Membuat Aplikasi Pemberdayaan Ibu Dalam Upaya Pencegahan Stunting, Mahasiswa FIKES UMM Sabet Juara 1 Lomba Essay Nasional

Mahasiswa FIKES UMM sabet juara 1 essay nasional. Lomba tersebut diselenggarakan oleh POLTEKKES KEMENKES MALANG (POLKESMA)dalam acara MIOMETRIUM POLKESMA. Kegiatan tersebut diselenggaran pada tanggal 12 Oktober-30 Oktober 2021. Peserta yang ikut serta sebanyak 34 tim dr berbagai institusi di Indonesia. Mahasiswa FIKES UMM tersebut diwakili oleh M. Dodik Prastiyo (Mahasiswa Ners 23), Dinda Putri Savira (Mahasiswa Keperawatan 2019), Ragil Efendi (Mahasiswa Keperawatan 2019). Dinda Mengatakan Ide membuat aplikasi ini dikarenakan Indonesia menempati posisi prevalensi tertinggi stunting nomor tiga se-Asia Tenggara. Selain itu, Menurut Dinda Prevalensi balita stunting di Indonesia masih di atas 20%, yang artinya masih jauh dari target WHO yang berada di bawah 20%. Stunting dapat mengakibatkan efek buruk yang bersifat langsung dan jangka panjang, beberapa diantaranya adalah peningkatan morbiditas dan kematian, memburuknya perkembangan anak, peningkatan risiko infeksi dan tertular penyakit di masa depan dan penurunan produktivitas anak, tambahnya Menurut Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, Selaku Dekan FIKES UMM dan juga pakar stunting pada anak mengatakan bahwa stunting merupakan kasus multidimensional yang dapat terjadi pada siapa saja dan dipicu oleh masalah dari segi sosial, lingkungan, dan keluarga. Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya stunting antara lain, kurangnya pengetahuan ibu terhadapkejadian stunting, sanitasi lingkungan yang buruk, serta keterbatasan layanan kesehatan yang memadai. Keterbatasan pengetahuan ibu akan asupan gizi yang cukup dan bervariasi sangat berisiko pada kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan pada anak. Dodik menambahkan bahwa salah satu strategi untuk mencegah atau mengatasi permasalahan stunting berupa aplikasi Hallobunda, dimana aplikasi ini berfokus pada program 1000 hari pertama kehidupan/HPK, dengan dasar penelitian bahwa fokus program 1000 HPK berkontribusi pada 30% penurunan stunting. Apikasi Hallobunda terdapat beberapa fitur diantaranya: Deteksi Dini Tumbuh Kembang, Bunda Sehat, Bunda Pintar dan E-Posyandu.
Spirit Menuju Kampus Internasional, Prodi Fisioterapi FIKES UMM Adakan Seminar 7 Negara

Memperingati merayakan dies natalis prodi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang ke-57 menggelar seminar internasional pada 13-14 November mendatang. Seminar internasional yang melibatkan 7 negara bertemakan “Discovering Recent Approaches In The Field Of Neuroscience And Brain Disorders”. Rakhmad Rosadi, SST, FT, MSc.PT. ketua pelaksana acara tersebut mengatakan 7 negara yang akan ikut andil dalam seminar tersebut selain Indonesia adalah Australia, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Arab Saudi. Tentu tidak ketinggalan Fisioterapis UMM akan mengundang Prof. DR. Muhadjir Effendy, MAP, selaku keynote speaker pada acara seminar nanti. “Dalam seminar yang digagas ini sebagai tambahan informasi saja tidak hanya dari Indonesia, melainkan dari luar negeri pun juga ada seperti dari Malaysia yang baru ini sudah kontak kami dan sampai sekarang ini total sudah 150 orang yang sudah mendaftar menjadi peserta seminar dan tentu harapan kami bisa tembus sampai 300-400,” aku Rakhmad. Rakhmad mengatakan seminar internasional ini menghadirkan delapan speaker selain dari Universitas Muhammadiyah Malang juga berasal dari Flinders University Australia yaitu Emeritus Professor Colin MacDougall, University of Teknologi MARA Malaysia yaitu Professor MD Haidzir Manaf, Yonsei University South Korea yaitu Professor Joshua Sung Hyun You, Chang-Gung University Taiwan yaitu Professor Tsung-Hsun Sean Hsieh, Al Majmaah Riyadh Saudi Arabia yaitu Dr. Faizan Zaffar Kashoo, dan PT. Chiang Mai University Thailand yaitu Araya Rinkai, MS. Tujuan diadakan seminar internasional kali ini, lanjut Rakhmat untuk meng-internasionalkan Prodi Fisioterapi UMM karena ini adalah kegiatan internasional pertama yang melibatkan 7 negara. Selain itu agar Prodi Fisioterapi bisa menunjukan kredibilitas di dunia internasional yang mampu bersaing dengan universitas dari luar negeri. “Tentu harapan kami pada seminar ini nanti para pembicara bisa memberikan sebuah inovasi terutama kepada kami Prodi Fisioterapi selaku penyelenggara dan selain itu juga bisa menjalin kerjasama tentunya antar enam negara tersebut dengan Prodi Fisioterapi UMM sehingga cangkupannya nanti kami bisa membawa nama baik Indonesia lewat UMM ini,” tutur Rakhmad pada sesi akhir pembicaraan. (editor:zq)
Mahasiswa Praktikan Prodi Ners FIKES UMM Dan Perawat UPT RSBL Pasuruan Lakukan Home Visit Klien Eks ODGJ

Mahasiswa praktikan prodi Ners FIKES Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan melakukan home visit pada klien eks Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Jumat (01/10/2021). Hadir dalam kegiatan ini, Kasi Pelayanan Sosial UPT RSBL Pasuruan, pembimbing klien, dan mahasiswa praktikan prodi Ners UMM gelombang 24. Kegiatan home visit dilaksanakan enam tim. Setiap tim terdiri dari pembimbing klien dan mahasiswa praktikan. Ada enam klien yang dikunjungi. Yakni, dua klien bertempat tinggal di Desa Sumber Dawesari, tiga klien di Desa Kedawung Wetan, dan satu klien di Desa Karang Kliwon. Setiap klien dikunjungi oleh 1 tim dari UPT RSBL Pasuruan. Kepala UPT RSBL Pasuruan Sukardi SH MSi melalui Kepala Seksi Pelayanan Sosial UPT RSBL Pasuruan Drs Hanuriyanto mengatakan, home visit merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk mengetahui kondisi klien pasca rehabilitasi, kendala yang dihadapi keluarga dalam merawat eks ODGJ, penerimaan masyarakat sekitar, serta mengetahui akses untuk mendapatkan obat secara rutin maupun kontrol. “Selain evaluasi, melalui kegiatan home visit ini kami juga memberi motivasi pada eks klien,” jelasnya. Sementara, Koordinator Prodi Ners, Syaiful Wahed SKep menyampaikan bahwa dalam kegiatan home visit, selain memberikan evaluasi dan motivasi sosial pada eks klien UPT RSBL Pasuruan, petugas maupun perawat dari prodi Ners UMM juga memberikan asuhan keperawatan pada pasien maupun keluarga sesuai dengan gangguan kejiwaan yang dialami. “Dengan kegiatan asuhan keperawatan ini diharapkan klien mampu merawat dan mengontrol dirinya, sedangkan keluarga mampu merawat keluarga yg mengalami gangguan jiwa,” paparnya. Bapak Chairul Huda Alhusna, M. Kep, Sekprodi Ners UMM menyakatan Kegiatan home visit memberikan penguatan bagi kami sesuai visi dan mis kita yang berbasis komunitas. Kunjungan tersebut memberikan support sistem bagi klien dan keluarga agar klien tidak kambuh lagi dan terkontrol.
Cara Mengatasi Keterbatasan Gerak Pada Lansia Di Masa Pandemi
Seminar nasional yang delenggarakan oleh Prodi Fisioterapi FIKES UMM mengangkat tema tentang kesehatan fisik pada lansia pada masa pandemi. Gangguan yang difokuskan dalam pembahasan tentang masalah rentang gerak yang menjadi problem pada masa covid 19. Seminar ini di laksanakan secara daring yang dihadiri oleh mahasiswa dan praktisi fisioterapis dari hampir seluruh daerah di indonesia. Nungki Marlian Yuliadarwati SST.Ft., M.Kes, Dosen Fisioterapi FIKES UMM menyatakan bahwa covid 19 sangat berdampak pada kesehatan lansia. Masa pandemi ini mobilitas yang terbatas pada lansia, menambah kesulitan lansia dalam mengakses layanan dasar seperti, layanan kesehatan. Selain itu, Lebih dari 80% lansia tidak memiliki akses ke bantuan pendapatan minimal/pension/ rentan terhadap guncangan ekonomi. Dan juga, berpotensi mengalami peningkatan depresi, ketakutan dan perasaan tidak berdaya. “Guna meingkatkan kebugaran fisik pada lansia harus dilakukan beberapa upaya antara lain, asupan kalori dan protein cukup, serta suplementasi gizi, olahraga ringan. Kemudian, pelayanan Berbasis Rumah/ Home Care dan berbasis telehealth/TelePhysio dapat diupayakan oleh tenaga fisioterapis”, tambahnya “Untuk mengatasi berbagai keterbatasan gerak pada lansia bisa kita ajarkan relaksasi otot progresif (ROP) dan senam tai chi. Latihan ROP ini dapat membuat rileks maksimal dan juga perbaikan kualitas tidur lansia. Sedangkan Tai Chi, Pelaksanaan tai chi memicu peningkatan metabolisme dan membantu jantung memompa lebih maksimal, selain itu, pola napas dalam dan teratur dari tai chi akan meningkatkan saturasi oksigen pada tubuh” terangnya. (editor: zq)
Ners FIKES UMM dan UPT RSBL Pasuruan Bekerjasama Lakukan Pemeriksaan Fisik dan Rawat Luka Klien

Mahasiswa Ners FIKES UMM dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan melakukan pemeriksaan fisik dan merawat luka klien. Kegiatan yang berlangsung di aula selatan UPT RSBL Pasuruan ini terdapat kerjasama yang sinergis antara mahasiswa praktikan dari Prodi Ners gelombang 24 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan juga UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan. Hadir dalam kesempatan ini, Kepala UPT RSBL Pasuruan, Kasi Yansos UPT RSBL Pasuruan, dan pembimbing klien. Kepala UPT RSBL Pasuruan Sukardi SH MSi mengatakan bahwa kegiatan pemeriksaan fisik dan perawatan luka menjadi kegiatan rutin di UPT. “Kegiatan ini kami lakukan sebagai kontrol dan pemantauan perkembangan kesehatan fisik dan rawat luka klien, sehingga layanan kesehatan fisik klien terpenuhi dengan baik,” ujarnya. Kegiatan pemeriksaan fisik ini diikuti 120 klien yang terdiri dari 76 klien laki-laki dan 44 klien perempuan. Pemeriksaan meliputi timbang badan, tensi, nadi, respirasi, suhu, saturasi dan perawatan luka. “Dalam pemeriksaan ditemukan banyak klien yang mengalami scabies dan ada 1 klien luka gangren di bagian kaki karena memiliki riwayat diabetes melitus,” jelas Sukardi. Sementara, Koordinator Prodi Ners, Luthfan Yangga Handika S. Kep menuturkan, pemeriksaan fisik ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan fisik saat ini dan merawat luka klien agar tidak terjadi infeksi yang berbahaya. “Pemeriksaan dan perawatan luka berjalan lancar dan semua klien kooperatif mengikuti kegiatan tersebut,” pungkasnya. Anggraini Dwi Kurnia, Ketua Prodi Ners menambahkan bahwa kerjasama ini sangatlah bagus dalam mengasah skill dari mahasiswa profesi ners. Skill yang mumpuni membuat mahasiswa siap menghadapi dunia kerja. Harapan kami ke depannya kegiatan ini selalu kontinyu karena memiliki trend yang positif.
Pesmaba FIKES UMM, Mengusung Tema “New Hope For The Leader”

Pesmaba FIKES UMM tahun ini mengusung tema “new hope for the leader“. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring dan juga kanal daring. Acara diselenggarakan selama 3 hari dimulai sejak hari ini (23 September 2021) sampai dengan 2 hari ke depan. Yuvarmadion, Selaku Ketua BEM mengatakan Pesmaba kali ini ingin menggembleng para maba untuk menjadi leader di masa depan. Mereka akan dibekali terutama dalam bekerja sama dalam tim atau berkolaborasi antar profesi. FIKES UMM memiliki tiga program studi, S1 Keperawatan, S1 Farmasi dan S1 Fisioterapi. Sehingga, iklim kolaborasi tersebut akan dibawa nanti pada saat bekerja dalam mengelola pasien. Faqih Ruhyanudin, Dekan FIKES UMM, menambahkan bahwa salah satu tujuan diadakannya Pesmaba di FIKES UMM ini adalah agar mahasiswa baru dapat belajar belajar komunikasi dan berkolaborasi. Komunikasi merupakan modal dasar menjadi pemimpin untuk menjalin kerjasama dan mempesuasi. Kemudian, bekal kolaborasi membentuk tim yang solid dala bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama. Dan juga Pesmaba bertujuan untuk pengembangan diri baik secara intelekstual dan spiritual. Sehingga, Maba FIKES UMM diharapkan dapat bersaing dalam dunia kerja dan unggul dibandingkan lulusan universitas lainnya. “Seperti halnya upaya yang telah dilakukan Universitas dan Fakultas, bahwa UMM saat ini merupakan universitas swasta terbaik sejatim 15x berturut. Sedangkan, FIKES UMM rata-rata program studinya memiliki akreditasi memuaskan. Akreditasi diharapkan kedepannya terakreditasi unggul. selain itu, UMM memimiliki slogan “UMM PASTI“, pasti lulus tepat waktu dan pasti kerja. Misi FIKES UMM 3 tahun ke depan adalah berkompetisi di tingkat global dan internasional” tambahnya. Siti Rofida, Wakil Dekan 1 mengatakan bahwa Mahasiswa FIKES UMM berpeluang sangat tinggi untuk bersaing di kancah internasional. Kami memiliki program student exchange setiap tahunnya. Terdapat beberapa mahasiswa kami yang sudah pernah student exchange diluar negeri, seperti Eropa, Singapura, Jepang, Thailand dan Taiwan. Semua itu melalui beasiswa yang diselanggarakan oleh UMM dan juga FIKES UMM. (editor:zq)
Mahasiswa Diploma 3 FIKES UMM Ciptakan Gelang Aromaterapi Untuk Mencegah Henti Nafas Pada Bayi Prematur

Mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovasi (PKM-KI). Koordinator tim PKM-KI D3 ini Rahayu Nugraheni mengungkapkan inovasi karya PKM-KI mahasiswanya berupa gelang aromaterapi. Seperti apa gelang dimaksud? Rahayu menyebutkan gelang aromaterapi tersebut mendapatkan pendanaan Kemendikbudristek senilai Rp 9 Juta, untuk mewujudkan karya inovatif berjudul Pembuatan Gelang Aromaterapi Vanilla Pada Perawatan Bayi Premature. Jika seorang memakai gelang aromaterapi ini akan langsung merasakan manfaat gelang tersebut. Manfaat gelang ini, kata Rahayu, sangat multifungsi seperti membantu masalah henti nafas, nyeri, tidur, dan saturasi oksigen pada perawatan bayi premature karena bayi prematur sendiri memang memiliki pravelensi yang besar mengalami henti nafas/apnea. Rahayu mengungkapkan ide pembutan karya inovatif ini berasal dari salah satu jurnal ilmiah. Dimana jurnal tersebut membahas tentang manfaat aromaterapi vanilla dalam membantu permasalahan henti nafas dan saturasi oksigen. Lalu dikembangkan lagi dengan menggunakan jurnal lain yang membahas terkait manfaat aroma vanilla dalam mengatasi nyeri dan permasalahn tidur. Dari kedua jurnal tersebut dikembangkanlah menjadi produk gelang, sebab yang tercantum dalam jurnal tersebut hanya berupa kapas yang ditetesi aromaterapi vanilla. Lebih lanjut, Rahayu mahasiswa keperawatan asal Lumajang ini menjelaskan dalam pembuatan gelang kali ini kelompoknya mengembangkan ide lewat gelang supaya posisi aromaterapi dapat menetap dan tidak berpindah pindah atau bahkan terbuang. Produk gelangnya dibuat dari silicon sehingga halus dan aman untuk kulit bagi bayi premature. Harapannya, tandas Rahayu, mungkin bisa diperdalam lagi, dari segi efektifitas dan dosis. Mana saja bagian bagian yang perlu diperbaiki sehingga nantinya efektifitasnya maksimal dan bisa bermanfaat bagi banyak orang. Terutama bagi perawat dan orang tua, karena beban kerja perawat tinggi dan tidak hanya 1 bayi saja yang dirawat. Sedangkan dari segi komersialisasi, tambah Rahayu, jika memang bisa dikomersilkan bisa membantu orang tua dengan bayi prematur untuk bisa memberikan terapi nonfarmakologi secara mandiri di rumah setelah bayi pulang dari rumah sakit.
Mahasiswa D3 Keperawatan FIKES UMM Ciptakan Aplikasi Bimbing Belajar Bagi Perawat

Tiga mahasiswa program studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek pada Pekan Ilmiah Mahasiswa tingkat nasional dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dengan judul Aplikasi Bimbing Belajar Berbasis Online Untuk Persiapan Uji Kompetensi Perawat. Reni Ilmiasih, M.Kep, Sp. Kep.An dosen pembimbing dari tim PKM D3 Keperawatan yang diketuai Nurul Izza, beranggotakan Rahayu Nugrahani dan Elvira Putri ini menjelaskan bahwa latar belakang pengadaan aplikasi bimbing belajar uji kompetensi perawat didasari karena data nasional terlihat bahwa tingkat kelulusan mahasiswa keperawatan dalam uji kompetensi masih fluktuatif. “Jadi mahasiswa kami membuat tiga aplikasi bimbing belajar berbasis online untuk persiapan uji kompetensi perawat dikarenakan menurut mereka ada 2 macam yaitu Vignet dan Time, untuk masalah Vignet ini mahasiswa keperawatan sendiri belum terbiasa menganalisis tipe soal yang panjang dan untuk Time manajemen waktunya yang kurang baik. Nah melalui aplikasi bimbing belajar ini memudahkan mahasiswa yang akan menempuh ujian kompetensi perawat,” ujar Reni, kemarin. Lebih lanjut Reni menjelaskan ketiga aplikasi tersebut berbagai macam kelebihannya. Mulai dari aplikasi SIMUKOM dan UKOM D3 Perawat ini sama yaitu bisa diakses sewaktu-waktu lalu ada pembahasan soal dan gratis. Selain itu, aplikasi Nation ini juga dapat diakses setiap saat, terdapat fitur latihan soal per departemen, terdapat pembahasan soal, terdapat video penyampaian materi per departemen, fitur tanya jawab, dan juga fitur try out khusus pengguna premium. “Dari tiga aplikasi itu tentu masih ada kekurangannya seperti aplikasi SIMUKOM ini tidak ada fitur penyampaian materi dan pengguna tidak bisa mengajukan pertanyaan. Seletah itu UKOM D3 Perawat hanya terdapat fitur try out dengan dua tipe soal saja dan yang terakhir NATION ini masih belum tersedia di playstore,” ungkap Reni. Reni mengatakan dalam pengembangan teknologi yang dilakukan mahasiswanya ini perlu adanya pengumpulan update soal keperawatan untuk aplikasi, lalu memperluas jangkauan promosi produk dan juga evaluasi dan pengembangan aplikasi. Meski begitu diharapkan kegiatan mahasiswanya ini bisa menjadi motivasi untuk mahasiswa lain dalam pengajuan proposal PKM karena ini termasuk bagian dari prestasi mahasiswa untuk menunjang output terutama penilaian kepada Prodi Keperawatan.
Ners FIKES UMM Siap Dilepas Praktik Di Berbagai RS DI Jatim

Ners FIKES UMM akan menjalani masa praktik profesi di berbagai Rumah Sakit Di Jatim. Mahasiswa Ners akan menjalani masa profesi kurang lebih selama 1 tahun penuh. Hari ini mereka dilakukan sumpah Ners Muda dan penyematan pin nametage dalam acara “Capping Day Ners Angkatan 24” (10 September 2021). Anggraini Dwi Kurnia, MNS, Selaku Kaprodi Ners mengatakan, Dimasa pandemik ini semua institusi kesehatan sulit untuk melakukan praktik klinik di RS. Namun, dikarenakan UMM, memiliki jejaring dan MOU di berbagai RS, sehingga mahasiswa Ners diperbolehkan praktik klinik, disaat hampir semua institusi tidak diperkenankan praktik. Disamping itu, Hasil evaluasi diberbagai RS menunjukkan bahwa mahasiswa Ners UMM sangat bosa diandalkan dalam mengelola dan merawat pasien. “Oleh sebab itu, Mahasiswa perlu memanfaatkan momentum yang berharga ini. Hal ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam mengasah skillnya dan juga mempertajam analisis klinisnya, yang diharapkan dapat berguna saat ujian kompetensi nasional serta bekal saat bekerja nanti” imbuhnya. Penyematan PIN oleh Dekan dan Kaprodi Ners Faqih Ruhyanudin, M. Kep., Sp. Kep. MB, Selaku Dekan FIKES UMM, menambahkan bahwa Selain kepercayaan pengguna kita terutama di RS, yang perlu Ners UMM angkatan 24 banggakan adalah Ners UMM merupakan prodi yang terakreditasi “A”. Dimana, Program Studi Ners yang terkareditasi “A ” Sejawa Timur hanya ada 5 Institusi dari 360 Institusi. “Oleh sebab itu, Kita akan selalu mengupayakan untuk menjaga kualitas dari institusi ini, dan harapannya menjadi predikat “unggul” tambahnya. (editor: ZQ)
Klinik Fisioterapi FIKES UMM Menjadi Tempat Terapi Bek AREMA FC, Diego Michiels

Malang- Klinik Fisioterapi FIKES UMM menjadi rujukan terapi fisioterapi fisik salah satu pemain utama AREMA FC, Diego Michiels. Pada saat terapi, pemain bek kanan Arema FC tersebut di dampingi oleh Reta Arroyan S.Kes sebagai Fisioterapis klub. Lokasi klinik fisioterapis itu berada Jalan Bandung, tepatnya di Area Kampus 1 UMM. Menurut Dimas Sondang Irawan SST. FT, M. Fis, selaku dosen dan juga terapis fisioterapi profesional, Diego Michiels datang ke klinik kami untuk menjalani treatment cidera. Pasien datang dengan keluhan area pinggang terasa stiffness atau kekakuan hingga otot hamstring sebelah kiri, ketika posisi membungkuk otot terasa ketarik/sakit dan bertambah sakit ketika setelah aktivitas olahraga. Oleh sebab itu, kami lakukan terapi modalitas TENS (Transcutaneus Elektrical Nerve Stimulation) untuk mengurangi nyeri pada pinggang. Selain itu, Pasien juga diberikan terapi US (Ultrasound) untuk mengurangi radang pada area yang cedera. Dan juga terapi ESWT (Extracorporeal Shock Wave Therapy) pada otot hamstringnya. Terapi ESWT tersebut bertujuan untuk menghilangkan nyeri dan merileksasi otot yang kaku dengan menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh, Tambah Pak Dimas, nama akrabnya. Boby Mardi Wihatma Amd. Ft, yang juga sebagai terapis fisioterapi profesional, menambahkan bahwa tindakan ESWT biasanya dilakukan untuk menangani nyeri kronik pada sistem musculoskeletal/otot. Terapi penutup yang diberikan pada Bek Arema itu berupa traksi lumbal. Terapi tersebut merupakan teknik terapi yang menggunakan tenaga mekanik ataupun manual dengan cara kerja melonggarkan sendi dan jaringan lunak. Hal itu bertujuan untuk mengulur jaringan lunak, merelaksasi otot serta mobilisasi persendian. Diego Michiels Menjalani Terapi Traksi Lumbal Diego Michiels mengatakan sehari setelah menjalani serangkaian treatment dari klinik fisioterapi FIKES UMM, “saya merasakan pinggang lebih ringan dan setelah aktivitas olahraga sudah tidak terlalu merasakan nyeri” Kita memang mencari tempat terapi yang mempunyai fasilitas lengkap dan pelayanan yang profesional. Jadi pilihan kita langsung ke Klinik UMM Physio Center, Tambahnya. (Editor:ZQ)