FIKES UMM Gelar Kelas Internasional dimasa Pandemi

Pandemik corona yang juga disebut dengan covid 19 telah melumpuhkan berbagai sektor termasuk pendidikan. Sehingga, dunia pendidikan pengajarannya beralih pada sistem online, dengan menggunakan berbagai macam privider. Tentunya itu kadang membuat keterbatasan-keterbatasan dalam pelaksanaan akademik. Walaupun, dalam situasi yang serba rumit ini, tidak meredupkan semangad akademik di FIKES UMM. FIKES UMM tidak mengurungkan niatnya untuk meningkatkan hazanah keilmuan.

Pandemik corona yang juga disebut dengan covid 19 telah melumpuhkan berbagai sektor termasuk pendidikan. Sehingga, dunia pendidikan pengajarannya beralih pada sistem online, dengan menggunakan berbagai macam privider. Tentunya itu kadang membuat keterbatasan-keterbatasan dalam pelaksanaan akademik. Walaupun, dalam situasi yang serba rumit ini, tidak meredupkan semangad akademik di FIKES UMM. FIKES UMM tidak mengurungkan niatnya untuk meningkatkan hazanah keilmuan. Tidak tanggung-tanggung dalam hal tersebut, sebab FIKES UMM menghadirkan kelas online internasional dengan pemateri dari berbagai negara. Hal ini diselenggarakan oleh semua programstudi yang ada di FIKES UMM yaitu, Programs studi Fisioterapi, Programs studi  Farmasi dan Programs studi Keperawatan.   Programs studi Fisioterapi mengadakan kelas online internasionalnya dengan tema bertajuk “5 countries and 3 continents in a mounth“. sesuai dengan temanya bahwa fisioterapi menghadirkan 5 pemateri, 5 negara dan 3 benua yang berkaliber internasional. Kelas internasional ini dilaksanakan sepanjang bulan Mei 2020. Mengusung lima tema yang berbeda-beda. Adapun pembicanya antara lain, Po-Ching Huang, MSc, PT (Taiwan) yang memberikan materi tentang cardio rehabilitation, Amornthep Jankaew, MSc, PT (Thailand) memberikan materi tentang exercise protocol for hamstring injury, pemateri ke 3  Noordin Hatimy, MPT (Polandia) dengan materi physioterapy in intensive care unit. Sedangkan pemateri ke 4 Monalitso Khewepaya, Phd (Malawi) mengusung tema exercise during pregnancy. dan pemateri terkhir adalah Dimas Sondang Irawan, M. Fis. berasal dari Indonesia yang tak lain adalah salah satu dosen fisioterapi UMM yang sekarng lagi menembuh pendidikan doktoral di Universitas Mahedol, Thailand. Bapak dimas, bagitu sebutannya membahas tentang sport management in PT. Adapun pesertanya luar biasa membludak baik diikuti oleh mahasiswa fisioterapi UMM sendiri dan juga oleh umum. Programs studi Farmasi juga tidak ketinggalan, dengan mengusung tema tentang “Pharmacist practice opportunities in Taiwan and it’s challenges amid global pandemic“. Pemateri yang dihadirkan tidak kalah keren dan dari belahan dunia lain. Pemateri yang dihadirkan ada 3 orang pakar dibidang keilmuan yang berbeda. Pemateri pertama adalah Wei Ching Peng, MD, Pharm, asal Taiwan, seorang CEO dan juga seorang peneliti. Beliau merupakan founder olecule dan MD pada perawatan kulit. Kemudian, pemteri kedua yakni, Wan-Fu Tsai, asal Taiwan juga, seorang farmasis klinis. Dan pemateri yang terakhir adalah apt Nailis Syifa, S. Farm, MSc, yang tidak lain adalah salah satu dosen farmasi UMM yang sekarang menempuh pendidikan doktoral di TMU Taiwan. Kuliah onlien internasional ini telah diselenggarakan pada tanggal 14 Mei 2020.     Selanjutnya, tidak mau kalah adalah Programs studi Keperawatan. Prodi Keperawatan mengusung tema yang bertajuk tentang “exprience and challenge against coronavirus“. Pemateri yang dihadirkan berasal dari Taiwan dan Indonesia. Pemateri pertama adalah Mr Fu-chih Lai, Ph. D, RN, seorang associated professor dan seorang dosen di TMU, Taiwan. Prof Lai, begitu sapanya, memberikan kuliah tentang “Learniing drom Taiwan’s early succes against coronavirus”. Beliau menjelaskan bagaimana cara Taiwan mengatasi wabah coronavirus  dengan sangat cepat dan dengan strategi yang tepat. Sebagaimana kita tahu bahwa Taiwan di nobatkan oleh WHO sebagai negara terbaik pertama dalam penanaganan wabah coronavirus ini. Selanjtunya, pemateri kedua adalah seorang perawat HCU RSUD DR Soetomo Surabaya, dan juga sebagai tim Perawat yang menangani pasien Covid 19. Beliau adalah Doni Wariatman, S. Kep, Ns. Ners Doni ini merupakan Alumni keperawatan UMM tahun 2012. ners Doni memberikan materi tentang “tantangan dalam perawatan pasien covid 19 di RS indonesia”. beliau bercerita tentang bagaimana para perawat berjuang dalam keterbatasan APD dan banyak teman-teman sejawat yang meninggal juga. Tentunya, FIkes UMM kedepannya akan berupaya agar lebih baik lagi dan memberikan nuansa kelas internasional dan go internasional

Yudisium Online Prodi Fisioterapi

Peksanaan Yudisium Fisioterapi kali ini berbeda .dari biasanya karena dilaksanakan secara online sebab adanya pandemi. provider yang digunakan dalam yudisium online adalah menggunakan media google meet. dan juga disiarkan secara langsung via streaming youtube. walaupun secara online, yudisium dapat ditonton oleh orang tua, keluarga, dan teman-temannya. selain itu. yudisium kali ini tidak mengurangi kekhidmatan dalam pelaksanaannya pelaksanannya, para peserta tetp terharu biru dalam prosesi yang sakral itu.

Peksanaan Yudisium Fisioterapi kali ini berbeda .dari biasanya karena dilaksanakan secara online sebab adanya pandemi. provider yang digunakan dalam yudisium online adalah menggunakan media google meet. dan juga disiarkan secara langsung via streaming youtube. walaupun secara online, yudisium dapat ditonton oleh orang tua, keluarga, dan teman-temannya. selain itu. yudisium kali ini tidak mengurangi kekhidmatan dalam pelaksanaannya pelaksanannya, para peserta tetp terharu biru dalam prosesi yang sakral itu. yudisium online pertama ini dilaksanaakan pada hari Jumat, 15 Mei 2020 pada pukul 09.00, dengan jumlah peserta yudisium sebanyak 29 mahasiswa. pada prosesi tersebut di umumkan mahasiswa-mahasiwa berpretasi akademik antara lain, – terbaik 3 prodi oleh Fitri Oktavianti dari Balikpapan dengan IPK 3,81 – terbaik 2 prodi oleh Sophia Amandhea Hanny dari Banjarmasin dengan IPK 3,81 – terbaik 1 prodi oleh Maulidia Risma Hanani dari Denpasar dengan IPK 3,94 (anak dari Akhmad Supandi dan Ining Hartati). Anak dari pasangan Akhmad Supandi dan Ining Hartati ini selain mendapat predikat terbaik prodi 1, juga mendapat predikat sebagai lulusan terbaik 1 tingkat fakultas yang dilihat dari nilai IPK lulusan. kemudian, Dekan Fikes UMM, Faqih Ruhyanudin, M.Kep., Sp.KMB dalam sambutannya memberikan selamat kepada lulusan dan berharap lulusan slalu berkontribusi untuk kemajuan almamater dimanapun berada nantinya dan selanjutnya bisa menyelesaikan tahap pendidikan profesi dengan lancar. Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh perwakilan ikatan alumni, Fandi Ramadhan yang saat ini aktif sebagai fisioterapis di Club sepakbola Persiba Balikpapan., Dalam sambutannya tsb, Fandi mengajak lulusan untuk aktif berkontribusi bersama alumni yang lainnya, selain itu Fandi juga menjelaskan bagaimana peran alumni untuk kemajuan prodi. Rizky Ramadhan pewakikan peserta yudisium membrikan kesan pesan bagaimana perjungan mereka bersama dengan dosen, staff, dan teman mahasiswa lainnta sehingga bisa mencapai pancapaian saat ini.

FIKES UMM Produksi Handsanitizer Sendiri untuk Mencegah Virus Corona

Fikes UMM Produksi Hand Sanitizer, Aman Bagi Kulit Efektif Sebagai Antiseptik, Langkah cepat langsung diambil oleh Laboratorium Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (Fikes UMM), untuk antisipasi meluasnya virus corona di lingkungan kampus.

Fikes UMM Produksi Hand Sanitizer, Aman Bagi Kulit Efektif Sebagai Antiseptik, Langkah cepat langsung diambil oleh Laboratorium Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (Fikes UMM), untuk antisipasi meluasnya virus corona di lingkungan kampus. Salah satu upaya dilakukan yakni memproduksi hand sanitizer sendiri. “Awalnya ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat membuat hand sanitizer di wilayah kampus 2 UMM. Ternyata ada edaran rektor waspada corona salah satu programnya adalah penyediaan hand sanitizer. Nah, kami dari lab farmasi diamanahi membuat hand sanitizernya yang akan diletakkan di area kampus,” ujar formulator hand sanitizer lab farmasi Fikes UMM, Raditya Weka Nugraheni. Menurut Raditya-nama panggilan Raditya Weka Nugraheni-hand sanitizer ini akan ditempatkan di seluruh kampus UMM. Mulai kampus 1,2, dan 3 yang memang tempatnya berjauhan. Penempatannya bahkan hingga di lorong-lorong kampus, sehingga merata untuk karyawan dan mahasiswa. Produksi hand sanitizer ini, lanjut Raditya ada dua macam. Yakni ukuran 250 ml sebanyak 750 botol dan ukuran kecil 50 ml (personal) sekitar 450 botol. Bentuk personal ini sudah selesai produksinya, dibagikan di fakultas sekitar 40 botol. Sekarang tersisa ukuran besar, akan ditempatkan di briket yang sudah disediakan. “Ini memang masih pengisian pertama, rencananya mungkin kalau habis ada proses refill. Jadi permanen diletakkan di briket,” akunya. Formulanya? Raditya mengungkapkan bahwa isinya sama dengan hand sanitizer yang beredar. Yakni komposisi bahan aktif alkohol 70 persen, hydrogen peroksida (H2O2) 0,5 persen, serta pelembab atau moisturizer kulit gliserin 5 persen. Bahan-bahan yang digunakan ini sesuai dengan jurnal yang ada dipastikan aman bagi kulit, serta efektif sebagai antiseptic. Sementara itu, kepala produksi hand sanitizer lab farmasi Fikes UMM, Ferdiansyah, mengaku produksi hand sanitizer ini sudah seminggu lalu berlangsung. Setiap sore melakukan pengisian, pencampuran, dan desain juga dibantu oleh mahasiswa secara bergantian yang kebetulan mengambil skripsi di lab farmasi dan asisten lab farmasi. Jumlah keseluruhan tim produksi sekitar 15 orang sudah termasuk relawan mahasiswa. Dijelaskan Ferdiansyah, seminggu lalu tim ini lebih fokus pada optimalisasi formula. Ketika sudah cocok maka langsung produksi. Saat ini akan dilakukan kembali produksi untuk refill. Produksi ini tentunya akan menunggu instruksi dari bagian umum UMM. Bahkan ketika keadaan tanggap darurat sudah normal kembali, lab fikes UMM tetap akan produksi untuk kepedulian menjaga gaya hidup bersih dan sehat. Menariknya Ferdiansyah menyebutkan produksi hand sanitizer tahap awal ini sudah menghabiskan anggaran sekitar Rp 15 juta lebih. Sebab harga etanol melonjak beberapa kali lipat dari harga normal. Selain etanol, bahan baku yang sulit dicari adalah botol hand sanitizernya.

Apa Itu Virus Corona (COVID-19)? Bagaimana Pencegahan dan Pengobatannya?

APA ITU VIRUS CORONA? Penyakit virus corona(COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus baru yang sebelumnya tidak dikenal pada manusia. Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan (seperti flu) dengan gejala seperti batuk, demam, dan radang paru-paru pada kasus yang lebih parah. Anda bisa menjaga diri dengan sering mencuci tangan dan menghindari menyentuh wajah.

APA ITU VIRUS CORONA? Penyakit virus corona(COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus baru yang sebelumnya tidak dikenal pada manusia. Virus ini menyebabkan penyakit pernapasan (seperti flu) dengan gejala seperti batuk, demam, dan radang paru-paru pada kasus yang lebih parah. Anda bisa menjaga diri dengan sering mencuci tangan dan menghindari menyentuh wajah. BAGAIMANA PENYEBARANNYA? Virus corona baru menyebar terutama melalui kontak dengan orang yang terinfeksi ketika mereka batuk atau bersin, baik oleh tetesan air liur atau keluarnya cairan dari hidung. BAGAIMANA TANDA DAN GEJALANYA COVID-19 memiliki gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Bagi sebagian orang, penyakit bisa lebih parah, dan dapat menyebabkan pneumonia atau kesulitan bernapas. Penyakitnya bisa berakibat fatal, namun kasusnya jarang, berdasarkan WHO dikatakan bahwa hanya 2% saja dapat menyebabkan kondisi fatal dan kematian. Orang lanjut usia dan orang dengan kondisi medis lainnya (mis., Asma, diabetes atau penyakit jantung) lebih rentan. BAGAIMANA PENCEGAHANNYA? Saat ini, masih belum ditemukan vaksin untuk pencegahan virus ini, namun kita dapat melakukan hal berikut ini agar tidak tertular dan menulari: 1. Cuci tangan lebih sering, bisa menggunakan sabun dan juga antiseptis 2. Jaga jarak dengan orang yang dicurigai terkena virus ini (minimal 1 meter/3 kaki) 3. Pakailah masker jika anda merasa punya gejala penyakit ini, jika bersin atau batuk di tutup dengan tisu atau lengan anda PENGOBATAN saat ini pengobatan virus ini belum cukup paten, namun jika pasiennya mengalami gangguan pernafasan akan diberikan alat bantu nafas jika anda mengalami gejala ringan karena terkena virus ini cukup perawatan diri saja seperti, istirahat dan tidur yang cukup, minum cukup air, menjaga kehangatan tubuh (pakai jaket atau berselimut), tetaplah dirumah dan tidak kontak dengan orang lain setidaknya 14 hari sampai gejalanya tidak ada. berikut video untuk pencegahan COVID-19 http://<iframe width=”853″ height=”480″ src=”https://www.youtube.com/embed/1APwq1df6Mw” frameborder=”0″ allow=”accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture” allowfullscreen></iframe>

Mendongkrak Publikasi Dosen Keperawatan, Prodi S1 Keperawatan FIKES UMM Mengadakan Klinik Jurnal Internasional Bereputasi

Program studi S1-Keperawatan FIKES UMM mengadakan klinik jurnal internasional bereputasi guna mendongkrak publikasi internasional terindeks scopus. Klinik ini di adakan selama dua hari, tanggal 13-14 Maret 2020. Menurut kaprodi S1 Keperawatan, Ns Nurlailatul Masruroh, MNS, klinik jurnal ini diadakan sesuai dengan arahan rektor UMM dan juga untuk menghadapi akreditasi 9 standar. Klinik jurnal ini diharapkan dapat meningkatkan pengembangan keilmuan setiap departemen keperawatan sesuai dengan roadmap penelitian yang sudah di rancang oleh program studi S-1 Keperawatan, imbuhnya.

Program studi S1-Keperawatan FIKES UMM mengadakan klinik jurnal internasional bereputasi guna mendongkrak publikasi internasional terindeks scopus. Klinik ini di adakan selama dua hari, tanggal 13-14 Maret 2020. Menurut kaprodi S1 Keperawatan, Ns Nurlailatul Masruroh, MNS, klinik jurnal ini diadakan sesuai dengan arahan rektor UMM dan juga untuk menghadapi akreditasi 9 standar. Klinik jurnal ini diharapkan dapat meningkatkan pengembangan keilmuan setiap departemen keperawatan sesuai dengan roadmap penelitian yang sudah di rancang oleh program studi S-1 Keperawatan, imbuhnya. Kaprodi S-1 keperawatan berharap bahwa, setelah pelaksanaan klinik jurnal ini setidaknya ada satu jurnal terpublish di jurnal internasional bereputasi setiap departemen, tandasnya. Adapun klinik jurnal ini dihadiri oleh 2 perwakilan setiap departemen. Departemen yang terlibat adalah Departemen Komunitas, Anak, KMB, Managemen, Maternitas, KGD, Dasar dan Jiwa. Adapun pemateri yang memberikan klinik jurnal adalah Ns, Linlin Lindayani, PhD dari Universitas di Bandung yang sudah ekspert dalam hal publikasi jurnal. Dimana beliau sudah terbiasa tembus jurnal internasional Q1 terindeks Scopus.  

FIKES UMM Latih Mahasiswa D3 Keperawatan Karakter Pelayanan Prima Islami

Program D3 Keperawatan Fikes UMM (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang) melakukan evaluasi dengan mengadakan kegiatan bertema Pelatihan Kepribadian dan Pelayanan Prima Islami bagi mahasiswa angkatan 2018 tahun akademik 2019/2020. Acara yang bertajuk “Melayani dengan Hati” ini dibuka secara langsung oleh Dekan Fikes, Faqih Ruhyanudin, M.Kep., S.Kep.MB. didampingi Kaprodi D3 Keperawatan, Reni Ilmiasih, M.Kep., Sp.Kep.An.

Dekan Fikes Faqih Ruhyanudin, M.Kep., S.Kep.MB (empat dari kanan) bersama kaprodi D3 Keperawatan, nara sumber, dan mahasiswa D3 keperawatan . Program D3 Keperawatan Fikes UMM (Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang) melakukan evaluasi dengan mengadakan kegiatan bertema Pelatihan Kepribadian dan Pelayanan Prima Islami bagi mahasiswa angkatan 2018 tahun akademik 2019/2020.  Acara yang bertajuk “Melayani dengan Hati” ini dibuka secara langsung oleh Dekan Fikes, Faqih Ruhyanudin, M.Kep., S.Kep.MB. didampingi Kaprodi D3 Keperawatan, Reni Ilmiasih, M.Kep., Sp.Kep.An. “Pelatihan kali ini sebagai bentuk evaluasi kami dari stakeholder dimana mahasiswa atau praktikan D3 Keperawatan ketika terjun ke lapangan belum menunjukkan perilakunya sesuai adab-adab Islam. Maka, kami akan selalu melakukan evaluasi sekaligus pelatihan pelayanan prima islami ini supaya bisa diterapkan mahasiswa ketika praktek di lapangan,” ujar  Kaprodi D3 Keperawatan, Reni Ilmiasih, M.Kep., Sp.Kep.An. Reni-begitu nama panggilan Reni Ilmiasih- mengatakan internalisasi nilai-nilai islam di UMM seperti P2KK, AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan), serta Layanan Prima Islami (khusus prodi D3 Keperawatan) selain memberikan ilmu pengetahuan juga harus diimplementasikan pada kehidupan sebagai seorang perawat untuk memberikan pelayanan kepada pasien-pasiennya ketika bekerja. Sehingga, performa mahasiswa dan alumni D3 Keperawatan bisa menjadi kualitas dan ciri khas tersendiri dari segi perilaku dan tata krama menurut nilai-nilai Islam.   Dekan Fikes UMM Faqih Ruhyanudin, M.Kep., S.Kep.MB, visi Fikes UMM mencetak perawat terkemuka, unggul, dan berakhlak karimah. “Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mahasiswa semakin mendalami nilai-nilai Islam dan diinternalisasikan dalam bentuk perilaku saat praktek maupun bekerja. Mempunyai ciri khas berdasarkan nilai keislaman secara universal, terutama dalam keperawatan itu seperti kejujuran dan keikhlasan,” akunya. Di tempat yang sama, Faqih Ruhyanudin, M.Kep., S.Kep.MB, mengungkapkan sebagaimana visi dari Fikes UMM adalah mencetak perawat yang terkemuka, unggul, dan berakhlak (akhlakul karimah) sebagai penunjang kegiatan akademik untuk terus mengadakan pelatihan pelayanan prima islami. Tujuannya, selain menambah ilmu pengetahuan pelayanan secara islami, di antara mahasiswa sendiri menumbuhkan rasa kesalingan atau persahabatan. “Harapannya, mahasiswa D3 Keperawatan bisa memberikan pelayanan dari hati dan juga lebih percaya diri karena sebentar lagi menghadapi pasien di rumah sakit atau masyarakat. Perlu diingat, alumni Fikes adalah tenaga kesehatan yang berurusan langsung dengan jasa dan layanan prima kepada masyarakat,” pungkasnya.

Mahasiswa FIKES UMM Masuk 5 Besar Nasional Dalam Ajang Tilawah Musabaqah Bahasa Arab 2

Musabaqah Bahasa Arab merupakan ajang tahunan tilawatil quran nasional yang diikuti oleh seluruh universitas di indonesia. Ajang tilawah tersebut di wakili oleh saudari oleh saudari Shabrina Naulal Haqqiyah, mahasiswa keperawatan angkatan 2018

Musabaqah Bahasa Arab merupakan ajang tahunan tilawatil quran nasional yang diikuti oleh seluruh universitas di indonesia. Ajang tilawah tersebut di wakili oleh saudari oleh saudari Shabrina Naulal Haqqiyah, mahasiswa keperawatan angkatan 2018. Acara musabaqah Bahasa Arab 2 tersebut digelar Lembaga Semi Otonom Forum Studi Arab yang diselenggarakan pada tanggal 5 Maret 2020 yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Musabaqah tersebut diikuti oleh hampir seluruh universitas di Indonesia baik negeri maupun swasta. Dan saudari shabrina menjadi terbaik ke-5 di ajang bergengsi tersebut. Menurut shabrina, mengikuti acara musabaqah tersebut merupakan kebanggaan tersediri baginya, dan prestasi ini dipersembahkan pada ibu saya yang 2 bulan yang lalu sudah tiada, cetusnya. Kesan saya mengikuti lomba sangat senang dikarenakan sya bisa menambah pengalaman saya dan bisa menambah ilmu juga menambah teman dari Universitas lainnya. Saya juga bisa mengukur kemampuan saya dalam bertilawah, kata mahasiswa keperawatan 2018 tersebut. harapan saya untuk kedepannya saya harus lebih giat berlatih dan tetap bersemangat dalam mensyiarkan Al Quran, imbuhnya

Dosen FIKES UMM sebagai Oral Presenter di Kancah Internasional

Dosen fikes UMM menjadi salah satu peserta oral presenter dari banyak negara di dunia yang mengikuti konfrensi internasional dalam acara INTERNATIONAL RESEARCH CONFERENCE ON PHARMACEUTICAL AND ALLIED SCIENCES (IRCPAS 2020) di Malaysia

Dosen fikes UMM menjadi salah satu peserta oral presenter dari banyak negara di dunia yang mengikuti konfrensi internasional dalam acara INTERNATIONAL RESEARCH CONFERENCE ON PHARMACEUTICAL AND ALLIED SCIENCES (IRCPAS 2020) di Malaysia. Penyelenggaraan seminar internasional tersebut merupakan kolaborasi dari beberapa universitas di seluruh malaysia antara lain, Faculty Of Pharmaceutical Sciences, the National University of Malaysia, Universiti Sains Malaysia, Institut Perubatan & Pergigian Termaju,  UPSA University India dan UMP Purwokerto Indonesia.   Konfrensi tersebut diikuti oleh berbagai negara di dunia antara lain, nigeria, indonesia, India, malaysia, pakistan, jepang dan juga Eropa. Dosen yang mewakili Fikes UMM adalah dosen farmasi Fikes UMM yaitu, Ibu Engrid Juni Astuti, S.Farm., Apt.,  M.Farm; Ika Ratna Hidayati, S.Farm, Apt., M.Sc dan agustin Rafikayanti, M.Sc Tema peneltian yang dipresentasikan berjudul ” Effectiveness of Internal Try Out Toward the Graduation of National OSCE Examination on the Students of Pharmacy Professional Program in University of Muhammaditah Malang” Penelitian ini membuktikan bahwa mahasiswa dengan di godok dengan Osce internal dapat meningkatkan kelulusan OSCE nasional. “Saya dan bu engrid mulai apply conference di pertengahan tahun 2019, awalnya kami email abstrak penelitian kami dan mengajukan utk poster, dan alhamdulilah ada balasan email dan kami di terima utk oral presenter” menurut ibu Ika kami rasakan review nya lumayan detil, utk pesertanya kebanyakan sudah doktor dan atau mhswa PhD yg akan ujian terbuka. Cetus ibu ika Terkait corona : insyaAllah aman krn kami di cek kesehatan dl pada saat mau masuk d ruang conference, salah satunya cek suhu.. dan tiap2 meja di beri antiseptic dan masing2 dari kami di beri masker, timpal ibu ika.

Mahasiswa FIKES UMM Sabet Medali Emas di Ajang Pencak Silat Nasional

Mahasiswa FIKES UMM mendapatkan medali emas di pentas pencak silat nasional. Mahasiswa tersebut diwakili oleh Yulia Nastuti, Mahasiswa Farmasi angkatan 2019. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai usia, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai mahasiswa dan juga umum, diikuti oleh 334 peserta dari penjuru negeri. Pentas seni ini diselenggarakan oleh pemerintah Bandung, bekerjasama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan juga Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI. Acara ini bertempat di Jatinangor Bandung. Yulia, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa saya sangat bersyukur banget, setelah banyak yang udah dikorbankan seenggaknya pulang dengan bangga medali emas, serta mnembuat bangga buat temen-temen, keluarga, dan Universitas Muhammadiyah Malang. “capaian ini tidak instan, saya latihan cukup padat,  mulai latihan fisik pagi dilanjut latihan sore dan malam. Semua ini juga andil dari pihak unit kegiatan mahasiswa (UKM) UMM. Disamping itu, pastinya restu orang tua jadi penyemangat” “Sampai saat ini motivasi terbesar aku yaitu orang tua saya sendiri. Aku ingin orang tua saya bangga dengan pencapaian aku meskipun itu bukan dibidang akademik” tandasnya. “selanjutnya, saya sangat berterimakasih kepada teman-teman himpunan, yang selalu memahami bagaimana posisi saya, sehingga saya tetap dapat menjalankan tugas di himpunan saya tanpa melupakan latihan dan kuliah. Disamping itu, Alhamdulillah saya juga dikelilingi oleh teman-teman kuliah di Farmasi UMM, yang tidak keberatan untuk saya repotkan disaat saya kurang memahami tentang perkuliahan” “terakhir, pesan saya untuk adik-adik di FIKES UMM, Lakukan apapun yang kamu sukai, yang memang itu membuat kamu nyaman, tapi jangan pernah lupakan akan kewajiban yang masih harus kamu perjuangkan” tambahnya. Apt. Siti Rofida, S.Si., M.Farm, kaprodi Sarjana farmasi, mengatakan Kami sangat bangga akan capain prestasi yang ditorehkan oleh Yulia. Bisa menjadi juara daan mendapatkan emas dengan kesibukan kuliah sangatlah tidak mudah bagi mereka. “Mahasiswa farmasi UMM memiliki potensi yang luar biasa baik bidang akademik dan non akademik. Prodi bersama fakultas dan universitas akan senantiasa menggali potensi, bakat dan minat mhsw farmasi, serta memfasilitasi untuk mengikuti perlombaan dan melakukan pendampingan. Seperti pencak silat nasional ini, kami memberikan support penuh kepada mahasiswa yang bersangkutan. Dukungan ini berupa dana dan juga perkuliahan” tambahnya. (editor: zq)