Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti prosesi Sumpah Apoteker Angkatan XVI yang diselenggarakan oleh FIKES UMM di Ballroom Hotel Savana Malang. Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi lulusan profesi apoteker untuk memasuki dunia pelayanan kesehatan profesional.
Dalam sambutannya, Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menegaskan bahwa profesi apoteker bukan sekadar pekerjaan, tetapi bentuk pengabdian kepada masyarakat dan kemanusiaan.
Ia menyoroti tantangan dunia kefarmasian modern yang semakin kompleks, mulai dari resistensi antibiotik, keamanan penggunaan obat, hingga meningkatnya kebutuhan pelayanan farmasi klinik berbasis patient safety. Menurutnya, seorang apoteker masa depan harus memiliki integritas tinggi, kompetensi ilmiah yang kuat, serta kemampuan komunikasi yang humanis kepada pasien.
“Apoteker hari ini tidak cukup hanya memahami obat, tetapi juga harus mampu menjadi edukator kesehatan bagi masyarakat,” ungkapnya.
FIKES UMM sendiri terus memperkuat pendidikan profesi apoteker melalui integrasi praktik klinik, penguatan laboratorium farmasi, serta kolaborasi dengan rumah sakit dan industri farmasi nasional.
Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa pendidikan profesi apoteker di lingkungan FIKES UMM saat ini diarahkan pada penguatan kompetensi global melalui pendekatan evidence-based practice dan pemanfaatan teknologi digital kesehatan.
Selain itu, mahasiswa profesi juga mulai diperkenalkan pada berbagai tantangan kefarmasian internasional agar mampu bersaing dalam dunia kerja global.
Prosesi sumpah apoteker tersebut sekaligus menjadi simbol keberhasilan FIKES UMM dalam melahirkan tenaga kesehatan profesional yang siap berkontribusi di berbagai sektor pelayanan kesehatan masyarakat.