Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan, FIKES UMM menilai bahwa nilai humanisme tetap menjadi fondasi utama dalam pelayanan kesehatan profesional. Karena itu, fakultas terus memperkuat pendidikan berbasis empati, komunikasi terapeutik, dan nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran mahasiswa.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui integrasi pendidikan karakter, pembelajaran berbasis patient-centered care, hingga berbagai kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat.
Dekan Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS menjelaskan bahwa tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis yang baik, tetapi juga kemampuan memahami kondisi emosional dan psikologis pasien.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas harus dibangun di atas empati dan penghargaan terhadap nilai kemanusiaan.
“Teknologi dapat membantu pelayanan kesehatan, tetapi empati tetap menjadi inti dari profesi tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Sebagai institusi pendidikan berbasis nilai Islam berkemajuan, FIKES UMM juga terus menanamkan nilai integritas, profesionalisme, dan kepedulian sosial kepada mahasiswa.
Wakil Dekan I apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. menjelaskan bahwa pendidikan humanis menjadi bagian penting dalam membentuk karakter lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi.
Berbagai kegiatan seperti community service, edukasi kesehatan masyarakat, hingga pendampingan kelompok rentan menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kesehatan.
Sementara itu, penguatan budaya akademik yang suportif dan kolaboratif juga terus dilakukan agar mahasiswa dapat berkembang secara optimal baik secara intelektual maupun emosional.
Melalui pendekatan pendidikan humanis, FIKES UMM berharap mampu mencetak tenaga kesehatan profesional yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.