Malang – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas kiprahnya di tingkat internasional melalui berbagai program mobilitas akademik dan kolaborasi global. Sepanjang Juni 2026, semangat internasionalisasi tersebut kembali terlihat melalui keterlibatan aktif Program Studi Fisioterapi dalam menerima mahasiswa pertukaran dari Faculty of Physical Therapy, Mahidol University.
Kehadiran mahasiswa Thailand di lingkungan FIKES UMM tidak hanya menjadi ajang pertukaran budaya, tetapi juga sarana pembelajaran lintas negara mengenai sistem pelayanan kesehatan Indonesia. Mahasiswa internasional tersebut mengikuti berbagai kegiatan akademik, praktik klinik, hingga pengenalan sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang menjadi salah satu keunggulan pendidikan kesehatan di Indonesia.
Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan bagian penting dalam pengembangan fakultas menuju institusi kesehatan berkelas dunia.
“Mahasiswa harus memiliki wawasan global sekaligus memahami tantangan kesehatan masyarakat secara lokal. Melalui program internasional seperti ini, kami membangun lingkungan belajar yang multikultural dan kolaboratif,” ujarnya.
Lebih jauh, program tersebut menjadi bukti bahwa FIKES UMM tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik di dalam negeri, tetapi juga berupaya membangun jejaring internasional yang dapat mendukung riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat lintas negara.
Wakil Dekan I FIKES UMM, apt. Sendi Lia Yunita, menjelaskan bahwa internasionalisasi menjadi salah satu strategi penguatan mutu pendidikan.
“Mahasiswa dan dosen harus siap menghadapi ekosistem kesehatan global. Karena itu, fakultas terus mendorong kolaborasi internasional yang berdampak langsung pada proses pembelajaran maupun pengembangan kompetensi mahasiswa,” jelasnya.
Dengan semakin terbukanya peluang kerja sama global, FIKES UMM optimistis mampu melahirkan tenaga kesehatan profesional yang adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan internasional sekaligus tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.