TIM Mutu FIKES UMM Kembangkan SIM Mutu Berbasis Website

TIM Mutu FIKES UMM Megembagkan SIM Mutu Berbasis Website yang bertujuan untuk mempermudah para pimpinan fakultas dan prodi untuk mengevaluasi hasil kerjanya. Digitalisasi ini merupakan terobosan guna untuk kelengkapan mutu yang dikembangkan adalah menyusun sim monitoring program, dimana pada sim ini memudahkan upps, prodi, dan unit untuk memonitoring program dari tahap perencanaan hingga evaluasi dengan output dokumen KAK dan Laporan Kegiatan. Hal ini sesuai yang disampaikan oleh Ketua Koordinator TIM Mutu FIKES UMM, Atika Yulianti, SST.Ft., Ftr., M. Fis Menjelaskan bahwa Tahun 2024 merupakan target tim mutu fakultas adalah membudayakan FIKES “tertib Administrasi”, Hal ini bertujuan untuk memudahkan para pimpinan fakultas dan prodi untuk mengevaluasi hasil kerjanya. Dan tertib administrasi merupakan wujud nyata dari tertibnya penyelenggaraan pengelolaan UPPS dan PS, katanya “Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Fikes dan prodi membutuhkan wadah yang memudahkan untuk pelaporan dan monitoring seluruh program yang berjalan. digitalisasi merupakan kunci untuk memudahkan monitoring dalam berbagai bidang termasuk dalam pengelolaan mutu di fakultas”, tambahnya Selanjutnya, beliau menambahkan bahwa Penerapan digitalisasi kelengkapan mutu ini membutuhkan perencanaan dan implementasi yang baik serta dukungan dari seluruh stakeholder yang terlibat. “Digitalisasi kelengkapan mutu yang dikembangkan adalah menyusun sim monitoring program, dimana pada sim ini memudahkan upps, prodi, dan unit untuk memonitoring program dari tahap perencanaan hingga evaluasi dengan output dokumen KAK dan Laporan Kegiatan”, tandasnya. Beliau menegaskan bahwa Kelengkapan dokumen sangatlah penting untuk menunjukkan bahwa prodi dan fakultas tersebut memenuhi standar dan kriteria yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi, dalam hal ini LAMPTKes Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M, Kep., Sp. Kom juga menambahkan bahwa Fikes terus berbenah untuk meningkatkan kualitas tata kelolanya terkait dengan evaluasi capaian program yang dikembangkan. “Saat raker 2024 bulan Januari yang lalu telah di launching sebuah sistem berbasis mutu di FIKES UMM berbasis digitalisasi sebagai wujud tindaklanjut sistem yang dikembangkan di tingkat Universitas”. Bapak yang hobi tenis tersebut juga menambahkan bahwa dinamika dan pegembangan sistem yang berujung pada budaya kerja yang konstruktif dan positif terus dikuatkan. Dan juga Evaluasi ketercapaian indiktor mutu terus dilakukan oleh tim mutu FIKES UMM. “Satu hal yg dilakukan adalah mengembangkan sistem yang memudahkan, sehingga dihasilkan dokumen penting seperti perencanaan sebuah kegiatan, laporan aktivitas dan cspaian luarannya, katanya. Semoga dengan penguatan sistem spmi ditingkat fakultas, prodi, dan unit bisa berjalan dengan baik. Sebuah asa untuk capaian keberhasilan  dengan hadirnya budaya dan ritme mutu di FIKES UMM, tutupnya

FIKES UMM Mengadakan Sharing Internasional Tentang Peran Tenaga Kesehatan Dengan Salah Satu Tenaga Kesehatan Taiwan

FIKES UMM mengadakan acara Sharing Peran tenaga kesehatan di rumah sakit di Taiwan dan Indonesia. Agenda ini bertajuk International Talk Healthcare practice in Taiwan Hospital and Clinic (Rabu, 7 Februari). Pemateri yang dihadirkan adalah Tsai Wan Fu, merupakan seorang farmasis dari Rumah sakit Hong Qian General practice & Dermatology Clinic, Taiwan. Dalam sesi internasional talk tersebut, Tsai Wan Fu atau dipanggil Arielle, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pada dasarnya masing-masing tenaga kesehatan memiliki peran yang vital d rumah sakit misalnya, seorang Farmasis mengontrol penggunaan obat di rumah sakit. Selain itu, Farmasis dalam menggolongkan penggunaan obat berdasarkan kategori pengobatan, misalnya narkotika dan psikotropika diatur di bawah kontrol pemerintah. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Setelah Dokter meresepkan obat, farmasis menyiapkan obat tersebut dengan dokumentasi yang jelas tentang penggunaan obat trsebut oleh pasien. Kemudian, Perawat juga memiliki peranan penting dalam banyak hal di rumah sakit misalnya, memberikan pelayanan kepada pasien. Mereka memiliki spesialisasi profesional, seperti ICU, penyakit dalam, pediatri, dll. Di rumah sakit Taiwan, bekerja secara integrasi antara dokter, perawat, farmasis, fisioterapis dan nutrisionis telah berjalan baik selama ini guna memberikan pelayanan secara sinergis dan saling bekerjasama untuk kesembuhan pasien. apt. Nailis Syifa’, S.Farm., M.Sc., PhD, Selaku Wadek II juga mengatakan bahwa muatan sharing internasional ini bertujuan sebagai penguatan akademik, utamanya adalah kolaborasi interprofesional. Hal ini dikarenakan di FIKES terdapat 3 prodi berbeda yakni, prawat, farmasi dan fisioterapi. namun kami harapkan sejak dini dipaparkan sikap kolaboratif dan saling bekerjasama antar satu dengan yang lainnya agar memberikan kemaslahatan yang baik kepada pasien. sharing praktisi tenaga kesehatan menjadi concern yang penting karena experience mereka di lapangan dapat menambah pengalaman dan mempersiapkan mahasiswa ketika terjun di dunia kerja, tambahnya

FIKES UMM Melahirkan unit Komisi Etik Penelitian Kesehatan atau yang disingkat dengan KEPK FIKES UMM. KEPK ini berfungsi untuk menilai protokol penelitian kesehatan dalam aspek perlindungan terhadap manusia dan Hewan Coba sebagai subjek penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa FIKES UMM maupun eksternal UMM. Menurut Wadek 1 FIKES UMM, Ns. Henny Dwi Susanti, M.Kep.,Sp.Kep.Mat., PhD mengatakan bahwa Sejak tanggal 8 januari 2024, Alhamdulillah KEPK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang dinyatakan lolos validasi. Dan sejak tanggal 17 Januari 2024, dinyatakan bahwa KEPK FIKES UMM launching bersamaan dengan kegiatan raker yg diadakan di Shanaya Resort Hotel. Hal ini memperjelas dan menobatkan KEPK FIKES UMM sudah terdaftar dan terregistrasi secara resmi di KEPPKN, imbuhnya Ibu Kelahiran Sidoarjo tersebut juga menambahkan bahwa KEPK FIKES Univ.Muhammadiyah Malang ini merupakan unit independent yang berada di lingkungan FIKES UMM. Unit ini bertanggung jawab melakukan screening etik di bidang kesehatan, meliputi penelitian keperawatan, farmasi, fisioterapi dan rumpun ilmu kesehatan lainnya. Selanjutnya, Tim akan memberikan rekomendasi kelayakan penelitian (ethical approval). Zidni Imanurrohmah Lubis, S.Ft., Ftr., M.Biomed, Selaku salah satu pengurus TIM Etik FIKES UMM menjelaskan bahwa KEPK FIKES UMM bersifat mandiri dan bebas dari pengaruh atau tekanan politik, lembaga, profesi, kelompok, orang, industri maupun pasar. Independensi tersebut meliputi aspek yang berkaitan dengan komposisi keanggotaan, metode kerja, proses evaluasi dan pengambilan keputusan. Mahasiswa dan khalayak umum sudah dapat mengakses dan mengurus ethical clearance utk keperluan research di KEPK FIKES UMM mulai tanggal 12 februari dan dapat di akses di laman https://kepkfikes.umm.ac.id. Adapun alur pengajuan adalah sebagai berikut:

Dosen TMU, Taiwan Lakukan Sharing Dengan FIKES UMM Bagaimana Memperoleh Akreditasi Internasional

FIKES UMM melakukan sharing mengenai akreditasi internasional. Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan kegiatan Rapat Kerja Tahunan FIKES UMM. Pembicara yang dihadirkan adalah Prof. Fu-Chih Lai, dari TMU Taiwan. Acara ini diselenggarakan secara blended melalui kanal zoom. Prof Fu-Chih Lai menjelaskan bahwa untuk meraih rekognisi dan internasional akreditasi harus meningkatkan reputasi akademik misalnya, peningkatan kualitas penelitian, adanya inovasi dalam pendidikan seperti, kerjasama luar negeri dan universitas kita dapat berdampak kepada masyarakat.   Yang kedua menurut dosen yang bekerja di Taipei Medical University adalah kita harus memiliki lulusan yang berkualitas. Lulusan dicari oleh rumah sakit, masyarakat ataupun di klinik. Bahkan mungkin dicari oleh rumah sakit-rumah sakit luar negeri. Selanjutnya adalah riset yang telah dilakukan oleh tenaga pengajar banyak disitasi oleh akademisi dipenjuru dunia. Utamanya adalah peningkatan publikasi di kanal schopus atau yang bereputasi internasional, jelasnya dan yang terakhir adalah kita harus meningkatan mahasiswa asing yang kuliah ditempat kita. Harus ada mahasiswa mancanegara yang mau kuliah ditempat kita, katanya

FIKES UMM Berkomitmen di Tahun 2024 Meningkatkan Kegiatan Internasional

FIKES UMM dalam penyelenggaraan rapat tahunannya berkomitmen untuk meningkatkan kegiatan internasional. Hal ini tertuang dalam Renstra dan Renop yang disusun baik tingkat Fakultas maupun Prodi. Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom Menjelaskan bahwa Kami bersyukur atas capain 2023 bagi FIKES UMM, salah satunya adalah FIKES saat ini sudah memiliki komite etik sendiri, sehingga mahasiswa tidak lagi mengantri panjang. Selain itu, FIKES UMM memiliki skor tertinggi urutan ke 6 se Universitas dari 60 departemen yang ada di UMM. Capain 2023 tersebut mungkin bisa menjadi motivasi kita untuk tahun 2024 menjadi lebih berkembang lagi dan ada capain lebih meningkat lagi utamanya dalam kegiatan internasional sebagai tonggak pencapain mile stone UMM dan juga bagi FIKES UMM, katanya Sejalan dengan yang disampaikan oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M, Si mengatakan bahwa Kegiatan-kegiatan yang sudah dijalankan oleh FIKES tahun kemarin sudah mencerminkan beberapa strategi dalam peningkatan rekognisi internasional. Target untuk peningkatan rekognisi internasional yang harus dilakukan dengan sumber daya yang kompak. Selanjutnya, Target kita untuk tahun 2024 ingin mendapatkan rekognisi dari akrediasi The Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics (ASIIN), jelasnya Walaupun, target ini memang penuh dengan tantangan untuk mendapatkannya. Dan saya kira hal ini  sesuai degan target yang dicanangkan kita dalam mile stone UMM yang dirancang dalam renstra dan renop UMM yang dituliskan oleh kita semua. Renstra dan renop inilah yang menjadi acuan kita ke depan dengan kata lain, pencapain yang akan kita capai memang dengan perencanaan yang matang atau by design, tandasnya

FIKES UMM Bersama FIKES UiTM Malaysia Perkuat Kerjasama Internasional

FIKES UMM Bersama FIKES UiTM Malaysia Perkuat Kerjasama Internasional

  Selasa,7 November 2023, Bertampat di UiTM Cawangan Pulau Pinang Kampus Bartam, FIKES UMM menghadiri undangan guest lecture and colaboration research bersama Faculty of Health Sciences UiTM Cawangan Pulau Pinang. Aktivitas akademik ini tentu saja bentuk dari Memorandum of Agreement (MoA) dari Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, MPd, dengan Rektor UiTM Cawangan Pulau Pinang Prof. Ir. Dr. H. Ahmad Rashidy Bin Razali yang telah ditanda tangani pada Bulan Januari 2023 yang lalu.   Guest lecture kali ini FIKES UMM mengirimkan tiga orang dosennya untuk memberikan kuliah di depan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UiTM. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep.,Sp.Kom memberikan topik kuliah “Maternal health care base on community health nursing”. Heny Dwi Susanti , Mkep., Sp.Mat, PhD dengan topik “Nursing leader in maternity services” dan Rahmad Rosadi, SST.FT. MSc (PT) PhD dengan tema “Knee osteoarthritis and risk fall”. Sementera itu untuk internasional colaboration research dilakukan analisa data dan perumusan hasil bersama setelah sebelumnya disepakati sebuah tema terkait comparation women health in Indonesia and Malaysia. Tentu saja penelitian ini didanai secara bersama antara UMM dan UiTM dan akan menghasilkan publikasi internasional bersama juga. Menurut Dr. Yoyok menjelaskan bahwa “terkait salah satu tema guest lecture yang telah dilaksanakan ketiga kalinya ini yaitu Maternal healt care (Safe motherhood initiative-maternal ccre, family planning) didasarkan masih tingginya angka kematian ibu di kedua negara ini. “Tentu saja Mother Mortality Rate (MMR) di Indoneisa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di Malaysia. Data tahun 2020 MMR di Indonesia masih diangka 173/100.000 kelahiran hidup, sementara di Malaysia di tahun yang sama 25/100.000 kelahiran hidup”, sambungnya. Sedangkan, target dunia dalam paramater Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 adalah 70 kematian/100.000 kelahiran hidup. MMR merupakan indikator kesehatan yang penting untuk menggambarkan kesejahteraan dan kesehatan pada wanita khususnya dimasa perinatal (antenatal, persalinan, dan postnatal). “Perawatan antenatal atau perawatan selama masa kehamilan menjadi sangat penting dilakukan untuk menghindari tanda-tanda bahaya persalinan. Persalinan yang dilakukan pada fasilitas kesehatan dan ditolong olah tenaga kesehatan yang profesional (dokter, bidan, dan perawat) juga merupakan faktor penting untuk menurunkan MMR”, katanya.   Heny Dwi Susanti , Mkep., Sp.Mat, PhD juga menambahkan bahwa “kegiatan sebelum ini adalah simposium internasional bersama yang dilakukan di UMM. Selanjutnya, sudah ada 4 artikel ilmiah yang telah dihasilkan oleh dosen kedua fakultas ini. Kerjasama lanjutan yang sedang direncanakan saat berdikusi dengan Asisstance Rector UiTM Cawangan Pulau Pinang Kampus Bartam Dr Amir Heberd Bin Abdullah bersama Dean of Health Sciences UiTM Dr. Wan Ismahanisa Ismail adalah credit transfer bagi mahasiswa FIKES UMM yang terdiri dari prodi keperawatan, farmasi dan fisioterapi Kemudian, Juga akan dilakukan international community services sebagai salah satu bentuk aktivitas pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen berserta mahasiswa kedua fakultas ini, tandasnya.

Mahasiswa Keperawatan UMM Harus Terus Bangga Menjadi Seorang Perawat Hingga Meniti Karir Sampai Puncak

Mahasiswa Keperawatan UMM Harus Terus Bangga Menjadi Seorang Perawat Hingga Meniti Karir Sampai Puncak

Prodi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (Fikes UMM) menggelar kuliah perdana mahasiswa baru Program Studi. Acara tersebut mengundang Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep, Ners, M.Kes. (26/9). Kaprodi Keperawatan UMM, Edi Purwanto, S.Kep, Ns, MNg, menyambut Rektor UMLA sebagai saudara perguruan tinggi Muhammadiyah. Harapannya dengan kedatangan Prof Aziz di kuliah perdana mampu memotivasi mahasiswa baru keperawatan untuk bisa memiliki semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu.   “Jadi suatu yang membanggakan di PTMA Indonesia karena profesor di keperawatan tidak banyak. Saya yakin semuanya ingin seperti beliau. Bahwa ternyata seorang perawat bisa menjadi profesor. Terima kasih Prof Aziz sudah hadir di antara kami,” ucap Edi Purwanto Disapa Prof. Aziz, menjadi guru besar (profesor) beberapa bulan yang lalu dan sebagai salah satu tokoh keperawatan PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) yang menyandang gelar akademik tersebut.   Kuliah perdana yang diberikan Prof Aziz bertajuk Achieve a Brilliant Career as a Professor in Nursing through Synergy in Muhammadiyah Culture. Pada awal materi Prof Aziz mengingatkan untuk bersyukur bisa melanjutkan kuliah karena masih banyak orang lain yang tidak bisa atau bahkan tidak lagi memiliki keinginan melanjutkan kuliah. Menurut Prof Aziz kuliah merupakan bagian dari meraih masa depan. Apalagi di jurusan Keperawatan yang menurut Prof Aziz sangat terbuka luas peluang profesinya.   Beberapa disebutkan Prof Aziz berdasarkan pengalamannya selama ini. Pernah dalam beberapa kesempatan berbincang bahwa banyak dibutuhkan profesi keperawatan di luar negeri. Salah satu negara tersebut adalah Jerman dengan bayaran yang cukup fantastis.   Prof Aziz melanjutkan, dengan skill bahasa yang bisa dipelajari secara bertahap akan membawa peluang lebih tinggi meraih karir bidang keperawatan di luar negeri.   Tidak hanya itu, banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh mahasiswa baru keperawatan saat ini untuk menjadi yang terbaik di masa mendatang. Prof Aziz menyebutkan yang pertama adalah memiliki planning atau rencana seperti kapan lulus dan akan bekerja dimana.   Selain itu perawat tidak cukup dengan skill keperawatan saja melainkan mampu membaca data science karena menjadi aspek kebutuhan di era sekarang ini. Intinya skill profesional perawat dan mengusasi data untuk mengambil keputusan.   Menuju akhir, Prof Aziz juga berpesan di kuliah perdana ini agar mahasiswa baru Prodi Keperawatan UMM memiliki skill atau kemampuan abad 21. Kemampuan tersebut terdiri dari Critical Thinking (Berpikir Kritis), Creativity (Kreativitas), Communication (Komunikasi), dan Collaboration (Kolaborasi). Empat skill tersebut tidak hanya didapatkan di pembelajaran saja melainkan di kegiatan intra-ekstra kampus.   Kesimpulan yang diberikan Prof Aziz adalah tentang bagaimana mahasiswa keperawatan merubah mindset untuk terus bangga menjadi seorang perawat hingga meniti karir sampai puncak. Meskipun nanti jalan yang diambil berbeda asalkan semangat harus sama yaitu sampai titik tertingginya.   “Alhamdullilah kami bisa sharing temen-temen di UMM, karena satu ini momen pertama untuk meyakinkan kepada mahasiswa baru kuliah perdana tentang bagaimana memahami skill masa depan bagi calon-calon perawat yaitu kompetensi-kompetensi penting dan itu pertama kali harus dirancang selama proses pembelajaran,” ujar Prof Aziz yang pernah menjabat sebagai Warek III Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

Dorong Peningkatan Produktifitas Buku Ajar, Prodi S1 Keperawatan FIKES UMM Adakan Workshop

Dorong Peningkatan Produktifitas Buku Ajar, Prodi S1 Keperawatan FIKES UMM Adakan Workshop

Prodi S1 Keperawatan FIKES UMM ingin menggenjot publikasi buku ajar dengan mengadakan workshop buku ajar. Agenda tersebut mengundang pakar buku ajar keperawatan Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep, Ners, M.Kes., yang juga saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) (26/9). Kaprodi Keperawatan UMM, Edi Purwanto, S.Kep, Ns, MNg, menjelaskan bahwa kami mengundang Prof Aziz sebagai sosok teladan bagi internal prodi agar meningkatkan produktivitas Dosen Keperawatan. Selain itu, juga ingin mengambil ilmu berdasarkan pengalaman menulis Prof Aziz selama ini. Kami berharap dengan diadakannya workshop ini dapat meningkatkan produktifitas dosen keperawatan utamanya dalam menulis buku ajar, setidaknya dapat menelurkan 1 buku setiap departemen di prodi kami, tambahnya Prof Aziz menyampaikan beberapa hal dalam workshop tersebut yakni, mengenai pembaca, buku, dan penulisan buku. Pada aspek pembaca harus mengerti betul kepada siapa buku akan ditujukan. Mengambil contoh jika buku ajar untuk mahasiswa baru alangkah baiknya menggunakan bahasa yang tidak terlalu sulit dipahami. Selanjutnya, bisa menganalisis kebutuhan dengan mencari sumber belajarnya. Pada aspek buku yang berisikan beberapa hal tentang buku seperti pendahulu-isi-penyudah. Selain itu,  Beliau juga dijelaskan mengenai tata saji buku ajar yang harus proporsional antara bab satu dan yang lainnya, jangan sampai timpang. Selain itu dosen bisa memperjelas ilustrasi dengan memberikan keterangan yang mudah dipahami mahasiswa. Terakhir pada aspek penulisan buku yang harus paham mengenai tata aturan Bahasa Indonesia yang tepat. Banyak hal yang terkadang penulis tidak sadar seperti penggunaan kata baku, istilah asing, rujukan, dan lainnya. Prof Aziz juga memberikan beberapa contoh kesalahan-kesalahan tersebut. “Tentu menjadi penting karena ini menjadi proses bagaimana apa yang diajarkan oleh dosen-dosen itu bisa dipelajari oleh mahasiswa di luar pembelajaran kelas. Jadi bisa menggunakan referensi-referensi yang ada ini untuk mencapai kompetensi yang ada,” closing Prof Aziz yang pernah menjabat sebagai Warek III Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

FIKES UMM Melakukan Konsolidasi untuk Memperkuat Produk Riset pada Upaya Capaian SDGs

FIKES UMM Melakukan Konsolidasi untuk Memperkuat Produk Riset pada Upaya Capaian SDGs

Rabu, 20 September 2023 segenap staf dan dosen FIKES UMM melakukan konsolidasi untuk memperkuat produk riset, karya inovasi dosennya untuk di alamatkan pada upaya capaian The Sustainable Development Goals yang disingkat dengan (SDGs). Program ini juga dikenal sebagai Tujuan Global, diadopsi oleh PBB pada tahun 2015 sebagai seruan universal untuk bertindak guna mengakhiri kemiskinan, melindungi bumi, dan memastikan bahwa pada tahun 2030 semua orang menikmati perdamaian dan kesejahteraan.   Seperti yang dijelaskan oleh Dekan FIKES UMM, Dr. yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom bahwa seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa SDGs secara time line dicanangkan tercapai di tahun 2030. Ini adalah kesepakatan global negara-negara di dunia untuk mencapai kondisi kehidupan masyarakat yang berkualitas dan sejahtera.   “Pencapaian target SDGs ditahun 2030 adalah harapan dan sekaligus tantangan. UMM hadir sebagai SDGs Center dan tentu saja FIKES sebagai fakultas termuda memiliki peran yang sangat vital dalam mensukseskan cita-cita luhur tersebut”, tambahnya   Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, M.Sc., Vice Chairman of UNESCO IHP IX WG on Ecohydrology and Water Quality, memberikan penguatan ke FIKES untuk lebih speak up terkait SDGs. Selama ini, FIKES sudah memberikan konstribusi nyata melalui aktivitas pengabdian masyarakat melalui pembinaan dan pendampingan kelompok, komunitas yang rentan kesehatan seperti  kelompok ibu hamil, ibu meyusui, balita, anak usia pra sekolah, remaja sampai lansia. Selain itu, sudah banyak artikel ilmiah yang dipublish di jurnal nasional dan internasional. Dan semoga SDGs Center UMM dapat menjawab tantangan dan sekaligus mewujudkan capaian di tahun 2030. Tentu saja FIKES terus meningkatkan aktivitasnya untuk mendrive SDGs, katanya.

Alergi pada Anak Bisa Sembuh Saat Dewasa? Ini Kata Dosen UMM

Alergi pada Anak Bisa Sembuh Saat Dewasa? Ini Kata Dosen UMM

Alergi merupakan suatu respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh manusia. Respon tersebut bereaksi terhadap suatu zat atau alergen yang direspon secara berlebihan. Kondisi alergi banyak ditemukan pada anak-anak, karena sistem kekebalan tubuh atau imunitas anak belum sebaik kekebalan tubuh orang dewasa. Dijelaskan oleh Dosen Farmasi UMM, apt. Aghnia Fuadatul Inayah, M.Farm.Klin. anak-anak dengan alergi dapat mengalami sejumlah gejala saat terpapar alergen. Alergi dapat menimbulkan berbagai macam gejala mulai dari yang ringan hingga berat. Gejala-gejala ini termasuk gangguan pencernaan, ruam kulit, atau kesulitan bernapas. “Gejala yang lebih berbahaya atau syok anafilaksis juga mungkin terjadi. Pada reaksi anafilaksis (reaksi alergi berat), anak dapat mengalami rasa panas di kulit, bengkak pada tubuh, penurunan tekanan darah, serta penurunan kesadaran,” jelasnya. Alergi yang sering terjadi pada anak-anak adalah alergi makanan. Biasanya alergi ini sering terjadi pada balita di bawah 2 tahun sampai usia 3 tahun. Penyebab alergi makanan umumnya diakibatkan panganan dengan kandungan protein. “Pada bayi tertentu komponen protein pada susu sapi direspon berlebih atau dianggap alergen atau pemicu alergi oleh tubuhnya, sehingga terjadi alergi pada bayi tersebut. Sama halnya dengan anak yang memiliki alergi pada makanan lain, seperti telur, kacang, dan ikan,” tambahnya. Lalu, ketika anak beranjak dewasa apakah alerginya bisa sembuh? Menurut Aghnia, jawabannya bervariasi karena manusia merupakan individual yang memiliki kekhususan sendiri sehingga tidak dapat disamakan dengan orang lain. Ada kemungkinan bisa sembuh, namun ada juga yang bertahan dengan alergi sampai dewasa. Hal tersebut terjadi karena respon tubuh atau sistem imun yang berbeda. Shared: