Yudisium Periode II FIKES UMM: Siapkan Lulusan Menjadi Tenaga Kesehatan Profesional yang Humanis dan Adaptif
Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menyelenggarakan Yudisium Periode II Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana mereka. Yudisium tidak hanya menjadi tanda kelulusan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajang refleksi sebelum lulusan memasuki dunia kerja dan profesi kesehatan. Suasana haru terlihat saat mahasiswa, dosen, dan keluarga bersama-sama merayakan pencapaian tersebut. Pada kesempatan ini, pimpinan universitas dan fakultas memberikan berbagai pesan penting. Pesan tersebut berkaitan dengan tantangan dunia kesehatan yang terus berubah serta pentingnya melanjutkan pendidikan profesi. Teknologi Maju, Tetapi Empati Tetap Utama Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menjelaskan bahwa dunia kesehatan saat ini berkembang sangat cepat. Berbagai inovasi hadir untuk membantu pelayanan kesehatan. Contohnya adalah telemedis, kecerdasan buatan (AI), dan sistem kesehatan digital. Namun demikian, menurutnya teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia sepenuhnya. Tenaga kesehatan tetap membutuhkan empati, etika, dan kemampuan memahami kondisi pasien secara menyeluruh. “Teknologi dapat membantu pekerjaan tenaga kesehatan. Akan tetapi, teknologi tidak bisa menggantikan sentuhan kemanusiaan dalam pelayanan,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan yang mampu mendengar, memahami, dan mendampingi pasien. Oleh karena itu, lulusan FIKES UMM harus mampu memadukan kemampuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan. Pentingnya Melanjutkan Pendidikan Profesi Dalam sambutannya, Dekan FIKES UMM juga mengingatkan bahwa gelar sarjana merupakan langkah awal. Untuk menjadi tenaga kesehatan profesional, lulusan perlu melanjutkan pendidikan profesi sesuai bidang masing-masing. Lebih lanjut, ia mengimbau para lulusan agar segera menempuh pendidikan profesi dan memperoleh izin praktik. Hal tersebut penting agar mereka dapat diakui secara resmi sebagai tenaga kesehatan profesional. “Gelar sarjana belum cukup untuk menjalankan praktik profesional. Karena itu, lulusan perlu melanjutkan ke pendidikan profesi dan memperoleh izin sesuai bidangnya,” jelasnya. Pesan tersebut ditujukan kepada lulusan yang akan menempuh pendidikan profesi Perawat, Apoteker, maupun Fisioterapis. Dengan demikian, mereka dapat memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas. Kelulusan sebagai “Kelahiran Ideologis” Sementara itu, Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., mengajak para lulusan untuk memaknai kelulusan secara lebih luas. Menurutnya, lulus dari UMM merupakan sebuah “kelahiran ideologis”. Artinya, lulusan tidak hanya membawa ijazah. Mereka juga membawa nilai, karakter, dan tanggung jawab sosial yang diperoleh selama masa studi. “Lulusan UMM harus menjadi pribadi yang terus belajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Selain itu, Prof. Akhsanul menjelaskan bahwa dunia saat ini berubah dengan sangat cepat. Perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan masyarakat terus bergerak dinamis. Karena itu, lulusan harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Menurutnya, kemampuan beradaptasi akan menjadi salah satu kunci keberhasilan di masa depan. Oleh sebab itu, alumni perlu terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka. UMM Dorong Lulusan Menempuh Pendidikan Lanjut Pada kesempatan yang sama, Prof. Akhsanul menyampaikan bahwa UMM terus mengembangkan berbagai program pendidikan. Salah satu rencana yang sedang dipersiapkan adalah pembukaan program magister di berbagai bidang strategis. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi alumni untuk melanjutkan studi. Dengan begitu, mereka dapat memperkuat kompetensi akademik maupun profesional. Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan selama empat tahun kuliah merupakan bekal awal menuju kehidupan profesional. Oleh karena itu, lulusan perlu melanjutkan pendidikan profesi agar memiliki kompetensi yang lebih lengkap. “Perjalanan akademik ini adalah persiapan menuju dunia kerja. Selanjutnya, mahasiswa perlu meraih gelar profesi agar siap melayani masyarakat secara optimal,” tuturnya. Mencetak Lulusan yang Inovatif dan Kompetitif Di sisi lain, UMM memiliki komitmen untuk mencetak lulusan yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Universitas ingin melahirkan generasi yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat. Karena itu, mahasiswa didorong untuk memiliki semangat inovasi, kreativitas, dan kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Selain kompetitif, alumni juga diharapkan tetap memiliki kepedulian sosial. Dengan demikian, mereka dapat menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Siap Menjadi Agen Perubahan di Bidang Kesehatan Yudisium Periode II Tahun 2026 menjadi bukti keberhasilan FIKES UMM dalam menyiapkan lulusan yang berkualitas. Selama masa studi, mahasiswa telah melewati berbagai proses pembelajaran, praktik klinik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai hasilnya, para lulusan kini memiliki bekal untuk memasuki dunia profesional. Mereka diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan. Akhirnya, melalui momentum yudisium ini, FIKES UMM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul, profesional, dan berintegritas. Para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lecture Exchange UMM–USM Malaysia Perkuat Wawasan Global Mahasiswa FIKES UMM dalam Manajemen dan Pelayanan Kesehatan
Malang – Upaya internasionalisasi pendidikan yang dilakukan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berkembang melalui berbagai program kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi luar negeri. Salah satu program yang mendapat perhatian besar adalah kegiatan Lecture Exchange antara Program Studi Keperawatan UMM dan universitas mitra di Malaysia. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar langsung dari akademisi internasional yang memiliki pengalaman luas dalam bidang manajemen keperawatan, pelayanan kesehatan, dan praktik klinis berbasis bukti. Program ini menjadi bagian dari komitmen FIKES UMM dalam menghadirkan pengalaman belajar global tanpa harus meninggalkan kampus. Kehadiran dosen internasional memberikan perspektif baru mengenai berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa kerja sama internasional memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. “Mahasiswa perlu memperoleh wawasan global agar mampu memahami perkembangan ilmu kesehatan secara lebih luas. Program seperti lecture exchange memungkinkan mahasiswa belajar langsung dari para ahli yang memiliki pengalaman internasional,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh materi akademik, tetapi juga berdiskusi mengenai sistem pelayanan kesehatan, tantangan profesi kesehatan, hingga berbagai inovasi yang diterapkan di negara lain. Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, menjelaskan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu strategi utama fakultas dalam meningkatkan daya saing lulusan. “Kami ingin mahasiswa terbiasa berinteraksi dengan lingkungan akademik internasional sehingga mereka memiliki kesiapan untuk berkompetisi pada tingkat global,” katanya. Melalui berbagai program kerja sama yang terus berkembang, FIKES UMM berharap dapat memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman internasional sekaligus memperkuat reputasi akademik di tingkat regional dan global.
FIKES UMM Dorong Mahasiswa Tampil di Panggung Internasional, Tim Mahasiswa Raih Prestasi pada Kompetisi di Thailand
Malang – Komitmen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mencetak lulusan berdaya saing global kembali menunjukkan hasil yang membanggakan. Mahasiswa dari lingkungan FIKES UMM berhasil menorehkan prestasi dalam ajang kompetisi internasional yang diselenggarakan di Thailand, sekaligus memperkuat eksistensi mahasiswa Indonesia pada forum akademik tingkat dunia. Keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai kompetisi internasional menjadi bagian dari strategi besar FIKES UMM untuk meningkatkan kualitas lulusan melalui pengalaman akademik lintas negara. Tidak hanya berkompetisi, mahasiswa juga memperoleh kesempatan membangun jejaring global, bertukar gagasan dengan peserta dari berbagai negara, serta memperkenalkan inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa yang berhasil membawa nama baik universitas dan Indonesia pada tingkat internasional. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIKES UMM memiliki kapasitas untuk bersaing secara global. Yang terpenting bukan hanya penghargaan yang diraih, tetapi bagaimana mahasiswa memperoleh pengalaman internasional yang akan memperkaya wawasan dan kompetensi mereka,” ujarnya. Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi internasional menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri mahasiswa untuk tampil pada forum global. Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami berbagai pendekatan inovatif yang dikembangkan oleh perguruan tinggi lain di dunia. Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa fakultas terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan internasional. “Mahasiswa harus diberikan ruang untuk berkembang dan menunjukkan potensinya. Kompetisi internasional menjadi salah satu sarana yang efektif untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman akademik mereka,” jelasnya. Keberhasilan mahasiswa pada ajang internasional di Thailand menjadi bukti bahwa proses pembinaan akademik, penelitian, dan kemahasiswaan yang dilakukan FIKES UMM berjalan secara efektif. Prestasi tersebut juga semakin memperkuat posisi FIKES UMM sebagai fakultas yang aktif mendorong internasionalisasi pendidikan kesehatan.
FIKES UMM Perkuat Peran Dosen sebagai Inovator Kesehatan melalui Pengembangan SDM Berkelanjutan
Malang – Kualitas sebuah institusi pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menggerakkannya. Menyadari hal tersebut, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat pengembangan kapasitas dosen sebagai bagian dari strategi meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai fakultas yang menaungi Program Studi Keperawatan, Farmasi, dan Fisioterapi, FIKES UMM menempatkan pengembangan SDM sebagai salah satu prioritas utama. Berbagai program peningkatan kompetensi dosen terus dilakukan, mulai dari studi lanjut doktoral, sertifikasi profesi, pelatihan akademik, penelitian kolaboratif internasional, hingga penguatan kapasitas publikasi ilmiah. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa dosen memiliki peran sentral dalam membentuk kualitas lulusan dan arah perkembangan institusi. “Dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga peneliti, inovator, mentor, dan agen perubahan. Karena itu, pengembangan kompetensi dosen menjadi investasi strategis yang akan memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan fakultas,” ujarnya. Menurutnya, peningkatan kualitas dosen akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pembelajaran yang diterima mahasiswa, produktivitas penelitian, serta kontribusi institusi dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menjelaskan bahwa penguatan SDM dilakukan secara berkelanjutan dan terencana. “Kami mendorong dosen untuk terus berkembang melalui pendidikan lanjutan, pelatihan profesional, dan berbagai kegiatan akademik yang mampu meningkatkan kompetensi mereka. Pengembangan SDM merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas institusi,” jelasnya. Ke depan, FIKES UMM berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor dan profesor, memperluas jejaring akademik internasional, serta memperkuat budaya akademik yang produktif dan inovatif.