Jajaran Pimpinan FIKES UMM Tinjau Gedung Kuliah Bersama V

Malang, 24 Februari 2025 – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) tengah mempersiapkan diri untuk pindah ke gedung kuliah baru yang bertempat di Gedung Kuliah Bersama V (GKB V). Rencana pemindahan ini dijadwalkan berlangsung sebelum Lebaran tahun ini, memberikan suasana baru yang lebih modern dan nyaman bagi mahasiswa dan dosen. Gedung GKB V yang baru ini didesain dengan konsep Echo Green, yaitu pendekatan ramah lingkungan yang tidak hanya mengutamakan kenyamanan, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan efisiensi energi. Dengan konsep tersebut, gedung ini diharapkan dapat menjadi fasilitas yang mendukung visi FIKES UMM dalam mencetak lulusan-lulusan yang berwawasan lingkungan dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan planet. Gedung yang terdiri dari 10 lantai ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, mulai dari ruang kuliah yang nyaman, area rekreasi untuk mahasiswa, hingga fasilitas lab yang sangat canggih. Salah satu daya tarik utama GKB V adalah laboratorium-laboratorium yang dirancang dengan teknologi terkini. Laboratorium ini tidak hanya mendukung proses belajar mengajar di bidang ilmu kesehatan, tetapi juga memberikan peluang bagi penelitian-penelitian terdepan. Laboratorium-laboratorium tersebut meliputi ruang simulasi medis, ruang praktik keperawatan, hingga laboratorium bioteknologi dan farmasi. Setiap ruang dilengkapi dengan peralatan terbaru yang mendukung proses pendidikan berbasis teknologi dan praktikum yang relevan dengan kebutuhan industri kesehatan. Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, selaku Dekan FIKES UMM, menjelaskan bahwa pemindahan ini merupakan langkah besar dalam memajukan pendidikan di FIKES UMM. Menurutnya, pembangunan gedung baru ini menunjukkan komitmen fakultas untuk terus memberikan kualitas pendidikan terbaik bagi mahasiswa dan mendukung penelitian yang inovatif dalam bidang ilmu kesehatan. “Gedung GKB V bukan hanya sebuah tempat belajar, tetapi juga simbol kemajuan bagi FIKES UMM. Dengan fasilitas yang lebih modern dan konsep yang ramah lingkungan, kami berharap bisa lebih meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi mahasiswa kami. Apalagi dengan fasilitas laboratorium yang lengkap, ini juga akan menjadi wahana penelitian yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan,” ungkap Prof. Yoyok. Lebih lanjut, Prof. Yoyok menambahkan bahwa pemindahan ke gedung baru ini juga bertujuan untuk memfasilitasi berbagai kegiatan akademik, seperti seminar, workshop, dan simposium yang akan mendatangkan pakar-pakar nasional maupun internasional dalam dunia kesehatan. Selain upaya keras dari pihak FIKES UMM, pemindahan ke GKB V juga mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang, terutama dari Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. “Dukungan yang diberikan oleh pimpinan universitas sangatlah luar biasa. Prof. Nazaruddin Malik dan seluruh jajaran universitas telah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan fasilitas di FIKES UMM. Kami sangat berterima kasih atas segala dukungan yang diberikan untuk kelancaran proses pembangunan dan pemindahan ini,” ungkap Prof. Yoyok. Menurutnya, dukungan dari Rektor UMM dan pimpinan universitas lainnya tidak hanya terlihat dalam bentuk fasilitas saja, tetapi juga dalam hal koordinasi yang sangat baik antar fakultas dan unit yang terkait. Hal ini, menurut Prof. Yoyok, memberikan dorongan besar bagi FIKES UMM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa. Menurut informasi yang diterima, proses pemindahan ke GKB V akan dilaksanakan dalam beberapa tahap dan diharapkan selesai sebelum Lebaran tahun ini. Meskipun ada beberapa hal yang masih perlu diselesaikan, seluruh tim FIKES UMM optimistis bahwa gedung baru ini akan siap digunakan dalam waktu yang telah ditentukan. “Memang ada banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik itu dari segi teknis, administratif, maupun logistik. Namun, kami bekerja keras agar pemindahan ini dapat berjalan lancar dan mahasiswa serta staf dapat segera menikmati fasilitas yang ada,” ujar Prof. Yoyok. Rencana pemindahan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pihak universitas dan pemerintah. FIKES UMM berharap GKB V dapat menjadi tempat yang tidak hanya bermanfaat bagi pendidikan, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan riset di bidang kesehatan. Dengan pindahnya FIKES UMM ke gedung yang lebih modern dan dilengkapi fasilitas yang lebih lengkap, diharapkan dapat mendukung perkembangan sektor kesehatan di Indonesia, sekaligus menjawab tantangan dalam dunia pendidikan yang semakin maju dan berorientasi pada teknologi. Semoga FIKES UMM dapat terus berkontribusi dalam mengembangkan dunia pendidikan kesehatan di Indonesia dan menghasilkan lulusan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Tingkatkan Kinerja Tendik Administrasi, Fakultas Ilmu Kesehatan Gelar Rapat Koordinasi dengan Pimpinan

Malang, Senin, 24 Februari 2025 – Sebagai langkah untuk memperkuat kualitas pelayanan administrasi di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tenaga Kependidikan (Tendik) Administrasi mengadakan rapat koordinasi di awal semester genap Tahun Akademik 2024/2025. Kegiatan ini berlangsung dengan tujuan untuk memperkuat pengembangan kapasitas SDM tendik dalam memberikan layanan yang optimal kepada mahasiswa dan menunjang kelancaran operasional fakultas. Rapat koordinasi yang berlangsung di ruang rapat Fakultas Ilmu Kesehatan ini dibuka secara resmi oleh apt. Nailis Syifa’, S.Farm., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Kesehatan. Dalam sambutannya, Nailis menekankan pentingnya peran tendik administrasi dalam menjalankan fungsi mereka secara profesional dan amanah. Menurutnya, ada tiga aspek utama yang harus dimiliki oleh setiap tendik, yaitu amanah, tanggung jawab, dan komunikasi yang baik. “Amanah itu merupakan dasar dalam bekerja, karena kepercayaan yang diberikan harus dijaga dengan baik. Tanggung jawab adalah hal yang harus kita pegang dalam setiap tugas yang kita lakukan, dan komunikasi yang baik harus selalu kita jaga agar setiap informasi dapat disampaikan dengan jelas dan efisien,” ujar Nailis. Rapat koordinasi ini juga mencakup agenda penting terkait dengan penerimaan tenaga administrasi baru di Program Studi Farmasi. Hal ini menunjukkan upaya fakultas dalam terus mengembangkan tim administrasi untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam menghadapi kebutuhan administrasi yang lebih digital dan terintegrasi. Nailis menambahkan bahwa perlu ada upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas SDM tendik agar dapat beradaptasi dengan perubahan zaman yang serba digital. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, juga memberikan arahan yang sangat penting dalam rapat tersebut. Yoyok mengutip ayat dalam Al-Qur’an, Surat Al-Muddassir Ayat 38, yang menegaskan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Dalam konteks tendik administrasi, Prof. Yoyok berharap setiap orang tidak hanya bertanggung jawab atas pekerjaannya, tetapi juga mampu memahami makna tanggung jawab tersebut secara lebih mendalam, baik kepada sesama maupun kepada Allah SWT. “Setiap individu dalam menjalankan tugasnya harus memegang prinsip tanggung jawab yang tinggi. Dalam pekerjaan kita, terutama di bidang pelayanan, kita harus bisa memastikan bahwa semua hal yang kita lakukan bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Prof Yoyok dengan penuh harapan. Selain itu, Prof Yoyok juga mengingatkan agar para tendik dapat terus membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak di fakultas, termasuk pimpinan program studi dan fakultas. Komunikasi yang lancar akan mempercepat penyelesaian setiap permasalahan administrasi dan meningkatkan efisiensi kerja. Salah satu hal yang ditekankan dalam rapat koordinasi ini adalah pentingnya inovasi dan pengembangan diri bagi setiap tendik. Mengingat semakin berkembangnya teknologi dan digitalisasi di berbagai sektor, tendik administrasi diharapkan dapat terus beradaptasi dengan tren dan kemajuan teknologi. Dengan demikian, mereka dapat memberikan layanan administrasi yang lebih efisien, cepat, dan tepat guna. “Dalam era digital seperti sekarang, kita harus terus berinovasi. Teknologi dapat membantu kita dalam menyelesaikan tugas-tugas administrasi dengan lebih efisien, dan kita sebagai tendik harus siap untuk terus berkembang dan memanfaatkan kemajuan tersebut,” tambah Ibu Nailis. Rapat ini juga menjadi wadah untuk mendiskusikan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi oleh tendik administrasi dalam menjalankan tugas sehari-hari, serta mencari solusi bersama agar proses administrasi di Fakultas Ilmu Kesehatan dapat berjalan dengan lebih baik. Di penghujung acara, dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) mutasi tendik administrasi Tata Usaha yang baru. Soffian Aminin, S.AP, yang sebelumnya bertugas di bagian lain, kini resmi ditempatkan sebagai tendik administrasi di Program Studi Farmasi. Sementara itu, Wahyu Choirul Latief Eko Ananto juga resmi dipindahkan ke posisi tendik administrasi di Fakultas Ilmu Kesehatan. Proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya fakultas untuk memastikan bahwa setiap bagian administrasi memiliki tenaga yang tepat dan siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Acara rapat koordinasi ini ditutup dengan harapan besar dari pimpinan fakultas bahwa seluruh tendik administrasi dapat terus berkolaborasi dengan baik, menjalankan tugas dengan amanah, dan berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa. Melalui pertemuan ini, diharapkan tim administrasi dapat terus meningkatkan kinerja mereka, tidak hanya dalam menjalankan tugas administratif, tetapi juga dalam memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM secara keseluruhan. Dengan adanya rapat koordinasi yang penuh dengan pembahasan konstruktif ini, Fakultas Ilmu Kesehatan semakin memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan berkualitas, serta memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa dan civitas akademika UMM.
FIKES UMM Gelar Konsolidasi Akademik Bersama Wakil Rektor 1 dan Kabiro BPP untuk Penataan Beban Kinerja Dosen

Malang, 24 Februari 2025 – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) menggelar acara konsolidasi akademik yang berlangsung pada 24 Februari 2025. Acara ini melibatkan Wakil Rektor 1 UMM, Prof. Ahsanul In’am, PhD, serta Kepala Biro BPP, Dr. Zulfatman. Konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran transisi kebijakan terkait penataan beban kinerja dosen dalam rangka mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pimpinan fakultas, program studi, serta laboratorium yang ada di lingkungan FIKES UMM. Diskusi berjalan dinamis dengan tujuan utama untuk menyelaraskan kebijakan akademik yang akan diberlakukan, serta memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam pengambilan keputusan yang strategis dan sesuai dengan visi misi universitas. Wakil Rektor 1 UMM: Tata Kelola yang Baik untuk Kemaslahatan Umat Dalam sambutannya, Prof. Ahsanul In’am, PhD, menegaskan pentingnya tata kelola yang baik dalam mengelola perguruan tinggi. “Tata kelola dalam persyarikatan Muhammadiyah adalah keharusan. Ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga tentang bagaimana kita mengemban amanah dan tanggung jawab dakwah untuk kemaslahatan umat,” ujarnya. Menurut Prof. Ahsanul, amanah dan tanggung jawab menjadi kata kunci dalam menciptakan tata kelola yang efektif dan efisien, sehingga menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat. Sebagai bagian dari konsolidasi, beliau juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan akademik di UMM, termasuk dalam hal penataan beban kinerja dosen yang sesuai dengan tuntutan Tridharma. Prof. Ahsanul menekankan bahwa kualitas pendidikan yang baik harus didukung dengan beban kerja yang jelas dan adil bagi setiap dosen. Deklarasi Tanggung Jawab: Sikap yang Menghadirkan Solusi Sementara itu, tanggapan dari Dekan FIKES UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom, turut memberi warna dalam konsolidasi tersebut. Dalam pernyataannya, Prof. Yoyok mengungkapkan bahwa konsolidasi semacam ini merupakan tradisi yang sangat penting untuk menjaga komunikasi yang baik di antara semua pihak. “Konsolidasi menyikapi perubahan adalah tradisi yang baik untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada. Ini adalah bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas pendidikan dan pengelolaan akademik di FIKES UMM,” ujarnya dengan tegas. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa tanggung jawab dalam konteks akademik tidak hanya melibatkan individu saja, tetapi juga masyarakat, pimpinan, bahkan yang lebih utama adalah pada Allah SWT. “Tanggung jawab adalah sikap dan perilaku yang harus kita tunjukkan dalam mengemban amanah kita. Bukan hanya terhadap rekan kerja dan masyarakat, tetapi lebih dari itu, terhadap Allah SWT sebagai pemilik segala amanah,” tambahnya. Pentingnya Kolaborasi dalam Menyikapi Tantangan Konsolidasi ini juga menjadi ruang untuk mempererat kolaborasi antar berbagai elemen dalam FIKES UMM. Para pimpinan fakultas, program studi, dan laboratorium berkesempatan untuk berbagi pandangan dan menyampaikan aspirasi terkait permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan akademik dan pengajaran. Hal ini bertujuan agar setiap kebijakan yang ditetapkan bisa diterima dengan baik dan diimplementasikan secara optimal. Kebijakan Penataan Beban Kinerja Dosen: Langkah Menuju Pengelolaan yang Lebih Efektif Salah satu pokok bahasan dalam konsolidasi ini adalah kebijakan baru terkait penataan beban kinerja dosen yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran mendatang. Dalam kebijakan ini, beban kerja dosen tidak hanya diukur dari jam mengajar, tetapi juga dari kontribusi dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Prof. Ahsanul berharap kebijakan ini akan membawa dampak positif terhadap kualitas akademik di UMM, sekaligus mendorong dosen untuk semakin aktif dalam berinovasi di bidang penelitian dan pengabdian. Konsolidasi ini diakhiri dengan diskusi mendalam mengenai langkah-langkah konkrit yang dapat diambil untuk mendukung keberhasilan implementasi kebijakan baru tersebut, serta upaya untuk memastikan bahwa setiap dosen mendapatkan dukungan yang memadai dalam menjalankan tugasnya. FIKES UMM terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat melalui kebijakan-kebijakan yang mendukung kinerja dosen dan staf, serta berperan aktif dalam memajukan dakwah dan kemaslahatan umat melalui dunia pendidikan tinggi.