Tiga Belas Mahasiswa Fikes UMM Lolos PKM Nasional

Bulan ini merupakan berkah bagi FIKES UMM. Mahasiswa FIKES UMM lolos pendanaan program kreativitas mahasiswa nasional atau yang dikenal dengan PKM. Terdapat 13 mahasiswa FIKES UMM yang di danai oleh Kemendibud. Mahasiswa tersebut terdiri dari 8 mahasiswa Farmasi, 2 mahasiswa S1 Keperawatan dan 3 Mahasiswa D3 Keperawatan. Faqih Ruhyanudin, selaku Dekan FIKES UMM mengatakan bahwa capain ini terdapat peningkatan yang signifikan. Sebab, tahun lalu mahasiswa FIKES UMM yang lolos didanai hanya 1 orang. Hal ini merupakan pencapain yang luar biasa bagi FIKES dan UMM juga. UMM memperoleh urutan 10 besar PKM se-Indonesia baik PTN dan PTS. Tentu ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi FIKES dan UMM. Tambahnya Sunardi, Wakil Dekan III menambahkan bahwa PKM mahasiswa FIKES yang lolos tersebut bermacam-macam skema. Skema yang paling banyak di danai adalah PKM riset eksakta (PKMRE) dan PKM Kewirausahaan (PKMK). Banyaknya PKM yang lolos didanai di FIKES merupakan kerjasama pembimbing dan mahasiswa yang sinergis. Kami membentuk TIM PKM di Fakultas guna mensuport kegiatan ini. Support yang dilakukan antara lain, pembagian pembimbing, bimbingan yang intens dan mengkroscek kembali templet, imbuh bapak Wadek III.

Lawan Narkoba dan Rokok untuk mewujudkan Generasi Muda yang sehat dan berprestasi bersama Dosen dan Mahasiswa UMM Berkolaborasi dengan SMK Muhammadiyah 8 Pakis.

Dosen dan Mahasiswa UMM berkolaborasi dengan SMK Muhammadiyah 8 pakis melakukan sosialisasi tentang Bahaya Rokok Dan Narkoba. Sosialisasi tersebut bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 8 Pakis. Tujuan dari kegiatan ini untuk mewujudkan Generasi Muda yang sehat dan berprestasi tanpa narkoba dan rokok. Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes., Apt. dan Raditya Weka Nugraheni, S.Farm., M.Farm., Apt selaku narasumber pada acara PMM Mitra Dosen yang menyampaikan materi tentang bahaya rokok, dan narkoba.Sosialisasi tersebut dihadirioleh siswa-siswi SMK Muhammadiyah 8 pakis sejumlah 57 orang dengan berbagai jurusan yaitu: teknik kendaraan ringan otomotif, teknik komputer dan jaringan, serta otomatisasi dan tata kelola perkantoran. Acara pertama yaitu sambutan wakil kepala sekolah, beliau berharap dengan diselenggarakannya sosialisasi bahaya narkoba dan rokok dapat memberikan wawasan dan kesadaran kepada para siswa-siswi SMK muhammadiyah 8 pakis sehingga manfaat yang diharapkan kedepannya yaitu dapat mencegah dan sekaligus meminimalisir terjadinya penggunaan rokok dan narkoba dikemudian hari. Sosialisasi yang mengangkat tema “Gerakan Edukasi Bahaya Narkoba dan Rokok Untuk Mewujudkan Generasi Muda Yang Sehat dan Berprestasi”. Sosialisasi dibuka dengan penyajian materi  oleh Dra. Uswatun Chasanah, M.Kes., Apt. tentang bahaya merokok Pada Remaja. Adapun Materi yang disampaikan antara lain: Membahas tentang pengertian Rokok. Rokok adalah tembakau yang dianggap stimulant yang berarti meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Rokok mengandung Tembakau dianggap stimulan, artinya meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Rokok mengandung zat berbahaya yang dilepaskan saat seseorang merokok atau mengunyahnya, adapun kandungan dari rokok yang berbahayaseperti nikotin, karbon monoksida, dan tar. Kandungan tersebut dapat menyebabkan kecanduan, menurunkan kadar oksigen dalam sel tubuh, serta timbulnya penyakit seperti kanker paru, bronkitis, penyakit jantung, dan daya tahun tubuh menurun. Penyajian materi kedua disampaikan oleh Raditya Weka Nugraheni, S.Farm., M.Farm., Apt dalam pemaparannya menjelaskan tentang Waspada Bahaya kecanduan Narkoba. Apa sih arti dari narkotika itu? Menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 mneyatakan bahwa Narkotika merupakan zat buatan ataupun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan. Adapun jenis-jenis narkotika dibagi menjadi 3 golongan:Golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka. Tanaman tersebut dapat beresiko tinggi dan menimbulkan efek kecanduan.Golongan 2 ini dapat dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Obat- obatannya diantara lain: morfin, alfaprodina, dan lain lain.Golongan 3 Jenis golongan ini memiliki risiko ketergantungan cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi contohnya kodein. Tanda-tanda bagi pengguna narkoba diantaranya adalah kehilangan selera makan, tidak teratur pola tidurnya, dehidrasi,, halusinasi, menurunnya kesadaran, gangguan Kualitas Hidup, dan Kematian.Cara mengatasi kecanduan narkoba seperti; melakukan hobi yang bersifat positif, memahami dampak buruk dari narkoba serta jika kecanduan berat dapat dilakukan rehabilitasi, sehingga dengan melakukan kegiatan edukasi ini dapat memberikan wawasan tentang bahaya narkoba dan rokok kepada siswa di smk muhammadiyah 8 pakis menjadikan para remaja tersebut siswa yang sehat dan berprestasi.

Membuat Inovasi Aplikasi Berbasis Kesehatan Mental, Mahasiswa FIKES UMM Juara Pertama dalam Ajang Inovasi Sistem Kesehatan Nasional

Mahasiswa FIKES UMM menjadi juara pertama dalam lomba inovasi sistem kesehatan di Indonesia. Mahasiswa tersebut diwakili oleh Clara Demmy Dwi Anisha Imansari, Farmasi angkatan 2018. Clara menciptakan aplikasi untuk mendeteksi dan pengobatan kesehatan mental. Lomba tersebut diselenggarakan oleh Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA), dalam program health hackathon health hackathon. Acara tersebut berkolaborasi dengan MIMS. Peserta yang ikut merupakan seluruh mahasiswa kesehatan dari berbagai universitas di indonesia Menurut Clara, Health Hackathon merupakan ajang untuk menyalurkan ide dan kreativitas mahasiswa rumpun kesehatan untuk mencari solusi dalam menghadapi permasalahan yang sedang dan akan dihadapi dalam meningkakan sistem kesehatan di Indonesia. “Saya mengangkat isu Kesehatan mental yang meningkat di era pandemi Covid-19, dari situ saya dan team membuat inovasi aplikasi berbasis kesehatan mental. Aplikasi itu kami sebut PAUT.ID”. katanya Mahasiswa Farmasi semester 6 tersebut juga menambahkan bahwa,  Ide pembuatan aplikasi itu berawal dari dampak pandemi COVID-19. Dampak yang ditimbulkan berupa kesehatan fisik maupun mental masyarakat di Indonesia. Kami mendapatkan hasil yang sangat menarik dimana 72,7% responden mengalami gangguan mental selama pandemi terutama stres dan depresi, dan 58,2% mengaku selalu berusaha untuk mengatasi gangguan tersebut namun masih gagal mendapatkan solusi. “latar belakang itulah, membuat kami tergerak membuat aplikasi ini. saya berharap dengan adanya aplikasi ini banyak orang yang semakin aware akan pentingnya kesehatan mental, bahkan tidak malu untuk mencari pertolongan kepada tenaga profesional.” tambahnya. (editor:zq)

“Ulah Pak Udin”, Mahasiswa FIKES UMM Juara 1 Story Telling Nasional

Mahasiswa FIKES UMM Menjadi juara 1 di ajang lomba bercerita atau story telling nasional. Mahasiswa yang menjadi juara adalah Ulfatus Nafisyah, Mahasiswa D3 Keperawatan angkatan 2020. Lomba tersebut diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan, Yogjakarta. Peserta yang mengikuti sebanyak 60 dari seluruh Indonesia dan Cina. Bahasa untuk story telling bisa menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Menurut Ulfa, begitu nama akrabnya, mengatakan Saya kemarin bercerita dengan tema “ketidak percayaan dan kelalaian masyarakat di tengah pandemi karena alasan ekonomi”. Ceritanya ada seorang warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti, memakai masker karena tidak ada biaya dan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah (pemerintah acuh). Warga tersebut merupakan masyarakat ekonomi menengah kebawah. Mahasiswa semester 2 tersebut melanjutkan ceritanya bahwa warga itu tidak mau mematuhi protokol kesehatan. Ia beranggapan bahwa dirinya sehat. Ia menganggap virus corona hanya rekaya pemerintah dan tenaga kesehatan untuk memeras rakyat. “Di bagian resolusi mendapat bantuan dari pemerintah atau kepala desa (bantuan covid), mendapat bullyan dari masyarakat dengan kata lain (di sindir mencari perhatian kepala desa agar diberi bantuan dengan cara tidak mematuhi protokol kesehatan alasan ekonomi) dan akhirnya percaya akan virus covid sebab diberi bantuan.” katanya. Reni Ilmiasih, Selaku ketua prodi mengatakan Kami sangat mengapresiasi prestasi mahasiswa. sekaligus membaggakan prodi. Ini dapat dikatakan prestasi internasional karena ada peserta dari luar negeri, yakni Cina. Story telling tersebut juga menuntut dalam kecapakan berbahasa Inggris. Hal ini tentu tidak mudah. (editor: zq)

Penyebaran Tuberkulosis Masih Menjadi Konsen di Indonesia

Penyebaran Tuberkulosis masih menjadi momok di Indonesia. Saat ini, prevalensi klien tuberkulosis atau TBC di Indonesia masih sangat tinggi. Berdasarkan peringkat dunia menempati urutan tertinggi ketiga di dunia setelah setelah India dan China. Berdasarkan data WHO dan Kementrian Kesehatan Indonesia, TBC di Indonesia mencapai 845 ribu orang, tetapi yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan hanya 562 ribu orang. Sehingga, Klien TBC yang belum terlaporkan masih kurang lebih 33 persen. Menurut Titik Agustiyaningsih, M. Kep, Dosen yang konsen terhadap penyakit TBC, mengatakan Kasus TBC dapat diibaratkan fenomena gunung es. kasus yang terdeteksi mungkin hanya mencapai 10-20%, namun 80-90% belum terdeteksi. Oleh sebab itu, kasus TBC ini memang tidak boleh di anggap remeh. Hal ini diperlukan tindakan-tindakan pencegahan agar terjadi penurunan insiden penularan. Kasus TBC yang tak kalah mengerikan adalah TBC multidrug drug resistence (MDR). Pasien dengan TBC ini membutuhkan dosis yang lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan bakterinya sudah memiliki kekebalan pada jenis obat TB. Kebalnya bakteri tersebut diakibatkan oleh pasien yang tidak minum obat secara rutin atau tidak patuh, tambah Titik. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan berkenaan dengan penyakit TB: Berdasarkan data penelitian, dominasi penyakit TB menyerang usia produktif (15-49 tahun); Segera periksa ke dokter spesialis paru & pernapasan apabila ada 4 gejala pokok : batuk tidak sembuh-sembuh ≥ 2 minggu, batuk darah, sesak napas dan nyeri dada; Gejala lain yang menyertai : Demam yang tidak turun-turun, keringat malam, nafsu makan turun disertai penurunan berat badan; Selalu menjaga stamina tubuh, mengingat hampir setiap orang sudah terkena kuman TB. Kuman TB yang ada di tubuh kita, tidak akan aktif menyerang kalau ketahanan tubuh kita terjaga; Pola hidup sehat. Hindari kebiasaan buruk yang dapat mengganggu ketahanan tubuh seperti minum alkohol, merokok, kerja berlebihan. Waktu yang seimbang antara ibadah, kerja, olahraga dan istirahat, kata Titik Kemudian, menurut Dosen yang risetnya fokus pada TB tersebut, agar Anda tidak tertular penyakit TB, penting untuk melakukan pencegahan seperti langkah-langkah pencegahan TB yang dikutip dari publikasi Kementerian Kesehatan RI berikut ini: Pakai masker untuk menutup mulut. Ini merupakan satu langkah pencegahan TB yang efektif. Namun, jangan lupa untuk membuang masker yang selesai dipakai dengan teratur. Membersihkan ventilasi ruangan. Kuman TB menyebar lebih mudah dalam ruangan tertutup yang kecil di mana udara tidak bergerak. Konsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan rutin berolahraga. Jika hendak meludah, lakukan di tempat tertentu yang sudah diberikan disinfektan. Usahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke dalam tempat tidur dan hindari udara dingin. Menjemur kasur, bantal, dan tempat tidur terutama saat pagi hari. (editor:zq)

Kaji Vaksin Oral Tiga Dosen FIKES UMM Lawan Demam Tifoid

Tifus atau demam tifoid masih menjadi perhatian kesehatan di Indonesia. Realitas ini membuat prihatin tiga dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM). Yakni Dr. Apt. Hidajah Rachmawati, Sp, FRS  Apt, Raditya Weka, M. Farm,  dan Apt Firasti A.N.Sumadi, M. Biotech. Keprihatinan tersebut dituangkan Firasti A.N.Sumadi bersama dua rekannya dalam karya book chapter Internasional berjudul In-Silico Approach in the Development of Salmonella Epitope Vaccine. Book chapter ini telah diterbitkan oleh IntechOpen pada Februari lalu. Pada buku ini, Firasti membahas tentang vaksin oral untuk mengobati penyakit tifus. Bahwa dalam pembuatan vaksin ada beberapa metode yang dapat dipilih salah satunya pengembangan vaksin menggunakan vaksin peptida berbasis protein. Menurut Firasti, mereka memilih vaksin peptida berbasis protein karena  dianggap lebih aman. Vaksin tersebut juga tidak  menggunakan organisme utuh, sehingga kemungkinan sifatnya akan menimbulkan respon imun lebih baik atau imunogenik. Alasan lain metode ini karena peptida yang digunakan adalah epitop sel B. “Epitop sel B adalah suatu bagian mikro organisme yang menempel pada antibodi di tubuh. Mikro organisme tersebut bisa menimbulkan antibodi spesifik terhadap penyakit tersebut,” ujarnya. Firasti menerangkan keunggulan lain dari metode ini adalah pendekatan untuk menemukan epitop dari bakteri salmonella typhi.  Hal itu mereka lakukan berdasarkan in silico atau permodelan komputer. Harapannya hal ini akan menjadi terobosan di masa pandemi. “Pada masa pandemi penelitian menggunakan lab basah terkendala banyak hal, seperti reagen yang sulit dan tatap muka yang terbatas. Dengan in silico permodelan lab, kami menggunakan lab kering melalui web dan software untuk mencari kandidat vaksin. Hal ini akan memudahkan proses penelitian,” ucap Firasti. Sementara itu, Hidajah mengatakan bahwa tingkat efikasi vaksin tifus di Indonesia masih rendah. Oleh karenanya mereka bertiga berinisiatif mengembangkan vaksin tifus yang memiliki tingkat efikasi yang tinggi. Namun penelitian ini masih bersifat pre-klinis. Diharapkan ke depannya vaksin ini bisa di uji-klinis ke manusia dan menjadi terobosan yang bagus.

Student Day UMM, Menggali dan Mengembangkan Potensi Setiap Individu Mahasiswa

Kegiatan pembukaan student day UMM dilaksanakan hari minggu, tanggal 14 Maret 2021. Acara tersebut di hadiri oleh seluruh mahasiswa baru 2020 dan jajaran pimpinan civitas akademika. Tak lupa, Rektor UMM, Bapak Fauzan, Bapak Mentri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy dan juga Mentor Nasional Bapak Dr. Ary Ginanjar (Pendiri ESQ Leadership Center), sebagai keynote speaker. Pembukaan student day tersebut bertajuk tentang “berprestasi di masa pandemic” Bapak Fauzan, selaku rektor UMM mengatakan student day merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh UMM, agar mahasiswa dapat menggembleng karakter, mengenali, menggali dan mengembangkan potensinya masing-masing. Mahasiswa UMM merupakan sekumpulan mahasiswa yang heterogen dan memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda-beda. Bapak rektor juga menambahkan, kegiatan student day diharapkan dapat membentuk karakter yan tangguh, sehingga mahasiswa UMM dapat berprestasi baik di kancah nasional maupun internasional. Bapak Ary Ginanjar, mengatakan agar mahasiswa dapat memberikan konstribusinya dan berprestasi harus memiliki “the grand why” yang tepat. Tujuan yang berdasarkan agar memberikan kemaslahatan bagi sesama adalah fokusnya. Mahasiswa harus memiliki dasar pemikiran apapun penciptaan karyanya agar memiliki dampak kepada manusia lainnya. Dan itulah dasar karakter dalam kecerdasaan “spiritual quotient” atau disebut dengan SQ Bapak Ary juga menambahkan, SQ dapat menuntut manusia dalam berpijak untuk kehidupannya, sehingga orang tidak mudah putus asa dan prustasi. Hal ini dikarenakan manusia dapat menggantungkan hidupnya pada sang maha pencipta. Bapak mentri PMK, Muhadjir Effendi menyatakan, mahasiswa agar memiliki karakter yang kuat dan berprestasi harus memiliki self-planning. Perencanaan dan kegiatan yang harus diikuti tersebut harus yang yang mengandung makna dan bermanfaat bagi akademik dan non-akademiknya. Bapak muhadjir juga menambahkan bahwa, mahasiswa harus memupuk 4 C yakni, pertama adalah critical thinking atau kemampuan berpikir kritis dan creativity atau kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang baru dan tepat, kedua; communication skill atau kemampuan berbicara dan menulis yang baik, yang ke tiga adalah collaboration skill yaitu, kerjasama dan yang terkahir adalah confident yakni percaya diri (Editor: ZQ)

Apoteteker FIKES UMM Angkatan 6 Lulus UKOM 100%

Prodi Apoteker meluluskan mahasiswa Apoteker angkatan enam 100% dalam Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia. Kelulusan Ujian tersebut telah di umumkan tanggal 22 Februari 2021. Adapun mahasiswa yang mengikuti dalam uji kompetensi tersebut terdapat 51 mahasiswa. Menurut Ibu Ika, Selaku Kaprodi Apoteker mengatakan bahwa kesuksesan dalam meluluskan mahasiswa tersebut merupakan buah kerja keras semua lini. Dosen memberikan try out secara intensif dengan soal-soal prediksi yang bermutu. Kemudian, Mahasiswa juga diwajibkan dalam mengulas lagi materi-materi yang sudah di arahkan oleh dosen dan diberikan kisi-kisinya. “try out tersebut dilakukan selama 1 bulan penuh sebelum dilaksanakan Ujian Kompetensi. Try out yang disertai pembekalan dosen tersebut dilakukan secara daring. Walaupun secara daring, penggemblengan ini sangat efektif karena dipantau betul dan disetting dengan ketat di server elmu.umm.ac.id” tambahnya. Ibu Ingrid, menambahkan soal-soal yang try outkan merupakan soal-soal yang dibuat sendiri oleh tim Prodi Apoteker. Selama pembuatan soal tersebut, dosen-dosen dilakukan karantina agar fokus dalam membuat soal yang berkualitas, setidaknya terstandar seperti soal-soal yang diujikan oleh badan ujian kompetensi nasional. (Editor:ZU)

Awas Bahaya Penyakit Tidak Menular Incar 41 Juta Masyarakat Global

Non-communicable diseases (NCDs) atau penyakit tidak menular (PTM) menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Tercatat, NCDs atau PTM mampu membunuh 41 juta orang, atau 74 persen dari seluruh kematian secara global. Profesor dari Fakultas Ilmu Kesehatan Prince of Songkla University (PSU) Thailand, Prof Dr Karnsunaphat Balthip memaparkan, beberapa fakta tentang PTM. Dimana 17 juta orang meninggal karena PTM sebelum usia 70 tahun. “Ada empat PTM yang paling banyak memicu kematian dini. Yakni penyakit kardiovaskular atau jantung sebanyak 17,9 juta kasus, kanker 9,3 juta kasus. Kemudian penyakit pernapasan kronis 4,1 juta kasus, dan penyakit diabetes 2 juta kasus,” seru Prof Karnsunaphat, saat mengisi Visiting Professor di Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (29/2/2024). Prof Karnsunaphat memaparkan, hal-hal yang meningkatkan risiko kematian akibat PTM. Di antaranya konsumsi tembakau, ketidakaktifan fisik, konsumsi alkohol yang berlebihan. Kemudian pola makan yang tidak sehat, serta polusi udara. semuanya meningkatkan risiko. “Komponen kunci dalam merespon PTM, pertama melakukan deteksi dini. Kedua skrining dan pengobatan PTM, serta terakhir perawatan paliatif,” bebernya, di hadapan 250 mahasiswa D3 dan S1 Keperawatan semester 6, 33 dosen, serta 120 anggota Asosiasi Pendidikan Ners Muhammadiyah Asia se-Indonesia (AIPNEMA) secara daring. Dampak dari PTM adalah penyakit kronis dalam waktu lama, dimana salah satu penyebabnya karena faktor perilaku. Seperti makan junk food berlebihan, kurang aktivitas olahraga, dan lainnya. “PTM menyerang wanita dan pria, jadi tidak melihat gender. Pada pria antara lain karena suka merokok dan minuman keras,” terangnya. Sementara itu, Kaprodi Keperawatan UMM, Edi Purwanto SKep Ners MNg menyebutkan, kehadiran profesor dari Thailand ini memang sudah jadi agenda prodi tentang keperawatan. Prof Karnsunaphat akan berbagi ilmu terkait NCDs dan nursing community di UMM selama tiga hari. “Beliau akan berbagi penelitian bersama dan publikasi. Harapannya agar UMM dan Prince of Songkla University bekerjasama pada penelitian dan pengabdian pada masyarakat,” jelas Edi. Selain itu, mahasiswa Keperawatan UMM akan menjalani pertukaran mahasiswa dalam waktu dekat. Sekitar 16 mahasiswa dan dosen asal UMM akan melakukan program pertukaran ke Thailand dan berkegiatan selama sebulan. “Mahasiswa terpilih memiliki kemampuan bahasa Inggris yang bagus dan ber-IP tinggi. Nantinya dari kegiatan itu akan ada pengakuan mata kuliah dan dikonversikan dengan kompetensi di keperawatan komunitas. Keperawatan komunitas itu seperti di puskesmas dan tidak di rumah sakiit,” terangnya. Sebagai informasi, Visiting Professor tak hanya dari Thailand, namun sebelumnya dari Jerman dan Malaysia. Rencana pertukaran mahasiswa tersebut akan ke Thailand dan Malaysia, terkait kerjasama dengan perguruan tinggi dimaksud.

Mahasiswa FIKES UMM Juara Essay Nasional: Peningkatan Kesehatan Berdasarkan Kajian Al-Quran

Lagi, dan lagi Mahasiswa FIKES UMM menjadi juara 1 dalam lomba Essay nasional yang bertajuk” Ways To Improve our health during this pandemic based on the Qur’an and Hadith”. Mahasiswa yang memenangkan adalah saudara M. Dodik Prastiyo dan Saiful, merupakan mahasiswa keperawatan FIKES UMM. Lomba ini diseleggarakan oleh Islamic Medicine Competition Of Andalas Univesity’s Faculty Of Medicine (ISMI ALI), Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Acara diselanggarakan mulai pendaftaran november hingga desember, dilanjut penjurian desember 2020 hingga januari 2021, diumukan tanggal 24 januari 2021 pukul 11.30. Menurut Dodik, mahasiswa keperawatan semester 7 ini mengatakan ada 2 cabang lomba essay dan poster, tetapi jenis lomba yang dilombakan ada MTQ, dimana kami bersaing lebih dari 30 tim untuk cabang essay dari seluruh indonesia. Kami mengambil sub tema yaitu Manfaat pengobatan herbal berdasarkan Al-Quran dan Sunnah untuk menjaga kesehatan imun selama pandemic. “pandemi mengakibatkan banyak orang mengalami kecemasan stress hingga depresi sehingga menurunkan imunitas. konsep herbal yang kami ambil bersumber dari penggunaan yankestrad masyrakat indonesia dimana salah satunya penggunaan bekam. Efek bekam sendiri mampu menstimulasi darah ditubuh secara umum melalui zat nitrit oksida (NO) yang berperan meluaskan pembuluh darah dan cairan yang menyertai proses peradangan yang akan memicu keluarnya zat histamin, bekam juga berperan meningkatkan jumlah sel darah merah” Saiful menambahkan bahwa jumlah sel darah putih yang berperan dalam menjaga imunitas seseorang, serta mampu membersihkan darah. sumber alquran yang kami gunakan adalah surat Q.S Ali Imran[191] dan QS. An-Nahl [68-69], dimana dalam kedua surat tersebut terdapat kuasa Allah swt yaitu, pandemi dapat diambil hikmahnya. selain itu, pengobatan menggunakan madu untuk segala macam penyakit. “Hal ini juga didukung dengan hadist yang diriwayatkan oleh abu hurairah tentang segala macam penyakit ada obatnya (Hadits no. 5678) dan hadis yang diriwayatkan oleh ibu abbas ra (Hadits no. 5680). kami mengambil bekam juga disumberkan dari hadis yaitu Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175 yang mengatakan bahwa setan mengalir pada darah manusia. rancangan aplikasinya terdiri 6 fitur : pengetahuan bekam, rekam terapi bekam, pemesanan layanan bekam, pengukuran kecemasan stres dan depresi menggunakan DASS, ada konsultasi untuk memudahkan dalam berdiskusi sebelum bekam, dan ada menu relaksasi seperti murrottal, otot progresive dan pulselip breathing” Imbuhnya. (Editor: ZQ)