Malang – Di tengah tingginya tuntutan akademik pendidikan kesehatan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat komitmennya dalam membangun lingkungan belajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik, mental, dan sosial. Berbagai kegiatan yang berlangsung sepanjang awal Juni 2026 menunjukkan bahwa FIKES UMM semakin serius mengembangkan konsep student wellbeing sebagai bagian integral dari proses pendidikan calon tenaga kesehatan masa depan.

Komitmen tersebut terlihat dari berbagai inisiatif yang dijalankan oleh program studi di bawah naungan FIKES UMM. Program Studi Fisioterapi misalnya, secara aktif mengembangkan budaya hidup sehat melalui kegiatan olahraga bersama yang melibatkan mahasiswa, dosen, hingga alumni. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran fisik, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga akademik sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih suportif dan inklusif.

Semangat yang sama juga tercermin dalam penyelenggaraan HIMATERA CUP 2026 yang melibatkan lebih dari 150 mahasiswa lintas angkatan. Ajang tersebut menghadirkan berbagai kompetisi akademik, olahraga, teknologi, dan kreativitas digital sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri di luar ruang kuliah. Menurut penyelenggara, kegiatan tersebut dirancang untuk membangun sportivitas, solidaritas, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama yang sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan profesional.

Lebih jauh, perhatian FIKES UMM terhadap kesejahteraan mahasiswa juga diwujudkan melalui dukungan terhadap program Support Group Mahasiswa yang difasilitasi oleh layanan Bimbingan dan Konseling UMM. Program ini menjadi ruang aman bagi mahasiswa yang menghadapi berbagai tantangan selama proses studi, mulai dari tekanan akademik, penyelesaian tugas akhir, hingga persoalan pribadi yang dapat memengaruhi performa belajar. Melalui pendekatan kelompok yang suportif, mahasiswa diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, memperoleh dukungan emosional, serta mengembangkan kemampuan adaptasi dan coping mechanism yang lebih sehat.

Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, menegaskan bahwa pendidikan kesehatan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata. Menurutnya, mahasiswa kesehatan merupakan calon tenaga profesional yang nantinya akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan kemanusiaan sehingga perlu dibekali ketahanan fisik, mental, dan emosional yang baik sejak masa pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa FIKES UMM tumbuh menjadi tenaga kesehatan yang kompeten sekaligus memiliki kesehatan mental yang baik, kemampuan beradaptasi, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Kampus harus menjadi ruang yang mendukung pertumbuhan mahasiswa secara utuh, bukan hanya tempat memperoleh nilai akademik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai aktivitas kemahasiswaan yang dikembangkan di lingkungan FIKES UMM dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, pengembangan karakter, dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Menurutnya, tenaga kesehatan yang berkualitas lahir dari proses pendidikan yang memperhatikan aspek akademik sekaligus kemanusiaan.

Lebih lanjut, Dr. Hidajah menilai bahwa tantangan dunia kesehatan saat ini semakin kompleks. Tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi klinis yang tinggi, tetapi juga kemampuan komunikasi, kolaborasi interprofesional, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional. Oleh karena itu, fakultas terus mendorong hadirnya berbagai program yang mampu memperkuat kapasitas mahasiswa secara holistik.

“Ketika mahasiswa merasa didukung, dihargai, dan memiliki lingkungan yang sehat, mereka akan lebih siap berkembang menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berintegritas. Inilah yang menjadi salah satu fokus pengembangan FIKES UMM saat ini,” tambahnya.

Upaya tersebut juga sejalan dengan visi FIKES UMM dalam menciptakan ekosistem pendidikan kesehatan yang unggul dan humanis. Tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik tinggi, tetapi juga individu yang mampu bekerja dalam tim, memiliki empati terhadap pasien, serta siap menghadapi dinamika pelayanan kesehatan modern yang semakin menuntut pendekatan multidisiplin.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama Juni 2026 menunjukkan bahwa FIKES UMM terus bergerak membangun budaya kampus yang sehat, aktif, dan penuh dukungan. Melalui sinergi antara pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan mahasiswa, FIKES UMM berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga membentuk pribadi yang tangguh, peduli, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.