Malang – Internasionalisasi pendidikan tinggi menjadi salah satu agenda strategis yang terus diperkuat oleh Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui berbagai program kolaborasi akademik internasional, fakultas berupaya memperluas wawasan global mahasiswa dan dosen sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai program studi di lingkungan FIKES UMM aktif menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan, organisasi profesi, serta lembaga kesehatan dari berbagai negara. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui seminar internasional, pertukaran mahasiswa, kuliah tamu internasional, penelitian kolaboratif, hingga program pengabdian lintas negara.

Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., menilai bahwa penguatan jejaring internasional menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan kesehatan modern.

“Tenaga kesehatan masa depan akan bekerja dalam lingkungan yang semakin global. Karena itu, mahasiswa perlu dibekali pengalaman internasional sejak masa pendidikan agar memiliki perspektif yang lebih luas dan kemampuan beradaptasi yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, internasionalisasi tidak hanya berkaitan dengan mobilitas mahasiswa ke luar negeri, tetapi juga mencakup pertukaran gagasan, transfer pengetahuan, dan pengembangan inovasi bersama mitra internasional.

Melalui berbagai kerja sama yang telah terbangun, mahasiswa FIKES UMM kini memiliki kesempatan lebih luas untuk berinteraksi dengan akademisi dan praktisi kesehatan dari berbagai negara. Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam meningkatkan daya saing lulusan.

Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc., menjelaskan bahwa internasionalisasi saat ini telah menjadi bagian integral dari pengembangan akademik di lingkungan fakultas.

“Mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen di dalam kampus. Mereka juga dapat memperoleh wawasan dari pakar internasional, mengikuti forum akademik global, bahkan terlibat dalam berbagai proyek kolaboratif yang memperkaya pengalaman belajar mereka,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat akademik, kolaborasi internasional juga membuka peluang peningkatan kualitas penelitian dosen dan mahasiswa. Berbagai publikasi ilmiah bersama mulai berkembang sebagai hasil dari jejaring yang telah dibangun selama ini.

Sementara itu, Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan internasionalisasi juga memerlukan dukungan sistem dan fasilitas yang memadai.

“Kami terus memperkuat kapasitas SDM, tata kelola, serta sarana pendukung agar seluruh program internasional dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa maupun dosen,” ungkapnya.

Melalui semangat kolaborasi global, FIKES UMM terus memperluas perannya dalam membangun pendidikan kesehatan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi internasional. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kesehatan abad ke-21.