Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya akademik yang unggul melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengayaan Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas proposal dosen dalam menghadapi kompetisi hibah penelitian dan pengabdian, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula FIKES UMM GKB V ini menghadirkan dua narasumber pakar di bidangnya. Sesi pertama diisi oleh Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, yang membawakan materi tentang strategi pengembangan proposal penelitian yang inovatif, relevan, dan kompetitif. Beliau merupakan guru besar di bidang keperawatan dengan segudang pengalaman dalam merancang dan memenangkan hibah penelitian skala besar.

Dalam paparannya, Prof. Yoyok menekankan pentingnya penyusunan latar belakang yang kuat dan berbasis bukti, perumusan masalah yang tajam, serta kesesuaian antara metodologi dengan tujuan penelitian. Ia juga membagikan berbagai insight dan pengalaman berharga tentang dinamika penilaian proposal oleh reviewer.

“Proposal penelitian bukan hanya soal ide yang hebat, tetapi juga bagaimana ide tersebut dituliskan secara sistematis, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jangan lupa, riset yang baik adalah riset yang memberi solusi nyata bagi permasalahan masyarakat,” tegas Prof. Yoyok dalam sesi diskusi.

Sementara itu, sesi kedua tak kalah menarik dengan kehadiran Dr. Engrid Juni Astuti, apt., S.Farm., M.Farm., dosen dan peneliti yang telah banyak terlibat dalam program pengabdian masyarakat berbasis kesehatan di berbagai daerah. Beliau membawakan topik tentang penyusunan proposal pengabdian masyarakat yang berdampak luas dan berkelanjutan.

Dr. Engrid menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dan kebutuhan untuk melakukan pemetaan masalah secara komprehensif di masyarakat sasaran. Menurutnya, keberhasilan program pengabdian tidak hanya diukur dari output, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat.

“Kunci dari pengabdian masyarakat yang baik adalah keterlibatan aktif mitra sejak proses perencanaan. Jangan sekadar datang, melaksanakan, lalu pergi. Kita harus meninggalkan jejak perubahan yang nyata dan berkesinambungan,” ungkapnya.

Kegiatan BIMTEK ini diikuti dengan antusias oleh puluhan dosen dari berbagai program studi di lingkungan FIKES UMM. Suasana diskusi berlangsung interaktif, di mana para peserta saling bertukar pengalaman, ide, dan mendapatkan masukan konstruktif dari narasumber. Banyak di antara mereka yang langsung membawa draft proposal masing-masing untuk didiskusikan secara lebih mendalam.

Dekan FIKES UMM, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis fakultas untuk mendorong peningkatan kinerja tridharma perguruan tinggi. “Kami ingin setiap dosen di FIKES tidak hanya unggul dalam pengajaran, tetapi juga produktif dalam penelitian dan pengabdian. Ini adalah wujud kontribusi nyata UMM dalam membangun masyarakat,” ujarnya.

Dengan terlaksananya BIMTEK ini, diharapkan proposal-proposal yang dihasilkan akan lebih siap untuk bersaing dalam skema pendanaan, sekaligus memberi manfaat yang luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. FIKES UMM optimis, kegiatan ini akan menjadi titik tolak lahirnya berbagai karya dan inovasi berdampak dari civitas akademika FIKES.