Dorong Tata Kelola Akademik Berkualitas, FIKES UMM Gelar BIMTEK Sistem TA SAMANTA

Malang – Upaya peningkatan mutu akademik terus dilakukan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Sistem Tugas Akhir (TA) SAMANTA yang diikuti oleh berbagai unsur penting dalam pengelolaan akademik fakultas. Kegiatan yang berlangsung di Ruang ICMI Kampus 2 ini menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan tugas akhir mahasiswa secara sistematis dan terstandar. Wakil Dekan I FIKES UMM, Sendi Lia Yunita, dalam keterangannya menekankan bahwa kualitas lulusan sangat dipengaruhi oleh kualitas proses akademik, termasuk dalam penyelesaian tugas akhir. “Tugas akhir adalah representasi kompetensi mahasiswa. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, sistematis, dan berbasis sistem yang terintegrasi seperti SAMANTA,” jelasnya. Ia juga menyoroti bahwa selama ini tantangan dalam pengelolaan tugas akhir tidak hanya terletak pada mahasiswa, tetapi juga pada sistem yang belum sepenuhnya terintegrasi. Dengan hadirnya SAMANTA, diharapkan seluruh proses dapat berjalan lebih tertib, terkontrol, dan memiliki jejak digital yang jelas. BIMTEK ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun kesadaran bersama tentang pentingnya standar mutu dalam setiap tahapan akademik. Peserta diajak untuk memahami bagaimana sistem ini dapat mendukung monitoring progres mahasiswa, meningkatkan komunikasi antara dosen dan mahasiswa, serta meminimalisir potensi kesalahan administratif. Diskusi yang berlangsung selama kegiatan juga mengungkap berbagai praktik baik (best practices) yang dapat diadopsi oleh masing-masing program studi. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri karena peserta tidak hanya belajar dari pemateri, tetapi juga dari pengalaman kolektif yang ada. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FIKES UMM berharap mampu menciptakan sistem pengelolaan tugas akhir yang lebih efektif dan berorientasi pada mutu. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung standar penjaminan mutu internal universitas. Ke depan, implementasi SAMANTA diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan oleh FIKES UMM.
FIKES UMM Perkuat Transformasi Digital melalui BIMTEK Sistem TA SAMANTA

Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik berbasis digital melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Sistem Tugas Akhir (TA) SAMANTA yang dilaksanakan pada Selasa (13/04) di Ruang ICMI Kampus 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow universitas dalam rangka memastikan seluruh fakultas mampu mengimplementasikan sistem SAMANTA secara optimal. Sistem ini dirancang untuk mendukung pengelolaan tugas akhir mahasiswa secara terintegrasi, transparan, dan efisien, mulai dari pengajuan judul hingga proses bimbingan dan penilaian. Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakil Dekan I FIKES UMM, Sendi Lia Yunita, yang menegaskan pentingnya adaptasi terhadap sistem digital sebagai bagian dari tuntutan pendidikan tinggi modern. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan SAMANTA, kita tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga memastikan proses akademik berjalan lebih akuntabel dan terdokumentasi dengan baik,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa sistem ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), di mana setiap proses akademik harus terukur dan terintegrasi dengan capaian pembelajaran. Peserta BIMTEK yang terdiri dari pimpinan fakultas, kaprodi, tenaga kependidikan, serta koordinator tugas akhir tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka diberikan pemahaman teknis terkait penggunaan sistem, alur kerja, serta troubleshooting yang mungkin terjadi dalam implementasi di tingkat program studi. Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi interaktif antar peserta. Berbagai tantangan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan tugas akhir, seperti keterlambatan bimbingan, dokumentasi yang tidak terpusat, hingga kendala komunikasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing, menjadi topik yang dibahas secara konstruktif. Melalui BIMTEK ini, FIKES UMM berharap seluruh sivitas akademika mampu mengoptimalkan penggunaan SAMANTA sebagai bagian dari budaya kerja baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan langkah ini, FIKES UMM semakin mempertegas posisinya sebagai fakultas yang responsif terhadap perubahan dan berkomitmen pada peningkatan mutu pendidikan berbasis digital.
Perkuat Mutu Pendidikan Kesehatan, FIKES UMM Jadi Rujukan Benchmarking FIKES UMTAS

Malang – FIKES Universitas Muhammadiyah Malang kembali menunjukkan perannya sebagai institusi rujukan dalam pengembangan pendidikan kesehatan dengan menerima kunjungan benchmarking dari FIKES Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS). Kunjungan ini difokuskan pada penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu, serta manajemen laboratorium pendidikan. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh diskusi konstruktif, di mana kedua institusi saling berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan pendidikan kesehatan di era global. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa implementasi OBE di Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners telah melalui proses panjang dan evaluasi berkelanjutan. “Kami tidak hanya menyusun kurikulum berbasis OBE, tetapi juga memastikan seluruh perangkat pendukungnya berjalan optimal, mulai dari RPS, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen yang selaras dengan capaian pembelajaran lulusan,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya penjaminan mutu sebagai fondasi utama dalam menjaga konsistensi kualitas pendidikan. Menurutnya, sistem penjaminan mutu di FIKES UMM dirancang secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk dosen, mahasiswa, dan mitra klinik. Sementara itu, Dekan FIKES UMTAS, Asep Setiawan, M.Kep., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas institusinya. “Kami ingin belajar langsung dari praktik terbaik yang sudah berjalan. FIKES UMM memberikan gambaran nyata bagaimana kurikulum OBE dapat diimplementasikan secara efektif dan terukur,” ungkapnya. Salah satu aspek yang menarik perhatian rombongan adalah pengelolaan laboratorium di FIKES UMM. Laboratorium tidak hanya berfungsi sebagai tempat praktik, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran berbasis simulasi yang mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa secara komprehensif. Diskusi juga mencakup bagaimana integrasi antara teori, praktik, dan evaluasi dilakukan secara sistematis sehingga mahasiswa memiliki kesiapan klinis yang tinggi. Hal ini dinilai sangat relevan dalam menjawab tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks. Melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan terjadi transfer knowledge yang efektif serta terbentuknya jejaring kerja sama yang lebih luas antar perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam bidang kesehatan. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar institusi merupakan kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. Dengan saling belajar dan berbagi, diharapkan kualitas lulusan tenaga kesehatan Indonesia semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat global.
Kolaborasi Strategis, FIKES UMTAS Pelajari Implementasi Kurikulum OBE di FIKES UMM

Malang – Upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi kesehatan terus dilakukan melalui kolaborasi antar institusi. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) melakukan kunjungan benchmarking ke FIKES Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam rangka mempelajari implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sistem penjaminan mutu, serta pengelolaan laboratorium pendidikan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan keperawatan, khususnya pada Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners yang telah lebih dahulu mengimplementasikan kurikulum OBE secara sistematis di FIKES UMM. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penerapan kurikulum OBE bukan sekadar perubahan administratif, melainkan transformasi paradigma pendidikan yang berfokus pada capaian kompetensi lulusan. “OBE menuntut kami untuk memastikan bahwa setiap proses pembelajaran benar-benar terukur dan berorientasi pada outcome. Tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga keterampilan klinis, sikap profesional, dan kesiapan kerja lulusan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan implementasi OBE di FIKES UMM tidak terlepas dari sinergi antara kurikulum, sistem evaluasi, serta dukungan fasilitas laboratorium yang representatif. Laboratorium keperawatan di FIKES UMM dirancang menyerupai setting klinis nyata sehingga mahasiswa dapat mengasah kompetensi secara optimal sebelum terjun ke lahan praktik. Sementara itu, Dekan FIKES UMTAS, Asep Setiawan, M.Kep., menyampaikan apresiasi atas keterbukaan FIKES UMM dalam berbagi pengalaman. “Kami melihat FIKES UMM memiliki sistem yang sangat terstruktur, mulai dari penyusunan kurikulum OBE, implementasi pembelajaran, hingga evaluasi berbasis capaian. Ini menjadi referensi penting bagi kami untuk mengembangkan sistem yang lebih adaptif dan berkualitas di UMTAS,” ujarnya. Dalam sesi diskusi, rombongan FIKES UMTAS juga mendalami sistem penjaminan mutu internal yang diterapkan di FIKES UMM. Sistem ini mencakup monitoring pembelajaran, evaluasi capaian lulusan, serta siklus perbaikan berkelanjutan (continuous quality improvement) yang menjadi kunci dalam menjaga standar pendidikan. Selain itu, pengelolaan laboratorium menjadi salah satu fokus utama benchmarking. FIKES UMM dinilai berhasil mengintegrasikan laboratorium sebagai bagian penting dalam kurikulum, bukan sekadar fasilitas pendukung. Penggunaan teknologi, simulasi klinik, serta standar operasional yang jelas menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran praktikum. Kegiatan benchmarking ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan antar institusi, termasuk dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, kedua institusi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan di Indonesia, sehingga mampu menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global.