Alasan Kenapa Orang Tua Jaman Now Memilih Child Free.

Akhir-akhir ini, lagi trending terkait beberapa keputusan orang tua muda jaman sekarang memilih untuk tidak memiliki anak atau child free. Trending ini bisa kita simak diberbagai platform media sosial seperti tiktok, intagram bahkan youtube. Sebenarnya apa sih yang penyebab pasangan muda ini memilih untuk child free? Menurut Pakar Keperawatan Jiwa, Tutu April Ariani, SKp., M.Kes, yang sekarang menembuh program doktroralnya di National Cheng Kung University – NCKU menjelaskan bahwa ada beberapa penyebab orang tua jaman now memilih child free. Salah satunya adalah karakter orang tua. Bila orang tua memiliki pengetahuan terbatas dlm mendidik atau mengasuh anak, dan memiliki pengalaman masa lalu dr ortu mereka, akan cenderung memilih jalan pintas “nggak mau ribet” seperti yang mereka lihat dr ortunya. Selanjutnya, menurut tutu, panggilan akrabnya, Ortu beranggapan “berikan anak kebebasan eksplorasi diri untuk eksistensinya” akan menjadi “bencana” bagi anak. Perlu diingat bahwa anak belajar dari adopsi, imitasi dan asimilasi. Bagaimana anak akan menjadi “sesuai harapan” bila tidak ada contoh baik di sekitarnya. Siapa yg mengenalkn baik/ buruk, benar/ salah, dihargai/ diremehkan kalau lingkungan terdekat: keluarga/ orang tua tdk memberikan contoh, norma dan value kehidupan yang berlaku dan diterima? Konsistensi ortu dalam berperilaku adalah salah satu kunci memberi “kebebasan” anak. Dan yang ketiga adalah “Berikan contoh kehidupan, barulah anak suruh memilih. (Berani taruhan: dia tidak akan berani jadi “child free) Sedangkan yang terakhir, Bila anak sudah berpikir “berani kotor itu baik” krna berani mencoba, tapi tanpa filter, maka anak tumbuh tanpa kendali. Ortu dianggap teman (dan ortu bangga dengan status itu) Anak menjadi beban bagi ortu karena ortu sibuk aktualisasi diri akibat anak sibuk ingin diakui ortu dan ini akan menjadi sebuah “disaster”, jelasnya.
Dosen FIKES UMM Teliti Dan Ciptakan Prototipe Pengecek Gula Darah Tanpa Jarum Suntik

Bayu Prastowo, S.Ft., M.Si merupakan dosen Fisioterapi FIKES UMM berhasil meneliti dan menciptakan prototipe. Hasil cipta beliau tersebut merupakan terobosan baru dalam pengecekan gula darah tanpa jarum suntik. Temuan ini di jelaskan oleh beliau saat orasi di acara Yudisium periode 1 2023 (15/02) di Aula Kampus 2 FIKES UMM. Bayu Prastowo menjelaskan bahwa alasan beliau ingin menciptakan alat ini dikarenakan masih banyaknya pasien diabetes tidak ingin memeriksakan gula darahnya karena harus di tusuk oleh jarum, karena hal tersebut menyakitkan bagi pasien diabetes. Selain itu, tren ke depannya dimungkinkan orang diabetes akan semakin meningkat. Alasan yang Pertama, terkait pola atau gaya hidup sehari-hari saat ini berpotensi tinggi mengakibatkan abnormalitas metabolisme glukosa. “Prevalensi global dari federasi internasional diabetes juga menyebutkan gangguan karena metabolisme glukosa diperkiraan mencapai 48% setiap tahunnya”. “Sedangkan Indonesia ditahun 2019 itu masuk ke dalam negara peringkat ke 7 dengan gangguan diabetes. Itu bukan prestasi yang baik, ditambah lagi angka tersebut diperkirankan akan tetap bertahan hingga 2030”, terangnya Kemudian, yang Kedua, inovasi ini untuk memenuhi rencana aksi global pencegahan dan pengendalian diabetes secara berkesinambungan dalam jangka waktu panjang. Sedangkan yang ketiga, berfokus pada hasil realtime atau kontinyu secara non-invasif. Saat ini yang berkembang secara komersil metode fingerprick dan enzimatik. Secara umum metode invasif membutuhkan sampel biofluid yang berakhir pada limbah medis. Metode non-invasif berbanding terbalik dengan invasif. Banyaknya masyarakat dengan gangguan metabolisme glukosa namun takut dengan metode invasif, karena metode tersebut menggunakan jarum untuk mengeluarkan darah. Sehingga dengan hadirnya metode non-invasif masyarakat tidak lagi takut. Namun, sebenarnya ide asal muasalnya berawal dari flashback masa kecil yang sering bermain menutup lampu menggunakan tangan atau jari. Ketika lampu tersebut yang berwarna putih kita tutup menggunakan jari, maka seolah-olah cahaya tersebut menembus dan berwarna merah. Perubahan cahaya tersebutlah yang mengilhami konsep alat ini, cetusnya Adapun fungsi dari alat ini adalah mengukur kadar glukosa darah dan hemoglobin secara non-invasif atau tanpa mengeluarkan cairan/ materi apapun dari tubuh manusia. Mekanisme kerjanya sama seperti oksimetri. Prinsipnya cahaya dari light emitting diode (LED) near infrared menembakkan cahaya ke jari tangan manusia. Kemudian kulit manusia akan memantulkan kembali cahaya LED dan ditangkap oleh fotodetektor. Cahaya yang dari kulit tersebut yang ditangkap membawa informasi kadar glukosa dan hemoglobin. Ke depannya menurut Dosen yang hobi joging ini, alat ini bisa diproduksi secara masal. Hal ini sudah terencana dalam roadmap simulasi penelitian ditahun 2019-2020, kemudian uji klinis tahun 2021-2022, serta pengujian prototipe dan komersialisasi yang dimulai pada tahun 2023-2030. Saat ini, sudah bekerjasama dengan PT Tesena Inovindo untuk finalisasi prototipe agar layar diproduksi sesuai dengan standar industri alat kesehatan tutupnya
Yudisium 1 2023 FIKES UMM: Mahasiswa Lulusan FIKES UMM Diekspektasikan Dalam Merubah Sistem Kesehatan

Mahasiswa Lulusan FIKES UMM Diekspektasikan menjadi penggebrak dan berinovasi dalam merubah sistem kesehatan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara yudisium periode 1 FIKES UMM. Pernyataan ini dilatarbelakangi oleh masih kurang baiknya sistem dan minimnya fasilitas kesehatan kita. Selain itu, Lulusan FIKES UMM dipacu untuk berlomba-lomba dalam meningkatkan dan mengembangkan keilmuannya di masa mendatang. Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., SP, Kom dalam sambutannya mengutarakan rasa terima kasih kepada kepada bapak warek 1, Prof Samsul Arifin yang telah mengawal bagian akademik di FIKES degan sangat baik dalam quality control. Sehingga, pencapain akademik FIKES UMM yang kita raih selama ini sangat memuaskan. Oleh sebab itu, semoga ditahun-tahun ke depannya FIKES menjadi lebih baik dalam pencapaiannya terutama dalam pencapain akreditasi setiap prodi. Ada satu hal yang penting yang perlu saya sampaikan adalah masa muda adalah masa dimana kalian harus berpacu untuk meningkatkan pengetahuan dan produktif. Oleh sebab itu, masa muda adik-adik harus dimanfaatkan betul. selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa “Salah satu yang harus jadi pertimbangan pada masa muda menurut sabda Nabi Muhammad adalah pilihlah kawan yang tepat”, “Seperti yang diibarat oleh pepatah dalam memilih teman, jika kita berkawan dengan penjual minyak wangi kita akan kecipratan bau wanginya, namun jika kita berteman dengan tukang pandai besi percikan apinya bisa melukai dan juga kecipratan bau asap”, tandasnya. Wakil Rektor 1 UMM, Prof Samsul Arifin, MSi juga menambahkan dalam pidatonya bahwa melihat fenomena yang saat ini terjadi di rumah sakit-rumah sakit di Malang, ketika kita melihat bagaimana antrian untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit, segala hiruk pikuk yang terjadi pada setiap pasien dan keluarga. Oleh sebab itu, kita perlu adanya upaya preventif terhadap masyarakat yakni, sebauh terobosan early warning system atau mitigasi. “Hal ini juga terkait budaya masyarakat yang sering menggunakan analisis sendiri, ironisnya mereka datang ke dokter atau rumah sakit dalam keadaan yang sudah cukup parah. Selain itu, fasilitas dan sistem yang masih kurang memadai dapat memperburuk kondisi tersebut”, tambahnya Oleh sebab itu, lulusan FIKES UMM dapat memperkuat misi untuk memperbaiki pola dan sistem pelayanan tersebut. Hal ini jika kita mengacu pada Sustainable Development Goals, maka kesehatan merupakan perioritas utama dalam pencapainnya. Selanjutnya, Profesor yang hobi tenis tersebut menjelaskan bahwa “ada misi yang harus di capai oleh lulusan FIKES UMM adalah pertama misi dibidang pendidikan dan pengajaran, bagaimana harus meningkatkan kualitas input dan peningkatan SDM dosen seperti, menyekolahkan dosen-dosen FIKES UMM ke luar negeri dan kualifikasi, kemudian kurikulum harus selalu di evaluasi”. Misi kedua adalah riset. Bagaimana FIKES UMM harus inovatif dan kreatif dalam menemukan hal-hal baru dalam pengembangan di bidang kesehatan. Dan yang terakhir menurut beliau, misi yang ke tiga adalah misi dakwah. Misi ini harus memiliki radius yng luas dalam bidang kemanusiaan. Hal ini sudah dicontohkan oleh FIKES UMM dalam mendirikan pelayanan home care yang sangat bermanfaat kepada masyarakat di Malang, tutupnya
Gebrakan Program-program Unggulan Wujud Semarak Internasionalisasi Digagas FIKes dalam Rapat Kerja Tahun 2023

Wujud realisasi kegiatan tahunan rapat kerja FIKes UMM tahun ini menemui puncaknya pada Selasa (31/01/23). Berlokasi di Aula CLV Villa, Begudul, Bali, acara raker kali ini mengusung tema “Berkarya Membangun FIKes yang Berkualitas”. Dengan dihadiri oleh civitas akademika FIKes UMM, rencana program unggulan baik di Fakultas maupun Program Studi telah rampung dipresentasikan oleh masing-masing pimpinan. Atika Yulianti, SST.Ft., M.Fis., selaku Ketua Panitia menekankan bahwa raker yang merupakan kegiatan tahunan, telah dicicil pengerjaannya jauh-jauh hari. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh rentetan babak revisi yang harus diselesaikan oleh Fakultas maupun Prodi. Dimulai dari penyusunan rencana operasional, rencana anggaran biaya, serta evaluasi kinerja sepanjang tahun 2022 pun diplenokan pada malam pucak rapat kerja. Dalam sambutan yang diberikan Dekan FIKes UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, disebutkan jika “saling memahami adalah kunci menjadi bagian dari FIKes UMM, dikumpulkannya warga FIKes dalam puncak raker ini, ditujukan untuk konsolidasi rencana gemilang sepanjang tahun 2023”. Kehadiran warga FIKes UMM dalam raker yang terselenggara di Pulau Dewata ini juga merupakan buah tekad dan motivasi. Bukan saja evaluasi maupun perencanaan program kerja tahun 2023, Dr. Yoyok pun menerangkan bahwa raker kali ini menjadi bentuk ungkapan syukur. Ditambah lagi, acara raker FIKes ini menjadi momen apresiasi pimpinan kepada dosen dan karyawan oleh program kerja yang telah rampung pada tahun 2022. Sementara itu, sebagai capaian di tahun sebelumnya pun telah disuarakan oleh pimpinan bahwa hampir separuh capaian Web of Science di Universitas didominasi oleh publikasi Dosen-dosen FIKes UMM. Capaian lain, seperti halnya Kerjasama internasional pun telah banyak terjalin dengan beberapa Universitas Luar Negeri. Adanya kelas, simposium, konferensi serta penambahan jumlah mahasiswa luar, merupakan wujud ketercapaian program internasionalisasi. Meski begitu, FIKes harus siap menghadapi tantangan-tantangan di masa depan. Bab-bab tata kelola, regulasi, akuntabilitas dan lain sebagainya perlu persiapan matang. Beberapa bagian yang perlu ditingkatkan maupun diwujudkan, sepenuhnya digagas dengan tujuan peningkatan kualitas.
FIKES UMM Bekerjasama Dengan APCE – UNESCO C2C Dalam Rangka Sharing Session Tantangan Dunia Kesehatan Menuju Era Digitalisasi

FIKES UMM Berkolaborasi Dengan APCE – UNESCO C2C Dalam Rangka Sharing Session tentang Tantangan Dunia Kesehatan Menuju Era Digitalisasi. Agenda tersebut merupakan serangkaian acara rapat kerja FIKES UMM. Adapun pembicara yang hadir adalah Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, MSc. Beliau saat ini menjabat sebagai Executive Director of Asia Pacific Centre for Ecohydrology (APCE) – UNESCO C2C, sebagai Vice Chairman of UNESCO HQ IHP IX Working Group on Ecohydrology and Water Quality, sebagai Core Member of UNESCO HQ Ecohydrology Scientific Advisory Committee dan juga sebagai Vice Chairman of Committee for Environmental Heatlh Experts, Kementrian kesehatan RI. Acara ini dipandu langsung oleh Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom. Prof igna, begitu sapaan akrab beliau menjelaskan bahwa Kita saat ini berada di masa transisi, dimana kita tidak bisa mengelak adanya percepatan teknologi atau digitalisasi. Hal ini juga berdampak pada dunia kesehatan yakni, perspektif kesehatan di era disrupsi teknologi menuju kesehatan digital. “tentunya Keberadaan bapak ibu dosen di FIKES UMM ini memegang peranan yg penting dalam perkembangan teknologi saat ini. Bagaimana bapak ibu mengimplementasikan ketelibatan teknologi dalam kesehatan”. Profesor yang menempuh sarjana sampai doktor di Perancis tersebut juga menambahkan bahwa “guna meunuju percepatan tersebut dalam dunia kesehatan Perlu upaya tertentu utk mitigasi setelah pandemi ini. Sebagaimana instruksi presiden ke kominfo, bagaimana melakukan digitalisasi kesehatan, dimulai dari level pemimpin. Selain itu, terdapat 3 aspek penting untuk transformasi digital, yaitu Policies and regulations, harus ada aturan yang jelas dalam pemanfaatan teknologi tersebut; Technology and infrastructure, terdapat pengembangan dan penguatan jejaring serta Business and process, adanya proses yang panjang, tandasnya. Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom juga menambahkan bahwa agenda ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada dosen-dosen FIKES UMM untuk percepatan digitalisasi dalam seluruh lini pelayanan. Salah satu yang sudah kami lakukan saat ini adalah digitalisasi legalisir ijazah. Sehingga, mahasiswa luar kota tidak perlu lagi untuk datang ke Malang. Upaya ini untuk meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa dan alumni. “Adapun peranan kita sebagai tenaga kesehatan sangat penting dalam ikut andil percepatan pelayanan dengan memanfaatkan digitalisasi. Suatu contoh pemanfaat gadget dalam pelaporan stunting di seluruh penjuru dari desa sampai kota”, jelasnya.
FIKES UMM Perkuat Mutu Internal Lewat SPMI Berbasis Data Online

Senin, 16 Januari 2023 di ruang rapat FIKES UMM dilakukan rangkaian rapat kerja dengan agenda Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Sistem Penjaminan Mutu Internal adalah sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen dalam satuan pendidikan yang mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan berbagai sumberdaya untuk mencapai standart nasional pendidikan. Rapat kerja ini diikuti oleh pimpinan Fakultas, Prodi, tim SPMI, laboratorium, dan unit yang ada di FIKES UMM. Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom menjelaskan bahwa FIKES UMM sangat menyadari betapa pentingnya SPMI, sehingga harus terus diperkuat agar terus menjadi mainstream tata kelola. Perlu sebuah mental pengelola atau sense of stakeholder yang terus saling menguatkan meliputi sense of priority quality, speak with data, dan upstream managament. Para pimpinan di fakultas, prodi, laboratorium, dan unit harus memiliki rasa yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas dan kepuasan. Apapun yang dikerjakan oleh stakeholder di FIKES UMM harus terus berorientasi pada kualitas, dan siapapun yang berinteraksi dengan FIKES UMM harus mendapatkan kepuasan. Selain itu, Pihak Stakeholder FIKES UMM juga berusaha sebaik mungkin dalam pengambilan keputusan untuk peningkatan kualitas mutunya didasarkan pada data, bukan hanya berdasarkan praduga, tandasnya Sementara upstream managament artinya bahwa tatakelola dilakukan secara partisipatif dan kolegial dan harus menghindari otoritatif, tutupnya Atika Yulianti, SST.Ft., Ftr., M.Fis sebagai tim gugus pelaksana mutu internal (GPMI) FIKES UMM, mengenalkan sistem informasi managament SPMI versi 2 dalam kegiatan ini. Atika yang juga ahli fisioterapi anak ini secara detail penggunaan SIM SPMI versi 2 dengan siklus tahapan PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Atika mengatakan bawa tujuan akhir dari kegiatan ini adalah sebuah kominten bagi stakeholder FIKES UMM untuk menjalankan siklus mutu PPEPP lebih kuat lagi menjadi mainstream tata kelola dengan tool SIM SPMI Versi 2. Semoga FIKES UMM semakin berasa dengan kualitas, kepuasan, partisipatif dan kolegial dalam menjalankan managementnya menjadi good faculty governance, jelasnya
Dosen FIKES UMM Dapatkan Insight Leadership Dan Internasionalisasi Oleh Mantan Bapak Dubes Kolombia

Rabu, 11 Januari 2023. Mengawali tahun 2023 FIKES UMM melakukan konsolidasi yang merupakan bagian dari rapat kerja fakultas. Kali ini tema raker adalah leadership dan internasionalisasi. Konsolidasi ini diikuti oleh pimpinan fakultas, prodi, kepala laboratorium, unit kerjasama, unit kemahasiswaan, unit mutu, tendik, dan pengelola jurnal di lingkungan FIKES. Konsolidasi yang bagian aktivitas raker ini bertujuan untuk memperkuat visi Fikes untuk menjadi fakultas terkemuka dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan berdasarkan nilai-nilai Islam. Insight leadership dan internasionalisasi diberikan oleh Dr. (HC) Priyo Iswanto seorang diplomat yang sudah melalang buana bertugas diluar negeri, dan mengakhiri tugasnya selaku duta besar di Kolombia pada tahun 2021. Priyo, panggilan akrabnya, bapak yang juga pernah bertugas di Roma Italia, Rusia, Khazaktan, Venezuela menjelaskan bahwa kita semua adalah pemegang saham atau sense of stakeholder di FIKES UMM, sehingga kita harus totalitas untuk mendevelop Fakultas yang kita cintai ini. Priyo yang mendapatkan penghargaan Carlos Lemos Simond dari pemerintah Kolombia, juga mengatakan kita harus sangat bersyukur bekerja di UMM, karena UMM sudah memiliki resonansi yang besar baik di skala nasional dan internasional, sehingga bisa dijadikan baseline untuk melakukan akselerasi yang progresif buat FIKES UMM. Kaprodi Ners, bapak Sunardi, M.Kep. juga menambahkan bahwa kami akan terus menggenjot kegiatan internasionalisasi. Beliau juga menyampaikan bahwa pada tanggal 21 Januari 2023 akan diselenggarakan Seminar International bersama UiTM Campus Bartam Pulau Punang Malaysia. Selanjutnya, Raditya Weka Nugraheni, S.Farm., M. Farm., Apt, dosen muda FIKES dari prodi Farmasi yang akan berangkat studi doktoral disalah satu perguruan tinggi di United Kingdom dengan beasiswa LPDP juga bertanya kepada Pak Priyo tentang cara berkomunikasi yang diplomatis terkait budaya, kehalalan makanan. Menanggapi pertanyaan ini Pak Priyo menyampaikan pengalamannya termasuk trik and tip berdiplomasi menghadapi situasi ini. Selanjutnya diskusi berjalan gayeng termasuk ada yang menanyakan secara humor cerita Pablo Escobar di Kolombia. Semoga insight yang diberikan Pak Priyo, menambah semangat FIKES UMM untuk terus menjalin relasi dengan dunia internasional. Selamat mengemban amanah ibu bapak keluarga Fikes semoga FIKES UMM terus menebar manfaat.
Tak Hanya di Atas Kertas, Kerjasama Mahidol University Thailand dan FIKes UMM Langsung Bersinergi dalam Seminar Internasional Fisioterapi

Mahidol University, Thailand telah lama menjalin hubungan baik dengan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), selain Tenaga Pendidik yang melanjutkan studi lanjut di Mahidol, kegiatan mahasiswa seperti student exchange dan transfer credit pun telah terlaksana. Dari berbagai kegiatan yang ada, mengantarkan kedua pihak untuk menyepakati Memorandum of Agreement atau MoA. Lembar MoA antara Mahidol University Thailand dan FIKes UMM diserahkan langsung oleh Asst. Prof. Dr. Pakaratee Chaiyawat selaku Associate Dean for Foreign Relations and Corporate Image Mahidol University, Thailand kepada Dekan FIKes UMM yang diwakili oleh Wakil Dekan III FIKes UMM, Bapak Rakhmad Rosadi, SST.Ft., M.Sc (PT). Penyerahan simbolis tersebut juga disaksikan langsung oleh Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, S.T., M.T. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, S.T., M.T. hadir sekaligus membuka acara Seminar Internasional “Healthy Knee for Better Life by OA Rehabilitation with Physiotherapy” dan Pembukaan Musyawarah Nasional (MUNAS) Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI) ke XIV. Pada kegiatan Seminar Internasional tersebut, Asst. Prof. Dr. Pakaratee Chaiyawat membawakan materi “Community-Based Physical Therapy Services for Elderly during Covid-19 Pandemic” yang sekaligus menjadi salah satu implementasi MoA antara Mahidol University Thailand dan FIKes UMM. Lebih lanjut kegiatan bersama antara Mahidol University Thailand dan FIKes UMM akan terus digodok untuk saling memberikan manfaat satu sama lain. Yang paling dekat Prodi Fisioterapi FIKes UMM akan mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti Microcredit Course di Mahidol University Thailand.
Fikes Lanjutkan Tradisi, Beri Tali Asih Kepada Security Yang Purna Tugas

Pada hari kamis, 8/12/2022, diruang rapat FIKES UMM dilangsungkan kegiatan pemberian tali asih kepada security purna tugas yang ditugaskan di kampus 2. Kegiatan ini melanjutkan tradisi universitas yang memberikan penghargaan kepada seluruh staf dosen dan karyawan di lingkungan Univesitas Muhammadiyah Malang yang telah purna tugas atau pensiun. Security yang bertugas di kampus 2 dimana FIKES berada dan telah purna tugas adalah Bapak H. Aji sebagai panggilan akrabnya. Bapak yang telah bertugas selama 32 tahun ini menceritakan suka dukanya selama mengabdi menjadi security di UMM. Hal menarik yang disampaikan adalah saat awal masuk menjadi karyawan di UMM di kampus 2 dan mengakhiri tugasnya juga di kampus 2. Bapak security yang ramah dan selalu memberikan pelayanan terbaiknya pada mahasiswa, karyawawan, dosen kampus 2 ini selalu sigap saat FIKES kehadiran tamu, mejaga keamanan dan ketertiban di kampus 2, termasuk memberikan masukan kepada pimpinan FIKES untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Penyerahan tali asih ini disaksikan pimpinan fakultas dan staf FIKES UMM. Kegiatan dibuka oleh Kaur FIKES UMM Bapak Ahyar Muslimin. Bapak Kaur menyatakan sangat bersyukur atas limpahan nikmat dari Allah SWT termasuk acara ini kita dapat memberikan tali asih kepada pak Aji yang menyelesaikan tugas selama 32 tahun mengabdi di UMM. Teman-teman di security bisa mengobservasi kampus dalam 24 jam, terutama dinamikan di malam hari, sehingga bila ada keekurangan disana sini dapat disampaikan kepada pimpinan fakultas, katanya Mas Yudi salah satu staf TU di FIKES UMM juga menyampaikan dalam kesempatannya, terimakasih kepada pak Aji yang telah ikut menjaga dan mengawal FIKES. Saya sendiri kurang 4 tahun mendekati masa pensiun, semoga UMM dan FIKES UMM terus aman dan kompak. Ibu Nailis Syifa, Apt, PhD, selaku Wakil Dekan II FIKES UMM menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk dilakukan sebagai perwujudan rasa syukur kita bersama. Rasa syukur artinya kita berterimakasih atas nikmat, kesempatan, kelonggaran, kebahagiaan, kesehatan yang telah diberikan Allah SWT kepada kita semua. Dan saat ini, FIKES mensyukuri dengan mengucapkan terima kasih kepada pak Aji sebagai security yang telah banyak membantu dan mengawal ketertiban dan keamanan khususnya FIKES UMM dan kampus 2. Semoga Pak Aji tetah sehat dan bila ada waktu meski sudah pensiun masih bisa menjaga talisilaturahmi dengan keluarga besar FIKES. Kemudian, Bu Nai, sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa bingkisan atau tali asih buat pak Aji jangan dilihat besar dan kecilnya, mahal atau murahnya, namun yang lebih penting bahwa ini ekspresi rasa syukur FIKES. “Dan semoga siapa yang pandai bersyukur akan mendapatkan limpahan keberkahan yang berlipat-lipat dari Allah SWT. Semoga FIKES UMM tetap kompak, guyup dan rukun, potensi seluruh staf tersalurkan dan penuh prestasi. Semoga….”, tutupnya
FIKES UMM Lakukan Pengabdian Masyarakat Melalui Edukasi Cegah Kecanduan Alkohol Pada Remaja

Remaja yang mengkonsumsi alkohol adalah bentuk ekspresi dari eksistensinya dan salahnya sering dilabeli sebuah life style. Mereka awalnya mencoba dan sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Baik lingkungan teman sebaya, atau bahkan di dalam keluarganya. Orang tua sangat berperan dalam menentukan kebiasaan konsumsi alkohol pada remaja. Setidaknya ada tiga kondisi yaitu orang tua yang kurang perhatian terhadap permasalahan yang dihadapi remaja, kurang perhatian penggunaan waktu luang remaja, dan yang terakhir kurang perhatian terhadap akademik remaja yang masih sekolah atau studi. Saat ini, remaja di Indonesia yang mengkosumsi alkohol sebanyak 4,4%. Melihat angka prevalensi bisa jadi kecil dan tidak perlu dirisaukan. Namun, terdapat banyak dampak yang ditimbulkan pada kesehatan remaja akibat mengkonsumsi alkohol, seperti kecelakaan lalu lintas, penyakit menular seksual, penyakit jantung dan lain-lain menjadi miris dan harus menjadi prioritas untuk diperhatikan. Hasil temuan riset yang dilakukan oleh dosen UMM yaitu Yoyok Bekti Prasetyo dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan sudah dipublikasikan di jurnal internasional Florence Nightingale Journal of Nursing terindeks Web of Sciences dengan judul Determinant factors of alcohol consumption among Indonesian adolescents through parents’ attention: findings from a national survey didapatkan bahwa konsumsi alkohol pada remaja ditentukan dari faktor usia, jenis kelamin, dan perhatian orang tua. Berdasarkan alasan ini, selanjutnya dibuatlah program pencegahan konsumsi alkohol di SMK Muhammadiyah 3 Singosari Malang. Program ini merupakan wujud pengabdian masyarakat yang menjadi salah satu tugas pokok dosen di lingkungan Perguruan Tinggi. Kegiatan ini juga melibatkan dosen dari Fakultas Agama Islam yaitu Dr. Nurul Humaidi, M.Si, S.Ag dan Dr. Rahmad Wijaya, M.Si., SE. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Terdapat tiga kegiatan dalam program ini, antara lain edukasi pecegahan konsumsi alkohol, skrining konsumsi alkohol, dan lomba poster stop konsumsi alkohol. Bapak yoyok menuturkan bahwa program pengadian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan skrining alkohol. Kegiatan ini diikuti oleh 125 siswa laki-laki SMK Muhammadiyah 3 Singosari Malang. Materi edukasi meliputi jenis dan golongan miras di Indonesia, peraturan dan kebijakan alkohol, bahaya alkohol pada remaja. Sementara skrining konsumsi alkohol dilakukan menggunakan instrumen kuesioner standart internasional. Instrumen ini adalah The AUDIT (Alcohol Use Disorders Identification Test) “Ada sepuluh pertanyaan yang harus diisi oleh siswa dan selanjutnya ada skor yang mampu mengidentifikasi bahaya konsumsi alkohol yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada remaja”, tambahnya Bapak Humaidi juga menjelaskan bahwa selain kegiatan edukasi, program pengabdian masyarakat ini juga mengadakan lomba poster. Tema lomba poster ini adalah stop konsumsi alkohol. Peserta lomba ini khusus siswa SMK Muhammadiyah 3 Singosari Malang. Sementara jurinya adalah guru jurusan dekomvis yang dimiliki oleh SMK ini. Semoga kegiatan yang sederhana ini menjadi salah satu “Upaya untuk mencegah konsumsi alkohol pada remaja di Indonesia. Remaja Indonesia akan tumbuh menjadi sehat dan produktif untuk Indonesia di masa akan datang”, tutupnya