Dosen Keperawatan FIKES UMM Raih Penghargaan “Best Poster Presentation Award” di Konferensi Internasional
Malang, 21 Agustus 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh akademisi Indonesia di kancah internasional. Sunardi, M. Kep dosen keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil meraih penghargaan Best Poster Presentation Award dalam ajang bergengsi 1st International Conference, Exhibition, & Innovation on Public Health & International Community Services (ICEPH-CS) yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, pada 19–20 Agustus 2025. Poster yang dipresentasikan Sunardi mengangkat judul “Using Storyboard to Enhance Students’ Writing Skills About Healthiness”. Inovasi ini memanfaatkan metode storyboard sebagai media kreatif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan fokus pada topik kesehatan. Melalui pendekatan ini, Sunardi menekankan pentingnya literasi kesehatan sejak dini, agar generasi muda tidak hanya terampil menulis tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap gaya hidup sehat. “Penggunaan storyboard terbukti mampu memudahkan siswa dalam menuangkan ide secara runtut, kreatif, dan menarik. Dengan visualisasi cerita, siswa lebih terdorong untuk mengaitkan pengalaman pribadi dengan konsep kesehatan yang dipelajari,” jelas Sunardi dalam paparannya di hadapan para akademisi dari berbagai negara. Konferensi internasional ini menjadi wadah penting bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk berbagi inovasi, penelitian, dan solusi dalam bidang kesehatan masyarakat serta pengabdian internasional. Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadikan forum ini semakin kaya dengan perspektif global. Keberhasilan Sunardi memperoleh penghargaan internasional ini tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Universitas Muhammadiyah Malang dan Indonesia. Dekan Fakultas Kesehatan UMM, Dr. Apt. Hidajah Rachmawati, S.Si, Sp, FRS, turut memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. “Prestasi ini menunjukkan bahwa dosen FIKES UMM mampu bersaing secara internasional dengan karya inovatif yang memberi dampak nyata bagi dunia pendidikan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya. Selain UMM, acara ini juga didukung oleh berbagai universitas dan lembaga strategis, di antaranya Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universiti Malaysia Sabah, serta beberapa mitra dari sektor kesehatan dan pemerintahan di Malaysia. Penghargaan “Best Poster Presentation Award” ini diharapkan menjadi motivasi bagi para akademisi dan mahasiswa di Indonesia untuk terus berinovasi dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Sunardi sendiri berkomitmen untuk mengembangkan riset lebih lanjut terkait efektivitas metode storyboard dalam berbagai konteks pembelajaran, khususnya untuk meningkatkan health literacy di kalangan remaja. “Ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus mengembangkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegas Sunardi menutup wawancaranya. Dengan diraihnya penghargaan ini, Universitas Muhammadiyah Malang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam inovasi pendidikan dan kesehatan di level internasional.
FIKES UMM Hadirkan Harapan Baru untuk Cegah Stunting di NTT

Nusa Tenggara Timur – Permasalahan stunting masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mencatat prevalensi cukup tinggi. Di tengah keterbatasan ekonomi dan akses kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Fakultas Ilmu Kesehatan menghadirkan terobosan nyata lewat program Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat. Selama dua hari, 1–2 Oktober 2025, Desa Nusa, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, menjadi pusat kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dikemas dalam Gerakan Ibu Tangguh dan Parenting Komprehensif. Program ini melibatkan ibu, ayah, hingga kader kesehatan desa sebagai kelompok sasaran, dengan tujuan memperkuat kapasitas keluarga dalam pengasuhan anak sekaligus menekan angka stunting di NTT. Empat Program, Satu Visi Program ini digerakkan melalui empat kegiatan inti yang dipimpin dosen dan profesor UMM. Pertama, riset Psychometric Properties of Parenting Self-Efficacy for Reducing Stunting yang dipimpin Ns. Henny Dwi Susanti, MKep., Sp.Kep., Mat., Ph.D., menekankan pentingnya mengukur keyakinan diri orang tua dalam mengasuh sebagai modal pencegahan stunting. Kedua, Program Gerakan Ibu Tangguh: Meningkatkan Keyakinan Diri dan Manfaat Pengasuhan dalam Pencegahan Stunting yang digagas Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, MKep., Sp.Kom, menempatkan ibu sebagai motor pengasuhan sekaligus agen perubahan dalam keluarga. Ketiga, Implementasi Program Parenting Komprehensif dalam Meningkatkan Kapasitas Pengasuhan dan Gizi Anak Balita oleh Nur Melizza, S.Kep., Ns., M.Kep., yang menyasar penguatan praktik gizi dan kesehatan anak di tingkat rumah tangga. Keempat, Pengaruh Gerakan Ibu Tangguh terhadap Self-Efficacy dan Perceived Benefit Pengasuhan Anak dalam Pencegahan Stunting oleh Muhammad Muslih, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D., yang menekankan bukti ilmiah tentang efektivitas gerakan ini dalam membangun kepercayaan diri orang tua. Dengan kombinasi riset dan aksi nyata, UMM menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat menghasilkan teori, tetapi juga menghadirkan solusi langsung bagi masyarakat. Kolaborasi dan Edukasi Kegiatan ini juga menggandeng BKKBN Provinsi NTT yang menghadirkan film pendek berjudul Peran Ayah dalam Pengasuhan Komprehensif. Lewat media sederhana ini, pesan penting ditegaskan: keberhasilan pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu, melainkan kerja sama seluruh keluarga. Dukungan dari Kampus dan Pemerintah Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif ini adalah strategi kunci. “Gerakan Ibu Tangguh dan Parenting Komprehensif memperkuat peran ibu, ayah, dan kader kesehatan secara bersamaan sehingga dampaknya lebih menyeluruh. Harapannya, generasi mendatang tumbuh lebih sehat dan cerdas,” ujarnya. Senada dengan itu, Wakil Menteri Diktisaintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menekankan pentingnya integrasi. “Mengatasi stunting di NTT butuh sinergi kampus dan pemerintah. Program penelitian dan pengabdian harus menyatu dengan program pemerintah pusat maupun daerah,” katanya. Komitmen SDGs dan Harapan dari Desa Nusa Rektor UMM, Prof. Dr. Nazarudin Malik, M.Si., menambahkan bahwa program ini adalah wujud nyata kontribusi kampus terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). “Sebagai salah satu center of SDGs, kami ingin memastikan riset dan pengabdian tidak berhenti di jurnal, tapi hadir di tengah masyarakat,” tegasnya. Antusiasme warga Desa Nusa pun menjadi bukti nyata. Kader kesehatan mendapat pelatihan praktis, para ayah aktif berdiskusi, sementara para ibu semakin percaya diri dalam mengasuh anak. Desa Nusa menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana jika dilakukan bersama. Kegiatan ini hanyalah awal dari gerakan panjang UMM untuk menghadirkan dampak nyata. Dengan mengusung semangat Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat, kampus bertekad memperluas jangkauan program, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dan terus mengawal lahirnya generasi sehat bebas stunting di NTT.