kecemasan dan ketakutan itu dikarenakan maraknya wabah covid 19. Jika ini dibiarkan, maka angka kematian bisa meningkat sebab orang misalnya dengan penyakit jantung tanpa ditangani di RS maka pasien tersebut bisa tidak tertolong karena tidak tertangani oleh tenaga kesehatan. Selain itu, walaupun pihak rumah sakit berupaya menerapkan protokol kesehatan yang sesuai serta memisahkan pasien isolasi covid-19 dengan pasien umum. Serta, himbauan demi himbauan juga dilakukan pemerintah agar masyarakat tidak takut berobat ke rumah sakit. Namun, fakta yang terjadi hingga tujuh bulan terjadi pandemi covid-19 di Indonesia, masyarakat tetap tidak mau berobat ke rumah sakit, tambahnya. Sebagai contoh kasus yang telah terjadi di salah satu rumah sakit Tulungagung. Rumah sakit di Tulungagung mengalami penurunan pada kunjungan pasien yang melakukan pemasangan ring jantung. Jika biasanya sebanyak 30 orang pasien melakukan pemasangan ring namun hanya 5 orang yang tetap melakukan operasi saat di masa pandemi. 25 orang yang seharusnya melakukan pemasangan ring kemungkinan besar memilih tidak melakukannya karena ketakukan akan terpapar covid-19 yang dapat memperparah penyakit yang dialami. Tindakan pengobatan seharusnya tidak dihentikan pasien walaupun di masa pandemi karena dapat menyebabkan pasien terkena serangan jantung, jelanya. Oleh sebab itu, Pemerintah harus dengan cepat mengatasi permasalahan ini agar dapat mengurangi tingkat kematian pasien non covid-19 dan segera fokus mengatasi masalah pandemi covid-19. Alternatif yang dapat dilakukan pemerintah saat masa pandemi dengan menggunakan fasilitas kesehatan electronic house call berbasis telemedicine, tambahnya. “Electronic House Call Berbasis Telemedicine merupakan metode pelayanan kesehatan kunjungan rumah yang menggunakan teknologi dan internet untuk menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode ini sangat cocok digunakan pada masa pandemi seperti sekarang ini. Pasien yang harus melakukan kontrol rutin ke rumah sakit setiap bulannya namun takut akan terpapar virus covid-19, tidak perlu khawatir karena metode ini tidak mengharuskan pasien untuk datang ke rumah sakit”, Jelasnya. “Metode ini membutuhkan laptop yang terinstal software, internet dan monitor vital sign. Sebelum melakukan konsultasi melalui video call, pasien harus melakukan kontrak waktu dengan petugas kesehatan karena pasien tidak dapat langsung melakukan video call untuk mencegah kelebihan sistem perawatan. Namun, apabila dalam keadaan darurat pasien dapat menghubungi langsung dengan memilih icon emergency untuk mendapatkan sistem pelayanan 24 jam yang langsung terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat”, tandasnya. Kaprodi Keperawatan, Nurlailatul Masruroh, menambahkan, sistem ini sangatlah futuristik dan merupakan solusi dalam jangka panjang bagi masyarakat Indonesia. saya kira harusnya setiap rumah sakit harus sudah memikirkan hal ini guna mengurangi dampak kecacatan dan keamtian yang semakin tinggi.
Wisudawan Fikes UMM, Berprestasi Dalam Akademik Dan Juga Dikancah Nasional

Salah satu wisudawan FIkes UMM, tepatnya jurusan S1 Fisioterapi menorehkan berbagai prestasi baik akademik maupun penghargaan dikancah nasional. Dia adalah Egalia Novika Hidayat, yang akrab disapa Ega. Ega merupakan wisudawan terbaik fakultas di wisuda periode 3 tahun 2020. Menurut Ega, dia menjadi wisudawan terbaik fakultas karena memperoleh indeks Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan predikat cumlaude, 3,86. IPK tersebut merupakan IPK tertinggi Fakultas Ilmu kesehatan di wisuda periode 3 terebut. Disamping prestasi akademiknya yang mentereng saat menjadi mahasiswa, Dara satu ini juga aktif diberbagai organisasi di antaranya LSO TIMAPKES, UKM-MTQ UMM, dan komunitas Sport Physiotherapy, hingga organisasi luar kampus seperti komunitas PhysioSET dan Volunteer Indonesia Medika Selain memperoleh berbagai prestasi akademik, Ega juga sering mendapatkan penghargaan nasional saat dia masih dibangku kuliah seperti, Juara II Lomba Karya Tulis Nasional Pena Pemuda Indonesia Yogyakarta 2018, Juara II Olimpiade Nasional FISIOKER kelas Sport 2018, Top 10 National Hand’s On Sircumsisi TBMM Nurul Qolbi FK UMM 2018, Juara III Nasional Lomba Karya Tulis Ilmiah “Islamic Fair Of Public Health” 2018, Juara I Lomba Kepenulisan Nasional Bidang LKTI – Muslim Culture Fair 2018, Juara 3 Syarhil Qur’an Nasional Univ.Ahmad Dahlan Yogyakarta 2019, dan Juara 2 Syarhil Qur’an Nasional Univ.Djuanda Bogor 2020. Menurut Ega, kunci kesuksesannya dalam meraih semua prestasi itu salah satunya adalah mahasiswa harus memiliki beberapa prinsip serta tujuan yang harus kita susun yaitu nilai akademik yang baik, skill yang terlatih, pengembangan bakat dan minat, memenuhi hobi, menyusun lingkaran pertemanan serta membangun relasi. Mindset positif juga harus selalu ditanamkan agar kita bisa terus menuai hasil baik disetiap kegiatan. “Prioritas utama serta tanggung jawab yang wajib kita tunaikan sebagai anak terhadap orangtua adalah kuliah dengan sungguh-sungguh. Salah satu cara membuktikan kesungguhan kita adalah mampu memperoleh nilai yang baik disetiap semesternya, ini secara tidak langsung akan terus memotivasi kita untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Memiliki lingkup pertemanan positif juga akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan kita dimasa perkuliahan, namun bukan berarti kita harus pilih-pilih dalam berteman”, tambahnya.
Perawat FIKES UMM Memberangkatkan lagi Mahasiswanya Ke Jepang

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) Faqih Ruhyanuddin, M.Kep, Sp.Kep, MB, memberikan motivasi kepada puluhan mahasiswa keperawatan yang segera berangkat ke Jepang pada pekan depan. Pesan tersebut disampaikan dalam pelepasan perawat FIKES UMM ke Jepang. “Bahwa di balik satu kesulitan ada banyak kemudahan,” ujar Faqih Ruhyanuddin ketika membuka pesan pada UMM ke Jepang, di ruang ICMI Fikes UMM Pesan selanjutnya, kata Faqih Ruhyanuddin, ketika berada di Jepang nanti untuk terus menjalin komunikasi dengan para alumni perawat UMM yang terlebih dulu bekerja di Jepang. Komunikasi tersebut bukan hanya terkait kabar baik saja, pasti juga dalam kehidupan ada ujian. Itu sebabnya, sebagai perawat UMM yang sudah mendapatkan pendidikan perawat berkarakter dan bekerja keras, untuk mengembalikan segala yang terjadi kepada Allah Yessy Witantry, salah satu perawat alumni FIKES UMM yang berangkat ke Jepang dalam sambutan mewakili rekan sejawatnya mengatakan “bisa berangkat ke Jepang di tengah pandemi adalah mukzizat dari Allah” Pada awalnya, lanjut Yessy terlintas dalam benaknya bahwa tidak aka nada pemberangkatan pada tahun ini karena pandemi. Lintasan perkiraan ini tidak berlebihan, sebab pada bulan Maret ketika mengurus visa sehari setelahnya, mendapatkan telepon dari Konjen Jepang di Surabaya yang menyatakan Jepang sedang lockdown
Membuat Video Skill Lab, Dosen FIKES UMM Menjadi Pemenang di AMANEC

Departemen Keperawatan Dasar, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, memenangkan HIBAH pembuatan inovasi video skill laboratorium. Kompetisi itu diselengarakan oleh the Association of Muhammadiyah and Aisyiyah Nurse Education Centeratau yang disingkat dengan AMANEC. Erma Wahyu Masfufa, S. Kep., Ns., M. Si., Selaku Kepala Departemen Keperawatan Dasar mengatakan, dimasa pandemi tuntutan untuk mengubah metode pembelajaran menjadi sistem online. Walaupun dengan online platform tersebut, pembelajaran dituntut untuk tetap mencakup domain baik afektif, kognitif dan psikomotor. “Hal yang paling sangat disorot dalam pencapaiannya pembelajarannya saat kondisi saat ini adalah domain psikomotor. Hal itu menjadi bagian terpenting dalam pendidikan keperawatan karena mahasiswa selain cerdas dalam pengetahuan tapi juga harus pandai dalam keterampilannya dalam mengelola pasien,” begitu menurutnya. “Hal ini lah yang menjadi ide Tim Departemen Keperawatan Dasar FIKES UMM untuk membuat video yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja melalui handphone (Mobile Video Based Learning)”, jelasnya. Nur Aini, S. Kep., Ns., M.Kep., selaku salah satu anggota tim mengatakan, “Tim membuat video skill yang kemudian diupload melalui Channel Youtube Departemen Keperawatan Dasar. Tim kemudian meminta mahasiswa untuk melihatnya, kemudian tim melakukan online grup discussion dengan mahasiswa dengan dipandu oleh dosen. Melalui 2 metode tersebut, diharapkan mampu mewakili peningkatan kemampuan psikomotor mahasiswa. Nur Lailatul Masruroh, S. Kep., Ns., MNS., selaku kaprodi S1-Keperawatan menambahkan, pemanfaatan media dalam jaringan (daring) dengan menggunakan platform video ini merupakan ide yang cukup mutakhir serta mendukung dalam pencapain kompetensi teruatama domain psikomotor peserta didik. Video tersebut dapat diakses dalam laman: https://www.youtube.com/channel/UCBk5pQbOho2oehGmgvuUYSg/featured