Malang – Pencegahan stunting masih menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan nasional. Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung upaya tersebut, Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengembangkan berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan kesehatan keluarga dan pemberdayaan komunitas.
Bagi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM, isu stunting tidak hanya berkaitan dengan masalah gizi semata, tetapi juga menyangkut pendidikan kesehatan, pola asuh, kondisi sosial ekonomi, serta akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa, Keperawatan UMM hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, pendampingan, serta intervensi kesehatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup keluarga dan anak-anak Indonesia.
Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
“Stunting merupakan masalah multidimensi yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan edukasi, penelitian, dan inovasi yang dapat membantu masyarakat memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis keluarga dan komunitas menjadi salah satu strategi yang efektif karena mampu menjangkau masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.