Pengembangan SDM Jadi Prioritas, FIKES UMM Siapkan Dosen Adaptif di Era Transformasi Pendidikan Kesehatan
Malang – Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus strategis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) dalam menghadapi tantangan pendidikan kesehatan masa depan. Berbagai program peningkatan kompetensi dosen terus digalakkan untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu langkah konkret terlihat dari keterlibatan dosen Fisioterapi UMM dalam pelatihan Applied Approach yang membahas strategi peningkatan mutu pendidikan tinggi, pembelajaran aktif, asesmen alternatif, hingga integrasi hasil penelitian dalam proses pembelajaran. Pada saat yang sama, Program Studi Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker terus memperkuat sistem mutu berorientasi internasional melalui berbagai program penguatan akreditasi unggul. Langkah ini menjadi bagian dari roadmap peningkatan reputasi akademik dan rekognisi global. Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menegaskan bahwa pengembangan SDM merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas fakultas. Melalui peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, FIKES UMM berupaya menciptakan lingkungan akademik yang inovatif, kolaboratif, dan mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan sistem kesehatan modern.
FIKES UMM Perkuat Ekosistem Profesi Kesehatan Melalui Alumni, Organisasi Profesi, dan Sertifikasi Nasional
Malang – Salah satu kekuatan utama Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (FIKES UMM) terletak pada jejaring profesi yang terus berkembang. Sepanjang Juni 2026, berbagai kegiatan yang melibatkan alumni, organisasi profesi, dan praktisi kesehatan kembali menunjukkan kuatnya ekosistem profesional yang dibangun oleh fakultas. Program Studi Ners resmi membentuk kepengurusan baru Ikatan Alumni Ners UMM periode 2026–2030. Forum tersebut mempertemukan alumni yang kini berkiprah sebagai praktisi klinik, akademisi, peneliti, hingga pimpinan institusi kesehatan di berbagai daerah. Di bidang fisioterapi, keterlibatan aktif dalam Kongres Nasional IFI 2026 menunjukkan kontribusi FIKES UMM dalam pengembangan profesi fisioterapi nasional. Kongres tersebut menjadi wadah kolaborasi akademisi, klinisi, peneliti, dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis juga berhasil mengukuhkan 47 fisioterapis baru yang telah tersertifikasi nasional dan siap mengabdi di berbagai sektor pelayanan kesehatan. Menurut Dekan FIKES UMM, keberhasilan pendidikan kesehatan tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan membangun jejaring profesi yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.